
🥀🥀🥀🥀🥀
.
.
"Ma, Pa, kami berangkat dulu," pamit Kenzo pada Rian dan Ayla yang lagi bersantai diruang keluarga. Seharusnya apabila dia dan Salsa tidak berdebat gara-gara Kenzo ingin mandi bersama. Mereka berdua sudah berangkat sejak satu jam yang lalu.
Namun, mereka terus berdebat dan akhirnya malah kejar-kejaran sampai ke balkon kamar. Hal yang terlihat sederhana, tapi memiliki kebahagiaan tersendiri bagi keduanya.
Tadi mereka juga berlomba, siapa yang cepat tiba di dalam kamar, dan memegang pintu kamar mandi. Maka itulah pemenangnya, jadi Salsa yang kalah. Tapi princess tidak terima dengan kekalahannya. Makanya dia masih cemberut sampai sekarang.
"Huem, iya, kalian hati-hati," jawab Rian dan istrinya serempak.
"Mama nggak jadi mau nitipin pakaian dan makanan buat kakak?" tanya Salsa karena tadi pagi mamanya memang membuat makanan yang akan dikirim ke rumah sakit, untuk putra sulungnya dan juga Farel.
Sejak tadi malam, Arsya memang belum pulang. Sebab dia tidak mungkin meninggalkan Farel sendirian. kedua orang tua Farel memang belum tiba dari luar negeri, katanya akan sampai sekitar pukul dua siang nanti. Alhasil Arsya dan para sahabatnya yang lain, silih berganti menemani teman mereka di rumah sakit.
"Sudah tadi pagi, begitu selesai Mama langsung menyuruh Om Aldi yang mengantar ke rumah sakit, jika menunggu kalian berangkat ke sana, bisa-bisa putra Mama tidak berganti pakaian." jawab Ayla tersenyum.
"Salahin Kak Kenzo, semua gara-gara si ken,ken. Tadinya kan Salsa mau berangkat pagi," ujar Princess menatap tajam Kenzo, seperti pelaku kejahatan. Sedangkan yang ditatap hanya terus tersenyum, merasa lucu karena Salsa tidak mau kalah.
"Sudah tidak apa-apa jangan dijadikan masalah, Nak. Sekarang berangkat saja selagi cuacanya tidak terlalu panas," sela Rian merasa lega melihat Salsa dan Kenzo sudah berbaikan.
Apalagi tadi dia sempat melihat anak dan menantunya yang berlari mengelilingi balkon, karena saat itu dia lagi menerima telepon di gazebo rumah nya.
Apapun itu masalah rumah tangga anaknya, Rian memang akan bertindak tegas, bila menyakiti putrinya. Namun, jika anak dan menantunya masih sama-sama ingin mempertahankan pernikahan mereka, mengapa dia harus menantangnya. Sebab bila hal tersebut di posisi dia pun, pasti akan melakukan hal yang sama. Itulah cara berpikir Rian, orang tua yang pernah melakukan kesalahan di masa lalunya.
"Papa benar, ayo kita berangkat sekarang, soalnya kan kita mau ke Kafe dulu, setelahnya baru ke rumah sakit," kata Kenzo menarik tangan Salsa dengan lembut karena mereka sudah berpamitan.
__ADS_1
"Ha... ha..." Ayla langsung tertawa setalah anak dan menantunya pergi, yang tinggal di sana hanya mereka berdua.
"Sayang, kenapa dirimu tertawa?" tanya Rian sampai satu alisnya naik ke atas. Tidak ada apa-apa, tapi istrinya malah tertawa bahagia.
"sepertinya rencana mu dan putra kita belum beruntung, karena Kak Nando berhasil untuk menggagalkan Salsa kuliah di luar negeri," jawab Ayla masih tertawa.
"Benar, sepertinya semua ini berkat Nando. Soalnya dari semenjak dia mengetahui, jika Princess kita akan menimba ilmu di Amerika. Nando mulai terlihat tidak tentang," jawab Rian membenarkan.
"Aku lebih suka seperti itu, Kenzo anak yang baik, aku terlanjur sayang seperti putra kita sendiri," tutur Nyonya Erlangga itu pindah tempat duduk si samping suaminya.
"Papa kan juga sama sudah menganggap Kenzo seperti Arsya dan Salsa, hanya saja aku tidak terima, bila dia menyakiti putri kita," ujar Rian lagi.
