
🥀🥀🥀🥀🥀
.
.
"Agh, akhirnya dia tidur juga!" Kenzo menarik nafas panjang lalu dia ikut merebahkan tubuhnya disamping sang istri.
"Kenapa gue malah seperti bapak-bapak yang menidurkan anaknya, sih! Oh, ayolah Ken, Lo tu cowok paling tampan di Universitas Bima Sakti. Masa iya malah membaca cerita buat istri, Lo." berkata sendiri pada dirinya.
Namun, selang beberapa menit setelah itu dia tergelak sambil memperhatikan wajah damai Salsa yang tidur sambil memeluk guling.
Tadi saat mereka sudah pindah keatas ranjang. Princes Erlangga itu tidak bisa tidur karena mendengar suara hujan yang bertambah besar dan suara petir mengelegar.
Alhasil satu-satunya cara adalah dibacakan cerita sambil kepalanya dielus-elus. Sebab bila dirumahnya sendiri, kedua orang tua dan sang kakak kembarnya. Selalu melakukan hal seperti itu.
Sedari kecil takut dengan suara hujan dan petir. Membuat Salsa tidak bisa merubah kebiasaan tersebut. Padahal saat ini dia sudah menjadi seorang istri.
"Lo kalau lagi takut, lucu dan gemesin, Sa." pemuda itu kembali tersenyum-senyum sendiri.
"Apa jadinya, ya bila teman-teman gue tahu kalo Lo udah jadi istri gue?" gara-gara terus melihat istrinya. Kenzo sampai tidak sadar kalau hujan diluar sudah reda.
"Pasti iri lah! Gadis yang mereka lihat setiap hari fotonya dari sosial media. Tau-taunya sekarang tidur satu ranjang sama gue." Kenzo kembali lagi berbicara sendiri. Sampai dia mendengar suara ponselnya yang berada diatas meja tempat dia mengerjakan tugasnya.
Cup...,
"Tidurlah, gue mau ngerjain tugas dulu." katanya lagi dengan sadar mengecup kening sang istri.
Lalu setelah memperbaiki selimut Salsa. Kenzo turun dari ranjang untuk menyelesaikan tugas kuliah dan melihat siapa yang menghubungi dirinya.
"Andra!" gumamnya seraya menelpon kembali, karena ada beberapa kali pangilan tak terjawab dari sahabatnya.
📲 Kenzo : "Iya, Dra... ada apa?" tanya Kenzo begitu panggilan itu terhubung.
📱 Andra : "Ken, Lo kemana aja sih? Susah banget dihubungi dari tadi siang," sungut Andra kesal pada sahabatnya.
📲 Kenzo : "Gue ada urusan keluarga. Emangnya ada apa?"
📱 Andra : "Tumben banget ada acara keluarga. Biasanya juga nggak pernah. Tadi siang Tim kita pada latihan. Cuma Lo yang nggak ada." jawab Andra belum juga mengatakan ada hal apa dia menelepon sahabatnya.
📲 Kenzo : "Ya, latihan aja. Kalau sudah sempat, gue akan nyusul latihan." Kenzo yang tidak tahu kenapa sahabatnya menelepon menjawab dengan santai.
📱 Andra : "Ken, tadi kita sudah membuat rencana untuk pertandingan Minggu depan. Hanya ini satu-satunya cara agar kita bisa menang melawan Tim Arsya." setelah beberapa menit kemudian. Akhirnya Andra mengatakan juga rencana dia dan teman-temannya tadi siang.
📲 Kenzo : "Rencana apa? Kalian jangan aneh-aneh, ya! Bukan cara main kita kalau menang dengan cara curang." tanya pemuda itu merasa pasti Andra dan teman-temannya ingin bermain curang.
📱 Andra : "Ck, Lo selalu gitu. Cuma kali ini saja, Ken. Ini demi nama Universitas kita." Andra berdecak karena Kenzo sangat sulit bila diajak bermain curang. Padahal tadi siang Tim mereka sudah merencanakan sebuah rencana.
📲 Kenzo : "Jadi benar, kalau kalian ingin bermain curang? Nggak, Dra. Gue gak suka kalau cara main kalian seperti itu. Di sini gue Kaptennya. Jadi kalian semua harus menurut peraturan main gue." tolak tegas Kenzo tidak setuju. Meskipun dia belum diberitahu rencana apa yang sudah disusun para sahabatnya.
