Pernikahan Salsa

Pernikahan Salsa
Memaksakan senyum. ( Mia)


__ADS_3

🥀🥀🥀🥀🥀


.


.


Setibanya di kantin. Kenzo langsung memesan makanan untuk dirinya sendiri, karena tidak tahu para sahabatnya ingin makan dan minuman apa. Lagian jika dipesankan bukan satu orang, akan tetapi ada empat orang.


"Buru-buru banget, Lo mau pergi kemana?" tanya Andra duduk disebelah Kenzo diikuti oleh Yogi, karena makanan untuk dirinya sudah dipesankan oleh Hengki dan Eel.


"Nggak kemana-mana, jika kita kelamaan, malah kantin bertambah penuh." jawab Kenzo asal. Andra dan Yogi yang mendengar hanya tersenyum menyeringai karena sifat Kenzo benar-benar berubah. Biasanya Kenzo tidak pernah memperhatikan kantin mau penuh, ataupun tidak.


"Ini punya Lo, Ndra. Ayo habisin, setelah itu kita bahas masalah barang bukti tadi malam." seru Eel memberikan semangkuk Mie ayam dan jus Jeruk.


"Thanks," Andra menerimanya dan mulai memakannya, sesuai perkataan Eel. Mereka semua sudah sangat penasaran, gadis mana yang berhasil memikat Kenzo. Bahkan sampai naik keatas tempat tidur, itulah yang mereka ketahui.


"Memangnya ada barang bukti apa?" tanya Kenzo menatap Eel penuh tanda tanya.


"Ada deh, nanti Lo juga akan tahu sendiri." tidak perduli Kenzo mendesak dirinya. Eel langsung saja menghabiskan pesanan mereka lebih dulu. Agar bisa bertanya bisa lebih santai.


"Buset, ini princess kenapa bertambah cantik aja sih? Padahal baru tadi malam gue nggak intip postingannya." seru Yogi heboh, pemuda itu memang selalu membuka ponselnya walaupun sedang makan.


"Kenapa memangnya? Coba lihat!" Eel merebut paksa ponsel Yogi. Padahal jika dia mau, bisa saja melihat dari ponselnya sendiri. Tapi begitulah Eel, jika tidak heboh. Maka bukanlah dirinya.


"Pakai kaos seperti ini aja cantik banget, apalagi jika dibawa ke pesta ya? Andai dia mau, saat ulang tahun Lala gue akan menggandeng tangannya." Eel sampai menaruh sendok makannya karena ia sedang membayangkan lagi berjalan di atas karpet merah bersama si princess.


"Mulai deh, kumat!" kata Hengki mengusap muka Eel mengunakan air es. Sehingga Eel langsung terlonjak kaget.


"Bege Lo, gue lagi asik-asiknya berhayal." sungut Eel seraya mengelap mukanya mengunakan tisu.


"Tungu, tunggu! Ini kenapa fotonya seperti lagi berada di rumah Kenzo ya? Coba kalian lihat, atau cuma perasaan gue aja," kata Andra ikut melihat ponselnya. Hanya Kenzo yang diam dan terus menghabiskan makanannya.

__ADS_1


"Eh, iya, ya! Ken, kok bisa mirip seperti di rumah Lo sih," Eel menyodorkan ponsel Yogi pada Kenzo.


Ternyata benar, foto tersebut Salsa ambil saat berada di rumah kakek Kenzo. Pantas saja para sahabatnya berkomentar demikian, karena terlihat jelas tampilan yang ada dibelakang Salsa.


Sebelum Kenzo menikah dengan Salsa. Mereka memang sering berkunjung ke rumah Kenzo. Sekarang bukannya mereka yang tidak mau. Namun, Kenzo selalu menghalangi para sahabatnya dengan berbagai alasan.



Saat menatap foto istrinya yang lagi tersenyum. Kenzo malah ikutan tersenyum sambil mengelus foto istrinya. Lalu dia menggelengkan kepalanya beberapa kali dan mengembalikan ponsel tersebut pada pemiliknya.


"Kalian salah lihat, memangnya rumah kakek gue aja yang di desain seperti itu. Mungkin rumahnya sama rumah gue, sama." kata Kenzo tidak berbohong tentang rumah mereka yang sama. Namun, keempat sohibnya tidak ada yang paham dari perkataan Kenzo.


