
🥀🥀🥀🥀🥀
.
.
Mendengar nama Bila dipanggil berulang kali, Mia semakin tersenyum menyeringai, Ia sudah tidak sabar melihat Salsabila malu di atas panggung karena tidak bisa menyanyi bersama anak pemilik hotel bintang lima tempat sekarang mereka berada. Sudah pasti Bila akan menjadi bahan pembicaraan publik, dan pada saat itu terjadi, Mia akan menyuruh Kenzo untuk memutuskan hubungan dengan gadis tersebut.
"Kepada Nona Muda Bila, dimohon untuk segera menaiki panggung, karena Saya ingin berduet dengan Princess. Gadis yang sepertinya adalah pasangan dari Tuan... Muda Kenzo." ucap Arsya yang meminta adiknya untuk menaiki panggung. Sungguh sandiwara yang sempurna.
"Wah, calon kaka ipar benar-benar cari perkara baru nih," kata Eel sambil nyengir kuda kearah Kenzo yang ia pikir akan marah karena kekasihnya malah diajak berduet oleh musuh mereka ketika di lapangan. Namun, meskipun sudah digoda sedemikian rupa oleh para sahabatanya. Kenzo masih tetap santai dan tidak memperlihatkan wajah cemburunya.
"By," ucap Salsa yang masih dirangkul mesra oleh Kenzo.
"Eum... yasudah, tapi satu lagu saja ya, setelah itu cepat kembali lagi ke sini." Kenzo bukan cemburu pada kakak iparnya ataupun takut karena istrinya membuat malu tidak bisa bernyanyi. Akan tetapi Kenzo malas jika teman satu kampusnya sampai tergila-gila dan menyukai istrinya.
"Bil, Lo bisa nyanyikan? Jika nggak bisa Lo bilang aja ke Lala atau sama si Tuan Muda Arsya, jangan dipaksain. Takutnya malah gimana gitu," ujar Mia seperti sengaja menakut-nakuti Salsa, padahal tadi sudah jelas jika dia sibuk menyuruh agar kekasih sabatnya naik untuk bernyanyi.
"Lo nggak usah khawatir, Mi. Gue gak akan membuat sahabat Lo malu, karena gue kekasihnya." jawab Salsa tersenyum dan sengaja menekan kata kekasih pada ucapannya.
"Bil, jangan gugup! Lo tarik nafas dulu, lalu hembuskan. Lakukan terus berulangkali, sampai mulesnya benar-benar terasa."
Plaaaak!
"Aauuh! Sakit bege!" seru Eel mengaduh kesakitan. "Kampret! tikus got, sama cacing kremi! Lo kenapa hobi banget mukul gue sih," sungut Eel masih mengumpat kesal, sambil mengelus kepalanya yang dipukul oleh Yogi dan Hengki secara bersamaan.
"Kalau nggak mau dipukul terus, makanya mulut Lo dijaga, jangan asal bicara. Eelano Perdians. Si Bila mau nyanyi, bukannya mau beranak! Kenapa malah Lo kasih tutorial sesat," Seru Andra yang terkadang juga kesal pada Eel.
"Sudah, sudah! Kenapa kalian malah menjadi bertengkar, sih!" sela kenzo pusing melihat perdebatan para sahabatanya. Tidak di kampus atau di manapun selalu saja meributkan hal yang tidak penting.
Setelah itu, Kenzo tidak menghiraukan para sahabtanya yang masih berdebat, karena dunianya hanya berpusat pada istrinya saja. Bahkan Mia saja tidak ia pedulikan lagi, pemuda tampan itu hanya tersenyum kearah Salsa.
"Iya, si Bila nya juga sudah mau bernyanyi. Kalian masih juga berdebat sama Eel," timpal Mia menertawai sahabatnya.
"Ken, kira-kira cewek Lo bisa nyanyi nggak?" tanya Andra merasa khawatir, karena sudah lebih dari lima menit. Bila atau Salsa di atas panggung. Musiknya belum juga dibunyikan. Entah ada apa didepan sana, karena terlihat Arsya dan Salsa masih mengobrol bersama MC.