__ADS_1
📱 Andra : "Iya, kita emang mau bermain curang. Tapi ini hal umum, Men. Ayolah! Tim kita pengen banget buat ngalahin Arsya. Lagian kita nggak mau nyakitin dia kok." ucap Andra membujuk Kenzo.
📲 Kenzo : "Apapun itu, geu tetap nggak setuju, Andra" sentak Kenzo tetap pada pendiriannya.
Orang yang akan mereka curangi adalah Arsya kakak iparnya. Mana mungkin pemuda itu bisa melakukan hal seperti itu. Pada dasarnya Kenzo memang pemuda yang baik.
Sejak menjadi Kapten Basket di tempat dia menimba ilmu. Sudah sering Andra dan teman-temannya mengajak Kenzo bermain curang. Tapi selalu saja dia tolak. Malah sebaliknya, Kenzo semakin giat mengajak berlatih teman satu Tim nya.
Alhasil, mereka akhirnya bisa menang dengan jerih payahnya. Lalu bagaimana mungkin Kenzo mencoreng nama Tim mereka. Demi membuat nama baik untuk Universitas Bima Sakti.
📱 Andra : "Sudahlah, jangan ngomong nggak setuju dulu. Besok kita bicarakan di kampus." kata Andra mematikan sambungan telepon mereka, karena dia tahu sifat Kenzo seperti apa.
"Mereka apa-apa, sih! Lagian mau main curang tetap saja Arsya yang menjadi Tim terbaik di kota ini." pemuda itu menguyar rambutnya kebelakang.
Besok pagi entah seperti apa dia membuat para teman satu Timnya. Agar mengagalkan niat tersebut.
"Gue memang mau ngalahin Arsya. Tapi bukan dengan cara bermain curang." ucapannya lagi sambil kembali melihat kearah istrinya.
"Agh, sudahlah! Lebih baik gue selesaikan tugas ini dulu. Besok baru dipikirkan lagi." tidak mau bertambah pusing. Kenzo menyalakan lagi laptop yang tadi dia matikan karena hujan besar dan juga menemaninya istrinya yang ketakutan.
Sambil mengerjakan tugasnya, sesekali pemuda itu milihat kearah Salsa. Di dalam hatinya, Kenzo benar-benar merasa bersyukur sudah dijebak, karena jebakan tersebut. Dia dan Salsa dinikahkan.
Pukul satu dini hari. Barulah Kenzo selesai mengerjakan tugasnya yang akan dikumpulkan besok siang. Setelah mematikan laptop dan mematikan lampu kamar. Pemuda itu berjalan mendekati ranjang, lalu tidur didamping Salsa.
Dia sudah lupa janjinya yang akan tidur dilantai beralaskan selimut seperti Salsa tadi siang. Malam pertama biasanya adalah malam yang di tunggu-tunggu oleh pasangan pengantin baru.
Namun, itu tidak berlaku untuk pasangan Kenzo dan Salsa. Mereka hanya tidur saling berpelukan.
*
*
"Aaaghkkk!" pagi-pagi sekali. Kamar Kenzo yang kedap suara sudah dihebohkan oleh suara Princes Erlangga.
Gadis itu menjerit bukan karena dia berada dalam pelukan suaminya. Akan tetapi saat dia menyingkap selimut ingin turun untuk membersihkan dirinya lebih dulu sebelum Kenzo bangun.
Dia dikagetkan oleh bercak darah segar yang ada diseprai dan juga dres yang dia pakai. Meskipun belum pernah pacaran. Tapi Salsa tahu bahwa itu adalah darah perawannya, yang sudah direngut oleh Kenzo saat dia tidur.
"Astaga, Sa! Lo kenapa pagi-pagi sudah menjerit, sih? Bagaimana kalau keluarga gue ngira gue ngpa-ngpain, Lo." seru Kenzo langsung duduk sambil memegang kepalanya yang terasa pusing.
"Apa, setelah apa yang Lo lakuin ke gue tadi malam. Sekarang masih bisa sesantai ini," pekik Salsa sampai membuat Kenzo menutup kedua telinganya.
"Lo, bajingan tahu, nggak! Lo benar-benar cowok brengsek!" Salsa merosot duduk diatas lantai sambil menangis dan memaki suaminya yang malah bengong sebelum matanya melihat bercak darah pada seprai.
"Sa--- Ini darah apa?" tanya pemuda itu juga tidak tahu.
