Pernikahan Salsa

Pernikahan Salsa
Memasang Selt belt.


__ADS_3

🥀🥀🥀🥀🥀


.


.


Ck, Lo tahu apa? Gue lebih tua dari, Lo. Lagian dia istri gue, nggak mungkinlah ngebiarin dia kenapa-napa." jawab Kenzo setengah mengejek kakak iparnya.


Melihat perlakuan manis Arsya pada sang istri, membuat Kenzo merasa kesal pada rival yang sekarang menjadi kakak iparnya.


"Lo---"


Tunjuk Arsya yang sudah mengangkat jari tangannya mau menunjuk muka si adik ipar. Namun, suara mamanya yang baru saja datang, menghentikan dia.


"Sayang, kalian sudah mau pergi?" ucap Ayla tiba-tiba datang disaat tidak tepat.


"Iya, Ma!" jawab Salsa dan Kenzo secara bersamaan. Sedangkan Arsya hanya diam saja, karena tahu kalau sang mama lagi menanyakan adiknya.


"Kakak juga sudah pulang? Istrihat dulu, gih. Jangan langsung mandi, biarkan keringatnya hilang." Ayla mendekati putra sulungnya. Sebesar apapun Arsya dan Salsa. Nyonya Rian Erlangga itu selalu memperlakukan keduanya seperti anak kecil.


"Sudah, Ma. Kakak emang mau mandinya setengah jam lagi." sahut Arsya tersenyum melihat mamanya.


"Baguslah, kalau kamu tidak mandi sekarang. O'ya adik-adikmu akan pulang kerumah kakek Fathan. Apa kamu tidak ingin mengatakan sesuatu."


Ayla memang belum mengetahui kalau putra dan menantunya sudah saling berpamitan persi mereka berdua.


"Kakak sudah bilang hati-hati pada mereka, Ma." kata Arsya menyembunyikan pakta sebenarnya.


"Oh, yasudah! Kalau begitu kembalilah kekamar mu." mengelus pelan pundak sang putra.


"Ma--- adek juga mau dipeluk," Salsa yang didiamkan dari tadi langsung memeluk lengan sang mama.


"Sini biar Mama peluk! Tapi kalian berpamitan dulu pada kakak." titah wanita itu mengajarkan putri dan menantunya untuk menghormati putra sulungnya yang akan menjadi penganti orang tua. Apabila mereka sudah tidak ada.


Kalau Salsa jelas akan berlaku sopan pada kakak nya. Tapi belum tentu dengan Kenzo, karena Ayla tahu perbedaan umur mereka yang terpaut jauh. Yaitu lebih tua menantunya dari pada Arsya.


Bukan tidak mungkin, bila mereka bisa salah paham. Biasanya yang menjadi kakak ipar akan lebih tua, bukan sebaliknya. Seperti anak dan menantunya.


"Kakak ... Salsa mau menginap dirumah ... nya," ucap gadis itu melirik kearah Kenzo. Dia tidak menyebutkan nama sang suami.

__ADS_1


"Iya, kamu hati-hati! Jika ada apa-apa segera hubungi Kakak." Arsya kembali lagi mengelus kepala adik kesayangannya.


"Kak, kita mau izin untuk pergi sekarang. Soalnya takut dijalannya nanti malah macet." Kenzo mendekati Salsa lalu merangkul bahu sang istri. Tadi saja, saat Ayla tidak ada. Dia mengejek Arsya karena merasa umurnya lebih tua. Akan tetapi sekarang Kenzo memangil kakak, seperti apa Salsa memangil iparnya.


"Huh ... dasar si Ken, Ken! Berani-beraninya dia cari gara-gara sama Kakak gue. Di depan mama berpura-pura baik lagi. Padahal, tadi dia kurang ajar sama kakak gue."


maki Salsa didalam hatinya.


"Eum, hati-hati!' balas Arsya ikut bersandiwara. Agar mamanya tidak mengetahui, kalau dia dan Kenzo memiliki masalah.


Lalu setelah berpamitan pada Arsya. Pasangan muda itu juga berpamitan pada Ayla, karena waktu mereka sudah mepet.


"Ma, Kak, kami berangkat sekarang." pamit Salsa sebelum meninggalkan tempat tersebut. Lalu gadis itu pun berjalan mengikuti suaminya yang berjalan lebih dulu.


Tiba di garasi yang ada di rumah tersebut.


"Ayo masuk!" titah Kenzo, membuka pintu mobil untuk Salsa. Dia tidak bisa berbuat sembarangan pada istrinya, karena takut digantung hidup-hidup oleh mertuanya.


"Eum, terima kasih." jawab si princes masuk kedalam mobil suaminya. Walaupun dia tidak menyukai Kenzo. Tapi Salsa tetap mengucapkan terima kasih, karena dia selalu diajarkan sopan santun oleh kedua orang tuanya.


