Pernikahan Salsa

Pernikahan Salsa
Kekecewaan Kenzo.


__ADS_3

🥀🥀🥀🥀🥀🥀


.


.


"Hengki, gue nggak bisa main, kalian pikirkan saja terlebih dahulu." ucap Kenzo karena melihat teman-temannya diam tidak bicara apa-apa.


"Kalau gue sih mau aja, daripada Tim kita gugur," jawab Andra telah memikirkan semuanya sejak dalam perjalanan.


"Kalian bagaimana?" Kenzo kembali melihat teman-temannya yang lain.


"Heum! Kalian bicarakan saja terlebih dahulu. Papa dan Arsya akan keluar sebentar," Rian yang mengerti jika sahabat menantunya mungkin merasa malu mengambil keputusan dihadapannya, memilih untuk keluar bersama putranya.


"Kak, ayo ikut Papa," ajak Rian mengulurkan tangannya untuk membantu Arsya berdiri. Perlakuan ayah dua anak itu, jelas kembali menjadi perhatian. Andra dan yang lainnya, terkecuali Kenzo. Sebab dia sudah biasa melihat ayah mertuanya bersikap romantis pada anak-anaknya, termasuk pada Kenzo sendiri.


"Gue keluar dulu ya," pamit Arsya mengikuti sang papa. Namun, baru saja dia berjalan beberapa langkah. Kenzo memangil dirinya.


"Kak, lain kali Kakak yang harus membantu pacarnya berdiri dari sofa. Bukannya papa lagi dan lagi," goda Kenzo yang akhir-akhir ini sangat sering menggoda kakak iparnya.


"Apa! Wah belum juga sembuh sudah ngajak war," jawab Arsya berpura-pura marah.


"Ha... ha... sudah, ayo kita keluar. Jangan tersinggung, karena apa yang dikatakan adikmu memang benar," Rian tertawa bukan tersenyum lagi sambil merangkul putra sulungnya keluar dari ruangan tersebut.


"Ken,"


"Huem, apa?" tanya Kenzo melihat kearah Eel.


"Gue mau nanya ni," jawabnya meringsek pindah duduk disebelah Kenzo. "Jika lagi di rumah, mertua Elo sama Arsya seperti sekarang?"


"Memangnya mau seperti apa lagi?" bukannya menjawab. Akan tetapi Kenzo kembali melemparkan pertanyaan.


"Kenzo, maksudnya Eel, mertua Elo nggak seseram seperti di depan siaran televisi. Itu tadi dia tersenyum dan bahkan barusan juga tertawa," jelas Andra lebih paham maksud perkataan Eel.


"Iya, papa mertua gue orangnya memang aslinya ramah dan baik, nggak sama ketika dia lagi berada diluar. Jujur aja waktu baru awal-awal menikah, gue sempat takut sama dia," ungkap Kenzo jujur, jika dulu diapun sama takutnya.

__ADS_1


"Elo juga manggil Arsya kakak, sejak kapan Lo jadi adek ipar yang baik?" Eel bertanya tapi sebetulnya dia lagi menggoda sahabatnya, karena setelah dia berkata seperti itu, para sahabatnya yang lain menjadi tertawa.


"Ya... mungkin sejak gue jatuh cinta sama princess kali ya, soalnya gue takut banget kehilangan istri gue," jawab Kenzo mengakui bahwa dia menyukai sang istri.


Mereka yang ditinggal oleh Rian, bukannya langsung mengambil keputusan buat buat pertandingan. Tapi malah membicarakan hal lainnya.


"Wajarlah Elo takut kehilangan, istri sudah cantik. Mana keluarganya baik banget. Gue juga akan melakukan hal yang sama kalau begitu," sahut Yogi begitu kagum ibu mertua Kenzo baik dan tidak sombong. Biasanya kebanyakan nyonya-nyonya kaya seumuran Ayla kebanyakan cuek pada sahabat anaknya. Apalagi hanya teman menantu. Akan tetapi Ayla sangat berbeda dari yang lainnya.


"Mereka memang baik, makanya gue lebih baik memilih menjaga hubungan gue, daripada bersahabat sama Mia," saat menyebutkan nama Mia, suara Kenzo begitu sendu. Sejahat apapun, gadis tersebut tetaplah pernah menjadi sahabat baiknya selama puluhan tahun. Meskipun mereka sudah berjauhan tapi hubungan keduanya tetap terjalin baik. Sekarang Mia berada dalam tahanan, semua itu gara-gara ingin merebutnya dari Salsa. Sudah jelas Kenzo merasa bersalah.


