Pernikahan Salsa

Pernikahan Salsa
Pulang ke rumah mertua.


__ADS_3

🥀🥀🥀🥀🥀


.


.


"Nanti yang bertugas buat membuat Arsya cidera biar an---"


"Nggak! Gue gak suka cara kalian," sela Kenzo berdiri dari kursi tempat penonton.


Kenzo langsung memotong ucapan Andra saat temannya itu masih menjelaskan apa yang akan mereka lakukan pada si Arsya.


Saat ini Kenzo dan para Tim nya sedang berada di lapangan Basket. Andra sudah membuat rencana agar mereka bisa menang melawan Arsya.


Tapi cara tersebut sangat beresiko, karena mereka ingin membuat Arsya cidera sebelum pertandingan dimulai.


"Ken,ayolah! Kali ini saja, gue janji," mohon Andra karena Tim mereka benar-benar tidak bisa menerima kekalahan begitu saja.


"Andra, sekali gue bilang nggak, ya nggak! Jika kalian masih ingin meneruskan rencana kalian, maka silahkan saja." tegas pemuda tampan itu yang kembali lagi duduk disamping Mia. "Tapi... gue langsung keluar dari Tim kita. Sekarang pilihan ada pada kalian semua." mana mungkin Kenzo menyetujui rencana para sohibnya.


Dari dulu saja dia tidak mau. Apalagi sekarang orang yang akan mereka celakali adalah kakak iparnya sendiri.


"Ken... emangnya Lo nggak mau ngalahin Arsya, apa? Ingat Men, bagaimana dia nyuruh Lo ngambil keputusan saat pertandingan pertama kita," berusaha membujuk, agar Kenzo mau mengikuti rencana yang mereka buat.


"Bener banget, Ken. Si Arsya harus kita balas biar nggak songong." ucap salah satu dari Tim mereka.


"Kenzo, jika dalam pertandingan ini kita masih kalah. Udah, kita benar-benar hancur, Bro." timpal pemuda yang bernama Prengki. Dia adalah pemain cadangan, dari Tim Kenzo dan kawan-kawannya.


"Itu karena kesalahan Andra sendiri yang menyengol Arsya. Jadi wajarlah dia memberi gue dua pilihan." jawab Kenzo kembali berbicara dengan tenang. "Jujur gue pengen banget membuat Arsya kalah dan bertekuk lutut pada Tim kita, tapi bukan dengan bermain curang." ungkap Kenzo, diam sesaat. Lalu dia kembali lagi berbicara karena semua sahabat luknutnya hanya diam tidak ada yang menyela.


"Bila kita benar-benar ingin menang melawan Tim Arsya. Maka mulai sekarang ayo kita berlatih lebih giat lagi." ajaknya yang memiliki sipat penyabar.


Meskipun Andra dan beberapa orang lainnya lagi, berbicara dengan emosi. Atau nada tinggi, Kenzo masih bisa menyeimbangi nya.


Kenzo sama seperti kakeknya yang memiliki sifat sabar dan tidak pernah gegabah dalam bertindak. Maka dari itulah Tuan Fathan bisa berteman dekat dengan Tuan Heri, karena rata-rata orang yang bersahabat dengan Tuan Heri Erlangga memiliki sifat sabar dan tidak sombong.


"Tapi, Ken, waktunya tinggal beberapa hari lagi. Apa mungkin kita bisa menang?" tanya Yogi yang kebetulan kurang setuju pada ide sahabatnya, karena dia tidak mau berurusan dengan keluarga Erlangga maupun Ridwan.

__ADS_1


Angap saja Yogi menjadi seorang pengecut. Daripada harus menjadi orang yang tidak tahu terima kasih. Pada keluarga Erlangga yang telah banyak membantu keluarganya.


"Tentu saja bisa. Asalkan kita berlatih dengan giat dan menyusun agar Tim kita bisa kompak seperti Tim Arsya." jawab Kenzo karena kesalahan pada Tim nya adalah sangat jarang berlatih dan kurang kompak.


"Gue setuju sama ide Kenzo, Dra. Lebih baik kita berlatih daripada kita bermain curang." Eel memberikan pendapatnya setelah dari tadi hanya diam saja.


"Jika kalian mau, mari kita berlatih untuk bisa menjaga kekompakan. Masa iya buat ngalahin anak muda yang jauh umurnya dari kita, harus mengunakan cara kotor." ucap Kenzo. "Lebih baik kita kalah, tapi kita tidak bermain curang." lanjutnya lagi.


"Maaf, gue bukannya mau ikut campur. Tapi menurut gue lebih baik kalian mengikuti saran dari Kenzo. Walaupun kalah kita kalah dengan terhormat." sela Mia memberi saran, karena sejak tadi wanita itu hanya diam mendengarkan.


"Bagaimana, Ndra?" tanya Yogi menatap temannya menunggu jawaban.


"Baiklah, gue setuju. Jadi kapan kita mau mulai berlatih?" tidak memiliki cara lain. Andra akhirnya mengikuti saran dari Kenzo.


"Bagaimana jika nanti malam setelah jam tujuh? Lebih cepat, maka akan lebih baik 'kan?" Eel yang menjawab. "Kita tahu sendiri Tim Arsya bukanlah Tim kaleng-kaleng." kata Eel lagi.


