
🥀🥀🥀🥀🥀
.
.
"Hallo... halo! Sa, hallo, Sa, Lo masih dengar gue, 'kan?" Kenzo terus berbicara sebelum dia menyadari jika sambungan mereka sudah terputus. "Sial!" umpatnya kesal. Lalu Kenzo melempar ponselnya kembali ke atas dasbor.
"Ken, Lo kenapa? Siapa yang menelepon hujan besar seperti ini?" tanya Mia karena sedari tadi pertanyaannya belum dijawab oleh Kenzo.
"Bukan siapa-siapa. Rumah Lo masih yang lama, 'kan?" dia malah menanyakan hal lainya pada sang sahabat.
"Iya, rumah gue masih yang lama." jawab Mia memperbaiki duduknya. Setelah itu tidak ada pembicaraan lagi yang jelas Kenzo membawa mobilnya cukup kencang agar cepat sampai ke rumah sahabatnya.
Benar saja, tidak sampai dua puluh menit. Mobil mewah Kenzo sudah tiba dihalaman rumah Mia. Lalu setelah menghentikan mobilnya. Pemuda itu mengambil payung yang selalu dia siapkan apabila lagi hujan.
"Ini, pake payung nya. Sekarang Lo masuk karena gue juga mau langsung pulang." ucap Kenzo menyerahkan payung.
"Tapi ini hujanya semakin besar. Apa Lo nggak mau mampir dulu?" tawar Mia seperti biasa, karena sebelumnya Kenzo sudah sering mampir walaupun hanya sebentar saja.
"Nggak, makasih. Lain kali aja." tolak Kenzo yang saat ini begitu mengkhawatirkan keadaan Salsa. "Turunlah? Gue buru-buru" ucap Kenzo lagi.
Mia yang sudah disuruh turun berulang kali, hanya mengangguk mengiyakan. Meskipun didalam hatinya begitu penasaran siapa yang menelepon sahabatnya.
Sesudah melihat Mia masuk kedalam rumahnya. Kenzo langsung saja menjalankan kendaraannya pulang menemui istrinya yang mungkin saja saat ini lagi ketakutan.
"Brengsek! Kenapa gue bisa lupa, sih kalau ada Salsa dirumah kakek. Semoga saja kali ini dia tidak ketakutan."
Rutuk Kenzo menyalahkan dirinya yang tidak melihat cuaca. Saking asiknya berlatih bersama para sohibnya. Ia sampai melupakan sang istri yang dia tinggal di rumah kakek dan neneknya.
Mungkin karena jalanan sepi atau memang Kenzo yang membawa mobilnya cukup kencang. Sehingga hanya lima belas menit kurang lebih, mobil Lamborghini milik Kenzo sudah tiba di garasi mobilnya.
Lalu setelah mematikan mesin mobil. Kenzo keluar dari sana dan berjalan masuk mengunakan kunci serep yang biasa dia bawa. Saat Salsa meneleponnya setengah jam yang lalu. Di rumah tersebut belum hujan. Namun, sekarang tengah hujan besar.
"Kakek!" seru Kenzo kaget karena kakeknya lagi duduk diruang keluarga yang terletak tidak jauh dari tangga menuju lantai atas.
"Darimana saja kamu? Pergi dari tadi sore sampai melewatkan makan malam." tannya Tuan Fathan menatap cucunya dari atas sampai bawah.
"Maaf Kek, tadi ada latihan mendadak. Sekarang Ken permisi dulu, mau ke atas." pamit Kenzo meninggalkan kakeknya begitu saja.
Sekarang bukanlah saatnya untuk menjelaskan pada sang kakek, karena Kenzo ingin mengetahui keadaan istrinya lebih dulu.
Ceklek!
Pemuda tersebut membuka pintu cukup keras karena dari lantai bawah sambil menaiki tangga Kenzo berlari, bukan berjalan biasa.
__ADS_1
"Ken! seru nenek Kenzo melihat kedatangan cucunya.
"Nenek... maaf, Ken lupa kalau di rumah ada Salsa." ucapnya merasa bersalah, karena ternyata neneknya yang menemani sang istri.
"Huem, nenek maklumi. Tapi bila ini terjadi lagi, nenek tidak tahu bagaimana cara untuk menenangkan Salsa. Ini tadi Untung saja kakaknya menelepon." terdengar helaan nafas lega dari wanita paruh baya itu.
"Apa dia tidur?" tanya Kenzo karena tidak ada pergerakan dari istrinya. "Maaf ya, Nek. Sudah menyusahkan nenek untuk menjaganya. Tapi Ken berjanji, hal seperti ini tidak akan terjadi lagi."
"Iya, istrimu tidur setelah mendengar kakaknya bercerita melalui sambungan telepon." papar beliau. "Memang tidak boleh terjadi lagi. Nenek harap ini adalah yang terakhir kalinya, kamu tidak ada saat dia membutuhkan mu." ucap si nenek menyelus kepala Salsa sebelum dia turun dari ranjang tersebut.
"Istrimu begitu ketakutan saat nenek ke sini. Bila saja nenek lupa, tidak ingat bahwa kamu lagi pergi. Maka entah seperti apa keadaannya."
"Iya Nek, sekali lagi Kenzo minta maaf," ucap Kenzo yang sekarang duduk di tempat neneknya tadi. Dengan pelan tangannya pun mulai mengelus kepala Salsa yang tidur sambil memeluk boneka beruang.
Boneka yang sama persis seperti miliknya di rumah sang ayah. Tahu kebiasaan Salsa bila tidur suka memeluk boneka. Mama Kenzo sengaja membelikan boneka yang serupa untuk menantunya.
