Pernikahan Salsa

Pernikahan Salsa
Si Ken, Ken!


__ADS_3

🥀🥀🥀🥀🥀


.


.


Selama dalam perjalanan menuju ke rumah kediaman Rian bersama keluarganya. Kenzo tidak ada bicara sepatah katapun. Begitu pula dengan Salsa. Mereka berdua sama-sama larut dalam pikirannya masing-masing.


"Sa!" pangil Kenzo akhirnya memecahkan keheningan diantara mereka berdua.


"Heum! Apa?" jawab gadis itu singkat.


"Lo mau berangkat ke sekolah sama siapa?" tanya Kenzo melirik jam pada pergelangan tangannya sudah pukul tujuh lewat sebelas menit. Sebetulnya bila tidak masuk pagi, Kenzo mau mengantar istrinya lebih dulu.


"Sama kakak," masih menjawab seperlunya.


"Oh, yasudah! Maaf hari ini gue nggak bisa ngantar Lo, soalnya gue masuk pagi." berhenti sesaat lalu bicara lagi. "Untuk sementara kita tinggal di rumah kakek gue aja, ya? Soalnya kasihan mereka hanya tinggal berdua." kata Kenzo yang harus membicarakan lebih dulu bersama Salsa, karena walau bagaimanapun. Mereka harus sama-sama merasa nyaman. Jangan mementingkan dirinya sendiri.


"Eum... gue akan pikirin nanti." untuk saat ini Salsa belum bisa mengambil keputusan karena dia mau bertanya pada orang tuanya lebih dulu.


"Oke, nggak apa-apa. Tapi nanti setelah pulang kuliah gue jemput ke sini." kata Kenzo mematikan mesin mobilnya karena mereka sudah sampai di depan rumah mewah Rian mertuanya.


"Iya, gue tunggu." setelah mengatakan itu Salsa langsung keluar dari mobil suaminya. Kenzo memang tidak singgah terlebih dahulu karena jarak dari rumah tersebut ke Universitas Bima Sakti hampir setengah jam.


"Terima kasih! Hati-hati, ya." ucap gadis itu sebelum menutup kembali pintu mobilnya.


"Gue kira tadi dia main nyelonong aja, nggak ngucapin terima kasih." Kenzo tersenyum kecil, sambil menyalakan kembali mesin mobilnya.


Tiiin!


Tiiin!


Sebelum meninggalkan rumah mertuanya. Kenzo membunyikan klakson mobilnya terlebih dahulu. Sebetulnya bila dia tidak masuk pagi, Kenzo ingin mampir untuk menyapa kedua mertuanya. Namun, karena waktunya tidak ada. Dia hanya mengantar Salsa sampai di halaman rumah.


"Adek!" ucap Arsya yang sedari tadi menunggu di ruang keluarga.


"Kakak, maaf ya. Sudah membuat Kakak menunggu terlalu lama. Soalnya di jalanan pagi-pagi seperti ini sudah macet." gadis cantik itu memeluk kakaknya yang duduk sembari bermain ponsel.


"Tidak apa-apa. Adek sudah sarapan apa belum? Kalau belum sarapan dulu, gih! Mama sudah menyiapkan di meja makan." titah Arsya mengelus sayang kepala adik perempuannya.


"Salsa sudah sarapan di rumah kakeknya Ken, Ken. O'ya, mama sama papa kemana?" Salsa yang baru mengigat kedua orang tuanya melepaskan pelukan mereka.


"Tadi mama sekalian masak sup buat Oma sama nenek. Jadi sekarang lagi pergi mengantar sup tersebut ditemani sama papa." jawab pemuda itu yang memang tinggal sendiri.


"Pantesan sepi, nggak ada yang menyambut kedatangan adek."


"Aiissh! Kan ada kakak. Cepatlah kakak masuknya lebih dulu daripada kamu." Arsya melihat jam pada pergelangan tangannya.

__ADS_1


"Iya, iya. Tunggu sebentar adek ganti seragam sama ngambil keperluan dulu." ucap Salsa pergi dari ruang keluarga menuju lantai atas tempat kamar tidurnya berada.


Tidak sampai sepuluh menit. Gadis cantik itu sudah turun lagi dengan tampilnya yang baru. Yaitu memakai seragam SMK dan tas ransel melekat pada punggungnya.


"Ayo, Kak!" ajaknya dengan suara riang.


"Heum, ayo!" putra sulung Rian itu berdiri sambil membawa kunci mobilnya.


Di dalam mobil.


"Gimana dek, apa dia baik" tanya Arsya menoleh kearah adiknya.


"Si Ken, Ken?" Salsa kembali bertanya.


"Iya, siapa pagi?"


"Eum... dia lumayan baik lah kak."jawab Salsa yang tidak mengatakan kalau Kenzo sebetulnya selalu membuatnya kesal. Tapi meskipun begitu, suaminya itu terbilang baik. Jadi Salsa tidak berbohong pada kakaknya.


"Shykulah kalau dia baik. Tadi malam kakak susah tidur gara-gara mengkhawatirkan dirimu." ungkap Arsya yang tidak heran lagi. Jangankan berbeda tempat dengan adiknya. Berada dalam satu rumah saja Arsya juga masih khawatir.


"Ada si Ken, Ken. Dia yang membacakan cerita sampai Salsa tidur." jujur gadis itu, apa adanya.


