
🥀🥀🥀🥀🥀
.
.
Pertandingan babak ke-dua baru saja dimulai dari sepuluh menit lalu. Permainan kali ini mulai memanas, karena sudah babak terakhir. Kali ini Arsya dan Kenzo sama-sama bertahan di Zona Marking. Dari ratusan penonton tidak ada yang mengetahui bahwa pertandingan malam ini bukan SMK Erlangga dan Universitas Bima Sakti saja. Akan tetapi pertadingan antara kakak dan adik ipar.
Satu-satunya orang yang merasa dilema adalah Salsa. Arsya kakak tersayangnya. sedangkan Kenzo suami Playboy nya. Andai saja Kenzo tidak memiliki keinginan untuk membawanya ke Villa Tuan Fathan, maka Salsa tidak akan galau. Namun, karena Kenzo berkata dengan serius Salsa yang memiliki hati lembut seperti mamanya menjadi tersentil hatinya bila malam ini Kenzo sempat kalah untuk yang ke-tiga kalinya.
Sudah pasti suaminya akan malu dan kecewa pada dirinya sendiri. Sebagai pria yang terpilih menjadi Kapten Basket Universitas nya, masa iya melawan, lawan yang sama sampai kalah berulang kali.
"Hore!
Suit... suuiit!
" Hore... Arsya, I love you." teriak para gadis dengan histeris.
"Arsya tetap yang terbaik woi!" teriak anak-anak SMK Erlangga begitu si Kapten Arsya berhasil mencetak poin menjadi satu kosong.
"Arsya... Arsya... Arsya!" semua bersorak memunja nama pewaris kekayaan Erlangga yang berikutnya.
"Yah!" seru Ale menendang angin sambil melihat kearah princes. Ale tahu jika Salsa saudara perempuan mereka kecewa karena Kenzo kalah. Tapi juga senang karena Arsya sang kakak kembali lagi menjadi pencetak poin.
Andai saja status dia dan Kenzo bukan sebagai suami istri. Maka Salsa akan seperti biasanya berteriak menyerukan kata I love you pada kakaknya. Anak-anak SMK Erlangga tidak heran lagi. Justru melihat Salsa diam seperti saat ini membuat mereka heran, merasa ada yang kurang.
"Kak!" Aditya dan Ale langsung memeluk Salsa. "Kakak baik-baik aja, 'kan?" dua remaja tampan itu bertanya serempak.
"Kalian kenapa? Kakak baik-baik saja," Salsa tersenyum karena begitu besarnya sayang yang dimiliki oleh kedua adik angkatnya itu. Sampai memeluk Salsa karena takut menangis atau sebagainya.
Kenzo yang berhasil dikalahkan tidak melihat kearah teman-temanya ataupun lawan. Dia malah menoleh kearah belakang, yaitu melihat istrinya yang lagi dipeluk oleh Ale dan Aditya.
"Apa Salsa kecewa gue kalah dari Arsya? Seharusnya dia senang kan gue kalah, karena yang menang adalah kakaknya?"
Gumam Kenzo sambil bertanya-tanya di dalam hatinya. Gara-gara kekalahan tersebut tidak ada yang memperhatikan Kenzo yang lagi memandang istrinya penuh rasa sesal dan kecewa. Saat dia masih melihat kearah Salsa. Gadis itupun mengangkat kepalanya sehinga pandangan mata mereka saling bertemu.
"Sa, maaf, sudah ngecewain, Lo! Tapi gue belum kalah, gue akan menjadi pemenang agar bisa membawa Lo pergi menghabiskan waktu bersama,"
__ADS_1
Kembali bergumam, mendapat tatapan dari sang istri. Membuat Kenzo kembali merasa lebih semangat, bukan malah sebaliknya. Dia seakan mendapatkan energi baru.
Pruuuiit!
Permainan yang sempat terhenti gara-gara pemain SMK Erlangga berpelukan dan berlari mengelilingi lapangan. Sekarang kembali dilanjutkan lagi.
Saat pluit dibunyikan Kenzo langsung berusaha merebut Bola basket tersebut. Dia dengan lincah nya merebut dan berusaha memasukan Bola kedalam ring Basket. Sampai semuanya merasa heran dengan tindakan Kenzo yang bermain sendiri tidak menunggu di Zona Marking saja. Dia seperti lagi bermain sendiri, bukan bersama Tim-nya.
Percobaan yang dia lakukan gagal, lalu mencoba lagi, lagi, dan lagi. Setelah waktu sudah berjalan dua belas menit.
"Hore!"