"Entah, gue juga nggak tahu. Kita lihat aja, karena gue sendiri juga belum tahu dia bisa bernyanyi atau nggak nya." jawab Kenzo jujur, sebab selama mereka menikah ia memang belum mengetahui Salsa bisa bernyanyi atau tidak.
"Terus kenapa Lo biarin dia naik keatas panggung, Kenzo? Lo mau membuat Bila malu, ditertawai oleh anak-anak, bahkan lebih parahnya lagi Bila dia mau menjadi kekasih gue, akan menjadi pembicaraan media." sungut Eel tidak habis pikir. "Besok pagi, berita tentan gadis yang berduet dengan pewaris Erlangga group mulai memenuhi berita di internet, dan televisi. Mending jika Bila bisa bernyanyi, jika tidak, maka akan dikata memalukan. Lo nggak kasihan sama dia?" Eel yang ternyata sedikit pintar, mulai merasa khawatir.
__ADS_1
Mendengar kekhawatiran Eel, Kenzo hanya tersenyum kecil. Sebab dia sangat yakin, jika istrinya tidak bisa bernyanyi, mana mungkin Arsya meminta sang adik menemaninya di atas panggung.
"Semoga saja apa yang kita takutkan tidak terjadi." jawab Kenzo menatap lekat istrinya yang juga lagi menoleh kearahnya sambil melambaikan tangannya.
Sekarang musik dengan pelan mulai dibunyikan. Tepuk tangan dan jeritan mulai terdengar, karena hampir semua siswi dari Universitas berteriak memanggil nama Arsya. Cowok brondong yang tidak mungkin bisa mereka miliki. Selain terpaut masalah umur, Arsya juga merupakan pewaris Erlangga group. Jadi sebelum jauh terbang lalu terhempas dari ketinggian. Mereka cukup menjadi pengagum saja, tidak perlu memiliki.
"Tu cewek beruntung banget sih, selain dia sudah merebut hati Kenzo, malam ini dia malah bisa berduet sama kekasih khayalan gue." ungkap beberapa orang gadis yang bisa didengar oleh Mia.
Suuit! Suiit!
Tidak jauh berbeda dari para kaum Hawa, kaum Adam pun juga tidak mau kalah, mereka ikut berteriak heboh. Sepertinya malam ini adalah pesta ulang tahun termewah di tahun ini. Sebab bukan karena digelar di hotel termewah saja, tapi kehadiran Arsya yang menpatkan undangan khusus dan menyumbangkan satu buah lagu yang kebetulan berduet dengan adiknya sendiri. Apalagi ternyata keduanya memiliki suara emas. Semua orang langsung tersihir oleh suara si kembar. Mereka berdua bernyanyi bersama. Anak-anak yang tadi berteriak histeris, sekarang ikut menaikan tangan keatas dan ikut bernyanyi.
"*Sejak saat pertama, melihat senyumannya, jantung berdebar-debar... inikah pertanda. Namun, ternyata salah! Harapanku pun musnah, sejak aku melihat, kau selalu dengan dirinya.
"Tuhan tolong, aku ingin dirinya, rindu padanya, memikirkannya! Namun, mengapa saat jatuh cinta, sayang-sayang dia sudah ada yang punya."
"Mungkin ku harus pergi... untuk melupakannya. dalam hati berkata, tak akan sanggup pergi."
Hoo~~ Ho~~ Ho~~
"Sudah ku coba menghapus bayang-bayang indah, tetapi selalu aku merindu lagi... Ingin lupa, ku tak bisa, Tuhan tolong aku, ingin dirinya, rindu padanya! Memikirkannya. Namun, mengapa saat jatuh cinta, sayang-sayang dia ada yang punya.
"Tuhan tolong! Tolong aku yang jatuh cinta pada kekasih orang. Ingin lupa, ku tak bisa. Sayang-sayang dia sudah ada yang punya! Tuhan tolong aku, ingin dirinya, rindu padanya! Memikirkannya. Namun, sayang-sayang dia sudah ada yang punya*."
Suara riuh tepuk tangan dan memuja semakin memenuhi ballroom hotel, ketika Arsya dan Salsa sudah mengakhiri lagunya.
"Terima kasih!" ucap si kembar lang berjalan kearah Lala dan keluarganya.
