Pernikahan Salsa

Pernikahan Salsa
Satu Mobil.


__ADS_3

🥀🥀🥀🥀🥀


.


.


"Kenzo," ucap Andra berjalan mendekati Kenzo yang masih memeluk Salsa dengan posisi duduk di bangku tunggu.


"Huem, apa?" jawab Kenzo menoleh kearah samping. Ternyata di sana sudah ada para sahabatnya yang berdiri, termasuk Mia.


"Eum... Elo belum mau pulang sekarang?" tiba-tiba saja Andra menjadi salting sendiri melihat sahabatnya berpelukan dengan gadis yang mereka bicara dan dambakan selama ini.


"Belum," jawab Kenzo singkat. "Jika kalian mau pulang sekarang, pulang aja. Gue nggak bisa, karena Salsa takut sama hujan gede seperti ini," tutur Kenzo dengan semakin mengeratkan rangkulannya.


"Apakah Elo akan mengantar Salsa pulang ke rumahnya?" tanya Andra yang di angguki oleh teman-temannya.


"Sepertinya iya, karena kalau gue bawa pulang ke rumah kakek, takutnya---"


Kenzo tidak melanjutkan ucapannya, karena mendengar ponsel Salsa berbunyi nyaring. Gadis tersebut menjauhkan tubuhnya dari rangkulan Kenzo, karena ia ingin melihat siapa penelepon yang menghubunginya saat hujan masih berlangsung.


"Siapa?" tanya Kenzo bertanya pada sang istri. Untuk sesaat ia belum menjawab pertanyaan Andra.


"Papa," tunjuk Salsa melihat layar ponselnya kearah Kenzo, dan hal itupun nampak oleh para sahabat suaminya. Memang tertera nama cinta pertamaku. Sebab ponsel Salsa adalah keluaran terbaru yang harganya mungkin ratusan juta rupiah. Tidak heran sih, sebab sudah tahu siapa orang tuanya. Maka dari itu para sahabat Kenzo ikut melirik, saat Salsa memperlihatkan layar ponselnya.


Walaupun anak-anak lain, juga memiliki ponsel mahal. Tapi harganya hanya puluhan juta saja, tidak sampai ratusan juta seperti milik si princess.


"Gila! Si princess ternyata ponselnya harga ratusan juta. Gue yang ingin memiliki ponsel seperti ini, belum juga kesampaian, karena papa nggak mau beliin, kalau hasil ujian gue nilainya jelek,"


Gumam Andra menelan Saliva nya, dia baru tahu ini jika keluarga Erlangga benar-benar tidak diragukan lagi kekayaannya.


"Angkat, papa pasti khawatir sama, Elo," titah Kenzo karena Salsa belum mengangkat panggilan dari mertuanya.


Salsa pun mengangguk dan mengangkat panggilan tersebut, dan juga langsung menyetel speakers. Sebab bila tidak, suara hujan lebih besar, takut tidak kedengaran.


📱 Salsa: "Iya, Pa!" kata Salsa begitu ia menggeser layar ponselnya yang berwarna hijau.


📱 Rian : "Sayang, adek sama siapa? Kata pengawal Papa, kakakmu lagi mengantar Farel ke rumah sakit," tanya Rian dengan suara khawatir. Jika keselamatan Salsa dia tidak ragu, sebab lebih dari lima belas orang para pengawal setianya menjaga sang putri. Hanya saja mereka menyamar, tidak menunjukkan bahwa mereka adalah pengawal pribadi.


Satu-satunya yang membuat Rian dan Ayla khawatir adalah, cuaca lagi hujan besar. Salsa takut pada hujan, dan Arsya sedang tidak bersama sang putri. Meskipun pengawalnya sudah memberi laporan jika Salsa bersama menantunya, tetap saja Rian masih cemas, sebelum memastikan sendiri.


📱 Salsa : "Adek sama... Kenzo, Pa," si princess menjawab seperti ragu-ragu.


📱 Ayla : "Sayang, ini Mama, Nak." Ayla merebut ponsel dari suaminya, karena dia sangat mencemaskan Salsa.


📱 Salsa: "Iya, Ma. Mama jangan khawatir, Salsa sama si Ken, Ken," ucapan Salsa yang menyebut Kenzo, si Ken, Ken. Membuat para sahabat Kenzo menahan tawa. Mereka memang mendengar percakapan Salsa dan orang tuanya.


