Pernikahan Salsa

Pernikahan Salsa
Sudah Tidak Perawan.


__ADS_3

🥀🥀🥀🥀🥀


.


.


"Saya ingin kalian memeriksa ulang semua dokumen dari yang dua puluh tiga, sampai empat puluh tujuh. Semuanya tidak ada yang benar," ucap Kenzo dengan tegasnya. Saat ini dia lagi memimpin rapat perusahaan kakeknya.


Tadi setelah pulang kuliah, Kenzo langsung berangkat bekerja. Sedangkan Salsa pulang bersama Arsya kakak iparnya.


"Tapi Tuan Muda, sepertinya hanya beberapa dokumen saja yang tidak beres." jawab salah satu staf yang menangani bagian pemasaran.


"Saya tidak mau mendengar kata seperti, tapi harus benar-benar sesuai dengan data yang lama. Jika kalian tidak mau memeriksa ulang, maka serahkan pada orang lain." Kenzo semakin dibuat pusing. Benar-benar tidak disangka-sangka bahwa perusahaan kakeknya hampir bangkrut oleh korupsi berjamaah yang dilakukan oleh orang-orang kepercayaan Tuan Fathan.


Sudah hampir tiga jam, belum ada satu orang pun yang keluar dari ruang Meeting. Kenzo sampai tidak sempat untuk memberi kabar pada keluarga maupun istri cantiknya.


"Baiklah, tapi tolong beri kami waktu beberapa hari untuk mengecek ulang, karena untuk memeriksa dokumen sebanyak ini kami tidak sanggup bila hanya waktu dua hari atau tiga hari." seorang pria yang umurnya kira-kira tiga puluh tahun memberi usul. Dia tahu maksud Kenzo menyuruh orang lain, itu berarti mereka akan di pecat.


Di jaman sekarang, untuk mencari pekerjaan baru dengan posisi yang mereka miliki saat ini. Tentu tidak akan mudah, jadi lebih baik bertahan di perusahaan tersebut, karena Demian putra Tuan Fathan tentu tidak akan membiarkan perusahaan ayahnya hancur tidak tersisa.


"Oke tidak apa-apa, Saya beri waktu empat hari, hari selasa semuanya harus sudah selesai. Dan malam ini kita akan lembur untuk menyelesaikan kekacauan yang dibuat si brengsek itu." terdengar Kenzo menghela nafas berat, karena menahan kesal pada mereka yang sudah berkhianat. Meskipun mereka semua sudah di jebloskan ke penjara dan beberapa aset juga di sita, nyatanya tidak bisa menutup kerugian yang ada.


"Oke, siapa Tuan Muda. Kami yakin, Anda pasti bisa membawa perusahaan ini bangkit kembali." ucap mereka memberi dukungan.


Tidak heran jika Tuan Fathan bisa di tipu oleh anak buahnya sendiri, selain dia sudah tua. Tuan Fathan juga menyerahkan urusan penting perusahaan pada orang yang dikiranya bisa di percaya.


Namun, bukannya bekerja dengan baik. Tapi mereka sibuk meraup keuntungan dari hasil perusahan dan kerjasama dengan perusahaan lainnya. Alhasil hanya tinggal hutang saja, sedangkan uangnya entah kemana.


"Terima kasih atas kepercayaan kalian, jika begitu kita memiliki waktu satu jam buat istirahat. Setelah itu kita kembali bekerja sampai jam sembilan malam." kata Kenzo sambil berdiri dari kursi pemimpin yang saat ini sudah terancam lengser.


Semuanya hanya mengangguk setuju, karena tadi sudah dijelaskan bahwa gaji lembur mereka akan langsung dibayar setelah pemeriksaan seluruh dokumen selesai. Itu berarti Kenzo akan membayar mereka mengunakan uang pribadinya.


"Huh! Ternyata selelah ini jadi pengusaha," begitu masuk kedalam ruangan kerjanya. Pemuda tersebut langsung merebahkan tubuhnya pada sofa. "Salsa lagi ngapain ya?" tanyanya pada diri sendiri sambil mengeluarkan ponsel untuk menghubungi istrinya.


Ttttddd!


📱 Salsa : "Iya," sapa Salsa begitu menggeser tombol hijau pada layar ponselnya.


