Pernikahan Salsa

Pernikahan Salsa
Princess gue.


__ADS_3

🥀🥀🥀🥀🥀


.


.


"Gue mau ngambil ponsel, sebentar tidak akan lama," kata Kenzo sambil berjalan kearah Sofa. Setelah mengambil ponsel miliknya, ia kembali lagi duduk di samping tempat Salsa berbaring.


"Buat apa ponsel, malam-malam begini? Lagian banyak petir, bahaya juga, Ken." kata Salsa yang tidak mengetahui kalau ponsel Kenzo offline sejak tadi pagi. Pemuda itu tidak ingin membuat Salsa kesal pada dirinya, karena bila ponselnya online, sudah pasti para sahabatnya akan sibuk bertanya mengapa dia tidak datang ke kafe tempat biasa mereka berkumpul.


Kenzo tersenyum dulu sebelum menjawab pertanyaan istrinya. "Gue mau lihat foto-foto kita tadi siang."


"Oh, gue kira---"


"Nggak, ponsel gue offline sejak kita mau berangkat ke sini. Gue nggak mau gara-gara ini ponsel, istri gue merajuk." jawab Kenzo menarik gemas pipi Salsa. Saat ini gadis itu berbaring dengan posisi miring kearah Kenzo, karena suaminya yang ingin Salsa melihat kearahnya.


"Ayo tidur, biar gue temani. Selagi hujannya baru turun." titah Kenzo mengelus penuh kasih sayang kepala istrinya.


"Lo sendiri nggak mau tidur?"


"Tidur, tapi nunggu Lo tidur duluan. Besok kita pagi-pagi pulangnya, karena gue mau ke perusahaan. Ada beberapa dokumen yang harus gue periksa." kata Kenzo baru ingat tadi siang, bahwa dia memiliki tugas untuk memeriksa pekerjaan penting.


Tidak banyak bertanya, Salsa mengangguk setuju dan mulai memejamkan matanya, karena Kenzo sudah mulai mengelus kepalanya agar istrinya bisa tidur dengan nyaman tanpa ada rasa takut. Jangan lupakan salah satu tangan Kenzo di genggam erat oleh Salsa. Itu karena dia takut ditinggal saat lagi tidur. Bila tidak hujan, mana mungkin Salsa seperti itu.


Sekitar dua puluh menit barulah Salsa tertidur, dan selama itu pulalah Kenzo mengelus kepalanya. Siapapun pasti tidak akan percaya bahwa di balik kesempurnaan yang Salsa miliki tersimpan ketakutan yang bisa saja diangap lelucon bagi sebagian orang.


Beruntunglah Salsa terlahir sebagai putri orang berada. Dia memiliki kakak yang siap siaga untuk dirinya.


"Tidur juga," kata Kenzo memperbaiki selimut Salsa. "Kasihan banget sih, harus ketakutan setiap kali mendengar hujan. Apa karena hal ini Arsya begitu menjaga Lo?" bertanya pada dirinya sendiri. Jujur saja Kenzo tidak tega melihat ketakutan Salsa, karena ia tahu itu bukanlah dibuat-buat. Istrinya memang sangat takut.


Cekrek!


Kenzo yang masih memegang ponsel, memotret istrinya yang lagi tertidur. Meskipun dari samping dan muka Salsa tidak terlihat begitu jelas, karena tertutup beberapa helai anak rambutnya. Tetap saja terlihat begitu cantik.


"Cantik banget sih, rasanya gue nggak rela Lo keluar rumah." pemuda itu tersenyum mengelus layar ponselnya.


Sekitar satu jam kemudian. Kenzo yang belum bisa tidur, karena biasanya selalu tidur di atas jam sepuluh malam. Menghidupkan data seluler ponselnya. Ratusan pesan dari via WhatsApp, Telegram dan berbagai macam panggilan, silih berganti masuk saat baru online.

__ADS_1


Namun, tidak ada yang Kenzo buka dan baca. Ia hanya membuka aplikasi Instagram yang diikuti oleh puluhan ribu followers. Lalu Kenzo meng-upload foto sang istri dan di bawahnya diberi ulasan.



"Princess gue, walaupun lagi tidur tetap aja cantik. I will take care of you."


Tulisnya pada foto tersebut. Kenzo sengaja mem-blur agar tidak ada yang melihat wajah asli istrinya. Ketahuilah, ini adalah pertama kalinya pemuda itu mengunggah postingan yang berbaur dengan seorang wanita. Biasanya Kenzo hanya mengepos kegiatan dia bersama para sahabat laki-lakinya. Foto Mia saja belum pernah dia posting seperti itu.


Begitu unggahan tersebut berhasil di upload. Ratusan like dan komentar langsung membanjiri postingannya. Namun, tidak ada yang Kenzo balas. Dia sengaja membuat status seperti itu agar para wanita yang mengejar dirinya di kampus maupun diluar kampus tidak menggangu ketentraman dirinya lagi. Sekarang Kenzo sudah memiliki kekasih halalnya yang merupakan istrinya sendiri.


"Wah, pacar atau istrinya, Kak?" komentar salah satu pengikut instagram Kenzo.


"Tega banget sih, gue nangis nih,"


"Itu foto gue kan, ya!"