"Iya, baguslah! Mulai saat ini, Kakak tidak bisa lagi menjagamu seperti biasanya. Jadi Kamu harus bisa menjaga dirimu sendiri. Bila Kenzo berani nyakitin kamu. Maka kasih tahu Kakak, jangan di sembunyikan dari Kakak." dari kemarin Arsya memang belum ada kesempatan untuk menasehati adiknya, karena Kenzo selalu menghalangi saat dia dan Salsa mau berbicara berdua.


"Tentu, Salsa akan bilang sama kakak bila dia berani macam-macam," jawab Salsa menyakinkan. Meskipun di dalam hatinya sedang bertanya-tanya siapakah perempuan yang mengirim pesan pada Kenzo.


*


*


Sementara itu. Di Universitas Bima Sakti. Kenzo baru saja tiba di dalam kelasnya sekitar sepuluh menit yang lalu.


"Ken... Lo kemana, sih? Susah banget di hubungi dari kemarin pagi?" tanya Eel yang duduk di sebelah bangku Kenzo.


"Gue ada acara keluarga. Kan gue sudah bilang dari tadi." jawab Kenzo mulai jengah karena sedari dia baru datang semua teman-teman menanyakan hal yang sama.


"Ya kita heran aja, tumben banget Lo ada acara keluarga. Takutnya Lo lagi berbohong, karena malas di ganggu oleh kita-kita." tebak Eel asal.


"Memangnya gue ngapain, sehingga takut di ganggu oleh kalian."


"Mana tahu Lo lagi pacaran sama Pinkan. Dari kemarin-marin dia selalu dekatin Lo, 'kan?" Eel terus saja bertanya karena dia memang bawel.


"Gadis seperti Pinkan bukan tipe gue. Jadi jangan suka asal bicara. Nanti malah di dengar oleh anak-anak. Terus mereka mikirnya kalau gue pacaran sama dia." di Universitas tempatnya menimba ilmu. Kenzo memang di gilai oleh para gadis-gadis yang notabenya berasal dari keluarga berada semua.


Akan tetapi meskipun mereka cantik-cantik, tapi sejauh ini belum ada yang bisa membuat jantung Kenzo berdebar bila menatapnya. Kecuali Salsa, gadis yang sudah menjadi istri sahnya.


"Emangnya gadis tipe Lo yang seperti apa? Pinkan cewek paling cantik di kampus kita, Men?" sahut Andra yang baru saja menyelesaikan tugasnya.

__ADS_1


Sedari tadi pemuda itu hanya mendengarkan tidak berani menimpali karena tugasnya belum selesai.


"Tipe Kenzo pastinya seperti Princes Salsa." Eel yang menjawab. Sedangkan Kenzo membulatkan matanya karena para sahabatnya itu begitu mengidolakan sang istri.


"O'ya kira-kira saat pertandingan Minggu besok dia datang nggak, ya? Kalau dia datang seru banget. Dia seperti penyemangat saat kita dikalahkan oleh kakaknya." timpal Yogi yang baru saja datang.


"Besok kita tidak akan kalah, asalkan Kenzo setuju sama rencana yang sudah kita buat." kata Andra melihat kearah Kenzo. Berharap sahabatnya itu mengatakan sesuatu. Namun, dosen yang mengajar mereka sudah masuk dengan wajah galaknya.


"Nanti kita bahas saat jam istirahat." ucap Andra yang langsung memutar tubuhnya menghadap ke depan.


Selama jam pelajaran di mulai. Tidak ada yang berani berbicara, karena yang megajar mereka adalah dosen killer. Sampai hampir dua jam kurang lebih, barulah si dosen keluar dari kelas tersebut.


Lalu Kenzo buru-buru mengeluarkan ponsel yang berada di dalam saku celananya. Hp miliknya memang tidak berbunyi karena di buat mode silent. Tapi bila ada pesan ataupun ada yang menelepon. Kenzo akan tahu dari getar nya saja.


"Mia!"


Gumam Kenzo langsung membuka pesan tersebut satu-persatu.


💌 Mia : "Ken, Lo dimana? Ini gue sudah berada di kampus dari satu jam lalu." bunyi pesan yang dikirim oleh Mia sahabat baiknya.


💌 Mia : "Kalau Lo sudah keluar dari kelas. Susul gue ke kantin, ya." gadis itu kembali mengirim pesan, karena Kenzo belum membalas pesan pertamanya.


💌 Kenzo : "Iya, tunggu saja di kantin. Ini gue baru selesai." balas Kenzo. Lalu dia berdiri sambil membawa tas dan mengajak Andra, Yogi dan Eel ke kantin tempat Mia menunggu dirinya.


"Ayo kita ke kantin sekarang. Soalnya ada sahabat gue lagi menunggu di sana." ucap Kenzo yang berjalan lebih dulu. Tidak biasanya dia seperti itu.


"Woi, Ken. Main tinggal aja. Emang dia sahabat Lo yang mana? Cewek apa cowok?" tanya Eel setengah berlari untuk mensejajarkan langkah mereka.


"Dia cewek. Gue buru-buru karena dia sudah menunggu dari satu jam lalu." jawab Kenzo sambil berjalan.


*BERSAMBUNG*...


.


.


.


Jangan lupa untuk selalu memberikan dukungannya ya 🤗 Biar Mak author semangat juga buat nulisnya. Terima kasih 😘😘😘


Like.


Vote.


Komentar.


Subscriber

__ADS_1


Kopi ataupun hadiah lainnya.😍


__ADS_2