📲 Kenzo : "Cuma segitu aja?" tanya Kenzo tersenyum menatap wajah sang istri. Dia memang lagi melakukan panggilan video call. Terlihat Salsa baru saja selesai mandi karena di atas kepalanya masih dililiti dengan handuk kecil.


📱 Salsa : "Memangnya harus seperti apa? Hai Hubby ada apa? Salsa terkiki geli mendengar ucapannya sendiri.


📲 Kenzo : "Itu jauh lebih baik! Sudah jangan tertawa. Nanti gue malah nggak jadi lembur." ucap Kenzo masih dengan posisi baring.


📱 Salsa : "Memangnya Lo mau lembur? Sama siapa?" Salsa mulai serius tidak tertawa lagi.

__ADS_1


📲 Kenzo : "Sama sekertaris kakek dan beberapa karyawan yang jujur. Lo habis mandi ya?" Kenzo mendekatkan ponselnya agar bisa melihat Salsa lebih dekat lagi.


📱 Salsa : "Iya benar, baru selesai mandi beberapa menit yang lalu. Oya, jangan lupa buat istirahat dan makan malam." pesan Salsa yang sudah tidak merasa heran bila Kenzo akan lembur, karena seluruh keluarganya juga seorang pengusaha. Jadi sudah mengetahui, jika pasti ada kalanya kerja lembur dan sebagainya.


📲 Kenzo : "Iya, terima kasih!" jawab Kenzo berhenti sesaat, lalu ia berkata lagi. "Sa, besok malam ikut gue berangkat ke pesta ulang tahun teman kampus gue ya?"


📱 Salsa : "Apa? Yang benar aja, Ken. Mana gue bisa, memangnya Lo mau orang-orang mengetahui hubungan kita." seru Salsa mendengar ajakan suaminya. Bukan gadis itu tidak mau, akan tetapi hubungan mereka berdua masih menjadi rahasia.


📲 Kenzo : "Jika masalah itu Lo tenang aja, karena di acara pestanya semua tamu harus memakai topeng. Jadi nggak akan ada yang mengenali wajah istri gue." jawab Kenzo, karena tadi siang dia sudah memutuskan akan membawa istrinya sendiri, daripada harus menggandeng wanita lain.


📱 Salsa : "Eum, oke! Nanti gue pikirin lagi. Acaranya di mana? Jam berapa?"


📲 Kenzo : "Acaranya di hotel Papa Rian, makanannya Lo harus ikut. Soalnya semua anak kampus di undang. Nggak datang gue nya merasa gak enak sama Lala. Jika jam nya, seperti acara biasa." papar Kenzo tidak ingin membuat masalah yang akan menyakiti perasaan istrinya lagi.


📱 Salsa : "Semuanya di undang?" ulang Salsa Entah apa yang sedang princess itu pikirkan.


📲 Kenzo : "Iya, semuanya! Mau ya, gue malas datang sendirian."


📱 Salsa : "Oke deh, kalau begitu sudah dulu ya. Gue mau---" Salsa menggantung ucapannya.


📲 Kenzo : "Mau apa? Kenapa malah nggak dilanjutin?" tanya Kenzo penasaran.


📱 Salsa : "Gue, gue mau ke kamar mandi. Perut gue mules," kilah Salsa tidak memiliki alasan lain.


📱 Salsa : "Siap By, kerja yang rajin ya. Soalnya pas gajian gue mau shoping." tawa Salsa yang langsung mematikan sambungan telepon mereka.


"Agh, Lo bikin gue nggak konsen aja, Sa." kata Kenzo ingin mengigit ponselnya karena gemas pada Salsa yang memanggilnya By. "Awas Lo ya, berani-rani nya godain gue." ucap Kenzo sambil berjalan menuju kamar pribadi untuk tempat istirahat nya.


Sedangkan Salsa setelah mematikan telepon dia bersiap-siapa karena berniat akan menyusul Kenzo ke perusahaan, sekalian membawa makan malam untuk suaminya. Tadi, sebelum mandi Salsa sudah selesai memasak untuk dia dan Kenzo saja, karena di rumah itu hanya ada dia dan pelayan yang ditugaskan untuk menjaganya.


"Sudah siapa!" seru Salsa begitu selesai memasukan makanan yang dia masak ke paperback.


"Nona mau berangkat sekarang?" tanya Bi Ijah yang berdiri di belakang nona mudanya.


