Pernikahan Salsa

Pernikahan Salsa
Jejak Kepemilikan.


__ADS_3

🥀🥀🥀🥀🥀


.


.


"Eum... huom! Ini jam berapa?" gumam Salsa meraba-raba ponselnya di atas nakas untuk melihat jam. Mereka sudah berencana akan pulang pagi-pagi karena akan pulang ke rumah utama. Yaitu rumah Tuan Heri, opa dan oma mereka.


"Apa! Jam setengah tujuh" seru Salsa terpenjak kaget dan langsung duduk sambil memegang kepalanya yang terasa pusing.


"Gue harus mandi duluan, setelah itu baru bangunin Kenzo," bicara sendiri turun dari tempat tidur. Setelah menyiapkan baju ganti dan handuk, si princess pun langsung masuk membersihkan tubuhnya.


Berhubung masih pagi dan badannya pun terasa pegal-pegal. Salsa memutuskan untuk berendam air hangat di dalam bathtub yang di beri tetesan sari mawar dan juga susu.


Keasikan bermain busa sambun yang sudah memenuhi bak mandi. Si princess sampai melupakan waktu. Padahal sudah hampir satu jam setengah dia berendam dan belum juga selesai.


Kleeeek!


Aaaggkh!


Teriak keduanya.


"Kenzo! Kenapa Lo masuk ke sini?" teriak Salsa seraya menyilangkan kedua tangan di depan dada. Untuk menutupi kedua aset berharganya yang sekarang tidak tertutup apa-apa.


"A--apa!" jawab Kenzo tergagap. Tidak hanya Salsa yang kaget. Dia yang ingin buang air kecil dengan mata masih mengantuk pun sama terkejutnya.


"Ken, kenapa masih melihat ke sini.. Cepat keluar!" Salsa masih tetap berteriak karena dia benar-benar merasa malu. Bagaimana mungkin tubuhnya yang tidak memakai apa-apa malah dilihat oleh Kenzo.


"Gu--gue mau buang air kecil, Lo yang keluar sebentar," tolak Kenzo karena dia sudah tidak tahan. Akibat sudah dari subuh ia menahannya. Namun, karena keenakan memeluk Salsa, dia menjadi malas ke kamar mandi dan malah sengaja menahannya sampai mata hari terbit.


"Eh, mana bisa! Gue sudah kebelet, Sa." jawab Kenzo tidak mau keluar dari sana.


"Tahan dulu, gue cuma mau bilas tubuh gue." Salsa pun sama tidak ingin mengalah. Lagian bagaimana mungkin ia bisa keluar dari sana jika Kenzo saja masih di situ.


"Sa, gue nggak bisa. Ini sudah sampai ujung adek gue, sudah mau keluar ini," jawab Kenzo tetap pada pendiriannya.


Akhirnya karena tidak ada yang mau mengalah, mereka berdua terus berdebat dan usir-usiran keluar dari sana. Karena hal tersebut Salsa sampai lupa dengan keadaannya yang masih polos tidak memakai sehelai benang pun. Bahkan tangannya yang ia silangkan sekarang sudah dia turunkan lagi, karena ingin menyiram Kenzo. Agar pemuda itu terusir keluar.

__ADS_1


"Lo mau apa? Jangan siram, gue belum mau mandi." ujar Kenzo bergidik seperti orang dingin.


"Ken, ngalah napa, sama cewek berani-beraninya nggak mau ngalah sebentar." ujar Salsa yang kesal.


"Kan gue cuma mau buang air kecil, Salsabila. Nggak akan lama, paling satu menit kelar. Coba dari tadi kita tidak berdebat, pasti gue sudah keluar dari sini," jakun Kenzo yang melihat kedua gundukan besar, walaupun hanya bagian lereng gunungnya saja, sudah naik turun sejak tadi.


"Eh, malah nyalahin gue, Lo yang salah! Main masuk-masuk aja, kenapa nggak mengetuk pintu lebih dulu." si princess mana pernah mau kalah, karena ia selalu menjadi nomor satu dalam setiap hal. Biasanya Kenzo selalu mengalah, tapi entah kenapa pagi ini malah mau berdebat dengan istrinya sendiri.


"Ya bukan salah gue, salah Lo yang tidak mengunci pintunya." bela Kenzo juga tidak mau disalahkan.


"Kenzo, cepat keluar! Tunggu gue pake handuk, setelah itu terserah Elo mau beranak di sini juga gue nggak akan ngelarang." Salsa kembali berteriak. Untung kamar tersebut kedap suara, bila tidak, sudah pasti Arsya akan mengira jika adiknya mengalami kdrt tingkat dewa.


"Tunggu sebentar gue sudah nggak tahan!" Kenzo yang tidak bisa menahan lagi walaupun hanya sebentar, akhirnya melanjutkan niatnya datang ke kamar mandi.


"Aaaaaah! Mata gue sudah ternodai!" Salsa semakin menjerit sambil menutup mata mengunakan tangannya.