"Sudahlah, nggak usah dipikirin dan merasa bersalah, Ken. Elo nggak salah, semua ini salah Mia sendiri. Lagian bokap dia juga ikut berbuat jahat juga. Seharusnya sebagai orang tua menasehati anaknya, bukannya malah bekerja sama untuk berbuat pidana berjamaah," ujar Andra menepuk pelan pundak Kenzo. Tadi Sekertaris Aldi sudah menjelaskan pada mereka jika Kenzo terkena musibah karena ulah Mia yang bekerjasama dengan musuh Erlangga.


"Gue nggak apa-apa, cuma merasa bersalah karena seharusnya gue nggak bersahabat dengan dia," Kenzo tersenyum kecil. Menunjukkan bahwa dia baik-baik saja.


"Jadi bagaimana, kalian mau ikut turnamen ini tanpa gue. Atau tetap main, tapi sama Tim Erlangga?" tanya Kenzo mulai membahas masalah pertandingan.


"Kalau gue sih milih gabung aja, tapi yang menjadi pertanyaan sekarang adalah, apakah Arsya dan Timnya mau bersatu sama kita?" ucap Hengki ragu.


"Ck, kalian ini, jika tidak mau bergabung, tentu mertua gue nggak akan repot-repot mengutus Om Aldi untuk menemui Tim penyelenggara," decak Kenzo.


"Bermain curang! Kapan?" Kenzo agak menegakkan tubuhnya menunggu jawaban dengan serius.


"Eum... Andra, bantu jelasin," cicit Eel bingung mau menjelaskannya. Demi apapun hari ini Eel mengutuk mulutnya yang asal bicara. Sehingga Kenzo mengetahui apa yang mereka lakukan pada Tim Kenzo.


"Huh!" Andra dan yang lainnya menarik nafas panjang agar tidak melempar Eel ke ibu-ibu kaum rebahan.


"Eel, sumpah gue pengen banget mukul Elo," geram Andra karena sekarang Kenzo menatap tajam kearah dirinya. Jelas saja sahabatnya akan marah, sebab sudah berulang kali dia mengajak Kenzo bermain curang. Lebih parahnya lagi, Andar juga pernah ingin merusak mobil milik Arsya.


"Cepat jelasin! Sebelum mertua gue masuk," seru Kenzo terlihat sangat marah. Tidak menyangka bahwa para sahabat baiknya melakukan perbuatan-perbuatan demikian dibelakang nya. Kenzo kecewa merasa di khianati oleh Timnya sendiri.


"Ken... Eum dengerin dulu, kita memang pernah bermain curang. Gue bayar seseorang buat menabung bedak yang bisa membuat alergi. Tepatnya pertandingan kedua kita sama Tim Arsya. Tapi semuanya gagal, ada orang yang melindungi Arsya sehingga tidak terjadi apa-apa." papar Andra mengakui semuanya.


"Kalau Elo nggak percaya tanya aja sama mereka semua," lanjut Andra karena melihat Kenzo hanya diam.


"Iya Ken, Andra benar! Maaf, kita nggak bermaksud bohongin Elo, tapi---"

__ADS_1


"Tapi kalian bikin gue kecewa! Apa kalian ragu sama kemampuan kita sendiri, apa kalian tidak percaya pada gue sebagai ketua Tim?" sela Kenzo benar-benar kesal.


"Ken, Elo salah! Kita semua percaya sama Elo, tapi... jujur kami hanya ragu pada kemampuan pemain kita. Elo tahu sendiri seperti apa hebatnya pemain Arsya," kata Yogi merasa bersalah harus berbuat seperti itu.


"Benar Ken, kita nggak mengkhianati Elo, tapi benar kata Yogi, kami ragu setelah menyaksikan kehebatan Arsya," timpal Hengki sama merasa bersalahnya.


"Iya, benar Ken, jujur gue yang ngajak mereka semua buat melakukan kecurangan. Semua itu karena gue takut kalah dan kesal karena Arsya gue dikeluarin saat pertandingan pertama kita," jujur Andra mengakui bahwa dia sakit hati.