"Hore!" suara riuh dari semua penonton saat Kenzo berhasil mencetak poin pertama yang membuat posisi mereka menjadi imbang. Hal tersebut membuat kepercayaan Tim Kenzo bangkit dan kembali menyerang dengan semangat.
Semua suporter merasakan kecemasan karena mereka memiliki idolanya masing-masing. Malah yang terlihat gilisah adalah penonton bukan para pemain.
"Sa, sorry!" ucap Farel sambil berusaha merebut bolanya kembali.
"Sudah tidak apa-apa, ini cuma permainan." jawab Arsya menepuk pelan pundak Farel lalu dia berlari lagi mendekati Zona Marking karena melihat Kenzo akan melempar Bola kedalam ring Basket lagi. Namun, begitu Bola di lempar.
Hap!
"Hore!"
"Kapten, I love you!" seru beberapa gadis sambil membentang spanduk bertuliskan kata Kak Arsya I love you. Itu kelakuan para anak-anak kelas sebelas yang sangat tergila-gila pada anak pemilik sekolah tempat mereka menimba ilmu.
"Lo hebat, Men." puji Farel tersenyum melihat kearah Arsya.
"Sa, I love you," sambil berlari Denis terkikik geli mendengar ucapannya sendiri. Sedangkan Arsya hanya tersenyum kecil di sudut bibirnya.
"Ken, kita kalah lagi," kata Andra penuh sesal karena Kenzo tidak menuruti keinginan teman-temanya yang ingin mencelakai Arsya.
"Kita belum kalah, masih ada tiga belas menit lagi." sahut Kenzo sudah tahu hal itu akan terjadi bila mereka kalah.
Pruuuiit!
Perebutan Bola kembali di mulai. Bayangan kebersamaan bersama sang istri, ternyata membuat Kenzo kembali semagat empat lima. Hanya hitungan menit dia kembali mencetak satu poin lagi.
__ADS_1
"Cara main Lo keren banget," puji Farel karena posisinya berada di sebelah Kenzo. Tadi saat melihat Yogi mendekati Zona Marking Farel juga berlari mendekat. Namun, dia terlambat karena gerakan Kenzo benar-benar membuat mereka semua terkecoh.
"Thanks!" jawab Kenzo kembali lagi merebut Bola agar dia bisa menang. Anggap saja jika saat ini Kenzo sedang memperjuangkan kebersamaan bersama istrinya.
Istri? Kata istri membuat seluruh aliran darah Kenzo berdesir. Apalagi mengingat dia mencium kening Salsa. Agk! Kenzo semakin bersemangat.
Hap!
Kali ini loncatan Kenzo berhasil merebut Bola yang dilempar oleh kakak iparnya. Dia berhasil mencetak poin yang ke-tiga dan kebetulan sekali si wasit meniupkan peluit panjang, karena waktu tambahan pun sudah habis.
Mendengar pluit sudah dibunyikan Kenzo tertawa penuh kemenagan, sambil melihat kearah teman-temanya.
"Ken, Kenzo!" Eel dan teman satu Tim Kenzo langsung berlari memeluk dirinya.
"Ken," seru Andra ikut berpelukan juga.
"Keren Lo Ken, kita sampai takut melihat Lo begitu bersemangat seperti orang lagi kemasukan." kata Hengki melepas pelukannya lebih dulu.
"Sepertinya gara-gara ada Mia nih, makanya Kenzo begitu bersemangat." goda Eel tersenyum sambil menaik turunkan alis matanya.
"Ternyata ketika seseorang sudah memiliki tambatan hati, bisa menambah energi positif, ya." timpal Andra.
"Kalian ngomong apaan, sih." kata Kenzo mengelengkan kepalanya. Lalu dia sebagai Tim berjalan mendekati Arsya dan kawan-kawanya untuk bersalaman sebagai persahabatan.
"Selamat, Lo hebat!" puji Arsya menyalami tangan adik iparnya.
"Lo jauh lebih hebat, kemenangan ini hanya kebetulan aja karena wasit sudah membunyikan pluit," jawab Kenzo setelah melepas jabatan tangan mereka. Lalu dia berjalan lagi untuk bersalaman dengan Farel dan yang lainnya.
"Selamat, ya! Sepertinya kehadiran pacar ada baiknya juga. Sayang banget gue belum punya kekasih." ucap Farel saat mereka bersalaman. Dia juga mengira kalau Mia adalah kekasih Kenzo.
"Thanks!" jawab Kenzo. "Jika memiliki tambatan hati, jangan dibiarkan terlalu lama, nanti keduluan sama orang lain," Kenzo tersenyum miring.
Begitu mereka keluar dari lapangan. Kenzo langsung disambut oleh Mia dan beberapa gadis lainya.
BERSAMBUNG...
__ADS_1