Kenzo tidak menjawab. Setelah menutup pintu tersebut. Diapun berjalan memutari mobil lalu masuk dan duduk di kursi kemudi.


Hem!" jawab Salsa menuruti perintah sang suami. Namun, saat dia ingin memasang benda tersebut. Tidak bisa menguncinya, karena gadis itu sangat jarang memasang sendiri. Biasanya Arsya atau kedua orang tuanya yang selalu membantu.


"Diamlah, biar gue yang memasang nya" seru Kenzo menarik nafas panjang sebelum memasang selt belt pada tubuh istri kecilnya.


Pemuda itu benar-benar tidak menyangka kalau Salsa juga tidak bisa memasang sabuk pengaman. Padahal setiap hari Salsa selalu naik turun mobil mewah.


"Apa sebelumnya, Lo nggak pernah masang selt belt sendiri?" tanya pemuda itu ketika melihat benda tersebut Salsa pasang terbalik.


Si Princes Erlangga tidak menjawab. Namun, dari gerakan kepalanya mengatakan kalau dia kurang bisa memasangnya saja. Bukan tidak bisa.


"Sudah selesai!" ucap Kenzo kembali duduk seperti semula seraya menyalakan mesin mobil dan mulai menjalankan kendaraan tersebut. Meninggal rumah mewah mertuanya.


Untuk menghilangkan rasa jenuhnya. Salsa mengeluarkan ponsel lalu dimainkan, karena Kenzo hanya diam tidak bicara apa-apa.


Sekitar dua puluh menit kemudian. Barulah Kenzo bertanya.


"Mau beli sesuatu nggak?" Tawar pemuda itu karena tidak lama lagi mereka akan sampai.

__ADS_1


"Nggak, kita langsung saja." Salsa menyimpan kembali ponselnya kedalam tas.


"Sa--- Lo beneran takut sama hujan?" Kenzo kembali menanyakan hal lain, karena pertanyaan tersebut sangat penting bagi dirinya.


Salsa yang tadinya melihat kearah samping mobil. Langsung menoleh kearah Kenzo, seraya menjawab pertanyaan tersebut. "Iya, ada apa memangnya?" gadis itu balik bertanya.


"Kenapa, bukannya kebanyakan gadis suka bermain air hujan?" Kenzo bertanya karena sangat penasaran kenapa semua keluarga istrinya, berpesan agar dia tidak meninggalkan Salsa apabila diluar sedang hujan besar.


"Entahlah, gue juga nggak tahu kenapa." jawab gadis itu memperbaiki duduknya. Sebab mobil Lamborghini, milik Kenzo sudah berhenti didepan rumah yang lumayan mewah. Namun, tetap lebih mewah rumah opanya.


"Apa ini rumahnya?"


"Iya, ayo turun! Kita sudah hampir telat." ajak Kenzo berjalan keluar lebih dulu, karena dia harus membukakan pintu mobil untuk sang istri. Berhubung mereka telah sampai pada tempat yang dituju. Kenzo tidak bertanya perihal Salsa yang takut pada hujan.


"Wah, Kakak dan Kakak ipar sudah datang?" sambut gadis kecil yang masih berumur sekitar empat belas tahun. Bagitu mendengar ada suara mobil, gadis kecil itu langsung berlari kedepan, karena tahu kalau mobil tersebut adalah mobil kakak nya.


"Iya, kakek sama yang lainya kemana?" tanya Kenzo melihat adiknya hanya sendirian.


"Semuanya ada diruangan keluarga. Dari tadi kami sudah menunggu kedatangan Kakak berdua." jawab Keysa adik Kenzo..


"Ya sudah, ayo kita kesana." ajak Kenzo berjalan beriringan dengan istrinya.


"Syukurlah kalian berdua sudah datang, Nak." ucap Tuan Fathan tersenyum bahagia melihat cucu laki-lakinya pulang membawa menantu yang sangat dia dambakan sejak dulu.


"Iya Kek, maaf kami terlambat." masih dijawab oleh Kenzo. Lalu pemuda itu menyalami semua anggota keluarga yang ada di sana. Tujuannya adalah mengajarkan istrinya agar menghormati kedua orang tua dan kakek neneknya.


Meskipun Kenzo sudah tahu kalau tanpa dia ajarkan saja, istrinya itu akan melakukan nya sendiri, karena Salsa berasal dari keturunan dari bibit, bebet dan bobot yang tidak perlu diragukan lagi kualitasnya.


"Maaf, Kek. Kami terlambat datangnya." kata Salsa begitu menyalimi tangan Tuan Fathan. Lalu setelah itu, diapun melakukan hal yang serupa pada kedua mertuanya.


BERSAMBUNG...


.


.


.


Hai-hai! Mak mau izin promo novel sahabat Mak author lagi, ya. Yuk, pada mampir dan jangan lupa untuk memberikan dukungannya juga. Terima kasih.🤗🤗🤗

__ADS_1



__ADS_2