"Tapi Elo tahu kan kenapa Arsya melakukan itu semua? Mana mungkin dia marah dan bertindak demikian kalau Elo nggak nyenggol dia lebih dulu," seru Kenzo semakin marah setelah mendengar pengakuan Andra. Padahal sudah jelas Tim mereka yang salah.


"Iya, gue tahu, gue menyesal juga setelah melakukannya. Maaf, sudah membuat Elo kecewa. Tapi gue berjanji tidak akan melakukan hal seperti itu lagi," Andra terlihat menunduk dan menyesali perbuatannya.


"Apapun alasannya, gue kecewa sama kalian semua. Terutama Elo Andra," jawab Kenzo tidak pernah menutupi apapun bila itu masalah Tim mereka.


"Jika kalian semua ragu pada diri sendiri, bagaimana kita bisa menang. Lalu apa gunanya kita berlatih hampir setiap malam? Meskipun gue lelah pulang dari perusahaan dan harus ninggalin Salsa sendirian di rumah, gue paksain. Tapi kalian semua malah seperti ini. Benar-benar bikin gue kecewa tahu nggak," Kenzo mengusap wajahnya, seraya memijit pelipisnya yang terasa pusing. Pemuda itu baru saja menjalani operasi tadi siang, tapi hanya beberapa jam setelahnya sudah duduk seakan tidak terjadi apa-apa. Mungkin bila bukan di Dunia halu tidak akan ada yang seperti itu.


"Kenzo, gue sebagai wakil Tim minta maaf baget. Gue berjanji hal seperti ini tidak akan pernah terjadi lagi," kata Hengki meminta maaf atas kesalahan Tim nya.


"Huem, gue maafin," jawab Kenzo mengangkat kepalanya yang tadi menunduk. "Tapi gue keluar dari Tim, kalian pilih saja siapa yang akan menjadi ketuanya yang baru. Jika kalian setuju ada Andra sebagai penganti gue,"


"Apa! Kenzo, nggak gini caranya. Elo nggak boleh berhenti dari Tim kita," sela Andra tidak setuju. Bukan seperti ini yang ia inginkan.


"Ken, tolong jangan seperti ini, Kami semua minta maaf. Tapi tolong jangan keluar dari Tim Bima Sakti," imbuh Yogi berusaha membujuk Kenzo agar membatalkan niatnya keluar dari Tim mereka.


"Men, tolong jangan seperti ini. Kami semua minta maaf dan berjanji tidak akan melakukan kesalahan seperti itu lagi," ucap Hengki, dia juga tidak mau bila Kenzo keluar dari Tim mereka. Walaupun baru dua tahun Kenzo memimpin mereka, tapi begitu banyak kemenangan yang mereka raih. Hanya berhadapan Tim Arsya saja mereka kalah. Sebab Tim SMK Erlangga memang sama hebatnya. Jadi sangat susah untuk ditaklukkan.


"Maaf gue nggak bisa," putus Kenzo tidak bisa di ganggu gugatan.


"Kenzo, jika Elo kecewa sama gue, tolong jangan bawa-bawa mereka. Tim kita hanya mengikuti ajakan gue. Jadi Elo tetap memimpin mereka dan biar gue yang akan keluar. Tapi gue mohon Elo tetap bawa nama Universitas Bima Sakti maju seperti biasanya," imbuh Andra menyadari kesalahannya dan mengundurkan diri dari Tim. Sebab ia sadar juga sebatas apa kemampuannya dalam bermain. Bila dibandingkan dengan Kenzo, tentu tidak ada apa-apanya.


"Enggak Dra, gue yang akan mundur, pertama-tama karena keadaan gue. Kalian mendengar sendiri kan apa kata papa Rian tadi. Gue dilarang bermain selama satu tahun." jawab Kenzo berhenti sesaat, sebelum kembali berkata.


"Keduanya, kita sudah tidak satu jalan lagi. Jadi untuk kedepannya nanti pasti tidak akan sama seperti biasanya. Pasti akan ada permasalahan, karena kalian pernah mengecewakan gue. Jadi cukup Tim Basket saja yang bubar, bukan persahabatan kita," papar Kenzo tidak ingin meneruskan lagi menjadi pemimpin Tim Basket.


...BERSAMBUNG... ...

__ADS_1


__ADS_2