Pernikahan Salsa

Pernikahan Salsa
Aurelia.


__ADS_3

🥀🥀🥀🥀🥀


.


.


Pagi pun menyapa. Sepasang suami-istri yang sudah menikah kurang lebih dua bulan. Tapi baru tadi malam menikmati malam pertama yang penuh dihujani kata-kata cinta. Masih tidur nyenyak dibawah selimut dalam keadaan sama-sama polos.


Ttddddd!


Ttddddd!


Ponsel milik princess terus berbunyi. Namun, si pemilik yang sangat kelelahan membiarkan saja dan malah semakin memeluk tubuh suaminya. Sebab dari tadi malam Salsa memang tidur dalam pelukannya Kenzo. Sejengkal saja pemuda itu tidak membiarkan sang istri tidur di atas bantal. Walaupun tangannya terasa kebas, tetap ia tahan.


Ttttddd!


"Eum... sayang, ponselnya berbunyi," ucap Kenzo yang terbangun. Tapi matanya masih tertutup rapat.


"Sayang, sayang!" kembali memangil. Namun, Salsa tetap tidak mau bangun. Alhasil Kenzo yang berusaha untuk menjangkau ponsel istrinya yang berada di atas meja samping tempat tidur.


"Eum, Papa," gumam Kenzo meletakan dengan pelan kepala Salsa keatas bantal. Lalu ia turun dalam keadaan polos dan berjalan mengambil handuk terlebih dahulu yang tadi malam dia buang sembarangan arah. Setelah selesai dililitkan pada pinggang nya. Barulah Kenzo menelpon kembali nomor Rian sang ayah mertua.


Ttuuuuut!


Hanya satu kali berbunyi. Langsung terhubung dengan ponsel mertuanya.


📱 Rian : "Halo selamat pagi, sayang!" sapa Rian dengan suara riang. Dia belum tahu jika yang meneleponnya adalah Kenzo. Menantu yang hampir dia pecat, bila tidak memiliki pendirian anatara memilih princess Erlangga atau sahabatnya.


📱 Kenzo : "Iya, selamat pagi juga, Pa. Maaf tadi kami masih tidur," jawab Kenzo menjelaskan.


,📱 Rian : "Oh, iya tidak apa-apa. Tadi Papa ingin mengajakmu ke perusahaan kita, tapi ketika Papa hubungi ternyata tidak aktif." jelas Rian karena memang hari ini dia ingin mengajak Kenzo ke perusahaan Erlangga group. Sebab perusahaan raksasa tersebut bukan hanya untuk Arsya, tapi juga buat putrinya.


📱 Kenzo : "Maaf Pa, ponselnya Kenzo matikan sejak tadi malam. Memangnya mau berangkat jam berapa?" tanya Kenzo memastikan. Jika masih lama, maka dia akan berangkat.


📱 Rian : "Setelah jam makan siang saja. Ini mau ke rumah Opa dulu. Princess mana?" tanya Rian merasa heran. Sebab bila ada putrinya biasa ramai. Salsa selalu menganggu ketika Kenzo dan Rian lagi berbicara.


📱 Kenzo : "Princess... masih tidur, Pa," cicit Kenzo sambil melihat Jam pada dinding yang sudah menunjukkan pukul delapan lewat tujuh menit. Dia merasa malu sendiri, takut jika papa mertuanya tahu jika Princess Erlangga sudah ia bobol.


📱 Rian : "Masih tidur? Kalian tidur di mana, di rumah kakek atau Apartemen?" Rian tersenyum sambil memasukkan satu tangannya kedalam saku celananya. Sebetulnya dia hanya berpura-pura bertanya. Sebab tadi malam saja dia sudah tahu jika kedua anaknya menginap di Apartemen.


📱 Kenzo : "Di--di apartemen, Pa," untung saja mereka berbicara lewat telepon. Sebab jika secara langsung entah seberapa gugupnya Kenzo.


📱 Rian : "Yasudah tidak apa-apa, mau menginap dimana pun, tetap sama. Papa senang jika kalian baik-baik saja. Jangan telat makan ya, ini papa matikan dulu. Soalnya ibu negara sudah menunggu sejak tadi," kata Rian memutuskan sambungan telepon mereka. Dia berbicara pada Kenzo bukan seperti dengan menantu. Tapi sama saat berbicara dengan anak-anaknya sendiri.


"Huh! Malu banget rasanya, ke geep sama mertua," Kenzo tersenyum dan berjalan mendekati ranjang dan duduk di sebelah sang istri.


"Cup, Cup, Muuuah!" Kenzo mencium kedua pipi Salsa, dan juga bibirnya sekilas. "Maaf ya, sudah membuat mu kelelahan," ucapnya menatap wajah cantik Salsa.