"Iya, Kenzo benar! Bokap nya orang kaya, sudah jelas bisa mendesain rumah seperti apapun bisa." sahut Andra membenarkan, dan setelah itu dia berbicara lagi. " Oya Ken, tadi malam Lo kemana?" tanya Andra yang sudah menghabiskan makanannya. Begitu pula dengan Kenzo.


"Gue pergi, kenapa?" bukannya menjawab, tapi Kenzo kembali bertanya.


"Ini lihat, foto Lo lagi boncengan sama cewek," Eel menyodorkan ponsel miliknya sendiri. "Sekarang ayo ngaku, siapa pacar Lo, anak Universitas Bima Sakti atau gadis lain?" ucap Eel tersenyum, karena sudah pasti Kenzo kesulitan buat menjawab dan tidak ada cara buat menghindar lagi.


"Eh, enak saja asal tuduh. Eel yang nggak sengaja melihat Lo lebih dulu." ujar Yogi tidak mau dituduh membuntuti Kenzo. Memangnya mereka kekurangan pekerjaan.


"Ken, siapa sih yang menjadi kekasih Lo? kita bukan mau merebutnya, hanya ingin tahu." tanya Andra memastikan.


"Iya Ken, Lo mah punya pacar malah di umpetin terus. Bikin postingan fotonya di blur." sambung Hengki.


"Dia adalah p---"


"Hai semuanya, gue boleh ikut bergabung, 'kan?" sela, Mia yang baru saja datang, hari ini gadis tersebut sudah kembali masuk kuliah.


"Tentu, ayo duduk. Lo mau pesan apa, biar gue yang pesan?" tanya Eel siap membantu.


"Gue nggak mau apa-apa. Thanks ya tawarannya." jawab Mia memaksakan untuk tersenyum dan menunjukan jika tidak terjadi apa-apa pada dirinya. Padahal dari kantung mata dan mukanya semua orang tahu jika Mia seperti kurang tidur. Hanya saja mereka cuek karena takut apabila pertanyaan mereka membuat Mia merasa tidak nyaman.

__ADS_1


"Oke, butuh sesuatu bilang aja." kata Eel mengiyakan.


"Ken, nomor Lo kenapa susah dihubungi dari tadi malam?" tanya Mia melihat Kenzo yang hanya diam saja melihat kedatangannya.


"Tadi malam gue---"


"Tadi malam Kenzo lagi berpacaran, jadi nggak mau diganggu." Eel yang menjawab, karena Kenzo belum menyelesaikan ucapannya sudah di sela lebih dulu oleh Eel.


Mendengarnya Mia hanya tersenyum miris. Dia tahu pasti pacar yang dimaksud itu adalah istri Kenzo.


"Apaan sih, menyela terus kerjaannya." ucap Kenzo menatap Eel dengan tajam.


Gara-gara kedatangan Mia, mereka semua lupa melanjutkan pembicaraan siapakah pacar Kenzo. Malah mereka kembali lagi membahas masalah pesta ulang tahun Lala.


"Apa, semuanya di undang?" tanya Mia memastikan."Gue baru tahu sekarang." lanjut Mia yang belum menerima undangan dari siapapun.


"Iya, semuanya di undang. Lala dari dulu memang sudah seperti itu, dia nggak pernah memilih teman. Mau mereka masuk kuliah melalui bantuan maha siswa ataupun tidak, pasti ia undang semuanya." papar Hengki, yang lebih tahu tentang Lala.


"Sepertinya seru, lihat nanti saja. Jika benar dapat undangan, gue akan datang." imbuh Mia. Saat ini dia memang butuh hiburan untuk mengurangi beban hidup yang lagi ia hadapi.


"Sudah pasti seru lah, pestanya diadakan di hotel paling mewah di kota ini. Lalu tamunya memakai topeng dan boleh membawa pasangan kekasih." timpal Eel.


"Tapi... gue nggak punya kekasih," ucap Mia sambil melirik Kenzo. Sedangkan yang di lirik hanya diam belum berbicara.


"Kan ada Kenzo, mana tahu dia bisa pergi sendiri. Tanpa membawa kekasihnya." ucap Andra. "Bagaimana Ken? Jika Lo berangkat nggak ada temannya. Mending bawa Mia?" usul Yogi.


*BERSAMBUNG*...


.


.

__ADS_1



__ADS_2