Tujuannya adalah, agar Salsa betah dan mengangap rumah Kenzo sama seperti rumahnya sendiri.
"Jangan minta maaf pada nenek, sayang! Tapi minta maaf lah pada istrimu.. Semoga saja besok papa ataupun kakaknya masih memberi izin Princes mereka tinggal bersama kita." sambung beliau dengan sendu.
"Apa, jadi Papa Rian ada menelepon juga?" Kenzo terperangah karena ternyata hanya dia yang melupakan istrinya sendiri.
"Tentu saja, mereka semua begitu mengkhawatirkan istrimu. Bila nenek tidak menemani nya. Mungkin saja Salsa sudah di jemput oleh keluarga nya sejak tadi."
"Ya sudah, sekarang nenek istrirahat saja biar Kenzo yang menemaninya." imbuh pemuda tersebut melihat kearah neneknya yang berada disebelahnya.
"Iya, baiklah!" jawab si nenek langsung keluar dari kamar cucunya, karena diapun sudah mengantuk.
Setelah neneknya keluar.
"Maafin gue!" ucap Kenzo mengelus kepala istrinya. Lalu tanpa sengaja matanya melirik kearah meja sofa. Terlihat jika laptop Salsa masih terbuka belum di tutup.
"Astaga! Gue lupa," seru Kenzo berdiri dari pingir ranjang. Dia berjalan menuju sofa dan menghidupkan kembali laptop sang istri untuk memeriksa tugas sekolah istrinya.
"Kenapa bisa seperti ini," Kenzo mengelengkan kepalanya karena hampir dua puluh persen soal yang telah diisi salah semua.
"Huh! Lo kenapa, sih, Sa" Meskipun lelah Kenzo paksakan untuk menyelesaikan tugas sekolah sang istri. Sampai jam setengah dua belas malam, barulah dia menyelesaikan semua tugas tersebut. Sebab yang sudah diisi oleh Salsa semuanya dia periksa ulang.
Begitu selesai mengerjakan tugas Salsa. Dia masuk ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya, yang terasa lengket karena sudah beraktivitas cukup menguras tenaga.
Kleeek!
Membuka pintu kamar mandi dengan pelan, karena takut bila membangunkan istrinya. Setelah selesai memakai baju dan mengeringkan rambutnya. Kenzo menaiki ranjang dan tidur disebelah sang istri. Tidak membutuhkan waktu yang lama Kenzo pun sudah tidur dengan nyenyak, mungkin karena lelah sedari pagi dia sibuk tidak ada beristirahat sama sekali.
*
__ADS_1
*
Pagi pun tiba.
"Eum..." Salsa bergeliat kecil. Akan tetapi dia belum juga membuka matanya. Justru karena pergerakan dan suara lenguhan Salsa. Membuat Kenzo yang terbangun. Pemuda tampan itu langsung mengerjabkan matanya lalu dia duduk dengan perlahan sambil menguap karena masih mengantuk.
Di liriknya jam pada nakas tempat tidur yang berada di sampingnya. "Jam enam," gumam Kenzo kembali menguap.
"Sa, bangun! Kita mau sekolah." mengoyang pelan tubuh istrinya. "Sa.... bangun!"
"Gue masih ngantuk, Ken" jawab Salsa tapi meskipun begitu dia tetap membuka matanya.
"Ayo bangun, gue masuk pagi sampai hari kamis. Nanti setelah ngantar Lo, baru gue berangkat ke kampus." ucap Kenzo masih menatap muka bantal sang istri.
"Hari ini gue mau libur, soalnya tugas gue belum selesai." jawab Salsa langsung bangkit dari tempat tidur dan berlalu masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.
Belum sempat Kenzo mengatakan jika tugas Salsa sudah dia kerjakan. Pintu kamar mandi telah di tutup oleh istrinya.
"Dia marah sama gue, atau bad mood nya yang nggak setabil gara-gara masih datang bulan, sih?" tanya Kenzo hanya memperhatikan sikap Salsa yang cuek.
Beberapa menit kemudian. Salsa sudah keluar mengunakan jubah mandi. Dia berjalan kearah lemari pakaiannya. Namun, saat dia masih memilih baju mana yang akan di pakainya. Kenzo mendekati dia.
"Sa, pakai seragam. Hari ini Lo tetap sekolah, karena tugas Lo yang berantakan sudah gue kerjain tadi malam." sengaja menekan kata berantakan. "Untuk tadi malam, maaf ya, selain lupa mau bantuin ngerjain tugas. Gue juga lagi sibuk latihan untuk pertandingan malam Minggu." meskipun Salsa tidak bertanya, Kenzo harus menjelaskan agar tidak ada salah paham diantara mereka.
"Oh!" menjawab singkat. "Terima kasih sudah mau bantuin. Kalau begitu gue mau pake seragam sekolah," ucapnya lagi. Salsa menutup lemari pakaian, dan mengambil tas tempat seragam yang dia bawa dari rumah orang tuanya.
"Cepat mandi, katanya takut telat." sebelum masuk ke ruang ganti gadis itu hanya menyuruh Kenzo agar segera membersihkan dirinya.
"Ya, gue mandi sebentar. Lo bersiap-siap aja." jawab Kenzo yang merasa jika ada keanehan pada istrinya.
"Mulai saat ini gue nggak boleh mengharapakan bantuan Kenzo. Dia itu gak bakalan bisa nepatin janjinya. Dasar cowok playboy! Lo, nggak tahu Ken, gue paling benci sama cowok yang belum apa-apa, sudah ingkar janji."
Gumam Salsa yang berada di dalam ruang ganti.
BERSAMBUNG...
Bonus visual ya, kemarin ada yang minta visual mereka.
Kenzo.
Salsa.
__ADS_1