Pernikahan Salsa

Pernikahan Salsa
Gadis Di Balik Topeng.


__ADS_3

🥀🥀🥀🥀🥀


.


.


Siang bigitu cepat berlalu, malam yang di tunggu-tunggu oleh sebagian anak muda, sudah berganti malam. Saat ini Arsya dan kedua adiknya lagi makan malam bersama, sebelum pergi menghadiri undangan ulang tahun Lala.


"Kak, beneran nih mau datang sendiri nggak bawa pasangan?" tanya Salsa masih penasaran. Padahal sedari tadi siang dia sudah bertanya berulangkali.


"Ya benarlah, nggak percaya banget," jawab Arsya setelah menghabiskan makanan didalam piringnya. Kebiasaan keluarga mereka memang seperti itu, boleh pergi kemanapun tapi jangan pernah lupa untuk makan lebih dulu. Semua peraturan tersebut terjadi karena saat masih kecil Arsya dan Salsa selalu bermain di rumah Nando atau juga di rumah kakek neneknya. jadi agar kedua anaknya bisa makan dengan teratur, Ayla membuat aturan seperti itu, dan akhirnya terbawa sampai kedua anaknya dewasa.


"kirain kakak mau sama teman wanita kakak, atau siapa saja." kata Salsa juga sudah selesai menghabiskan makanan di dalam piring nya.


Sedangkan kenzo sudah selesai paling duluan diantara mereka bertiga. Ya, bertiga! karena kedua orang tua mereka lagi tidak ada di rumah.


"Nanti jika mau pulang bareng, Lo kirim pesan saja." ucap Kenzo yang sejak tadi hanya diam saja menyimak percakapan dua saudara kembar tersebut.


"Eum... iya! Tapi kata papa kita disuruh nginap aja, jika acaranya selesai sudah larut malam. Tidak usah pulang, papa khawatir kita mengantuk saat membawa mobil." jawab Arsya yang sudah dipesani oleh papanya.


"Besok kan libur, jadi Salsa yang memutuskan, kalau malam ini kita semua menginap di hotel papa." sambung Salsa memutuskan sendiri tanpa persetujuan Kenzo maupun Arsya.


"Tapikan, jika kita mengantuk saja. Kalau masih sanggup untuk membawa mobil mau pulang ke rumah juga tidak masalah." sahut Kenzo yang sudah sering pulang tengah malam.


"Sudahlah Ken, ayo kita berangkat sekarang. Jika princess sudah mengambil keputusan kita bisa apa." kata Arsya berdiri lebih dulu sambil tersenyum kearah adiknya.


"Ha... ha... kan yang menjadi princess nya memang Salsa. Jadi kalian berdua harus sertuju." ujar Salsa malah tertawa mengikuti kakak dan suaminya berjalan menuju ke garasi mobil mereka.


"Perhatikan saat melangkah, jangan tertawa saja, nanti malah jatuh." kata Kenzo yang mengandeng tangan istrinya.


Sekarang Arsya sudah bisa menerima adik yang dia sayangi menikah. Jadi sudah mulai bisa menerima Kenzo sebagai adik iparnya. apalagi sekarang, kenzo juga sudah menunjukan bahwa dirinya menyayangi Salsa. Maka Arsya pun bertambah lega mempercayakan sang adik pada suaminya sendiri.


Tiba di garasi.


"Oya, kalian jalan duluan, nanti kakak akan menyusul belakangan agar tidak ada yang curiga melihat kita yang datang bersama." ucap Arsya sebelum masuk kedalam mobilnya sendiri.


Tadi sambil makan, mereka juga sudah membahas jika ditempat acara nanti tidak akan saling mengenal, terutama Salsa. Sebab jika Arsya dan Kenzo sudah saling kenal. Tidak akan menjadi masalah bila mengobrol hal biasa.


"Iya, Lo hati-hati." jawab kenzo setuju, karena apa yang dikatakan kakak iparnya memang benar. Saat itu saja teman-temannya juga pernah menanyakan kedatangan mereka yang serempak. Apalagi malam ini Kenzo datang tidak sendiri, tapi bersama sang istri yang masih dikira oleh sahabatnya cuma sebagian kekasih saja.


"Eum! Kalian juga hati-hati," jawab Arsya langsung masuk ke mobilnya.


"Ayo masuk!" titah kenzo pada istrinya yang diam berdiri melihat kakaknya yang sudah mulai menjalankan kendaran dengan pelan dan meninggalkan mereka berdua.

__ADS_1


"Iya," Salsa menjawab singkat. Lalu dia masuk, sesuai perintah suaminya.


