Pernikahan Salsa

Pernikahan Salsa
Satu Di Antara Dua.


__ADS_3

🥀🥀🥀🥀🥀


.


.


Ceklek!


Setelah selesai meminta izin pada kedua mertua dan kakak iparnya. Kenzo kembali ke kamar Salsa. Kata ibu mertuanya Salsa sudah kembali ke kamar mereka yang berada di lantai atas.


Mendengar suara pintu di buka dari luar. Salsa yang lagi duduk di atas sofa menoleh kearah suara tersebut.


Deg!


Jantung gadis itu kembali berdegup kencang saat pandangan matanya dan Kenzo bertemu. Lalu cepat-cepat Salsa mengalihkan lagi pandangan matanya ke arah laptop. Ya, Salsa sedang menyelesaikan soal untuk dia kumpulkan hari Selasa.


"Sa, Lo lagi apa?" tanya Kenzo duduk di sebelah istrinya.


"Gue lagi memeriksa tugas sekolah," jawab Salsa tidak mengalihkan pandangan matanya. Dia berusaha menahan degupan jantungnya. Namun, Kenzo malah dengan sengaja duduk di sebelaunya.


"Siap-siap gih, mumpung masih pagi kita berangkat sekarang," tanpa permisi Kenzo merebut laptop Salsa dan dia mulai memeriksa tugas sang istri.


"Ken... Gue belum selesai! Sini balikin, biar gue periksa dulu." kata Salsa ingin menarik kembali laptop yang mulai di periksa oleh Kenzo.


"Diam, biar gue yang memeriksa nya. Sekarang Lo bersiap-siapa. Apa mau pake dress ini aja?" Entah sengaja atau tidak, tangan kiri Kenzo merengkuh bahu Salsa agar gadis itu bersandar pada pundak nya.


"Memang tempatnya jauh dari sini?" Salsa yang di tarik oleh tangan besar seperti tangan suaminya tentu saja tidak bisa terlepas dari rangkulan Kenzo.


"Lumayan jauh, mungkin dua jam perjalanan jika dari sini. Jika berangkat sekarang, setelah istrirahat. Kita bisa jalan-jalan, makanya gue ngajak perginya pagi ini." Kenzo menoleh kearah Salsa karena istrinya terlihat seperti ragu.


"Kenapa? Lo nggak mau pergi?"


"Bukan, bukan! Gue sih mau-mau aja, tapi... Lo ngomong dulu sama papa, sama kakak juga. Soalnya gue nggak pernah pergi tanpa mereka berdua." ucap Salsa ragu jika Kenzo akan meminta izin pada kakak tersayang nya.


Sebelum menjawab Kenzo tersenyum kecil. "Gue sudah izin sama semuanya dan sudah mendapatkan izin, makanya ngajak Lo pergi sekarang."


"Serius? Lo sudah minta izin sama Kak Arsya juga?" tanya Salsa memastikan. Benarkah Kenzo meminta izin pada Arsya kakaknya? Setahu gadis itu Kenzo tidak akur dengan sang kakak.

__ADS_1


"Benarlah, memangnya gue menantu apaan main bawa-bawa aja," jawab Kenzo kembali lagi memeriksa laptop yang masih menyala.


"Oke, kalau begitu kita pergi sekarang. Tapi tunggu gue ganti baju." kata Salsa langsung berdiri dan berjalan masuk kedalam ruang ganti.


Kenzo yang melihat betapa senangnya Salsa setelah mendengar dia meminta izin pada Arsya. Hanya tersenyum sambil melihat punggung istrinya sampai hilang dibalik pintu ruang ganti.


"Sesenang itukah? Padahal gue hanya minta izin doang,"


Kata Kenzo di dalam hatinya, lalu dia kembali lagi melihat kearah laptop.


"Haruskah gue berdamai demi kebahagiaan istri gue? Salsa sangat menyanyangi kakak nya, gue nggak mau dia memilih satu diantara kami berdua."


Kenzo kembali bergumam-gumam. Melihat istrinya tersenyum bahagia membuat hati pemuda itu memikirkan kembali apa yang dikatakan mertuanya tadi. Apa jadinya bila Salsa mengetahui suami dan kakaknya sampai bermusuhan hanya sebuah kemenangan sementara.


"Ken!" suara Salsa menyadarkan Kenzo dari lamunannya.


"Huem, Lo sudah siap?" pemuda itu melihat penampilan Salsa yang sudah cantik dengan penampilan gadis seumurannya. "Cantik sekali," puji Kenzo langsung mematikan laptop dan berdiri mendekati Salsa.


"Apaan, sih! Gue memang sudah cantik dari dulu."


"Bentar, gue ngangkat telepon dulu." kata-kata Kenzo terhenti karena ponselnya bergetar. Ada seseorang yang meneleponnya.


"Agh... paling juga Mia yang meneleponnya."


Batin Salsa hanya bisa diam dengan pikiranya.