"Berani-beraninya Lo nannya! Sudah jelas itu darah perawan gue yang sudah Lo rengut." sentak gadis itu menangis tersedu-sedu.
"Darah perawan? Kesucian yang gue rengut! Kapan gue bobol nya? Kok gue nggak tahu?" Kenzo mengulangi perkataan istrinya. Sebab jujur, pemuda tampan itu benar-benar tidak tahu kalau dia sudah mengauli sang istri.
__ADS_1
"Ma--ma--maksudnya, Lo nggak ada bobol gue?" Salsa tergagap sambil meraba-raba tubuhnya. Apakah masih memakai Bra dan CD atau malah sebaliknya.
Bila Kenzo telah melakukan sesuatu padanya. Pasti benda penutup aset berharganya sudah terlepas. Tiba-tiba saja Salsa baru mengigat hal tersebut.
"Aaaakkkh! Ken, Ken! Gue malu. Pergi Lo dari sini!" gadis cantik itu kembali berteriak sambil menutup muka mengunakan kedua tangannya.
"Sa, Lo sebetulnya kenapa? Gue nggak ngpa-ngpain, Lo! A--a--apakah ada seseorang yang menyelinap kesini. Lalu---"
"Bukan, bukan! Itu darah datang bulan. Gu--gue baru ingat, kalau sekarang sudah tanggal gue datang bulan." sela Salsa tidak mau kalau Kenzo mengira jika dia ditiduri oleh pria lain.
"Astaga, Salsa! Lo bikin gue jantungan tahu, nggak!" Kenzo yang mikir kemana-mana ikut menjatuhkan dirinya disamping sang istri. Sebelum dia tertawa terbahak-bahak, karena baru sadar kalau Salsa menjerit lagi, gara-gara malu.
"Ha... ha... ha... Sa, Lo punya malu juga? Lagian ngapain juga malu, disini hanya ada kita berdua." masih tertawa.
"Ken, Ken! Huaaa... Lo jahat banget!" mendengar Kenzo tertawa. Princes Erlangga itu kembali menangis. Bahkan tangisnya lebih keras dari sebelumnya.
"Dasar suami durhaka, Lo. Gue lagi malu, tapi malah ngejekin gue," Salsa tetaplah Salsa. Sebesar apapun dia, gadis itu tidak malu menangis seperti anak kecil dihadapan seorang pemuda.
Walaupun dihadapan Kenzo, suaminya sendiri. Seharusnya Salsa tetap malu. Tapi ini tidak, karena dia sudah biasa menangis dihadapan kakak laki-lakinya.
"Eh, malah tambah nangis! Cup, cup. Jangan nangis lagi, gue cuma bercanda." ucap Kenzo membujuk dan memeluk Salsa yang menyembunyikan muka diantara kedua kakinya yang di tekuk.
"Huhu... huhu... Lo jadi laki bener-bener jahat." masih juga menangis dan mengatai Kenzo jahat. Padahal entah jahat disebelah mananya, karena wajar saja suaminya tertawa.
"Iya, sorry... sudah jangan menangis lagi. Kalau Lo nangis terus, maka hari ini Papa Rian pasti akan membunuh gue." kata Kenzo membujuk sang istri.
"A--a--apa, kenapa papa membunuh, Lo?" tanya Salsa mengangkat kepalanya dan menatap muka Kenzo menunggu jawaban.
"Lo mau tahu kenapa?" tanya Kenzo sambil mengulurkan tangannya untuk menghapus air mata istrinya.
Salsa tidak menjawab. Dia hanya mengangguk kecil.
"Itu karena sudah membuat putrinya menangis." jawab pemuda itu sambil tersenyum disudut bibirnya.
"Ken, Ken!" lirih Salsa merasa malu sudah berprasangka buruk pada suaminya.
Tidak hanya berprasangka buruk. Gadis itu berniat akan mengerjai Kenzo yang merupakan rival kakak tersayangnya. Namum, melihat perlakuan baik Kenzo padanya. membuat Salsa ragu, untuk melanjutkan niat tersebut.
"Emangnya, Lo mau gue dibunuh oleh papa atau kakak tersayang, Lo?" Kenzo sengaja bertanya seperti itu. untuk mengetahui jawaban istrinya.
BERSAMBUNG...
.
.
.
Sambil menunggu bbg Kenzo update. Yuk baca novel sahabat Mak author juga. Terima kasih.😘😘😘
__ADS_1