"Jangan menatap gue terus, nanti Elo tambah jatuh cinta," kata Salsa dengan suara seraknya. Dia sebetulnya sudah terbangun sejak tadi. Disaat mendengar suara papanya dari telepon. Hanya saja karena merasa sakit di pangkal pahanya, jadi dia hanya tiduran saja.


"Coba ulangi," ucap Kenzo sudah menarik Salsa kedalam pelukannya lagi.


"Aah... Ken, Ken! Elo mau ap---"


"Bukannya kita sudah sepakat tidak boleh manggil bahasa Elo, gue," sebelum Salsa selesai berbicara. Kenzo sudah mencium bibir istrinya.


"Ha.. ha... Soryy gu, aku lupa," Salsa tertawa karena Kenzo menggelitik tubuhnya.


"Awas ya, kalau manggil guti lagi," ancam Kenzo sudah ikut baring seperti tadi.


"Janji," Salsa berhenti tertawa dan mengubah posisinya ikut memeluk Kenzo yang bertelanjang dada. Tubuh mereka hanya terhalang oleh selimut. Akan tetapi tangan Salsa menempel pada kulit Kenzo.


Tiba-tiba Salsa mulai jahil, dia membuat tulis-tulisan pada dada bidang sang suami.


"Ken, Ken!" panggil Salsa yang dibiarkan saja oleh Kenzo. Terserah istrinya mau menulis apa saja pada dada bidangnya.


"Apa sayang? Muaah! Mau lagi," goda Kenzo mengecup bibir Salsa, karena Lele tunggal nya sudah bangun. Gara-gara Salsa meraba-raba dadanya.

__ADS_1


"Ma--mau apa," Salsa langsung menjauhkan tangannya. Tadi dia lupa, jika perbuatannya bisa membangunkan Lele sang suami.


"Mau ini, dia sudah bangun dan kamu harus bertanggung jawab," Kenzo mencekal tangan Salsa lalu ia tuntun kearah Lelenya yang sudah mengeras.


"Apa? Tapi---"


Cup!


"Aku mau sekerang, ini sangat menyiksaku bila tidak di tidurkan. Mau ya, aku akan melakukannya pelan-pelan. Ini bukan yang pertama, pasti tidak akan sakit," Kenzo sudah merubah posisinya berada di atas tubuh Salsa yang masih terbungkus selimut.


"Baiklah, jika tidak ma---"


Cup!


"Lakukanlah, aku sudah menjadi milikmu," sela Salsa mengalungkan tangannya pada leher Kenzo dan bergantian dia yang mengecup bibir suaminya.


"Thanks, I love you," Kenzo langsung menarik selimut yang membungkus tubuh Salsa dan juga handuk pada tubuhnya sendiri.


"Astaga, ternyata Lele ku cukup tangguh," seru Kenzo melihat inti sang istri yang nampak memerah dan sedikit bengkak.


"Ken, Ken! Jangan dilihat seperti itu, aku malu," kata Salsa menutup mukanya sendiri. Bagaimana tidak malu, dalam keadaan telan j4ng, tidak memakai apapun. Kenzo malah melebarkan pa h4 nya dan menatap miliknya dengan intens.


"Muuuah! Tidak usah malu, setelah ini kita akan semakin sering melakukannya," Kenzo menurunkan tangan Salsa dari mukanya dan mulai memberikan pemanasan agar mereka berdua bisa sama-sama menikmati.


"Ugh!" lenguh Salsa saat tangan kekar Kenzo mendaki gunung kembarnya. "Aagh! Ken..." Salsa merasakan jika hasratnya mulai naik. Saat Kenzo melahap satu persatu gunung miliknya. Salsa menekan kepala Kenzo, karena dia sangat menikmatinya.


"Aaaaghh!" suara-suara aneh yang membuat Kenzo semakin melahap habis permainan barunya. Sampai beberapa saat kemudian, barulah Kenzo memulai acara bercocok tanam Lelenya.


"Tahan ya," ucap Kenzo langsung mendorong si Lele yang nakal. Satu kali dorongan sudah masuk dengan sempurna. Dia dan Salsa sama-sama memejamkan matanya. Merasakan kenikmatan dunia bersama orang yang di cintai.


"Cup! Bagaimana, tidak sakit lagi, kan?" Kenzo tersenyum bahagia melihat muka Salsa yang ikut menikmati di saat Lelenya keluar masuk lobang.


"Tidak, malah rasanya nano-nano gitu," si Princess masih saja bercanda.