"Kakak selingkuh?" ada juga yang berkomentar seperti itu.


"Buka telengram atau whatsapp, Ken." komentar beberapa sahabat dekatnya. Lalu Kenzo mengikuti permintaan tersebut.


Benar saja, ada beberapa pesan baru dikirim secara bersamaan oleh para sahabatnya.


💌 Eel : "Lo parah banget Men, terlihat lugu tau-taunya suhu." Kenzo membaca satu persatu pesan dari sahabatnya saja.


💌 Yogi : "Gimana rasanya, Ken? Agh! Bege Lo! Gue kan jadi pengen ngerasain juga." komentar Yogi membuat Kenzo tersenyum sendiri.


💌 Mia : "Ken, ponsel Lo kenapa nggak aktif? Lo baik-baik aja, 'kan?" tanya Mia yang hanya di baca oleh Kenzo.


💌 Hengki : "Ken, Lo lagi di hotel mana? Cewek mana yang Lo bawa? Bukan si Lala anak jurusan manajemen, Kan? Soalnya mirip sama dia?" Hengki ikut bertanya, karena jam sembilan malam mana ada mereka yang sudah tidur.


"Apa-apan sih," masih tersenyum lalu Kenzo menonaktifkan ponselnya. Ia sengaja tidak membalas pesan dari sahabatnya, karena bila dibalas urusannya jadi panjang, dan dia tidak bisa tidur malam ini. Sedangkan Kenzo ingin cepat-cepat berbaring sambil memeluk si princess.


"Princess gue nggak perlu dibawa ke hotel." ucap Kenzo sambil menarik Salsa kedalam pelukannya. Lalu tidak sampai lima belas menit Kenzo sudah tidur dengan nyenyak nya.


Tidak tahu gara-gara ungahan Kenzo membuat para sahabatnya tidak bisa tidur. Mereka bertukar pesan melalui grup chat Universitas Bima Sakti. Malam ini menjadi patah hati berjamaah bagi wanita yang tergila-gila pada Kenzo.


*

__ADS_1


*


Pagi pun tiba. Kenzo dan Salsa sudah bersiap-siap untuk pulang ke kota. Untuk saat ini cukup sudah liburan yang mereka lakukan. Walaupun cuma sehari semalam, tapi sudah menyatukan mereka sebagai pasangan kekasih. Meskipun aneh, sudah menikah tapi pacaran. Itulah uniknya hubungan mereka.


"Pak, Buk, terima kasih! Maaf kami berdua sudah merepotkan kalian." ucap Salsa menyalami tangan kedua pasangan paruh baya yang mengantar mereka sampai ke dekat mobil.


"Agh, apa yang Nona katakan. Ini memang pekerjaan kami. Kapanpun Nona dan Tuan Muda mau datang ke sini kasih kabar. Biar ibuk buatkan makanan kesukaan kalian." kata si ibuk penjaga Villa merasa tidak enak.


Bagaimana mungkin seorang majikan mencium tangan pembantunya. Tapi itu nyata, Princess Erlangga melakukan hal itu, sedari kecil memang seperti itulah didikan dari orang tuanya.


"Ayo masuk!" titah Kenzo yang sudah membuka pintu mobil dari tadi.


"Eum, thanks!" Salsa masuk dan memberikan senyuman kecil. Sekarang mereka pasangan kekasih, jadi dia tidak memperlihatkan wajah juteknya.


"Jika mengatuk, bilang ya." Kenzo mulai menjalankan kendaraan mewahnya. Sama seperti saat berangkat, pulang mereka juga di kawal oleh pengawal.


"Iya," jawab Salsa singkat. "Tadi malam Lo tidur jam berapa?" tanya nya lagi seraya memutar tubuhnya untuk melihat kearah Kenzo yang terlihat begitu tampan.


Entah mengapa, sedari baru bangun tidur Salsa begitu senang melihat wajah suaminya. Pagi ini dia baru sadar kalau Kenzo tampan, sama seperti kakak kesayangannya. Apakah itu karena dia sudah membuka pintu hatinya untuk Kenzo, atau memang baru menyadari.


"Sekitar jam sembilan, setelah hujannya berhenti." jawab Kenzo ikut melihat kearah istrinya. "Kenapa? Apa ada yang aneh?"


"Nggak, nggak ada! Bawa saja mobilnya dengan benar." Salsa yang kembali merasa gugup saat pandangan mata mereka bertemu. Kembali lagi melihat kedepan.


"Huem," Kenzo hanya mengiyakan. Dia mulai menambah kecepatan laju kendaraan mewahnya saat mobil tersebut memasuki jalan tol. Kali ini dia tidak sendirian yang ditingal tidur seperti kemarin saat berangkat.


Menjelang sampai ke tempat tujuan mereka terus saja bercerita. Terkadang Salsa yang menanyai apa yang tidak ketahui tentang suaminya, dan sebaliknya juga Kenzo ikut menanyakan istrinya. Sampai-sampai makanan kesukaan Salsa juga ia tanyakan.


Namanya juga orang baru pacaran Tentu akan mencari tahu apa yang disukai pasangannya masing-masing. Hal itulah yang lagi mereka lakukan.


BERSAMBUNG...


.


.


.

__ADS_1



__ADS_2