Pernikahan Salsa

Pernikahan Salsa
Bukan pacaran.


__ADS_3

🥀🥀🥀🥀🥀


.


.


Sudah hampir satu jam perjalanan, tapi Salsa tidak ada berbicara apa-apa. Dia hanya berbicara saat mengucapkan kata terima kasih karena Kenzo memasang selt belt pada tubuhnya sebelum mereka berangkat. Salsa cuma diam sambil memandang ke luar jendela. Di depan dan belakang mobil mereka ada tiga mobil yang mengawasi. Satu di depan dan duanya di belakang. Rian memang memberi izin putrinya dibawa oleh menantunya. Akan tetapi dengan pengawasan yang cukup ketat.


Kenzo yang melihat Salsa seperti tidak bersemangat meskipun ponselnya sudah diserahkan, hanya bisa merutuki kesalahannya. Dia tidak ingat seperti apa Arsya menomor satukan istrinya itu. Namun, dia malah dengan santai mengabaikan Salsa hanya karena ingin menerima telepon dari sahabatnya.


"Sa...!" pangil Kenzo tidak tahan dikacangin terus menerus.


"Heum, apa?" jawab Salsa dengan helaan nafas panjang. Dia seperti baru saja membawa beban yang cukup berat. Tidak lama setelah itu Salsa pun memutar tubuhnya untuk melihat kearah depan seperti tadi.


"Lo masih marah?" Kenzo memelankan lagu kendaraannya karena lampu merah. Begitu juga dengan mobil pengawal yang ada di depan.


"Nggak!" jawab Salsa sambil mengigit bibir bawahnya agar tidak menangis. Selain menangis karena hujan dan sakit. Sepertinya Salsa belum pernah menangis karena hal apapun. Jadi masalah sepele seperti saat ini. Tentunya menjadi masalah yang sangat serius bagi dirinya.


Mendengar jawaban malas istrinya. Kenzo diam tidak bertanya lagi, dia mulai menjalankan kendaraan menuju Villa kakeknya. Tapi sesekali dia melirik Salsa yang memejamkan matanya, dan tidak lama setelah itupun ia sudah tertidur dalam posisi menyenderkan kepalanya pada kursi tempat duduk.


Melihat itu Kenzo pun kembali menghentikan mobilnya lagi. Dia menurunkan kursinya sedikit, agar Salsa merasa nyaman. Tidak lupa, Kenzo juga meletakan boneka yang baru dia beli tadi malam, pada pelukan sang istri.


"Tidurlah! Perjalanan kita masih jauh." kata Kenzo mengelus kepala Salsa. Gadis itu bila sudah mengantuk memang tidak akan sadar apa yang terjadi di sekitarnya.


Ini adalah kali pertama Kenzo membawa Salsa dalam perjalanan cukup lama, karena biasanya paling lama hanya tiga puluh menit perjalanan.


Setelah memperbaiki kepala istrinya, Kenzo kembali memijak pedal gas. Hal yang sama juga dilakukan oleh tiga mobil bersama mereka. Matahari yang cerah sekarang sudah berubah menjadi terik dan panas.


Jenuh sendirian dan takut mengantuk. Pemuda itu membunyikan musik untuk menemani perjalanan mereka. Sebetulnya bila Kenzo mau, Ayla ingin adik Pak ilham sopir keluarganya yang menjadi sopir. Namun, Kenzo menolaknya karena ingin berdua dengan istrinya saja.


Alhasil dia harus menjadi sopir sendiri tanpa ada yang menjadi penganti. Dikiranya Salsa tidak akan ngambek lagi, tau-taunya si princes tidak mau berbicara.


"Akhirnya sampai juga," setelah mobilnya berhenti di depan Villa. Kenzo meregangkan otot-otot nya yang terasa kaku akibat terlalu lama mengendarai mobil.


Kleeeek!


Kenzo keluar membuka pintu mobilnya. Lalu ia berjalan memutar ke pintu sebelah. "RI, tolong urus mobilnya. Saya akan membawa nona muda." ucap Kenzo pada pengawal yang mungkin masih seumuran dengan dirinya.


"Baik Tuan Muda," jawab pemuda yang Kenzo pangil Ari.

__ADS_1


Sedangkan di depan pintu masuk. Penjaga Villa dan istrinya sudah menunggu kedatangan cucu pemilik Villa tersebut. Sebelum berangkat Kenzo memang sudah memberitahu jika dia dan istrinya akan ke sana.


"Lumayan berat juga," Kenzo tersenyum saat mengangkat tubuh kecil istrinya yang ternyata cukup berat.


"Selamat datang Tuan Muda" sambut pria paru baya beserta istrinya.


"Iya Pak, Buk. Terima kasih! Saya akan langsung ke kamar. Apa semuanya sudah di siapkan?" Kenzo menjawab sambil berjalan masuk.


"Sudah Tuan, semuanya sudah siap. Langsung saja ke kamar." kata si ibu yang mengikuti Kenzo dari arah belakang. Dalam posisi mengendong istrinya, mana mungkin Kenzo bisa membuka pintu kamarnya sendirian.


Setelah tiba di lantai atas, dan membuka pintu kamar tersebut. Si ibu penjaga Villa pun turun lagi ke lantai bawah untuk menyiapkan makan siang kedua majikannya dan para pengawal yang berjumlah sembilan orang.


"Huh! Lumayan berat, sepertinya ini salah satu tugas baru gue." kata Kenzo sudah menidurkan sang istri. Sambil berkata seperti itu, ia pun membuka sepatu Salsa lalu di simpan pada tempatnya.


