
,🥀🥀🥀🥀🥀
.
.
Pruuiiit!
Pertandingan babak pertama baru saja di mulai. Sebagai Kapten Basket, Arsya dan Kenzo mulai memimpin Tim nya masing-masing. Pertandingan kali ini sangat jauh berbeda dari pertandingan sebelumnya.
Pertandingan Minggu lalu di babak pertama Tim Kenzo sudah menang. Namun, berbeda untuk saat ini mereka belum menang, tapi bermain cukup bagus. Bukan cukup! Tapi sangat bagus. Hampir selama satu Minggu berlatih ternyata membuahkan hasil yang pantastik.
Kenzo, pria yang diam-diam sudah menikah dengan adik rivalnya itu, berhasil menyamakan cara main Tim mereka dengan Tim Arsya si kakak iparnya.
"Kak, menurut kakak siapa yang akan menang malam ini?" tannya Aleksander sambil melihat Arsya yang kembali mendapatkan Bola. Dia sudah datang sejak lima belas menit lalu. Ale dan Aditya di ibaratkan pengawal setia Salsa. Jadi ada pertandingan seperti malam ini tidak mungkin mereka membiarkan kakak perempuannya sendirian.
Kedua remaja yang seperti saudara kandung itu, tidak mau Arsya kakak kebangaan mereka kalah karena tidak pokus bermain gara-gara mengkhawatirkan si princes. Jadi lebih baik mereka berdua begadang menahan rasa kantuk demi kemenangan sang kakak.
"Entahlah Kakak juga belum tahu, sepertinya mereka sama-sama kuat," jawab Salsa yang terus memperhatikan kakak dan suaminya secara bergantian.
"Cie, cie... Kakak mulai galau nih antara mendukung Kak Arsya atau Kak Kenzo." goda Aleksander sambil memberi kode pada Aditya yang duduk disebelah kiri Salsa. Kedua remaja itu duduk di sisi kiri dan kanan Princes. Kebiasaan mereka biar adil, jadi Salsa disuruh duduk di tengah-tengah dan meminta Ara duduk disebelahnya lagi.
"Apaan sih, Dek." jawab Salsa merasa apa yang dikatakan oleh adik angkatnya benar. Meskipun dia lagi kesal pada suaminya, tapi tetap saja Salsa tidak ingin Kenzo kalah untuk ke-tiga kalinya.
"Nggak apa-apa galau juga, Kak. Wajar sih, kan Kak Kenzo sudah menjadi suami Kakak." kata Ale mendekatkan kepalanya saat berbicara, karena takut orang lain mendengar perkataannya. Meskipun itu tidak mungkin karena hiruk-pikuk dari penonton lainnya.
"Jangankan Kak Salsa, Ale sama Adit juga menjadi galau mau suport yang mana, karena kedua Tim Basketnya kakak kita semua.' Iya kan, Dit?" meminta persetujuan Aditya yang tidak tahu apa-apa. Alhasil putra Nando dan Sari itu hanya menganguk meng-iyakan.
"Kak Kenzo ternyata baik juga, Kak. Sepertinya orangnya sabar, cocok lah sama Kakak yang penakut pada hujan." Ale terkikik sendiri karena berhasil membuat kakanya cemberut.
"Ale!" Salsa sudah mengarahkan tangan ingin memukul adik angkatnya. Ale sama seperti Andre papanya, selalu membuat orang lain kesal. Namun, juga membuat mood kembali lagi karena kelucuannya.
__ADS_1
"Kak Ale... jangan mengoda Kak Salsa, kakak pasti lagi dilema untuk memilih pemain Favoritnya." bukannya membantu Salsa. Tapi justru Aditya ikut mengoda si princes.
Saat ke-tiga saudara itu masih mengobrol. Suara peluit panjang sudah berbunyi.
Pruuiiit!
Pruuiiit!
Bunyi wasit meniupkan peluit panjang. Pertanda jika babak pertama sudah berakhir. Waktu tiga puluh tujuh menit ternyata belum juga ada yang mencetak poin. Baik Tim Kenzo ataupun Tim Arsya. Padahal mereka sudah diberi waktu tambahan sepuluh menit.
Mungkin karena semuanya bermain cukup bagus. Jadi sama-sama bertahan di posisi masing-masing.
Berhubung waktu istirahat. Arsya kembali duduk ditempat para pemain beristirahat. Dia langsung meneguk minumannya dan melihat kearah Kenzo yang menerima air dari seorang gadis. Dengan tatapan tak terbaca Arsya terus menatap kearah adik iparnya dan Salsa adiknya sendiri.
"Siapa gadis itu? Bukan pacar kenzo, 'kan?"
Tannya Arsya pada dirinya sendiri sambil memperhatikan walaupun secara tidak langsung, karena tidak mau ada yang melihatnya lagi memperhatikan kenzo.