Rombongan Andra tidak menyangka, ternyata Kenzo yang terkenal di Gili oleh para gadis. Namanya bisa disebut si Ken, Ken oleh princess Erlangga. Rasanya mereka ingin tertawa mengejek Kenzo. Selama ini siapapun itu juga sering memangil Kenzo, Ken. Tapi hanya satu kali sebutan saja, bukan seperti Salsa si Ken, Ken.


📱 Ayla : "Mama sudah Mama sudah tahu, coba berikan ponselnya pada Kenzo. Mama ingin bicara langsung padanya," kata Ayla yang membuat Rian mengelengkan kepalanya. Jika tidak bicara langsung dengan yang bersangkutan, sepertinya Ayla belum tenang.

__ADS_1


"Mama mau bicara," Salsa menyerahkan ponselnya pada Kenzo.


📱 Kenzo : "Iya, Ma!" ucap Kenzo yang tidak mungkin memangil Ayla Tante. Bisa-bisa ia di pecat sebagai menantu Erlangga.


📱 Ayla : "Nak, tolong jaga putri Mama, jangan biarkan dia pulang dengan orang lain. Malam ini kalian pulang ke rumah kita, tidak usah kembali ke rumah kakek Fathan, ya." perkataan Ayla, membuat Andra dan sahabatnya mengetahui hubungan diantara teman mereka dan Salsa. Terjawab sudah, dugaan mereka salah semuanya. Ternyata Kenzo bukan saudara ataupun kekasih si princess. Akan tetapi adalah suaminya. Benar-benar berita yang sangat mengejutkan.


📱 Kenzo : "Mama tidak perlu khawatir, Kenzo akan menjaga Salsa. Ini kami lagi menunggu hujannya reda. Mungkin sebentar lagi sudah bisa pulang." jawab Kenzo yang tangannya terangkat menyelipkan anak rambut Salsa ke telinga istrinya, yang memang sengaja di urai, tidak diikat. Setelah itu Kenzo kembali lagi berkata. "Rencananya memang akan pulang ke rumah, bukan ke rumah kakek, soalnya besok pagi ayah Nando minta di temani bermain Golf." tutur Kenzo yang telah memiliki janji dengan Nando dari beberapa hari lalu. Entah apa yang direncanakan oleh Nando, makanya dia ingin Kenzo menemaninya bermain Golf.


📱 Ayla: "Benarkah? Wah, Wah bagus sekali jika begitu." seru Ayla menatap suaminya ingin minta jawaban tentang Nando yang ingin mengajak menantunya bermain Golf. Sedangkan yang di tanya, malah megedikan bahunya tidak tahu.


📱 Ayla : "Kalau begitu kalian pulangnya hati-hati, mama akan buatkan sup untuk menghangatkan perut kalian saat sudah sampai. Titip princess ya, Nak." kata Ayla langsung memutuskan sambungan mereka, karena dia ingin mengintrogasi suaminya. Dia sangat yakin pasti ada sesuatu yang di sembunyikan darinya. Sehingga Nando mengajak sang menantu.


"Ini, simpan ponselnya, kita bersiap-siap pulang," kata Kenzo mengembalikan ponsel Salsa. Lalu dia berdiri menghadap para sahabatnya yang menatapnya penuh pertanyaan. Kenzo mengerti itu, hanya saja sekarang bukan waktu yang tepat untuk dia menjelaskan.


"Besok gue jelasin, sekarang mumpung hujannya reda, gue mau pulang." ucap Kenzo agar sahabatnya mengerti dan tidak meneror dirinya dengan pesan via WhatsApp, atau pun yang lainnya.


"Ken... ja--jadi benar nih, Elo sama princess---"


"Iya, dia istri gue, awas kalian kalau berani memeluk fotonya sebelum tidur. Kita bakalan war" jawab Kenzo tersenyum di sela ancamannya. Entah mengapa dia begitu bahagia setelah memberi tahu sahabatnya, jika Salsa adalah istrinya. Jika masalah rahasia itu adalah urusan belakangan. Lagian mertuanya pasti tidak akan tinggal diam. Bila ada kendala dengan pernikahan mereka. Itulah yang membuat Kenzo tenang.


"Kampret, ini anak, sudah berani ngancam," Eel menendang kaki Kenzo yang malah semakin tersenyum. Sebelum dia menatap Mia dan mengajaknya pulang, karena itu adalah tanggung jawabnya. Sebab saat berangkat dia yang menjemput sahabatnya itu.


"Mia, ayo kita pulang, nanti gue anterin Elo lebih dulu," kata Kenzo membuat Mia tergagap. Mendengar pengakuan Kenzo membuatnya menelan Saliva nya sendiri.