"Iya, semoga semuanya akan baik-baik saja. Sebab kita sebagai orang tua hanya bisa mencari jalan terbaik untuk anak-anak. Tapi semuanya, kita kembalikan lagi pada mereka. Lagian aku juga keberatan bila harus berjauhan dengan Princess, sudah cukup kakaknya yang akan kuliah di luar negeri," ungkap Ayla yang langsung dirangkul oleh suaminya.
Cup!
Semenjak anak-anak mereka sudah dewasa, Rian dan Ayla hanya tinggal menikmati kebahagiaan di masa tua.
*
Sementara itu berbeda tempat, maka lain pula yang terjadi. Saat ini Kenzo dan Salsa baru saja tiba di kafe tempat mereka bertemu dengan sahabat Kenzo, termasuk juga Mia. Entah apa yang gadis itu lakukan, sehingga dia bisa ikut berkumpul dengan cara pergi bersama Eel.
"Ayo sayang," ajak Kenzo mengulurkan tangannya untuk membantu Salsa turun dari mobil.
"Eum.. terima kasih!" jawab Salsa singkat. Lalu setelah menutup pintu mobilnya kembali, Kenzo menggandeng mesra istrinya menuju meja yang sudah ia pesan sebelum berangkat ke sana.
kedatangan mereka berdua tentu saja membuat heboh di meja nomor empat puluh satu, tempat para sahabatnya berkumpul.
"Wah, wah! yang punya pacar, eh salah! maksud gue yang punya istri sudah datang," goda Yogi dan Eel.
__ADS_1
"Sorry gue telat," kata Kenzo tidak menghiraukan godaan dari para sahabatnya. "Sayang ayo duduk! Kenapa hanya berdiri saja," ucapnya lagi yang dengan terang-terangan memanggil Salsa dengan sebutan sayang.
Sekarang dia tidak perlu menyembunyikan hal apapun, apalagi Kenzo sudah berjanji akan menjauhi Mia demi istrinya. Jadi sudah pasti Kenzo akan berlaku lebih romantis lagi di depan sahabatnya itu. Agar Salsa bisa percaya pada ucapannya. kira-kira seperti itulah cara berpikir Kenzo.
"Perasaan baru tadi malam kita melihat mereka berdua bertengkar, kenapa hari ini sudah panggil sayang-sayangan. Apa mungkin jika pasangan suami istri bertengkar seperti mereka berdua ya, bertengkar nya hanya sebentar. Lalu segala masalah akan diselesaikan setelah tidur bersama," tawa Yogi cekikikan karena dia ingin membuat Hengki sahabatnya sendiri merasa cemburu.
Namun, semua itu salah! Justru yang terbakar oleh api cemburu adalah Mia, gadis itu mengepalkan erat tangannya di bawah meja dan menggigit bibir bawahnya agar tidak emosi ataupun menangis.
"Gue duduknya di mana?" tanya Salsa karena yang tersisa cuma ada dua bangku, yang satunya sebelah tempat duduk Mia dan satunya lagi di sebelah Andra.
"Ken, biar gue pindah di samping Mia, Elo duduk sini sama Princess," Andra yang tahu jika istri sahabatnya tidak menyukai Mia, mengalah agar semuanya lancar tidak ada masalah. Sebab dia sangat ingin mendengar penjelasan Kenzo sampai selesai.
"Tapi---"
"Thanks, Dra." sela Kenzo sebelum Mia menyelesaikan ucapannya.
"Duduklah!" ucap Kenzo kembali menyuruh istrinya duduk. Salsa hanya mengangguk seperti gadis polos yang tanpa dosa.
"Kalian belum ada yang pesan makan dan minuman? Ini kan sudah siang," tanya Kenzo setelah ia dan istrinya duduk.
"Belum, nggak asik lah, kalau tidak serempak." Andra yang menjawab.
"Oke, kita pesan makanannya, setelah itu makan siang. Baru setelahnya, gue ceritain apa yang ingin kalian ketahui," jelas Kenzo berdiri karena dia ingin memesan makanan untuk istrinya sendiri.
"Kalian pesan aja sendiri-sendiri, hari ini gue yang akan traktir sepuasnya, karena moments nya spesial, ada princess gue bersama kita," Kenzo tersenyum mengacak rambut istrinya yang lagi duduk.
Praaank!
*BERSAMBUNG*...
__ADS_1