"Kenapa? Apa ada yang sakit?" tanya kenzo khawatir. sambil tangannya ia tepelkan pada kening sang istri. Takutnya mendadak Salsa deman. "Sa, Lo deman, atau ada yang sakit? Jika ada yang tidak enak, kita nggak usah berangkat." tanya Kenzo yang tidak ingin istrinya kenapa-kenapa.


"Gue baik-baik, Ken! Ayo jalan!" jawab Salsa tersenyum, karena melihat rasa khawatir di wajah suaminya.


"Benar nih, tidak apa-apa?" Kenzo kembali memastikan sambil memasang sabuk pengaman pada tubuh dia sendiri dan berlanjut pada tubuh istrinya juga.


"Huem, benar! Gue baik-baik aja, By." jawab Salsa mengoda suaminya dengan memanggil By yang berarti singkat dari Huby.


Cup!


"Jangan mengoda gue, nanti kita malah tidak jadi berangkat." ucap Kenzo mengecup bibir Salsa sekilas dan menarik gemas hidung mancung istri cantiknya.


"Gue nggak lagi mengoda, Ken." elak Salsa semakin tersenyum. Entah apa yang sedang dia rencanakan malam ini. Sehingga memanggil Kenzo dengan sebutan kesayangan. Bahkan saat Kenzo mengecup bibirnya dia juga masih tersenyum.


"Baiklah kalau Lo nggak apa-apa, kita berangkat sekarang. Untung pestanya memakai topeng. Kalau nggak, gue gak akan rela orang lain melihat princess gue," keluh Kenzo mulai menyalakan mesin mobilnya dan tidak menghiraukan perkataan Salsa yang semakin menggodanya.


Dengan perlahan Kenzo pun menjalankan mobil Lamborghini miliknya yang hanya berbeda warna dengan mobil Arsya, si kakak ipar yang saat ini sudah ia panggil kakak. Sama seperti Salsa memanggil kakak juga.


Begitu tiba di jalan raya yang mulai ramai. Kenzo menambah laju kendaraan tersebut, karena takut bila jalanan semakin macet, karena malam Minggu bisanya seperti itu.


Tidak jauh dari mobil mereka ada mobil Arsya dan para pengawal Erlangga yang Rian tugaskan menjaga ke tiga anaknya. Sekarang bukan hanya si kembar saja yang harus ia jaga. Akan tetapi juga Kenzo, karena pemuda itu sudah menjadi menantunya.


"Agh, setiap nelepon gue, Key juga bertanya kapan kita ke sana." jawab Salsa tersenyum. "Tua banget ya, gue tiba-tiba sudah punya adek ipar aja. Padahal sekolah SMK aja belum lulus." kata Salsa malah tertawa sendiri, karena tidak disangka-sangka dirinya menikah di umurnya yang baru saja menginjak delapan belas tahun.


Lebih parahnya lagi, menikah bukan karena saling mencintai atau pun gara-gara di jodohkan oleh orang tua. Tapi karena jebakan, musuh keluarganya yang memaksa Salsa dan Kenzo harus menikah. Pada esok harinya.


Mamanya dulu, juga menikah karena terpaksa. Perjodohan yang dibuat oleh kakek dan opanya. Tapi meskipun begitu, pernikahan mamanya jauh lebih mewah daripada dirinya. Begitu juga dengan umur, pada saat di jodohkan. Umur Ayla sudah dua puluh dua tahun.


"Tua juga tetap cantik," puji Kenzo tersenyum dan langsung menggenggam tangan Salsa dengan lembut.


Cup!


Kenzo mengecup tangan istrinya, lalu ia bertanya. " Apa Lo menyesal jadi istri gue?" tanya Kenzo dengan serius. Untungnya saat ini mobil mewah tersebut lagi berhenti karena sedang lampu merah. "Sa, apa Lo menyesal?" ulangnya lagi.


"Eum... sepertinya tidak," jawab Salsa yakin. "Lampunya sudah hijau, ayo jalan." tunjuk gadis itu karena sudah ada beberapa kendaraan lain membunyikan klakson mobilnya, agar mobil Kenzo segera jalan.


"Thanks! Nanti, dilain waktu kita bicarakan lagi," ujar Kenzo tersenyum tampan, yang mampu menggetarkan kembali jantung Salsa.


Si princess Erlangga tidak menjawab. Tapi dia malah membuang arah pandang matanya ke samping jendela. Salsa tidak mau Kenzo melihat dirinya lagi tersenyum bahagia.


