Pernikahan Salsa

Pernikahan Salsa
Semoga Kembar. ( Arsya )


__ADS_3

🥀🥀🥀🥀🥀


.


.


Cup!


"Istri siapa sih, kenapa cantik sekali," Kenzo memeluk tubuh istrinya dari belakang. Mereka berdua baru saja selesai mandi dan lagi bersiap-siap untuk menikmati makan malam bersama keluarga dan para sahabat Tim Basket mereka.


Taman samping rumah mewah Rian, sudah disulap seperti di hotel mewah Erlangga. Sebagian orang sudah berkumpul di tempat acaranya berlangsung. Hanya tinggal pasangan Kenzo dan Salsa saja yang masih berada didalam kamar.


"Kenzo diam lah! Jangan menggangguku. Jika seperti ini kapan aku siapnya," ucap Salsa karena sejak tadi Kenzo selalu mengganggu dirinya. Andai saja suaminya itu tidak sakit, mungkin sudah didorong oleh Salsa, agar menjauh. Namun, ini suaminya lagi sakit, jadi princess tidak bisa berbuat apa-apa, karena takut luka jahitan di perut kenzo kembali terbuka.


Cup!


"I love you my wife!" bukannya menjauh justru Kenzo semakin menempel. Dia seakan enggan melepas pelukannya.


"I love you too hubby," balas Salsa membalikan badannya agar saling berhadapan dengan suaminya. "Hubby ku, kamu belum sembuh. Jadi aku mohon jangan seperti ini..Aku tidak marah kamu dekati. Tapi aku hanya takut lukanya berdarah lagi," Salsa berkata dengan suara lembut dan mengalungkan kedua tangannya pada leher Kenzo.


Tanpa aba-aba Kenzo langsung menyambar bibir ranum istrinya. Mereka saling bersilaturahmi bibir yang berakhir bersilat lidah juga. Sampai terdengar lenguhan Salsa. Barulah Kenzo melepaskan pungutan bibir mereka.


"Augh! Ken," seru gadis itu mengigit bibir bawahnya setelah Kenzo mengakhiri lebih dulu ciuman panas mereka yang berdurasi singkat.


Cup!


"Sudah cukup, sekarang bersiap-siaplah. Aku takut Lele ku benar-benar akan bangun bila kita terus berciuman," Kenzo tersenyum seraya menyapu tepi bibir istrinya yang basah oleh Saliva mereka yang sudah menjadi satu.


Salsa hanya tersenyum dan memeluk tubuh suaminya untuk beberapa saat.


"Kenapa? Apa tidak mau keluar, jika begitu biar aku berpura-pura sakit. Agar kita diam disini saja," Kenzo balas memeluk Salsa.

__ADS_1


"Eh, mana boleh seperti itu. Sudah ayo kita keluar sekarang," ajak si princess tidak mungkin egois itu mementingkan kebersamaan dia dan suaminya saja. Padahal tujuan acara makan malam bersama untuk keberhasilan kakak dan kesembuhan Kenzo.


"Baiklah, baiklah! Karena ini ajakan dari Princes Kenzo. Jadi harus mengikuti perintahnya," kata pemuda itu yang tidak digubris lagi oleh Salsa, karena mereka sudah tiba di luar kamar.


"Kakak," seru Keysa mendekati kakak dan kakak iparnya. Gadis itu sebetulnya baru saja datang. Namun, dia langsung masuk kedalam untuk bertemu Salsa dan Kenzo.


"Hey, apa adek sudah datang dari tadi?" bukan Kenzo yang bertanya. Tapi Salsa, meskipun mereka jarang bertemu. Tapi dia sangat dekat dengan adik suaminya itu.


"Tidak, Keysa baru datang," menjawab sambil bantu mengandeng tangan kakaknya yang tidak bisa berjalan cepat seperti biasanya.


"Papa sama Mama kemana? Apakah sudah datang juga?" sekarang Kenzo yang bertanya.


"Sudah, semuanya sudah datang. Termasuk kakek sama nenek, mereka berkumpulnya sama opa dan kakek Ridwan,"


"Oh, sama sesepuh itu," Salsa terkikik sendiri setelah menyebutkan kakek dan opanya sesepuh. Itulah panggilan si kembar apabila kedua orang tua mereka pergi mengunjungi semuanya.


"Besok jika kita sudah memiliki anak, papa sama mama juga akan jadi sesepuh berikutnya," timpal Kenzo seraya mengeratkan genggaman tangannya pada tangan sang istri.


"Eh, belum, belum sekarang! Adek jangan ngomong keras-keras, nanti bisa bahaya bila didengar oleh yang lainnya," jawab princess cepat. Baru juga beberapa kali mereka melakukannya. Mana mungkin Salsa sudah hamil, apalagi saat ini dia masih sekolah.


