
🥀🥀🥀🥀🥀
.
.
"Apa kamu pikir dengan keputusan ini Arsya akan bahagia? Apa kamu yakin jika ini adalah yang terbaik untuk kalian berdua?" Jeni kembali bertanya. Namun, kali ini dengan nanda suara rendah, karena melihat Aurel menangis setelah dia mengatakan jika gadis itu munafik.
"Aurel, aku harap kamu memikirkan apa yang aku katakan tadi. Aku kesal melihat kalian berdua, terutama dirimu. Kamu benar-benar bodoh. Ibumu saja melarang kamu mengambil keputusan yang akan membuat dirimu menderita di seumur hidupmu. Akan tetapi kamu memaksakan diri sendiri," ungkap Jeni yang sudah mendengar ceritanya dari Arsya sahabat barunya.
Ya, Arsya memang sudah bercerita padanya. Apa penyebab Aurelia menjauhinya selama kurang lebih satu tahun belakangan. Maka dari itulah Jeni memberanikan diri untuk ikut campur permasalahan sahabatnya dan Aurel
"Aku hanya tidak mungkin mengingkari janji yang sudah aku buat. Kamu tidak mengerti apa yang aku rasakan dan seperti apa masalah keluargaku. Makanya masih bisa berbicara semudah ini," jawab Aurel masih terisak kecil.
__ADS_1
"Janji mana yang tidak mungkin kamu ingkari? Tidak ada masalah yang tidak bisa diselesaikan jika kamu mau terbuka pada Arsya. Dia sangat mencintaimu, Aurel. Cobalah kamu mengerti dirinya dan ceritakan masalahmu padanya. Aku sangat yakin jika Arya pasti memiliki cara buat menyelesaikan masalahmu tanpa ada yang terluka," meskipun baru mengenal Arsya belum satu bulan. Akan tetapi Jeni tahu jika sahabatanya itu pemuda baik-baik. Apalagi Jeni mengenal siapa keluarga besar Arsya. Makanya gadis itu berani berkata seperti itu.
"Ini bukan masalah Arsya tidak bisa membantu ku. Tapi... Aku, aku sudah berjanji pada mamanya Ziko, bahwa aku akan selalu menemani anaknya," jawab Aurel menarik nafas berat. Sebab memang itulah yang membuat dia tidak bisa membatalkan semuanya. Meskipun Arsya sendiri sudah menawarkan dirinya untuk menolong keluarganya.
"Jadi karena janji mu itu, kamu mengorbankan kebahagiaan diri sendiri? Apa kamu pikir Ziko maupun ibunya tidak akan kecewa setelah tahu bahwa sebetulnya kamu menyukai sahabatku?" pertanyaan dari Jeni membuat Aurel terdiam. Dia bingung akan menjawab apa lagi. Sebab gadis di hadapannya sangatlah banyak bicara. Meskipun apa yang Jeni katakan adalah benar.
"Entahlah! Aku tidak tahu juga," terdengar Aurel menghela nafas panjang dan dia hembuskan dengan kasar.
"Jeni, kamu siapanya Arsya? Kenapa kamu begitu ingin melihat kami bersama?" tanya Aurel seraya menyeka air matanya sendiri. Jeni sudah seperti seorang dosen penerjemah yang terus saja berbicara semaunya. Sehingga membuat Aurel berhenti menagis. Meskipun hatinya benar-benar sakit harus kembali membicarakan masalah dia dan Arsya.
"Aku hanya sahabatnya selama tiga Minggu ini. Aku tidak ingin kalian menyakiti diri sendiri. Padahal masih saling menyukai," jawab gadis itu santai, karena dia memang hanya ingin membantu Arsya saja. Tidak ada niat yang lainnya.
"Iya, tapi kenapa kamu harus bersusah payah melakukannya?" sekarang malah jadi Aurel yang bertanya. Tanpa keduanya sadari sudah bercerita seperti dua orang sahabat.
__ADS_1
"Karena aku juga memiliki laki-laki yang aku sukai. Namun, dia selalu menghindar dariku. Aku tahu rasa sakitnya seperti apa ketika tidak bisa bersama orang yang kita cintai. Makanya aku ingin menolong hubungan kalian berdua," jawab Jeni tersenyum yang ia paksakan.
"Jadi aku mohon padamu jangan menjadi wanita bodoh, hanya karena janjimu itu. Bicarakan pada Arsya secara baik-baik, karena aku sangat yakin dia akan memperjuangkan hubungan kalian," setelah berkata seperti itu Jeni langsung berdiri karena takut bila Arsya mengetahui dia menemui Aurel.
"Jeni!" panggil Aurel ikut juga berdiri. Namun, dia masih berdiri pada tempatnya.
"Apa?" Jeni menjawab singkat dan menoleh kearah belakang.
"Terima kasih, aku berterima kasih karena dirimu sudah mau membantu aku dan Arsya. Akan aku pikirkan dulu," jawab Aurel sedikit menyugikkan senyumannya.
Jeni tidak menjawabnya, gadis tersebut hanya mengangguk dan setelah itu melanjutkan niatnya untuk masuk kedalam gedung tempat mereka menimba ilmu.
...BERSAMBUNG......
__ADS_1