📱 Kenzo : "Iya Mi, ada apa?" tanya Kenzo begitu sambungan terhubung.


📲 Mia : "Ken, kita jalan yuk? Ini kan weekend. Sudah lama kita tidak pergi jalan-jalan." jawab Mia tidak ingin menyerah, mendengar pengakuan Kenzo tadi malam, yang sudah memiliki kekasih. Membuat gadis itu bertekad untuk mendekati Kenzo agar pemuda itu bisa melupakan kekasih nya.


📱 Kenzo : "Sorry ya, Mi. Bukan gue nggak mau. Tapi hari ini gue sudah ada janji pergi bersama pacar gue. Bagaimana jika Minggu depan aja?" sudah sering menghabiskan waktu bersama membuat Kenzo tidak tahu kalau Mia ingin membuat dia dan Salsa berpisah.


📲 Mia : "Oh... iya, nggak apa-apa kalau begitu, Minggu depan aja. Selamat bersenang-senang." ujar Mia tersenyum penuh arti. Meskipun hari ini dia tidak bisa pergi bersama sahabatnya, tapi masih ada Minggu depan.


📱 Kenzo : "Jadi kita pergi jalan-jalannya Minggu depan ya, Lo ingatin bila gue lupa. Sekali lagi gue minta maaf untuk hari ini, habisnya Lo ngomong mendadak" setelah bicara beberapa menit Kenzo pun menyimpan kembali ponselnya.


"Sa... kok Lo malah nyalain laptop lagi sih," Kenzo berjalan mendekati sofa dimana tadi dia meningalkan Salsa karena saat berbicara dengan sahabatnya, Kenzo berdiri di dekat jendela kamar.

__ADS_1


"Kan Lo lagi nelepon," jawab Salsa dengan suara jengah. "Kalau Lo mau pergi, pergi aja Ken, Minggu depan aja kita perginya." mood Salsa yang buruk langsung memutuskan untuk tidak pergi. Saat ponsel Kenzo bergetar, gadis itu sudah yakin bahwa yang menelepon suaminya adalah Mia. Walaupun Kenzo telah menjelaskan bahwa Mia adalah sahabatnya, tetap saja Salsa tidak suka.


"Sorry, itu tadi Mia yang menelepon." jawab Kenzo jujur.


"Gue sudah tahu!" Salsa menyibukkan dirinya. "Pergilah! Gue dengar tadi, dia ngajak jalan-jalan, 'kan. Gue mau ngerjain tugas, jadi Lo perginya sama sahabat Lo aja." meskipun hatinya semakin jengkel tapi Salsa tahan.


"Kenapa Lo berubah pikiran secepat ini? Nanti gue yang ngerjain tugas Lo, jadi kita pergi jalan-jalan ya," ajak Kenzo yang tidak tahu seperti apa Salsa. Gadis itu bila sudah mengatakan tidak, maka jangan harap untuk memaksanya lagi.


Selama ini dari segi apapun Salsa tidak pernah di nomor duakan, jadi sepertinya wajar-wajar saja bila Salsa egois agar Kenzo hanya pokus pada dirinya.


"Sa... Lo marah gara-gara gue nerima telepon dari sahabat gue?"


"Iya, gue nggak suka sudah mau pergi tapi ada yang menggangu." Salsa menjawab sengit.


"Lo apa-apaan sih kayak anak kecil aja." Kenzo menarik nafas panjang agar tetap tenang menghadapi princes Erlangga.


"Maaf, maafin gue! Gue janji hal seperti ini tidak akan terjadi lagi," Kenzo berjongkok di samping tempat Salsa. Lalu diraihnya tangan yang masih mengengam moes.


"Maafin gue, sudah membuat Lo menunggu. Mau ya pergi hari ini, gue mohon! Sudah bersusah payah gue mengalahkan Arsya agar kita bisa pergi jalan-jalan ke Villa kakek. Masa iya, harus batal gara-gara ada yang menelepon gue." kata Kenzo belum mengubah posisinya karena menunggu jawaban Salsa.


"Gue akan matiin ponsel sampai Lo sendiri yang menghidupkan ponsenya lagi. Asalkan jangan dibatalin rencana kita hari ini." Kenzo tidak ingin menyerah begitu saja, karena dia yakin Salsa seperti itu karena tidak biasa menunggu.


"Bagaimana? Mau ya! Ini ponselnya Lo pegang, nanti setelah kita kembali dari Villa baru Lo kembaliin lagi." Lama Salsa diam sampai beberapa menit kemudian barulah dia menganguk setuju dan mengambil ponsel Kenzo, lalu dimasukan kedalam tas selempang tempat dompet dan ponsel miliknya.


Kenzo tersenyum sambil berdiri dan mengulurkan tangannya membantu istrinya berdiri.


BERSAMBUNG...


,.


.


.


Sambil menunggu bbg Kenzo update. Yuk baca novel sahabat Mak author juga. Terima Kasih😘💕


__ADS_1


__ADS_2