"Dek!" langsung saja menarik tangan Ale agar berdiri dan dia duduk di tempat tersebut.
"Kakak sangat hebat," puji Salsa tersenyum memberi dukungan pada kakaknya. Meskipun hatinya sedang tidak menentu.
"Jelas! Kakak siapa dulu," Arsya ikut tersenyum sambil menghembuskan nafasnya ke udara. Dari melihat raut wajah Salsa, dia sudah tahu jika adiknya tidak baik-baik saja.
Arsya terlambat mendekati adiknya. Salsa sudah melihat lebih dulu kedekatan Kenzo dengan wanita yang bernama Mia.
"Malam ini nginap dirumah aja, ya. Besok pagi-pagi kakak ingin mengajak kalian Jalan-jalan ke taman mengunakan sepeda." salah satu kesukaan Salsa adalah menaiki sepeda di taman. Sangat sederhana dari kekayaan yang dimiliki keluarganya.
Salsa berbeda dari gadis seusianya yang hobi shoping atau tempat Jalan-jalan mereka dari Mall ke Mall lainnya. Mungkin karena dia sudah bosan atau memang memiliki sifat seperti Ayla mamanya?
Saat masih kecil Salsa selalu diajak jalan-jalan ke Mall oleh kedua neneknya, Sari dan Nando atau orang tuannya sendiri. Jadi tidak heran juga bila sekarang dia merasa bosan.
__ADS_1
"Benarkah? Wah sangat seru." Salsa langsung mengembangkan senyum bahagia bukan seperti tadi, senyum terpaksa. "Tapi... bagai---"
"Kakak yang akan bicara pada Kenzo kalau malam ini kamu menginap di rumah. Tapi bila dia mau ikut kita bersepeda besok pagi, maka biarkan saja." sela Arsya yang mengerti. Apapun itu, demi kebahagiaan adiknya maka akan pemuda itu lakukan.
"Baiklah, Salsa mau," gadis cantik yang tadi sempat redup wajahnya kini kembali lagi ceria. Padahal Arsya hanya menawarkan hal sederhana. "Ale, Adit malam ini kita tidur di rumah papa ya. Biar besok pagi-pagi tidak telat berangkatnya." kata Salsa pada kedua adik angkatnya.
"Oke, nanti biar Kak Arsya yang ngomong sama Ayah dan Bunda." sahut Aditya menyengir kearah Arsya
"Selalu kakak," cibir Arsya seraya berdiri karena melihat Ara berjalan kearah mereka. Gadis itu baru kembali dari toilet.
"Kakak ke sana dulu, ingat kalian temani Kak Salsa." pesan Arsya lagi pada Ale dan Adit. Keduanya hanya menganguk karena tanpa di pintapun itu memang tugas mereka.
Sementara itu di sela berbicara dengan Mia dan para sahabatnya. Kenzo pun sama mencuri-curi pandangan kearah istrinya. Kenzo sangat membenci waktu seperti ini, dia tidak suka seolah-olah tidak saling kenal dengan istrinya sendiri.
"Woi, coba kalian perhatiin, perasaan gue si princes malam ini kok bertambah cantik, ya?" ucap Eel melihat Salsa yang lagi tertawa bersama sahabatnya. Mendengar hal itupun, secara terang-terangan Kenzo melihat kearah sang istri.
"Salsa memang cantik, tapi dia istri gue. Jangan harap ada yang mendekatinya, karena sampai kapanpun gue nggak akan melepas, apa yang sudah menjadi milik gue."
Gumam Kenzo terpana melihat kecantikan istrinya. Bila Salsa tidak cantik mana mungkin Kenzo menerima begitu saja pernikahan mereka yang semuanya terjadi secara mendadak.
"Anjir gue bisa gila bila melihat dia terus-terusan," Andra yang jarang heboh masalah cewek ikut menimpali.
"Jujur Men setiap lagi susah tidur, gue selalu menatap wajah princes dari layar ponsel." ujar Egi yang baru kembali dari toilet.
Mata Kenzo semakin terbelotot mendengar curhatan parasahabat yang mengagumi istri cantiknya. Wanita yang selama hampir satu Minggu ini tidur dalam pelukannya.
"Ken, Lo kenapa?" Mia yang tidak suka Kenzo melihat Salsa langsung menyengol lengannya. Padahal wanita itu tahu jika Kenzo sedang melihat seorang gadis. Jadi wajar-wajar saja bila Mia tidak memiliki persaan pada sahabatnya sendiri.
"Gue lag---"
Pruuiiit!
__ADS_1
Sebelum Kenzo menjawab pertanyaan Mia. Wasit sudah meniupkan kembali pluit sebagai peringatan jika babak kedua akan segera dimulai. Lalu ia dan para sahabat satu Timnya mulai bersiap-siapa.
*BERSAMBUNG*...