"Oke, gue setuju. Nanti malam kita mulai berlatih." sambung Yogi menyetujui. "Kenzo gimana?" Yogi bertanya pada Kenzo untuk memutuskan.


"Baiklah, nanti malam kita mulai berlatih." Kenzo berdiri sambil melihat jam pada pergelangan tangannya yang sudah menunjukan jika sudah waktunya mereka kembali ke kelas, karena masih ada penjelasan yang akan disampaikan oleh dosen mereka.


"Ayo kembali ke kelas. Setelah pelajaran selesai, gue mau langsung pulang." ucap Kenzo yang ingat memiliki janji untuk mengantar orang tuanya ke bandara.


Tiba di luar ruangan olah raga.


"Semuanya, gue pamit pulang duluan." ucap Mia pada Andra dan yang lainya. Lalu dia menoleh kearah Kenzo. "Ken... Gue pulang dulu, ya. Sampai bertemu besok pagi." ucapannya langsung meninggalkan tempat tersebut.


"Wah, wah! Giliran pamit sama Kenzo aja. Si Mia seperti berpamitan pada pacar." kata Yogi dan Eel secara bersamaan.


"Apaan, sih!" dengus Kenzo meninggalkan mereka menuju kelas. Begitu sampai, ternyata dosen yang menerangkan sudah masuk.


"Maaf, Pak. Saya telat," kata Kenzo begitu dia masuk.


"Tidak apa-apa, mungkin Saya yang masuknya terlalu cepat. Silahkan duduk, kita mulai sekarang." kata si dosen karena dia juga baru masuk kesana.


Akhirnya Kenzo dan para sahabat satu jurusanya mengikuti jam pelajaran terakhir mereka. Selama belajar Kenzo terus melirik jam tangannya, dia ingin segera pulang untuk bertemu dengan Salsa.


Saat ini dia tidak bisa kelayapan seperti biasanya, karena telah memiliki istri yang belum diketahui oleh para sahabatnya.

__ADS_1


*


*


Jam dua lewat lima menit. Kenzo baru meninggalkan kampus. Tujuannya kali ini bukan pulang ke rumah kakeknya. Melainkan ke rumah mertuanya yang cukup jauh dari kampus tempat dia menimba Ilmu.


"Salsa sudah pulang apa belum, ya?" bertanya pada diri sendiri karena mau menelepon tidak punya nomor ponsel sang istri.


"Ada-ada saja si Andra. Kalau gue biarin, mereka yang nyelakain Arsya, gue yang di pecat jadi menantu Papa Rian." Kenzo mengelengkan kepala. Tidak habis pikir dengan pikiran para sahabatnya.


Selama dalam perjalanan menuju rumah mertuanya. Kenzo terus saja berbicara dan di jawab sendiri. Saat dia baru membelokan mobilnya dan memasuki pagar rumah orang tua istrinya.


Kenzo melihat Arsya baru keluar dari dalam rumah dengan helm di atas kepalanya. Pertanda jika kakak iparnya itu mau pergi.


"Berarti Salsa sudah pulang, jika Arsya sudah ada di rumah." ucapnya seraya mematikan mesin mobil dan keluar dari sana.


Begitu dia keluar dari mobil. Arsya yang belum menjalankan kendaraannya melepas helm nya kembali. Lalu menyerukan namanya.


"Ken... gue harap saat pertandingan Minggu depan. Kalian main dengan sportif. Satu kali, masih gue maafin, tapi jika kalian berani mengulangi kesalahan yang sama. Maka jangan salahin gue akan membuat Tim kalian di keluarin dari dunia olahraga." ucap Arsya menatap Kenzo yang juga menatap kearahnya bingung.


Soalnya Kenzo memang tidak mengetahui jika pada pertandingan kedua. Para Tim nya sudah bermain curang.


"Apa maks---"


"Ken, apa kamu baru datang sayang." sapa Ayla yang baru keluar dari dalam rumah untuk menyusul putranya.


"Mama... iya, Ken baru datang. Maaf tadi pagi Ken masuk pagi, jadi cuma ngantar Salsa sampai di depan." jawab Kenzo menyalami tangan ibu mertuanya dengan sopan.


"Tidak apa-apa, Mama tahu kamu masuk pagi. Sudah, masuk lah! Salsa ada di kamar. Nanti ajak dia makan siang, mama sudah menyiapkan untuk kalian berdua." kata Ayla berjalan mendekati Arsya yang masih duduk di atas motor sport nya.


"Kakak, ini tolong kasih ke Bunda Sari, ya. Sekalian kamu juga mau kesana." Ayla memberikan paperbag kecil untuk di titipkan pada sahabat sekaligus orang tua angkat kedua anaknya.


"Iya, Ma! Arsya berangkat dulu. Sayang Mama " pamit si tampan Arsya memasang kembali helm dan langsung pergi.


"Ken... kenapa hanya berdiri di luar? Ayo masuk." ajak Ayla karena Kenzo masih berdiri melihat kepergian kakak iparnya.


"Agh, iya Ma." jawab Kenzo mengikuti ibu mertuanya. Lalu setibanya di dalam, Kenzo langsung saja menuju ke lantai atas. Tempat kamar istrinya berada.

__ADS_1


*BERSAMBUNG*...


__ADS_2