Pernikahan Salsa

Pernikahan Salsa
Pelukan hangat, dari kakak.


__ADS_3

🥀🥀🥀🥀🥀


.


.


Begitu para pemain keluar dari lapangan. Kenzo langsung disambut oleh Mia. Sedangkan Salsa hanya diam membisu di tempatnya berdiri sebelum adanya sebuah pelukan hangat dari laki-laki yang menjadi cinta keduanya selain sang ayah. Siapa lagi jika bukan Arsya, pemuda itu sangat, sangat mengerti apa yang dirasakan oleh saudara kembarnya.


"Sudahlah jangan dijadikan pikiran, percayalah pada kakak," ucap Arsya memeluk adiknya. "Kakak tidak akan pernah membiarkan siapapun menyakiti mu, adek tahu itu, 'kan?" kata Arsya sambil merengangkan pelukannya karena merasa jika dadanya basah oleh air mata si princes.


Dengan sedikit menundukkan kepalanya Arsya mengusap air mata Salsa. Sungguh dia tidak tega melihat sang adik meneteskan air mata.


"Kakak!" bukannya berhenti menangis tapi Salsa justru langsung memeluk kakaknya. "Kak, ayo kita pulang! Salsa tidak mau disini lagi," tangis Salsa semakin jadi karena merasa dia tidak sendiri, ada Arsya si saudara kembar bersamanya.


"Iya, kita memang akan pulang. Tapi adek jangan menagis seperti ini. Kakak akan menemui penyelengara pertandingan lebih dulu." Arsya dengan sabar membiarkan adiknya menumpahkan kesedihan yang dirasakan. Masalah intinya Arsya belum tahu, tapi yang jelas pasti ada hubungannya dengan Kenzo.


Arsya adalah pemuda bijak, jadi mana mungkin tanpa ada alasan tertentu dia memberi pelajaran pada adik iparnya.


Setelah adiknya tenang barulah Arsya melepaskan pelukannya. "Tunggu bersama Ale dan Aditya ya, Kakak tidak akan lama," berkata sambil mengelus kepala Salsa. Jangan lupakan senyum tampannya yang selalu membuat para gadis tergila-gila padanya.


Salsa menganguk dengan mata dan hidung memerah. Namun, dia sudah tidak menangis lagi. Ternyata pelukan kakaknya benar-benar mujarab bisa menyembuhkan hatinya yang lagi gundah yang dia sendiri juga tidak tahu kenapa.


Lalu karena mau cepat pulang Asya langsung menemui para penyelengara pertandingan mereka. Entah ada hal apa karena ternyata Kenzo juga diminta menemui para penyelengara sebelum mereka pulang.


Saat melewati tempat Salsa duduk bersama kedua adiknya. Kenzo berhenti dan berjalan maju mendekati Salsa.


"Ini minum dulu, cuaca bagus tidak ada hujan. Jadi jangan menagis," Kenzo tersenyum kecil sambil memberikan botol air mineral. Meskipun Salsa kesal melihat si suami Playboy, dia tetap menerima botol air minum tersebut.


Tindakan berani Kenzo tentu saja membuat semuanya menjadi heboh. Bukan dari kedua Tim mereka saja, tapi juga para penonton. Farel yang sejak tadi melihat Salsa menagis dalam pelukan Arsya saja tidak berani memberikan air, meskipun dia sangat ingin melakukannya.


"Kenzo mendekati princes woi," triak si A.


"Wah kita bakal patah hati berjamaah bila mereka jadian." seru si K.


Masih banyak lagi ucapan-ucapan dari para anak-anak muda yang hobinya berteriak heboh.


"Wah, wah! Si Kapten kalian ngjak war nih, main serobot aja." kata Denis pada Tim Kenzo.

__ADS_1


"Biarin aja mereka jadian, biar Tim Bima Sakti sama Tim SMA Erlangga bisa besanan." ada juga yang berteriak seperti itu. Sehingga banyak anak-anak yang tertawa.


Mereka semua mengira Salsa menagis karena kakak tersayangnya kalah. Padahal belum tahu kenapa dia bisa menjatuhkan air matanya. Gara-gara Arsya kalah, atau karena Kenzo dekat dengan gadis lain? Entahlah! Hanya Salsa saja yang tahu, mungkin!


"Kak, Ken!" seru Ale dan Aditya secara bersamaan. Kedua remaja itu juga tidak menyangka kalau kakak ipar mereka akan perhatian seperti itu. Meskipun dalam ucapannya tadi terdengar seperti lagi mengejek istrinya.


"Huem, jaga Kak Salsa ya, kakak mau menyusul Arsya." pesan Kenzo sebelum melanjutkan langkahnya untuk menemui penyelengara pertandingan juga.


Pemuda itu cuek tidak ambil pusing dengan teriakan para teman-temanya maupun orang lain. Satu hal yang jelas, Kenzo ingin dirinya yang menjadi sandaran Salsa, bukan si kakak iparnya lagi. Makanya dia nekat memberikan air minum yang sengaja dia ambil dari tempat persiapan Tim Bima Sakti.