"Iya, Bik. Terima kasih sudah membantu," ucap Salsa tersenyum pada Bi Ijah. Salah satu pelayan tertua di rumah itu.


"Iya, sama-sama Nona, sudah menjadi tugas kami untuk membantu nona," sahut wanita paruh baya tersebut. Tidak banyak bicara lagi, Salsa langsung saja berpamitan pergi ke perusahaan. Dia perginya diantar oleh sopir pribadi dari rumah orang tuanya. Yaitu oleh Putra Pak Ilham, salah satu sopir kepercayaan Rian, yang selama dua Minggu ini pindah tempat kerja menjadi ke rumah Tuan Fathan, dia dikhususkan untuk menjadi sopir Salsa saja.


Sebab mana mungkin Rian membiarkan putrinya pergi bersama orang yang baru mereka kenal.


"Kita sudah sampai Nona," ucap Ade, sopir Salsa.


"Oh... maaf paman," jawab Salsa yang asik bermain ponselnya. Sampai-sampai tidak sadar bahwa mobil mewah yang membawanya sudah sampai di depan Lobby perusahaan.


Lalu ia pun keluar dari mobil dan diantar oleh pengawal sampai di depan ruangan Kenzo. Setelah memastikan princess Erlangga aman, barulah mereka pergi dari sana.

__ADS_1


Tok!


Tok!


Salsa dengan sengaja mengetuk pintu ruangan Kenzo. Dia tidak mau membukanya karena ingin melihat Kenzo kesal pada orang yang berani menanggung waktu kerjanya.


Tok!


"Salsa!" seru Kenzo. Tadinya dia ingin marah, tapi begitu pintunya terbuka malah wajah istrinya yang lagi tersenyum.


"Kenapa? Ganggu ya!" Salsa langsung menampilkan wajah seperti bersedih.


"Tentu saja tidak menggangu, cuma Lo datang sama siapa? Kenapa malah menyusul ke perusahaan?" Kenzo menarik lembut tangan Salsa menuju sofa.


"Gue datang sama Paman Ade, tapi dia hanya mengantar sampai Loby, dan dari Loby diantar sama pengawal papa. Di rumah tidak ada orang, tadi gue nggak sengaja mendengar kakek dan nenek yang bingung bila mereka pergi, gue nggak ada temannya. Jadi gue putusin buat main ke sini." jelas Salsa.


Dia datang ke perusahaan karena tidak ingin membuat nenek Kenzo merasa terbebani, gara-gara ada dirinya di rumah mereka.


"Baguslah, jika tidak begitu pasti Lo nggak akan datang ke sini." Kenzo langsung menarik tangan Salsa agar mendekat kearahnya. "Duduknya jangan berjauhan, biar gue kerjanya lebih semangat."


"Lo bawa apa?" tanya Kenzo baru sadar jika istrinya datang tidak dengan tangan kosong.


"Ini untuk makan malam kita,"


Cup!


"Kenapa harus repot-repot, kan bisa pesan saja." kata Kenzo sudah kembali lagi memberi kecupan pada bibir Salsa walaupun hanya sekilas saja.


"Ken," mata Salsa membola keluar karena suaminya itu semakin berani mengecup bibirnya yang sudah tidak perawan lagi.


"Huem, apa?" Kenzo menjawab santai. "Sa, mau kan besok malam?" tanya Kenzo kembali mengingat pembicaraan mereka melalui telepon tadi.


"Iya gue akan ikut jika memakai topeng. Gue pengen tahu teman-teman Lo," Salsa tersenyum penuh arti. Jika tidak memiliki tujuan, tentu Salsa tidak akan mau ikut.


"Tapi Lo nggak boleh dekat-dekat sama Yogi dan teman gue yang lainya."


"Kenapa? Bukannya mereka sahabat Lo?" tanya Salsa heran.


"Iya, sahabat gue. Tapi mereka suka sama Lo," jujur Kenzo yang setiap hari dibuat kesal karena para sahabatnya selalu membicarakan Salsa.


"Memangnya gue salah apa? Kenapa mereka ngomongin gue?"


"Karena mereka suka sama Lo, dan gue nggak suka." seru Kenzo begitu gemas. Entah Salsa berpura-pura tidak tahu, atau memang tidak sadar jika di setiap kali pertandingan para siswa dari Universitas Bima Sakti menatap Salsa penuh damba.


*BERSAMBUNG*...

__ADS_1


__ADS_2