"Baiklah, kalau begitu akan aku buat rasanya menjadi nikmat," ujar Kenzo mulai memaju mundurkan pinggulnya. Sehingga Salsa terus mendesah nikmat dan meracau.


"Aah... aah! Ken," seru Salsa tidak tahan merasakan sesuatu yang terasa akan keluar.


"Aaaghk... aaaggh! tidak hanya Salsa yang terasa melayang. Tapi juga Kenzo, dia sangat menikmati percintaan mereka. Pemuda itu tidak menyangka bila dia bisa memiliki Salsa seutuhnya.


Sampai beberapa saat kemudian. Salsa dan Kenzo sama-sama mengerang panjang. Sebab sudah mendapatkan pelepasan sebagai olahraga di pagi hari.


Cup!


"Terima kasih, aku mencintaimu," meskipun dengan nafas terengah-engah Kenzo terus melapalkan kata-kata cinta.


"Aku tidak butuh kata dan janji, Ken. Tapi sebuah bukti, karena aku jug sudah membuktikan cinta yang aku punya." jawab Salsa mendorong agar Kenzo mencabut si Lele tunggal.


"Mau apa, diam dulu. Biarkan dia membuang bisanya di dalam," bukannya menyingkir, tapi Kenzo malah semakin mendekap Salsa.


"Ken, berat, aku juga mau mandi," ucap Salsa masih mencoba mendorong tubuh tegap sang suami.


"Nanti, sebentar lagi, biarkan seperti ini dulu ya," Kenzo tersenyum melihat wajah kesal istrinya.


"Mulai sekarang aku akan buktikan, bahwa aku serius," ucap Kenzo baru menjawab perkataan Salsa.


"Baiklah, aku akan percaya, karena saat ini aku tidak ada alasan untuk tidak percaya padamu,"


"Ayo kita mandi bersama, setelah makan kita kembali ke rumah papa," ajak Kenzo sebelum dia menari miliknya yang masih ia biarkan menancap sejak tadi.


"Aaaggkkk! Kenapa aku merasa jika masih mau," erang Kenzo saat mengeluarkan si Lele tunggal.


"Eh, jangan macam-macam ya! Aku capek mau makan. Tahu papa pasti dia akan marah, princess nya di gempur Tapi tidak di kasih makan," ujar Salsa ikut bangun dan hendak turun. Namun, ia urungkan karena intinya masih terasa sakit.


"Kenapa? Apa sakit?" Kenzo mendekati istrinya.


"Iya, ini sakit banget,"

__ADS_1


"Nggak usah jalan, ayo aku gendong. Mana tahu setelah mandi rasa sakitnya akan hilang," tidak menunggu jawaban dari sang istri, Kenzo langsung mengendong Salsa ke kamar mandi. Lalu dia turunkan dengan pelan, karena dia ingin menyiapkan air buat mandi istrinya.


"Ayo sayang, aku akan mandi dibawah shower," Kenzo kembali membantu Salsa untuk masuk ke dalam bak mandi. Si princess yang merasakan sakit tidak bicara apa-apa, dia hanya diam saja.


Tadi saat mereka mengulanginya, tidak terasa apa-apa. Mungkin karena rasa tersebut dikalahkan oleh gairah mereka.


"Ini," Kenzo memberikan sikat gigi yang sudah ia oleskan pasta. Dia membantu mandikan istrinya agar cepat selesai. Tidak membutuhkan waktu yang lama, mereka berdua sudah keluar dari kamar mandi. Masih sama seperti tadi, Kenzo mengendong Salsa yang tubuhnya sudah dibungkus haduk, begitu pula dengan Kenzo sendiri.


Semenjak Salsa mengetahui Apartemen tersebut. Segala keperluan Kenzo dan istrinya sudah lengkap. Sebab Kenzo memang berniat sesekali akan membawa sang istri menginap di sana. Tau-taunya mereka melepas malam pertama malah di Apartemen kecil, tapi mewah. Bukannya pergi berbulan madu, ataupun di hotel bintang lima milik keluarga Erlangga.


Tidak ada yang namanya taburan kelopak bunga mawar dan sebagainya. Sebab tadinya Kenzo belum berniat untuk mengambil haknya tadi malam. Namun, karena adanya petir dan hujan besar, ternyata sudah membantunya satu langkah lebih maju.


"Sangat cantik," puji Kenzo melihat penampilan istrinya yang masih memoleskan alas bedak foundation. Buat menutupi bekas Kiss Mark yang sengaja Kenzo ukir sebanyak mungkin.


"Memang sudah cantik dari dulu, jangan mengombal terus," jawab Salsa yang setiap saat selalu mendengar kata cinta dan juga pujian.


