Pernikahan Salsa

Pernikahan Salsa
Ingin Tahu Saja ( Jeni )


__ADS_3

🥀🥀🥀🥀🥀🥀


.


.


"Jeni, kamu darimana saja, kenapa lama sekali?" tanya si tampan Arsya melihat kedatangan sahabatnya. Sebab tadi Jeni berkata tidak akan lama, nyatanya lebih dari setengah jam.


"Ingin tahu saja urusan perempuan," cibir Jeni seperti dibuat marah. Padahal dia lagi merasa bahagia karena sudah berhasil berbicara dengan Aurel. Dia sangat yakin bahwa gadis itu akan memikirkan perkataannya tentang Arsya.


"Sejak kapan kamu memiliki urusan sesama perempuan, huem!" Arsya yang gemas menarik hidung mancung Jeni. Mereka berdua memang duduk bersebelahan.


"Arsya, kamu membuat hidung mancung ku menjadi rusak," protes Jeni seraya menutup hidungnya agar Arsya tidak menarik hidungnya lagi.


"Hidungku jauh lebih mancung, punyamu ini hanya minimalis," Arsya tersenyum karena berhasil membuat mata Jeni terbelalak mendengar hidungnya yang minimalis. Keduanya memang sudah berteman akrab, seperti sudah kenal lama. Padahal mereka baru berkenalan beberapa minggu ini. Mungkin karena orang tuanya adalah bersahabat karib, jadi hubungan tersebut seperti sudah ada ikatan satu sama lain.


"Ck, jika mengejek kamu nomor satu ya, tapi awas jika nanti bertanya pelajaran yang diajarkan oleh dosen karena kamu lupa," decak Jeni ikut tersenyum. Dia dan Arsya memang sering saling menggoda.


"Ha... ha... kita kan sahabat, jadi harus saling memberi tahu," kata Arsya tertawa membela dirinya. Asik mengobrol sampai waktunya mereka belajar karena dosen mereka sudah datang.

__ADS_1


Sambil belajar, sesekali Jeni melirik kearah Arsya dengan tersenyum karena dia sangat berharap pemuda itu bisa mendapatkan cinta sejatinya. Entah mengapa Jeni sangat ingin membantu sahabatnya itu.


"Jen, Jeni," bisik Arsya karena dia tahu bahwa sejak tadi Jeni mencuri-curi pandang pada dirinya.


"Apa?" gadis itu ikut berbisik pula. Sebab dosen mereka masih berada depan.


"Nanti temani aku berbelanja, ya," jawab si tampan masih tetap berbisik.


"Belanja apa? Kamu menganggu waktuku belajar hanya minta di temani berbelanja? Ckckck! Rugi banyak aku mendengar bisikan dari penganggu,"


"Iya, hanya ingin minta ditemani berbelanja. Habisnya dirimu selalu mencuri-curi pandang padaku, kan? Jadi anggap saja sebagai ganti rugi," Arsya memainkan alisnya naik turun karena berencana menyuruh Jeni yang berbelanja keperluan dapurnya. Selama tinggal sendirian, pemuda yang merupakan pewaris Erlangga group itu selalu masak sendiri. Dia sangat jarang membeli diluar karena menurutnya lebih enak masakannya sendiri. Jadinya Arsya harus menyiapkan belanjaan dapur. Agar kapan diperlukan barang-barang yang dibutuhkan selalu ada.


Sebetulnya Rian sudah merekomendasikan pelayan di rumah kakek Ridwan dibawa pindah untuk menemani putranya. Namun, Arsya menolak karena ingin mandiri.


"Bilang saja minta ditemani, tidak usah sok denda segala," cibir Jeni membuat Arsya semakin tersenyum. Dia benar-benar merasa terhibur dengan sosok Jeni yang terkesan jutek tapi begitu baik.


Akhirnya sampai pelajaran mereka selesai. Mereka berdua menghabiskan waktunya sambil berbisik-bisik seperti dua orang gadis. Mungkin karena Arsya sudah biasa selalu bersama adik perempuannya selama belasan tahun. Jadinya saat berteman dengan Jeni dia merasa nyaman saja. Apalagi gadis itu tidak genit seperti para gadis lainnya.


"Memangnya kamu mau berbelanja apa, Ar?" tanya Jeni setelah mereka masuk kedalam mobil.

__ADS_1


"Apa sajalah, yang jelas seperti biasanya," jawab si tampan mulai menjalankan kendaraan roda empatnya. Sebetulnya ini bukanlah pertama kalinya Jeni menemani Arsya berbelanja. Namun, semenjak mereka berteman sudah ada empat atau lima kali.


'Oke, baiklah! Tapi kamu harus membayar belanjaan ku, sebagai upah," sekarang bergantian Jeni yang menaik turunkan alisnya. Sehingga mereka berdua tertawa bersama, merasa lucu dengan tingkah masing-masing. Namun, begitu mobil berhenti di lampu merah. Ada satu mobil yang bersebelahan dengan mereka. Di dalam mobil tersebut ada laki-laki yang tidak berdaya. Entah apa yang terjadi karena Arsya dan Jeni juga tidak tahu.


"Jeni, kamu bisa membawa mobil kan? Tolong bawa mobilku. Kita harus menolong orang itu. Jika tidak kemacetan dan tabrakan beruntun akan terjadi," ucap Arsya langsung berlari turun sebelum Jeni menjawab pertanyaan nya.


...BERSAMBUNG...


.


.


Promo novel sahabat.



AIR SUSU DIBALAS AIR TUBA adalah ungkapan kata yang tepat untuk Melisa. Kebaikan yang selama ini Jihan lakukan kepada sahabatnya, justru dibalas perselingkuhan antara Melisa dan Wildan suaminya.


Jihan Anandita dan Wildan Prayudi sudah menikah selama lima tahun. Keduanya saling mencintai dan hidup dengan harmonis meski belum dikarunia seorang anak.

__ADS_1


Namun, enam bulan belakangan Wildan berubah menjadi suami yang dingin dan kasar. Jihan yang penasaran mulai mencari tahu dan alangkah terkejutnya, saat dirinya mengetahui kalau suaminya selingkuh. Bahkan sahabatnya yang menjadi selingkuhan suaminya, dan keduanya telah menikah secara siri.


Apakah Jihan akan mempertahankan pernikahannya dan merebut kembali suaminya dari Melisa? Ataukah memilih bercerai dari Wildan? Ikuti Kisahnya dalam cerita "Sahabatku, Penggoda Suamiku."


__ADS_2