Jika Salsa yang di sebut sebagai princess adalah istri asli Kenzo. Maka sudah pasti si Bila kekasih sahabatnya itu adalah orang yang sama. Gadis yang dia ancam waktu.


Satu hal yang Mia pikirkan sekarang, jika saingannya bukanlah mudah. Belum lagi, ketika dia mengancam Bila, gadis itu melawan dan kembali mengancam dirinya. Jelas saja Mia merasa malu, benci dan kalah secara bersamaan. Mana sekarang mereka harus satu mobil.


"Sayang, ayo!" Kenzo mengulurkan tangannya untuk membantu Salsa berdiri. Melihat ada Mia di samping suaminya, Salsa menerima uluran tangan Kenzo. Sekarang dia yang akan membuat Mia menggigit bibirnya karena melihat perlakuan Kenzo padanya. Salsa masih ingat tadi, seperti apa Mia memeluk erat di suaminya.


"Tapi... kaki gue capek, nggak kuat jalan, tolong hubungi papa, dan katakan suruh salah satu pengawalnya membantu gue ke mobil," jawab Salsa dengan wajah sedihnya.


"Apa? Bagian mana yang sakit? Bukannya tadi baik-baik saja?" seru Kenzo berjongkok. Jelas saja ia merasa khawatir, sebab tidak heran bila Salsa mengeluh kakinya sakit, gara-gara kelelahan. Istrinya itu bila pergi jalan-jalan ke Taman kompleks saja. Pulangnya akan merepotkan Arsya, kakak iparnya itu harus mengendong Salsa sampai kembali ke rumah.


Seperti itulah yang diceritakan Opa Heri dan juga kakek Ridwan pada Kenzo. Tapi semenjak dia menikah dengan Salsa, istrinya itu tidak pernah ikut jalan-jalan lagi, jika tidak menaiki sepeda.


"Kedua-duanya terasa capek, gue nggak bisa jalan ke mobil. Ambil ponsel gue, tolong bilang ke papa, karena kalau gue yang menelepon sendiri. Pasti papa yang akan datang ke sini. Papa mana boleh pengawalnya mengendong gue,"


"Jangankan papa, gue aja nggak boleh juga," Kenzo kembali berdiri setelah memeriksa kaki istrinya. Mana tahu ada lecet atau keseleo. Lalu Kenzo melempar kunci mobilnya pada Andra dan berkata. "Dra, tolong bukain pintu mobil gue," pintanya langsung mengendong Salsa ala bridal style.


"Ken," seru Salsa seperti orang kaget, padahal didalam hatinya terkekeh melihat wajah Mia yang masam.


"Diam! Gue juga bisa kalau hanya mengendong, tidak perlu pengawal papa," ujar Kenzo berjalan kearah mobilnya.


"Ken, waduh!" kata Eel berlari kearah parkiran mobil mereka.


"Ckckck! Kenzo menang banyak nih," imbuh Yogi menepuk bahu Hengki. "Ayo pulang, ingat nanti jangan meluk foto princess lagi. Marah tu laki dia," ucapnya lagi sembari tertawa.


Kecelakaan saat pertandingan tadi, ternyata menguak rahasia pernikahan sahabat mereka. Benar-benar sulit untuk di percaya, jika Kenzo sudah menikah dengan gadis cantik dari keluarga Erlangga.

__ADS_1


"Depan apa belakang, Ken?" tanya Andra saat ingin membuka pintu mobil Kenzo.


"Depan, Mia biar di belakang," jawab Kenzo santai. Namun, seperti pukulan besar bagi Mia, sebab karena ada Salsa. Dia di suruh duduk di kursi belakang.


Para sahabat Kenzo sih tidak merasa aneh dengan Salsa yang mengeluh ingin di gendong. Walaupun mereka baru mengenal sosok Salsa semenjak pertandingan antara SMK Erlangga dan universitas Bima Sakti. Tapi setiap hari mereka mencari tahu seperti apa kehidupan princess di tengah-tengah dua keluarga kaya raya.


Apalagi setiap kali mereka bertemu tanding dengan Arsya, pemuda itu begitu memperhatikan adiknya. Sampai-sampai bila lagi pas istirahat, Arsya membuka minum untuk sang adik. Sangat jarang ada kakak seperti Arsya, yang menomorsatukan Salsa dari pada mencari kekasih, untuk dirinya sendiri.