"Bukan mengombal, tapi memang kenyataannya seperti itu," sambil menunggu Salsa siap. Kenzo membongkar seprei dan juga selimut yang pasti kotor bekas noda darah Salsa dan juga lahar panas mereka berdua.


"Sebelum ke rumah papa, kita antar ini ke tempat laundry dulu ya," ucap Kenzo memasukkan semuanya kedalam tas besar.


"Iya, aku nggak bisa nyuci sendiri," jawab Salsa tertawa.


"Walaupun bisa, aku tidak akan membiarkan istriku melakukannya," kata Kenzo sudah selesai dengan pekerjaannya, begitu juga Salsa. Lalu mereka pergi meninggalkan Apartemen setelah menguci kembali tempat tersebut.


"Ayo, kita makan dulu di restoran tempat biasa. Setelah itu baru ke laundry dan terakhir pulang ke rumah, setelah makan siang aku akan ke perusahaan sama papa," tutur Kenzo. Sebab ia memang belum bercerita pada Salsa.


"Benarkah?" seru Salsa tersenyum senang. Hal itu akan mempermuda rencananya menemui Mia. Dia akan membuat perhitungan dengan sahabat suaminya itu.


"Iya, benar!" jawab Kenzo mulai menjalankan kendaran mewahnya. "Nanti kamu tunggu di rumah papa,"


"Oke, aku akan menunggu di sana," Salsa mengangguk setuju.


"Mia, awas ya, hari ini gue akan kasih pelajaran buat Elo yang sudah berusaha neror gue,"


Gumam Salsa di dalam hatinya. Dia ingin menemui Mia karena sahabat suaminya itu sudah berani mengusiknya.


Untung saja anak buah Rian ada di mana-mana, jadi semua rencana selalu gagal. Salsa sangat yakin, Mia mengajak Kenzo bertemu pasti karena ingin menjebak suaminya. Si princess tidak akan membiarkan hal itu terjadi. Dia akan mempertahankan apa yang menjadi miliknya.


"Sa, kamu kenapa hanya diam saja?" Kenzo menyentuh tangan istrinya. Sekarang mereka sudah tiba di depan salah satu restoran mewah di kota tersebut.


"Eum... tidak ada, ayo kita turun! Aku sangat lapar," Salsa tersenyum manis, agar Kenzo tidak curiga padanya.


"Baiklah, tunggu di sini, biar aku yang membuka pintunya," ucap pemuda itu keluar lebih dulu, dan setelah kembali mengandeng tangan istrinya mereka masuk ke restoran dan memesan makanan.


"Salsa," panggil seorang wanita berkacamata tebal. Sehingga membuat princess menoleh kearah sumber suara.


"Iya, kamu memangi---"


"Aurelia!" seru Salsa berjalan mendekati gadis berkacamata tebal tersebut.


"Iya, ini aku," jawab nya mengulurkan tangannya pada Salsa. "Bagaimana kabar mu?" tanya Aurel lebih dulu. Sebab sudah hampir satu tahun mereka tidak berjumpa.


"Kabar ku sangat baik, kenalkan ini suamiku. Namanya Kenzo," jawab Salsa tersenyum.


"A--apa, su--suami, jadi kamu sudah punya suami?" tanya Aurel tergagap. Salsa dan Aurel seumuran, bagaimana mungkin princess sudah menikah. Itulah yang dipikirkan oleh Aurel.


"Ceritanya panjang, nanti di lain waktu aku akan bercerita padamu. Oya, kamu datang dengan siapa? Kenapa nomor ponsel dan sosial media mu tidak ada yang bisa aku hubungi?" Salsa menarik Aurel untuk duduk di kursi, yang mejanya kosong tidak ada orang lain di sana.


"Keluargaku ada sedikit masalah, makanya sengaja menghindari dunia luar,"


"Sayang ini teman kamu?" tanya Kenzo memperhatikan Aurel dari atas sampai bawah. Gadis itu terlihat mengenakan pakaian yang harganya standar dan memakai kacamata tebal. Namun, gadis tersebut memiliki rambut panjang yang sangat bagus.


"Iya, dia namanya Aurelia. Sahabat aku dan Kak Arsya, bila datang ke rumah kakek Ridwan, tapi dia pindah secara mendadak. Jadi kami putus komunikasi," jelas Salsa memperkenalkan Aurel pada suaminya.


"Hai kak, aku Aurel," sapa Aurel menerima uluran tangan Kenzo.


"Apakah Kak Arsya sudah menikah juga?" tanya Aurel dengan hati tak menentu.

__ADS_1


"Belum, Kakak belum menikah dan belum punya kekasih sampai saat ini," jawab Salsa jujur.


*BERSAMBUNG*...


__ADS_2