Pernikahan Salsa

Pernikahan Salsa
Keputusan Tim Kenzo.


__ADS_3

🥀🥀🥀🥀🥀


.


.


"Selamat sore, Om!" sapa para sahabat Kenzo kala mereka masuk kedalam ruangan yang tiba-tiba saja terasa mencekam.


"Iya, selamat sore juga, ayo masuklah! Kalian tidak perlu takut, ini bukan tempat exsekusi," jawab Rian tersenyum kecil di sudut bibir atasnya.


Tadi para sahabat Kenzo bertemu dengan orang tua dan keluarganya, hanya di depan pintu ruang rawat saja. Sebab tidak dibolehkan masuk sebelum yang lainnya keluar semua. Untuk menjaga kesehatan pasien yang sedang dirawat.


Makanya Andra dan teman satu tim mereka, baru bertemu langsung dengan orang yang bernama Rian Erlangga. Selama ini mereka semua hanya tahu ketika melihat di televisi atau berita yang berseliweran pada sosial media saja. Namun, jika bertemu secara langsung baru kali ini. Jadi hal wajar mereka semua merasa takut, apalagi Andra dan timnya pernah melakukan kecurangan terhadap Arsya.


"I--iya Om, terima kasih!" yang dijawab oleh sedangkan yang lainnya diam seribu bahasa lidah mereka seakan kelu walaupun hanya mengucapkan kata iya.


"Andra ayo duduklah! Kalian tidak usah takut, bokap gue nggak makan orang," ujar si tampan Arsya yang lagi duduk di atas sofa. sedangkan Kenzo dan Salsa lagi berada di dalam kamar mandi, karena saat ribut-ribut di depan pintu ruang rawatnya. Kenzo tiba-tiba ingin ke kamar mandi dengan bantuan istrinya.


"Iya, Ar," mereka menjawab serempak dan duduk di sofa yang ada di dalam ruangan tersebut.


"Huem!" sebelum berbicara Rian berdehem lebih dulu. "Apa kalian tahu kenapa semuanya Saya panggil ke sini?" tanya Rian memulai lebih dulu karena jika melihat dari anak-anak muda yang ada di hadapannya. Untuk berkata saja mereka tidak mampu, apalagi jika bertanya lebih dulu perihal pertandingan yang hanya menghitung Jam saja.


"Sudah Om, tadi sebelum datang kemari kami sudah bertemu dengan Pak Handoko dan rekan yang lainnya," jawab Andra memberanikan diri, karena tidak mungkin mereka hanya diam saja. Atau kalau tidak menjawab secara bersamaan, yang ada malah mempermalukan diri mereka masing-masing karena seolah-olah bertingkah seperti anak TK.


"Jadi apa Pak Handoko sudah mengatakan apa penyebabnya, kan?" Rian kembali bertanya.


"Sudah, kami telah diberitahu jika Kenzo mengalami musibah dan jika Tim nya tidak dijadikan satu. Maka akan ada sistim gugur," sahut Hengki karena dia adalah yang bertugas sebagai wakil dari Kenzo.


"Bagus, jika kalian sudah diberitahu. Berarti kita tinggal menunggu kedatangan Tim Arsya," Rian mengangguk. Ternyata Sekertaris Aldi bekerja dengan sangat benar, sehingga dia tidak perlu menjelaskan lagi.


Ceklek!


Saat mereka lagi mengobrol dengan serius, pintu ruangan tersebut terbuka lebar. Ternyata yang datang adalah Ayla bersama sekretaris Aldi dan satu orang pengawal di belakangnya. Mereka membawa berbagai macam paper bag makanan dan juga minuman, karena wanita paruh baya itu baru mengetahui akan ada tamu dari sahabat anak dan menantunya. Makanya saat kepergian besannya tadi, Ayla juga pergi untuk mencari makanan di supermarket terdekat.


"Mama... ini habis memborong makanan dari mana?" tanya Arsa begitu heran melihat ibunya dan sekretaris Aldi membawa banyak makanan dan minuman.

__ADS_1


"Kakak, Mama bukan memborong. Tapi ini hanya cemilan dan minuman untuk sahabatmu dan Kenzo," jawab Ayla tidak terima dibilang memborong makanan.


"Kak, sudah biarkan apa kata mamamu. Kita tidak akan menang," sahut Rian tersenyum melihat kelakuan istrinya yang selalu baik dan bersikap sopan pada siapapun. Padahal sudah jelas jika sekarang mereka bukan berada di rumah, tapi lagi di rumah sakit. Bila ada kekurangan sambutan pada tamu, itu sudah hal wajar. Namanya juga bukan di rumah sendiri.


Percakapan Rian bersama anak dan istrinya, tentu menjadi sorotan bagi sahabat Kenzo apalagi mereka melihat Rian tersenyum. seakan habis melihat panorama langka. biasanya ketika berada di depan kamera pun Rian tidak pernah tersenyum seperti yang mereka lihat hari ini.


"Wah, kalian semua sudah datang," Ayla tidak menghiraukan godaan dari anak dan juga suaminya dia malah menyapa sahabat menantunya. tadi dia memang belum menyapa Andra dan teman-temannya karena Ayla dan sekretaris Aldi melewati jalur kearah kiri.


"Selamat sore, Tante," sapa mereka bergiliran menyalami tangan Ayla.


"Sore juga, Nak! Ayo kalian duduk lagi, sambil mengobrol, nikmat makanan dan minumannya. Biar tidak terlalu tegang," goda Ayla menyajikan langsung apa yang dibawa oleh pengawal dan juga Sekertaris Aldi.