"Iya, iya! Takut banget ih," Keysa tersenyum melihat wajah panik kakak iparnya. "Tapi... nanti kasih keponakan yang kembar seperti Kakak dan Kak Arsya ya," pinta gadis remaja itu yang langsung membuat heboh semuanya. Sebab sampai tiba di Taman Keysa masih belum selesai membahas calon keponakan yang belum tahu rimbanya.


"Sayang, apakah kamu lagi ham---"


"Oma sayang, ayo kita duduk! Soalnya Salsa sudah lapar sekali," sela princess sebelum Oma Sonya menanyakan dia hamil atau tidak. Meskipun iya, mana mungkin Salsa mengatakan dihadapan orang banyak. Apalagi saat ini sahabat Arsya dan Kenzo juga ikut berkumpul meskipun di meja yang terpisah dari para orang tua.


"Benarkah! Wah, kenapa tidak bicara dari tadi," seru Oma Sonya sudah mengambil satu piring untuk cucu perempuannya. Wanita paruh baya itu mana mau apabila cucunya sampai kelaparan.


"Adek lapar?" tanya Ayla merasa heran, karena tadi sore saat dia melihat lagi keadaan menantunya. Salsa ditawari kue malah tidak mau, karena sudah kenyang.


"Eum... sedikit, Ma," Salsa tersenyum kecil. Sehingga membuat para kakeknya tertawa. Sebab tahu jika mengatakan lapar hanya alasan princess saja. Agar omanya tidak membahas perihal hamil.

__ADS_1


"Ken, pergilah berkumpul bersama teman-teman mu. Salsa biarkan di sini. Tapi ingat, makanannya di jaga," ucap Rian melihat Kenzo seperti lagi mempertimbangkan sesuatu.


"Iya Pa, kalau begitu Kenzo bergabung dengan mereka," jawabnya pergi ke dekat Arsya dan sahabatnya yang lain. Para anak muda lagi membakar barbeque sebagai santapan makan malam mereka.


Namun, sebelum benar-benar pergi Kenzo berpamitan terlebih dahulu pada istrinya. Tahu sendiri yang namanya orang jika sudah bucin akut. Tidak memandang tempat akan tetap menunjukkan keromantisan yang mereka punya.


"Mine, aku ke sana dulu ya," pamit Kenzo seraya mencium pucuk kepala istrinya yang lagi duduk.


"Iya, pergilah! Nanti setelah makan bersama, aku juga akan menyusul ke sana,"


"Cie, cie! Yang lagi bucin, Dunia terasa milik berdua, dan kita semua dianggap mengontrak," goda Keysa melihat keromantisan kakak dan kakak iparnya. sehingga mengundang gelak tawa bahagia di perkumpulan para sesepuh.


"Iya dong, kan Kakak sangat mencintai princess," Kenzo menjawab sambil berlalu dari sana.


"Wah, wah! Gue curiga Elo lagi berpura-pura, Men," kata Eel begitu melihat Kenzo berjalan pelan mendekati mereka.


"Berpura-pura ngapain, orang gue emang lagi sakit," jawab Kenzo sudah duduk dibantu oleh Andra.


"Berpura-pura karena selalu ingin berduaan sama Princess, ya kan? ngaku aja Lo,"


"El, sudahlah! Biarkan saja dia mau berpura-pura atau tidak, karena bagus juga dia dan princess ngangkram di dalam kamar. Agar kita cepat memiliki keponakan yang lucu-lucu," sahut Yogi.


"Semoga aja kembar, biar bisa seperti gue sama mamanya," seloroh Arsya sambil berjan membawa panggangan daging yang sudah matang. Lalu dia dan Hengki menaruh di hadapan teman-temannya yang lain.


"Kenapa memangnya kalau nggak kembar?" tanya Eel dan Denis penasaran.


"Tidak kenapa-napa sih, cuma gue takutnya jika dia tidak kembar, akan lebih mirip sama Kenzo. Tapi bila bayinya ada dua, bisa jadi yang mirip papanya hanya satu, dan yang satunya lagi mirip mamanya," Arsya tersenyum menggoda adik iparnya.


Hal itu pun membuat mereka semua ikut tertawa. candaan sederhana yang begitu membahagiakan. Malam ini di kediaman Rian semuanya berkumpul, dari kedua orang tuanya. Besan, para sahabatnya dan sahabat anak dan menantunya lagi.


Makan malam biasa dan terkesan sederhana. Namun, memiliki arti yang sangat besar. Sebab di situlah terlihat keharmonisan keluarga mereka, tidak pandang status dan derajat. Semuanya berkumpul menjadi satu saling berbagi cerita canda dan tawa.

__ADS_1


...BERSAMBUNG......


__ADS_2