Walaupun tidak bisa memeluk istrinya saat ini, setidaknya Kenzo sudah menunjukan jika dirinya perduli pada sang istri.


"Ken, malam ini Salsa gue bawa pulang. Kalau Lo mau, ikut pulang ke rumah aja, besok pagi gue mau bawa mereka bertiga jalan-jalan mengelilingi Taman mengunakan sepeda." ucap Arsya meminta izin lebih dulu.


Saat ini mereka berdua lagi menunggu penandatanganan surat untuk pertandingan mereka yang akan diadakan Minggu depan. Kedua Tim tersebut kembali di pertemukan, tapi kali ini ada satu Tim dari luar kota juga yang mengajukan permohonan karena ingin menjajal kehebatan Tim Kenzo maupun Tim Arsya.


Alhasil setelah berdiskusi bersama dan mendapatkan kesepakatan. Pertandingan secara besar-besaran kembali diadakan di tempat yang sama pula.


"Iya, tolong bawa dulu. Kalau nggak ada halangan nanti gue akan menyusul dan nginap disana. Soalnya sekarang teman-teman gue ngajak kumpul di Kafe Healty." jawab Kenzo karena teman-temanya tadi memang ingin merayakan kemenangan mereka malam ini.


Setelah itu keduanya kembali lagi ke tempat masing-masing. Kenzo berjalan di depan Arsya. Saat melewati istrinya, Kenzo kembali lagi menatap sebentar sebelum mendekati Tim nya yang sudah bersiap-siap untuk meningalkan gedung tersebut.


"Men, gue duluan ya, adek gue kecapean jadinya nangis. Besok kita ketemu di tempat biasa." kata Arsya mendekati para sahabatnya lebih dulu. "O'ya Minggu depan kita masih ada pertandingan melawan Tim Kenzo dan ada satu Tim dari luar kota juga yang menantang kita, " ucap Arsya lagi.


"Oke, nggak apa-apa. Lo bawa princes pulang duluan kasihan." sahut Farel. Dari sekian banyak perkataan sahabatnya. Pemuda itu hanya pokus pada Salsa.


Begitu pula sahabat Arsya yang lainnya. Mereka juga hanya mendengar Salsa yang menangis karena kelelahan saja. Tanpa mendengar bahwa Minggu depan ada musuh baru lagi.


Mendapat tanggapan seperti itu dari para sahabat, si tampan Arsya hanya menggelengkan kepala sambil berlalu mendekati adik-adiknya.


"Dek, ayo kita pulang!" ajak Arsya pada ke-tiga adiknya.


Arsya berjalan mengambil jaket miliknya lalu di kenakan pada Salsa yang hanya mengenakan baju kaos berwarna putih. Gadis itu bukan tidak membawa, tapi jaketnya tertinggal di dalam mobil Kenzo.


Setelah itu ke empat saudara itupun berjalan keluar meningalkan gedung olahraga. Begitu tiba di parkiran mereka bertemu dengan Tim Kenzo yang masih berkumpul di dekat mobil mereka.


"Mau langsung pulang, Ar?" tannya Eel karena mereka sudah saling kenal satu sama lain.

__ADS_1


"Iya, kita duluan," jawab Arsya sambil menekankan tombol untuk membuka pintu mobilnya. Agar Ale dan Aditya bisa masuk karena mereka sudah berjalan lebih dulu.


Kenzo hanya bisa menatap kepergian sang istri. Sunguh keadaan yang sulit, harus tidak saling kenal.


"Ken, Lo tadi kesambet apa?" Eel yang baru ingat langsung bertanya. "Lo main serobot aja, diam-diam ternyata Lo menyukai adeknya si Arsya juga,"


Pletaaak!


"Auuh! Sakit bege! Lo apa-apaan sih, Ki." sungut Eel balas memukul Hengki.


"Abisnya gue kesal sama ucapan Lo yang un faedah. Jelas saja Kenzo juga menyukai princes. Hanya laki-laki nggak normal yang tidak menyukai Salsa." papar Hengki, salah satu pengemar berat si princes Erlangga.


"Ya kan gue kira diamnya Kenzo selama ini karena dia tidak menyukai Salsa. Tapi---"


"Sudah, sudah! Jadi nggak nih ke kafe Healty?" sela Mia yang muak mendengar para sahabatnya memuji gadis yang tadi diberi air minum oleh Kenzo.


"Oh iya, hampir aja lupa. Ayo kita pergi sekarang," ajak Andra menepuk keningnya sendiri karena mereka malah hanya mengobrol di parkiran.


Lalu mereka semua pergi mengunakan mobil dan motor masing-masing. Sedangkan para gadis ikut mobil yang laki-laki. Termasuk Mia, gadis itu dengan semangat empat lima nebeng mobil Kenzo.


Saat Kenzo akan menjalankan kendaraan nya. Mia bertanya. "Ken, ini sepertinya jaket cewek, punya siapa?"


"Oh, itu... "


BERSAMBUNG...


.


.


.


Sambil menunggu bbg Kenzo update. Yuk baca karya sahabat Mak author juga.


Terima kasih😘💕


__ADS_1


__ADS_2