Pernikahan Salsa

Pernikahan Salsa
Salah Memilih Lawan.


__ADS_3

🥀🥀🥀🥀🥀


.


.


Didalam kamar mandi Mia lagi menangis seorang diri, dia benar-benar tidak suka melihat kemesraan Kenzo dan istrinya.


Istri? Ya, Mia mengetahui bahwa gadis yang bernam Bila pasti istri, bukan hanya sekedar kekasih sahabatnya saja. Apalagi tadi Bila atau Salsa, tidak malu sama sekali jika mereke pernah tidur di Villa. Bukan, bukan hanya itu saja yang membuat Mia sakit hati dan cemburu. Tapi perkataan Bila yang mengatakan jika saat setelah mereka melakukan! Hubungan yang ada adegan di atas ranjang.


Mia bukanlah gadis polos, selain umurnya yang jauh lebih dewasa dari Salsa. Dia adalah mahasiswi jurusan desain yang sangat pintar. Jadi mana mungkin Mia tidak mengerti perkataan Bila. Walaupun ucapan tersebut sengaja tidak dilanjutkan lagi.


"Aaaggkh!" jerit Mia yang merosot duduk didepan pintu kamar mandi. Untung saja di dalam sana hanya ada dia seorang diri, karena yang lainnya pasti lagi berkumpul di blorum hotel tempat acara inti lagi berlangsung.


"Brengsek! Bila... gue nggak akan membiarkan kalian bersatu, karena Kenzo hanya milik gue dari dulu sampai sekarang." umpat Mia menggebu-gebu. "Akan gue buat Kenzo malu sudah memilih gadis miskin seperti Lo, Bil." seru Mia menyeka air matanya sendiri.


Lalu dia kembali berdiri dan membasuh wajahnya yang sudah acak-acakan.


"Nggak, nggak! gue tidak boleh seperti ini, yang ada si Bila semakin dekat sama Kenzo." gumam Mia dengan suara cukup keras. "Gue harus bisa ngalahin tu bocah ingusan yang kegate lan, pasti dia merayu Kenzo dengan tubuhnya yang murahan." mungkin bila Kenzo bertemu Mia lagi mengumpat kasar dan memaki orang yang baru dia kenali. Maka Kenzo pasti tidak akan percaya bahwa itu adalah Mia sahabatnya. Sebab selama mereka bersahabat, wanita itu selalu bersikap lemah lembut dan feminim di hadapannya.


Tidak tahunya, dibalik sikap baiknya itu, ada sosok Mia yang memiliki tempramental sama seperti para gadis di luar sana.


"Tunggu, tunggu! Brengsek! Ternyata dugaan gue memang benar, pasti si Bila yang sudah menjebak Kenzo, lalu minta dinikahi. Padahal sudah jelas dia masih SMA. Berarti dia lebih buruk dari yang gue pikirkan." sambil merias kembali wajahnya Mia sibuk menduga-duga siapa gadis yang bernama Bila itu sebenarnya.

__ADS_1


Andai dia mengetahui, jika Bila itu adalah nama ujungnya saja, karena nama sebenarnya adalah Salsabila Erlangga.


"Gue sangat yakin, kalau Bila itu sebetulnya hanyalah seorang pe l4 cur yang biasa menjual tubuhnya sama om-om. Lalu ketika bertemu Kenzo, dia langsung melakukan jebakan yang mengharuskan mereka menikah. Gue masih ingat waktu itu Kenzo bilang pernikahan nya terjadi karena ada hal yang tak terduga." bila seseorang tidak menyukai kita, maka segala pikiran buruk itu akan datang dengan sendirinya. Hal seperti itulah, yang terjadi saat ini.


Setelah merasa lebih baik dan dandanannya sudah kembali cantik seperti semula, Mia pun keluar dari toilet dengan rencana liciknya. Sebuah rencana yang mungkin saja bisa menyudutkan dirinya sendiri, karena untuk menyentuh Salsabila, dia harus melawan pasukan khusus Erlangga dan juga pasukan dari Ridwan kakeknya, yang saat ini sudah dikendalikan oleh adik mamanya bernama Varo Alamsyah.


Rasanya sangat tidak mungkin rencananya bisa berhasil. Bila tidak ada pihak lain yang membantunya ataupun ada pengawal yang berkhianat.