"Wah, kalian berdua benar-benar hebat, semua orang menjadi terhipnotis mendengar suara kalian. Terima kasih, ini adalah hadiah terindah bisa dinyanyikan oleh Tuan Muda Erlangga dan gadis berbakat seperti mu, Bila." puji Lala menyalami tangan Arsya dan Salsa.
"Agh, Lo terlalu memuji dari tadi, suara gue cempreng gitu malah dibilang bagus," jawab Salsa merendah.
"Eum... karena menyanyinya sudah selesai, sekarang gue mau turun ya." Salsa yang melihat tempat duduknya telah ditempati oleh Mia pun, berpamitan turun dari panggung. Namun sebelum benar-benar turun ia mendekati kakaknya dan berkata.
"Kak, gue kebawah mau gabung sama teman-teman. Oya, jangan lupa kapan memiliki waktu boleh nih dikenalin sama pacarnya," goda Salsa yang mengira gadis bersama Arsya adalah kekasih kakaknya.
"Apa, kekasih!" seru Arsya dan gadis yang memakai itu secara bersamaan.
__ADS_1
"Dia buk---"
"Apa kalian berdua sudah saling kenal?" sela Lala yang mendengar pembicaraan Arsya dan Salsa.
"Nggak, gue cuma pengen kenal lebih dekat aja, kan kita sudah nyanyi bareng," Salsa lagi yang menjawab, karena kakaknya hanya diam saja.
"Oh, gue kira sudah saling kenal," ujar Lala tersenyum.
"Yasudah, gue turun sekarang, sampai berjumpa lagi." kata Salsa cepat-cepat turun, karena takut kakaknya mengacak rambutnya bila sudah digoda.
"Tu, cewek Lo sudah turun dan berjalan ke sini, Ken." tunjuk Yogi melihat si BIla berjalan mendekat kearah meja nomor empat belas. "Pantas saja Lo bisa meleleh sama Bila, Ken. Ternyata cewek Lo memiliki kehebatan gitu," lanjut Yogi masih memuji.
"Kenzo, cariin gue cewek yang seperti Bila, dong. Soalnya buat kenalan sama si Princess susah banget, apalagi buat menjadi pacarnya." keluh Hengki yang sudah ratusan kali DM Salsa melalui sosial media. Namun, sampai saat ini belum pernah di balas, karena sebetulnya yang membacanya adalah Kenzo sahabatanya sendiri saat Salsa sudah tidur. Tahu jika ponsel istrinya tidak pernah memakai password, membuat Kenzo selalu memeriksanaya secara diam-diam.
"Soryy Men, jika mintanya seperti Bila kekasih gue, nggak ada lagi, karena dia limited edition," jawab Kenzo berdiri menyambut istrinya dengan merentangkan kedua tangannya, siap untuk memberikan pelukan penuh cinta.
"Sayang!" seru Kenzo setelah Salsa berada dalam pelukannya.
"By," kata si princess tersenyum menyeringai kearah Mia yang sudah terbakar api cemburu, Niat hati ingin membuat Salsa malu karena di hujat oleh para tamu undangan. Namun, malah sebaliknya semua memuji dan terpana pada Salsabila.
Cup!
"Punya siapa sih, pintar banget nyanyinya?" goda kenzo yang sudah mengecup kembali bibir istrinya yang tersenyum. "Sepertinya, saat libur kerja, kita harus berduet nih," kata pemuda itu lagi.
Entah mengapa, saat bersama Salsa, Kenzo tidak segan-segan menunjukan kemesraan yang ia berikan pada kekasih halalnya itu. Padahal dari jarak jauh, Arsya melihat adik dan iparnya berpelukan dan berciuman dengan mesra.
"Brengsek! Awas Lo Bil, gue akan merebut Kenzo, karena dia adalah segalanya bagi gue. Akan gue buat Lo nangis darah,"
Umpat Mia semakin tidak suka, apalagi ketika melihat Kenzo menatap istrinya penuh cinta.
Ingin mengerjai Salsa dengan cara menyuruh gadis itu bernyanyi, tentu saja adalah pilihan yang salah, karena Salsa dan Arsya kakaknya memang pintar bernyanyi sama seperti Ayla mama mereka.
BERSAMBUNG...
.
.
__ADS_1