Jujur saja, untuk saat ini Salsa merasa bahagia bisa menikah dengan Kenzo, karena pemuda tersebut masih menjaga kehormatannya. Coba bila itu pemuda lain, dalam waktu dua Minggu saja. Bisa di pastikan Salsa tidak sanggup berjalan dan sudah hamil dibuatnya, karena apa? Karena laki-laki mana yang sanggup menghadapi kemolekan tubuh indah si princess.

__ADS_1


Kurang lebih dua puluh menit. Mereka sudah sampai di hotel keluarga Erlangga. Sebelum keluar dari mobil, barulah Salsa memakai topeng nya yang di bantu oleh suaminya.


"Lo nggak mau pakai topeng?" tanya Salsa karena Kenzo malah mengecek ponselnya.


"Nggak, Lo aja yang pakai. Lagian laki-laki sangat jarang mau memakai topeng, Lo lihat saja Nanti." jawab Kenzo menyimpan kembali ponselnya kedalam saku jas yang ia pakai.


Malam ini Kenzo memang mengenakan jas yang satu paket dengan gaun Salsa. Jadi bila sempat ada yang melihat wajah cantik di balik topeng milik Salsa. Pasti akan banyak yang kecewa dan patah hati, karena diantara keduanya tidak mungkin mau menoleh kearah lain lagi. Sebab mereka telah memiliki pasangan yang begitu sempurna.


"Ayo kita turun, teman-teman gue sudah menunggu kita," kata Kenzo menarik kunci mobilnya.


"Baiklah, ayo kita turun. Gue penasaran sama sohib-sohib, Lo." ujar Salsa setuju.


Baru saja mereka Kenzo turun dari mobil. pandangan tamu undangan yang merupakan sahabat satu kampusnya, sudah mengarah pada Kenzo. Tapi dia cuek saja, seakan tak melihat dan berjalan memutari mobil untuk membuka pintu kendaran tersebut karena istrinya masih di dalam.


"Jangan pernah melepaskan tangan gue," pesan Kenzo kala dia menyambut tangan istrinya turun dari mobil.


"Asiap! Eh, ngomong-ngomong Lo mau dipanggil Huby atau kakak nih?" bisik Salsa yang sudah bergelayut manja pada lengan Kenzo. Yaitu kekasih halalnya.


"Hubyy lah, masak kakak. kakak itu Kak Arsya." jawab Kenzo ikut berbisik. Sehingga jeritan para gadis tidak bisa di hindari lagi. Mereka adalah para wanita yang tergila-gila pada sosok Kenzo.


"Wah, wah! Nyesal banget gue datang ke sini. Bila harus melihat pujaan hati gue mengandeng gadis lain." ucap salah satu siswi.


"Apalagi gue, sumpah rasanya tu sia-sia aja dandan secantik ini," keluh wanita lainnya lagi.


Masih banyak lagi ratapan dari mahasiswi Universitas Bima Sakti. Malam ini mereka semuanya berlomba-lomba tampil cantik demi bisa dekat dengan Kenzo. Namun, baru saja datang, sudah di suguhkan pemandangan yang membuat sakit hati. Luka tak berdarah.


"Gue yakin tu cewek pasti kecantikannya masih kalah jauh dari si Lala dan Mia." ada juga yang mencibir tidak suka. Tujuan mereka sudah pasti membuat Salsa menjadi tidak nyaman.


"Lo benar banget, biasanya. Bila cowoknya tampan seperti Kenzo. Pasti dapat pacarnya biasa saja, alias jelek." kata beberapa orang wanita yang kebetulan tidak jauh dari Kenzo dan Salsa yang terus berjalan menuju tempat Lala.


"Jangan dengerin apa kata mereka ya, karena bagi gue Lo adalah segalanya." ucap Kenzo yang merasa jika Salsa semakin mengeratkan genggaman tangan mereka.


"Oke, By. Gue nggak kenapa-kenapa jika mendengar hal seperti itu," jawab Salsa mencoba untuk tenang dan rileks.


"Buset! woi lihat siapa yang datang," seru Eel saat matanya melihat kedatangan Kenzo bersama kekasihnya, karena seperti itulah yang mereka ketahui.


"Anjir, ternyata dia benar membawa pacarnya. Gue kira kemaren cuma bohongan." ucap Yogi terpana melihat gadis yang digandeng oleh sahabatnya. Walaupun wajah Salsa tertutup oleh topeng, tetap saja mereka bisa mengetahui jika gadis tersebut sangatlah cantik.


*BERSAMBUNG*...


.


.

__ADS_1



__ADS_2