Begitu Mia keluar, ternyata pemotongan kue dan beberapa acara lainnya baru saja selesai. Tapi acaranya justru semakin meriah, karena ada beberapa sahabat Lala menyumbangkan lagu untuknya. Lalu Mia pun kembali bergabung bersama para sahabatanya sama seperti tadi.


Namun, sebelum ikut bergabung. Mia memanggil seorang pegawai laki-laki yang sejak tadi bertugas mengantarkan minuman untu para tamu undangan. Setelah membisikan sesuatu dan memberikan uang tips. Mia tersenyum menyeringai.


"Mi, Lo sudah datang?" ucap Andra dan Kenzo serempak.


Setelah itu Mia ikut melihat ke depan, sama seperti yang lainnya.


Terlihat di atas panggung ada Arsya sebagai penganti papanya. Namun, ada yang berbeda. Arsya datang bersama seorang gadis. Hal itu tentu membuat Salsa terus menatap kearah sang kakak yang terlihat begitu tampan, sama seperti suaminya.


Selain Kenzo, mereka yang mengenal Arsya saat pertandingan. Mengira jika gadis yang bersama Arsya di atas panggung adalah Salsa adik kembarnya. Padahal orang yang mereka cari ada bersama mereka sejak tadi.


"Wah, gila habis tu calon kakak ipar, ternyata selain Kapten Basket, dia juga bisa bernyanyi." seru Hengki saat mendengar MC mengatakan kalau putra pemilik hotel tempat acara dilaksanakan akan menyanyikan sebuah lagu, atas permintaan yang lagi berulang tahun.


"Punya kakak ipar seperti Arsya, harus jago bermain Basket seperti dirinya, biar nggak malu-malu banget." timpal Eel ikut kagum pada kehebatan Arsya yang adiknya mereka sukai.

__ADS_1


"Baiklah... atas permintaan nona Lala dan juga Tuan Muda Arsya. Nona yang duduk di bangku nomor empat belas, agar naik ke atas panggung." ucap si MC yang hanya menjalankan sesuai permintaan pemilik acaranya saja.


"Eh, ini si MC lagi nggak bercanda, 'kan?" tanya Yogi pada para sahabatnya , karena yang duduk di meja nomor empat belas adalah mereka.


"Mana gue tahu, selain Mia dan Bila tidak ada gadis lain lagi di sini," jawab Eel mengerdik kan bahunya ke atas. Pertanda, bahwa dirinya juga tidak tahu.


"Eh, bukan gue ya, gue mana bisa bernyanyi. Coba kalian lihat, si Lala menunjuk kearah BIla, bukan kearah gue,"


"Kepada Nona Bila, untuk menyumbangkan sebuah lagu bersama Tuan Muda Arsya." pinta pembawa acara itu mengulangi ucapannya.


"Eh, benar nomor meja kita," kata Hengki sampai berdiri melihat nomor meja mereka. Padahal sudah jelas, si MC atau pembawa acara menyebutkan nama Bila.


"Waduh, Ken... tolong maafin calon kakak ipar gue ya!" seloroh Eel meminta maaf, seolah dia memang calon adik ipar Arsya.


"Ken, jika Lo mau marah sma Arsya, nanti aja ya, saat pertandingan kita dua Minggu lagi. Mungkin ini ulah Lala yang masih kecewa Lo tolak terus," sambung Yogi menyabar kan Kenzo, agar tidak cemburu karena kekasihnya si Bila atau alias Salsa. Diajak bernyanyi di atas panggung oleh rival mereka.


"Wah, Bil, ayo cepat naik! Jangan sampai Tuan Muda Arsya marah. Dia anak pemilik hotel ini," ujar Mia tersenyum penuh arti, karena semua itu adalah ulah dirinya yang meminta si pegawai hotel untuk mengatakan pada Lala bahwa Bila atau Salsa ingin menyumbangkan lagu bersama Arsya.


"Gue jadi deg, degan, nih. Bagaimana kalau Lo aja yang gantiin gue, Mi." tawar Salsa dengan wajah cemasnya.


"Nggak boleh gitu, Lo harus menghargai permintaan Lala, dia lagi berulang tahun, jadi anggap saja Lo memberi dia hadiah tambahan." jawab Mia tersenyum di ujung sudut bibirnya.


BERSAMBUNG...

__ADS_1


__ADS_2