"Ternyata kalau lagi marah Lo dingin banget, ya? Gue sampai takut untuk bertanya." Kenzo merebahkan tubuhnya di atas ranjang berukuran king size.


Merasa gerah walaupun Ace kamar sudah dinyalakan. Kenzo duduk lagi untuk melepas kaos yang ia pakai. Sesudah itu kembali lagi baring bersama sang istri. Dia tidak langsung tidur, tapi memperhatikan wajah Salsa yang terlihat begitu damai.


"Apa benar Lo marah gara-gara si Mia." kata Kenzo tersenyum kecil. Meskipun belum tahu pasti, tapi pemuda itu sangat berharap jika Salsa benar-benar sedang cemburu. "Jika benar Lo lagi cemburu, berarti Lo suka sama gue." ucapnya lagi bermonolog sendiri sampai matanya terasa mengantuk dan ikut tidur seperti sang istri.


Namun, sebelum matanya benar-benar terpejam. Kenzo memperbaiki bantal tidurnya dan menarik pelan agar Salsa tidur di atas lengannya yang kokoh, karena Kenzo sangat rajin berolah raga.


"Tadi malam gue gak bisa tidur nyenyak gara-gara Lo nggak ada." pemuda itu mengecup kening Salsa yang berada dalam pelukannya. Setelah itu dia ikut menyusul ke alam mimpi.


*


*


Sementara itu Kafe tempat para sahabat Kenzo berkumpul. Mereka lagi berusaha untuk menghubungi dirinya yang saat ini tidur nyenyak bersama gadis cantik incaran para sahabatnya itu.


"El, Lo tahu nggak sih kemana perginya si Kenzo?" tanya Andra masih terus mencoba menelepon Kenzo.


"Nggak, gue juga gak tahu kemana dia dan kenapa ponselnya tidak bisa dihubungi." tidak jauh berbeda dengan Andra, Eel dan teman-temannya yang lain juga sibuk menghubungi Kenzo.


"Tu anak berubah banget selama satu Minggu ini," Hengki yang baru kembali dari toilet ikut menimpali. "Mungkin nggak sih dia lagi pergi sama pacarnya?" tanya Hengki pada sahabatnya yang lain.


"Ya mungkin aja lah, Kenzo tu paling cakep diantara kita. Nggak mungkin kan dia Jomblo terus." Yogi yang menjawab.


"Tapi jika benar dia pacaran, kenapa harus di sembunyiin dari kita-kita?" sahut Eel merasa kurang yakin dengan dugaan mereka.

__ADS_1


"Tapi mungkin sih Eel, beberapa hari lalu gue nggak sengaja melihat Kenzo bawa cewek di dalam mobilnya. Namun, gue gak tahu siapa orangnya." papar Andra yang belum menceritakan pada para sahabatnya jika dia pernah bertemu Kenzo bersama penumpang wanita.


"Kapan? Dimana?" Hengki dan Eel bertanya serempak.


"kan gue sudah bilang beberapa hari yang lalu. Pagi itu gue mau berangkat ke kampus. Nah di sebrang indomart yang ada di perempatan. Gue melihat mobil Kenzo, dia melewati kampus kita. Saat gue tanya katanya ngantar adek sepupunya." cerita Andra kembali mengigat-igat.


"Masa sih? Kan Om Demian nyokap Kenzo anak tunggal, terus mamanya mana punya saudara di sini," kata Hengki menyergitkan alisnya sampai ke atas.


"Itu dia gue juga nggak tahu, dia bilang saudara jauhnya sih." Andra mengerdikan bahunya ke atas. Pertanda dia juga tidak tahu benar atau tidaknya.


"Sorry gue telat, soalnya nungguin supir gue dulu," sapa Mia yang di telepon untuk berkumpul bersama mereka.


"Nah cs nya sudah datang," seru Eel mengeser tempat duduknya. "Mi, Kenzo kemana sih, kenapa ponselnya nggak aktif?" Eel langsung bertanya padahal Mia baru saja duduk.


"Kenzo di rumahnya lah, masa sih nggak bisa dihubungi?" Mia balik bertanya. Dia sendiri juga tidak percaya ponsel Kenzo mati. Soalnya selama ini pemuda tampat itu tidak pernah menonaktifkan ponselnya.


"Elah, gue nanya Lo malah balik nanya." jawab Eel menyerahkan ponselnya agar Mia menghubungi sendiri. "Coba aja Lo telepon pake ponsel gue,"


Mia pun menerima dan coba menghubungi Kenzo.


"Nomor yang Anda hubungin sedang tidak aktif, coba lagi nanti."


Namun, berulang kali di coba tetap saja sama. Ponsel Kenzo tidak aktif dan hanya suara operator yang terdengar.


"Kemana ya, kok tumben banget nggak aktif. Sekitar tiga jam yang lalu gue masih teleponan sama dia. Nomornya aktif dan katanya hari ini mau---"


Mia tidak melanjutkan lagi ucapannya. Dia tidak mungkin mengatakan kalau Kenzo saat ini pasti lagi pacaran bersama kekasihnya. Padahal bukan pacaran lagi, Kenzo malah lagi tidur nyenyak sambil memeluk istrinya.


*BERSAMBUNG...


.


.


.


Sambil menunggu bbg Kenzo update. Yuk baca novel sahabat Mak author juga.😊


Terima Kasih😘💕*

__ADS_1



__ADS_2