"Iya Tente, terima kasih. Ternyata Tante bukan hanya cantik, tapi juga baik," puji Eel sangat kagum pada sosok Ayla. Ibu mertua sahabatnya.


"Ha... ha... jangan memuji Tante, nanti Om akan marah," Ayla yang memiliki sifat ceria sejak dulu, tentu tidak susah untuk bergaul dengan siapapun. Meskipun mereka baru bertemu, tapi karena keramahannya menjadi seperti sudah kenal lama.


"Gi, ayo sambil dinikmati, kalian tidak perlu takut. Kita tunggu teman-teman gue datang," ucap Arsya karena melihat Andra dan yang lainnya masih terlihat takut. Arsya tidak tahu saja jika yang membuat sahabat adik iparnya itu takut adalah karena pernah melakukan kesalahan kepada dirinya.


"Iya, santai aja, kita nggak apa-apa nunggu lebih lama lagi," jawab Hengki merasa lebih tidak enak lagi jadi merepotkan Nyonya Erlangga.


"Oh, itu bubur buat adikmu, diakan habis operasi, jadi harus makan- makanan yang lunak. Sore ini Mama belum sempat membuatnya sendiri," jawab Ayla sebelum ia menjerit kaget karena tidak melihat menantu dan princess nya.


"Astaga, Kak, Kedua adikmu mana?" tanyanya khawatir. Namun, sebelum Arsya menjawabnya, orang yang dibicarakan sudah keluar dari kamar mandi.


"Ini kenapa sudah berjalan sih! Seharusnya diam tidak boleh berjalan dulu, bagaimana bila jahitannya terbuka lagi," Ayla mengomel sambil berjalan mendekati Kenzo dan membantu menuntunnya. Padahal Kenzo tidak apa-apa, dia sudah baik-baik saja.


"Jangan heran, mama gue memang suka mengomel. Tapi dia bukan lagi marah," jelas Arsya, takut Andra dan yang lainnya salah paham. Namun, Arsya salah, justru para sahabat Kenzo merasa iri, karena sahabat mereka memiliki mertua sebauk Ayla.


"Ma, Kenzo tidak apa-apa," ucap Kenzo tidak enak untuk menolak saat di tuntun seperti orang lumpuh.


"Sudah diam, nanti bagaimana jika kamu terjatuh. Papa sama Kakak juga, kenapa malah dilihat aja, sih,"


"Ma, tadi Kakak sudah bantuin, tapi Ken nih yang nggak mau, dia yang harus dimarah," Arsya berdiri mendekati mamanya.


"Sudah, sudah! Nanti masalahnya tidak akan selesai," imbuh Rian masih dengan posisi duduk di sofa. "Ken, apa kamu sudah kuat untuk duduk?" tanya Rian ingin mulai membahas pertandingan.

__ADS_1


"Kuat, Pa, setelah diberi obat oleh dokter tadi sakitnya sudah hilang," jawab Kenzo merasa sudah sembuh.


"Baguslah, jika begitu ayo duduk di sini saja, atau kamu mau di atas ranjang?" tanya Rian lagi.


"Di sofa saja, biar enak bicaranya," Kenzo di tuntun lagi kearah sofa dekat sahabatnya.


"Kenapa kalian melihat gue seperti habis bertemu hantu?" tanya Kenzo menyergit heran. Apalagi Eel, biasanya sahabatnya itu paling rese diantara teman-temannya yang lain.


"Elo baik-baik aja, kan?" tanya Hengki berdiri membantu Kenzo duduk di sofa.


"Iya, gue nggak apa-apa," Kenzo duduk dengan pelan tidak asal seperti biasanya.


"Sayang istirahat saja, jangan kelelahan," ucap Kenzo melihat kearah Salsa yang diam disamping ibu mertuanya.


"Gila, Kenzo hebat banget. Dia manggil princess, dengan sebutan sayang. Gue melihat muka mertuanya aja sudah takut gini,"


Gumam Yogi mendengar Kenzo memanggil Salsa dengan sebutan sayang. Padahal ada Rian dan juga yang lainnya.


"Iya, adek tidur gih. Nanti jika kelelahan malah menjadi sakit," Arsya ikut menyuruh adiknya untuk istirahat, karena sejak Kenzo tertembak. Salsa belum ada tidur siang.


"Tapi Mama yang nemenin ya," kata Salsa menoleh kearah sang mama.


"Baiklah, ayo kita istirahat di kamar," Ayla merangkul sang putri masuk kedalam kamar untuk istirahat. Ruangan tersebut memang lengkap seperti hotel bintang lima.


*


Setelah kepergian Salsa dan mamanya.


"Jadi bagaimana keputusan Tim kalian? Kenzo sudah jelas tidak akan bisa mengikuti pertandingan dalam tahun ini," tanya Rian yang langsung membuat Kenzo menelan Saliva nya sendiri.


"Pa, kenapa lama sekali? Kan ini hanya operasi biasa? Seharusnya tidak sampai satu tahun. Paling juga dua atau tiga bulan" Kenzo langsung protes, karena sekarang saja dia merasa sudah sembuh.


"Tidak boleh membantah, ini keputusan Papa," jawab Rian tidak ingin menantunya sakit hanya karena sebuah pertandingan.


"Bagaimana? Jika kalian ingin pertandingan ini berlanjut, berarti harus bergabung dengan SMK Erlangga. Jangan menganggap Saya sebagai orang tua Arsya, tapi anggap sebagai pemilik yayasan pendidikan." karena semuanya hanya diam saja. Rian pun kembali bertanya dengan pertanyaan yang sama.

__ADS_1


...BERSAMBUNG......


__ADS_2