"Gila Lo ya, bagaimana mungkin ada cowok berani buang air kecy di depan seorang gadis." maki si princess. Mata memang tertutup rapat, tapi mulutnya terus mengumpat.


"Ck, kan bukan gadis lain, di depan istri sendiri malah dianjurkan, agar saat malam pertama nanti, Elo gak kaget," jawab Kenzo yang sudah selesai menuntaskan buang air kecilnya.


"Dasar cabul, siapa juga yang mau malam pertama sama Elo," Salsa yang tahu Kenzo sudah selesai langsung saja menyiram suaminya dengan menggunakan air tempat ia berendam.


Berhubung Salsa tidak berhenti juga dan bajunya juga sudah basah, terpaksa Kenzo memegang kedua tangan Salsa. Guna menahan, agar sang istri mau berhenti. Namun ketika kaki Kenzo berpijak di pinggir bak mandi.


Byuuur!


Kakinya terpeleset gara-gara entah berapa banyak sabun yang sudah di habiskan oleh istrinya.


Deg!


Deg!


Jantung keduanya sama-sama berdegup kencang dengan tangan saling menggenggam, karena tadinya mereka mencoba mempertahankan posisinya masing-masing.


Gleeek!


Kenzo menelan ludahnya sendiri ketika melihat bibir merah istrinya.

__ADS_1


"Ke--Ken, gu----"


Cup!


Sebelum Salsa menyelesaikan ucapannya, bibir Kenzo sudah membungkam mulutnya agar tidak berbicara apa-apa lagi.


Sampai beberapa beberapa menit, Salsa masih diam belum membalasnya. Namun di detik berikutnya ia yang merasakan gejolak aneh dari reaksi tubuhnya pun mulai membalasnya. Meskipun Salsa masih amatiran, tapi rasanya tetap saja sama.


Kenzo yang merasa istrinya mulai membalas ciumannya tentu semakin memperdalam apa yang mereka lakukan.


Salsa pun tidak memikirkan hal aneh lagi. Dia malah mengalungkan kedua tangannya pada leher sang suaminya. Hal serupa yang Kenzo lakukan, yaitu menahan tengkuk Salsa.


Rasa dingin yang dia rasakan tadi entah pergi kemana, karena yang ia tahu saat ini adalah posisi mereka yang sangat intim. Gara-gara lantai yang licin, Kenzo harus ikut tercebur kedalam bak bersama sang istri. Dengan posisi dia berada di atas tubuh Salsa yang sudah polos.


Nasip baiknya, air bak tersebut tidak kering. Jadi masih bisa menutupi tubuh polos princess. Namun rasa kenyal dari gunung kembar Salsa jelas begitu terasa pada dada Kenzo, karena baju pemuda itu juga sudah basah.


Kesunyian kamar mandi, sekarang berganti dengan bunyi decapan dari cumbuan keduanya. Mereka berdua terus saja berciuman dan melupakan jika harus pulang pagi-pag, karena Oma Sonya ingin ketiga cucunya sarapan di rumah utama.


Cup!


"Lo bertambah cantik saat seperti ini," ucap Kenzo melepaskan pangutan mereka untuk mengambil pasokan oksigen.


"Gue memang sudah cantik dari dulu, karena gue adalah princess di keluarga Erlangga dan Ridwan" jawab Salsa dengan pipi memerahnya seperti kepiting rebus.


Dengan pelan, tangan Kenzo mengelus pipi mulus sang istri dengan saling tatap satu sama lain.


"Ternyata gue adalah pria yang beruntung bisa memiliki princess itu," balas Kenzo yang kembali lagi menempelkan bibirnya sambil memejamkan mata untuk meresapi rasa nikmat dari ciuman bersama kekasih halalnya.


Berciuman bersama Salsa benar-benar menjadi candu bagi Kenzo yang sudah sering melakukan dengan gadis lain. Namun, itu hanya satu tahun lalu. Sebab setelah itu Kenzo masih betah saja hidup menjomblo.


"Thanks, sudah mau mencoba untuk menerima pernikahan kita," ungkap Kenzo setelah kembali lagi melepas ciuman mereka.


"Huem," Salsa hanya mengangguk kecil, karena dia juga berterima kasih pada Kenzo. Ternyata suaminya itu bukanlah Playboy seperti yang pernah ia katakan dulu. Untuk saat ini Salsa menarik kembali, semua kata-katanya.


Cup, Cup! Setelah mencium kedua pipi istrinya. Kenzo kembali lagi melanjutkan ciuman panas mereka. Bahkan saat ini dia sudah berani mencumbu pada leher Salsa dan memberikan jejak kiss mark pada leher jenjang princess sebagai tanda kepemilikan.


"Aaaggkh! Ken," desah Salsa dengan nafas memburu naik turun.

__ADS_1


BERSAMBUNG...🤣🤣🤭


__ADS_2