
🥀🥀🥀🥀🥀🥀
.
.
Keesokan harinya tepatnya adalah pukul tiga sore. Salsa sudah gelisah menunggu kedatangan kakak kesayangan, yang saat ini lagi dalam perjalanan dari bandara menuju rumah mewah mereka.
Setelah sekian lama tidak pulang, akhirnya calon pewaris Erlangga Group itu sudah kembali bersama kekasihnya yang akan dikenalkan pada keluarga besar mereka yaitu keluarga Erlangga dan juga Ridwan.
"Mama, kenapa kakak lama sekali? Bukannya tadi kata Papa sudah dalam perjalanan dari bandara," tanya si cantik princess mulai tidak bisa lagi menahan rasa gelisahnya.
Sejak tadi dia tidak duduk, Salsa hanya berjalan mondar-mandir ke sana kemari di samping sang ibu yang hanya tersenyum menatap Putri kecilnya yang sekarang tengah hamil besar.
"Bersabarlah mungkin kakakmu sedang mampir dulu ke suatu tempat. Lagian papa dan Kenzo juga belum datang." jawab Nyonya Ayla mencoba memberi pengertian.
__ADS_1
"Iya, tapi Salsa sudah tidak sabar mau bertemu kakak. Mama kan tahu dari semenjak kakak kuliah di luar negeri, adek belum pernah bertemu lagi dan ini adalah pertemuan pertama kami." keluh si cantik seperti mana anak kecil karena sejatinya Salsa memanglah gadis yang selalu dimanja oleh keluarganya.
Tap!
Tap!
Disaat dia masih menggerutu karena sang kakak tak kunjung datang. Terdengarlah suara langkah kaki yang ternyata itu adalah Kenzo dan Rian yang baru pulang dari perusahaan.
"Adek kenapa? Apakah ada yang sakit? tanya sang ayah idaman yang mengkhawatirkan keadaan princess mereka.
"Tidak! Salsa lagi menunggu Kak Arsya, kenapa datangnya lama sekali. Bukannya tadi papa menelpon katanya sudah dalam perjalanan dari bandara ke sini. Tapi kenapa belum datang-datang juga." jawab Salsa yang tangannya sudah dituntun oleh Kenzo menuju sofa.
"Mungkin mereka mampir dulu ke tempat lain, jadinya belum juga sampai ke sini. Sekarang tenanglah, kamu tidak boleh terlihat khawatir seperti ini. Tidak baik untuk dirimu dan juga anak kita." kata Kenzo menenangkan hati istrinya karena jika Rian hanya diam saja. Sebab sudah ada yang menenangkan princess mereka.
"Tapi aku ingin bertemunya sekarang, kenapa Kakak lama sekali. Apakah dia tidak merindukan aku." keluh si princess degan wajah sedihnya.
__ADS_1
Namun, seperkian detik kemudian, dia sudah bersorak gembira begitu mendengar langkah kaki yang berjalan masuk ke dalam rumah tersebut dan ternyata itu adalah sang kakak tercinta yang sudah dia tunggu-tunggu sejak tadi pagi.
"Siapa yang bilang jika Kakak tidak merindukanmu?" ucap Arsya berjalan cepat menuju arah sang Salsa. Lalu memeluknya penuh kasih sayang.
"Kakak, Salsa sangat merindukan Kak Arsya. Tapi kenapa lama sekali pulangnya. Padahal Kakak kan tahu, jika adek tidak bisa berangkat ke sana untuk melihat Kakak," tangis Salsa langsung pecah setelah berada dalam pelukan kakaknya.
"Kakak benar-benar sibuk dengan pelajaran. Agar cepat selesai dan kembali kesini lagi. Sehingga bisa berkumpul seperti dulu lagi. Bukanya kakak tidak merindukanmu, justru kamulah yang selalu Kakak rindukan. Kakak khawatir apakah princess kakak masih takut pada hujan." Arsya meregangkan pelukan mereka berdua lalu tangannya menikah air mata sang adik.
"Jangan menangis lagi, coba lihat siapa yang Kakak bawa pulang." ucap si tampan menggeserkan tubuhnya.
Untuk memperkenalkan kekasihnya yang akan dia nikahi Minggu ini juga. semua itu tentu saja atas usul dari kakek dan Opanya.
"Kak.."
... BERSAMBUNG... ...
__ADS_1