"Thanks ya, gue duluan" ucap Kenzo setelah menurun pelan istrinya di dalam mobil. Dia saat ini berdiri di pinggir mobil, menatap para sahabatnya. Sedangkan Mia dengan berat hati duduk di bangku belakang.


"Besok gue save di group, tempat dan waktu kita bertemu," lanjutnya lagi sebelum ikut masuk ke dalam mobil.


"Oke, Elo memang punya banyak hutang penjelasan ke kita-kita," Andra mengangguk setuju, karena malam ini dia juga sangat lelah, ingin istrirhat.


"Tapi jangan lupa bawa Princess ya, Ken," ujar Yogi masih ingin mengenal Salsa walaupun sebagai teman saja. Sebab sekarang niat untuk mendapatkan sudah tidak mungkin, gadis itu sudah menjadi milik orang lain dan lebih parahnya, suami princess adalah sahabat baik mereka.


"Huem, gue nggak janji. Kalau dia mau juga," setelah itu Kenzo langsung masuk di bagian kemudi, dan mulai menjalankan kendaran mewahnya.


"Kalau ngantuk tidur aja," kata Kenzo memecahkan keheningan diantara mereka bertiga. Jangan lupakan, saat bertanya, tangan Kenzo mengelus sayang kepala Salsa.


"Nggak, cuma kepala gue terasa pusing, pengen muntah," dusta Salsa yang kembali berpura-pura.


"Apa mau muntah sekarang? Kita berhenti dulu, jika iya,"


"Tidak perlu, jalan aja, gue belum mau muntah sekarang,"


"Oke, bersandar ke sini, mana tahu bisa mengurangi rasa pusingnya," Kenzo merangkul Salsa mengunakan satu tangannya, karena tangan satunya masih membawa mobil.


Apa yang Salsa lakukan tentunya membuat Kenzo lupa jika ada Mia sahabatnya di kursi belakang. Tadi bukannya Kenzo tidak ingin mengenalkan mereka berdua, hanya saja pemuda itu berpikir sekarang bukanlah waktu yang tepat. Salsa masih marah pada Mia, jadi Kenzo takut sang istri bicara semaunya yang bisa membuat Mia tersinggung.


"Huem! Ken, apa kalian akan menjenguk anak yang cindera tadi?" Mia berdehem agar hadirnya tidak diabaikan.


"Iya, mungkin besok, setelah gue menjelaskan ke anak-anak tentang pernikahan gue," jawab Kenzo diam sesaat, sebelum kembali melanjutkan. "Mi, ini Salsabila istri gue, Soryy ya, waktu ulang tahun Lala, gue sudah berbohong tentang Bila," ujar Kenzo memberi penjelasan sambil memperkenalkan istri dan sahabatnya.


"Eum!" Mia mengangguk dan tersenyum. "Is't okay', gue juga sudah tahu," jawabnya lagi masih tetap tersenyum, tapi tersenyum miris menahan tangisnya.


Berbeda dengan si princess, dia justru tidak menganggap kehadiran Mia sama sekali, dan tidak menghiraukan Kenzo yang lagi berusaha buat memperkenalkan dia dan Mia.


"Sekarang tunggu aja kejutan dari gue, akan gue buat Kenzo tahu siapa Elo sebenarnya,"


Gumam Salsa, tersenyum sinis. dia benar-benar puas melihat Mia seperti kucing kebasahan. Tidak seberani saat dia mengancam Salsa di toilet hotel.


Tiiin!


Kenzo membunyikan klakson mobilya saat Pak satpam membuka gerbang masuk ke rumah Mia, karena sekarang mereka sudah tiba.


"Thanks ya, Ken. Sampai berjumpa besok pagi," ucap Mia hendak turun dari mobil. Sedangkan Kenzo kali ini hanya duduk memegang kemudi mobilnya, ada sang istri mana berani Kenzo membuka pintu mobil buat Mia. Bisa-bisa dia kena amukan yang lebih para dari sebelumnya.


"Iya, sama-sama, Elo hati-hati, bila ada apa-apa hubungin gue." kata Kenzo tidak menyembunyikan dari Salsa, karena semuanya sekarang sudah jelas. Jika dia memiliki hubungan khusus dengan Mia, mana mungkin Kenzo memperkenalkan Salsa sebagai istrinya.

__ADS_1


Kenzo yakin, jika tanpa dia jelaskan lagi. Salsa akan mengerti. Bahwa dia benar-benar mencintai Salsa.


*BERSAMBUNG*....


__ADS_2