
🥀🥀🥀🥀🥀
.
.
Ceklek!
Suara pintu kamar Salsa yang dibuka oleh Kenzo. Begitu dia masuk Salsa sedang mengerjakan tugas sekolahnya yang akan dikumpulkan besok pagi.
Mendengar ada yang masuk ke kamarnya, gadis cantik itu pun menoleh untuk melihat siapa yang datang. Beberapa detik dia sempat terdiam karena belum terbiasa dengan keadaan bahwa dirinya sudah menikah, perasaan aneh ada pria asing masuk ke dalam kamarnya tentu masih Salsa rasakan
"Hem!" Salsa berdehem untuk menghilangkan rasa terkejutnya. "Lo baru pulang?" seru Salsa berbasa-basi. padahal tanpa bertanya saja dia sudah tahu jawabannya.
"Iya, dari kampus gue langsung pulang ke sini." jawab Kenzo ikut duduk di sofa sebelah Salsa. "Lo lagi ngerjain apa?" tanya Kenzo merebahkan tubuhnya pada sofa yang hanya tersisa sedikit karena digunakan untuk dua orang.
"Tugas sekolah," gadis itu menjawab singkat. Dia tidak merasa terganggu ketika Kenzo baring disebelahnya, karena Arsya sang kakak, Alexander dan Aditya juga sering seperti itu.
"Sa!" pangil Kenzo sambil memperhatikan wajah cantik sang istri.
"Hem! Apa?" tidak mengalihkan pandangan matanya dari laptop yang menyala. "Mau tidur, ya tidur aja. Nanti gue bangunin kalau sudah ada satu jam." lanjutnya lagi.
"Lo sudah makan siang apa belum?" kata Kenzo kembali bertanya. "Tadi mama bilang, kalau mau makan ajak Lo,"
"Gue sudah makan siang di sekolahan. Sekarang belum lapar. Lo makan aja, gih!" jawab Salsa melihat kearah suaminya yang juga masih menatapnya dengan lekat.
"Gue juga masih kenyang. Apa tugasnya masih banyak? Kita akan pulang ke rumah Kakek Fathan, tiga puluh menit lagi. Soalnya takut telat, bila berangkat waktunya sudah mepet." ucap Kenzo yang sebetulnya tadi bukan ingin menanyakan hal itu.
Akan tetapi dia hendak menanyakan apakah Minggu depan Salsa menonton pertandingan Basket juga, atau tidak. Tapi entah mengapa, lidahnya seakan kelu.
"Lumayan banyak, ya sudah! Kalau gitu gue mau mandi dulu. Nanti malam gue kerjain lagi tugasnya." Salsa yang sudah dinasehati oleh mamanya. Tidak membantah, dia menjelma menjadi gadis penurut seperti pada kakaknya.
"Ya, nggak apa-apa kalau mau nanti malam ngerjainnya. Biar gue bantuin." ucap Kenzo menyetujui.
Salsa tidak menjawab. Dia langsung mengambil handuk dan juga Bathrobe, lalu masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan dirinya.
Di saat Salsa masih mandi, ponsel gadis itu berbunyi. tentu saja Kenzo yang masih berada di sofa melihat ke arah ponsel istrinya yang berdering, karena HP Salsa memang tidak dibuat mode silent.
"Siapa sih berisik banget," seru Kenzo yang juga penasaran karena sudah lebih dari lima kali nomor tersebut terus mencoba menghubungi Salsa.
__ADS_1
Namun, karena pemiliknya sedang berada di kamar mandi jadi tidak diangkat. Setelah panggilan terakhir belum juga diangkat. Si penelpon mengirimkan pesan lewat via WhatsApp.
💌 0 : "Selamat siang, Sa! Ini Kak Farel." bunyi pesan yang dikirim oleh seseorang yang mengaku jika namanya Farel.
"Farel? Inikan Farel Tim nya Arsya. Mau apa dia chat istri gue? Nggak ada kerjaan apa?"
Gumam Kenzo sambil melirik kearah pintu kamar mandi. Takut bila sewaktu-waktu Salsa keluar dan melihat Kenzo membuka ponsel miliknya.
Ting!
💌 0 : "Eum... Minggu depan kita jalan, mau nggak? Ada yang mau kakak bilangin ke Princes." belum dibalas pesan pertama. Farel sudah mengirim pesan baru lagi, mungkin karena dia mengira jika Salsa online dan membaca pesan darinya.
Ting!
💌 "0 : "Kakak dapat nomor kamu dari Ale, soalnya Arsya nggak mau ngasih. Dia nyuruh kakak minta sendiri sama kamu." takut Salsa menolak membalas pesannya karena tidak kenal. Meskipun foto propil adalah foto Farel sendiri. Pemuda itu mengirim pesan lagi dan memberitahu dari mana dia mendapatkan nomor gadis pujaan hatinya.
💌 Salsa : "Maaf, gue nggak bisa!" Kenzo yang tidak suka langsung membalas pesan tersebut dan menghapus semua pesanannya. Bukan hanya itu saja, dia juga memblokir nomor Farel yang kebetulan belum tersimpan pada ponsel istrinya.
"Rasain Lo, memang enak! Salsa milik gue, jadi jangan macam-macam,"
Agh dasar si Ken, Ken! Mana tahulah Farel kalau Salsa adalah istrinya.
"Ken, Ken! Lo nggak mau mandi?" tanya Salsa dengan nama yang sudah dia sematkan sedari awal mengetahui nama Kenzo.
"Iya, ini gue juga baru mau mandi," Kenzo langsung berdiri dari Sofa karena tubuhnya memang terasa begitu lelah. Selama Kenzo mandi, Salsa mengganti pakaiannya dan juga mempersiapkan laptop untuk menyelesaikan tugasnya tadi yang belum selesai.
Setelah itu Salsa membereskan tempat tidur seperti biasa, karena dia memang selalu merapikannya sendiri.
"Lo sudah siap?" tanya Kenzo yang telah selesai membersihkan dirinya. Dia berjalan santai dengan tubuh bertelanjang dada seperti kemarin sore.
"A--a--apa, apan Lo! Cepat pake baju sana!" seru Salsa tergagap karena malu melihat pemandangan yang bisa saja membuatnya terhipnotis. Untung saja selama ini Salsa memiliki adik dan kakak yang sangat tampan. Jadi dia tidak tertarik pada kegantengan sang suami.
"Ck, jual mahal, Lo. Nanti juga mau melihat terus-terusan," cibir Kenzo seraya masuk kedalam ruang ganti. Tidak sampai sepuluh menit, dia sudah keluar dengan mengenakan baju kaos berlengan pendek dan juga celana jeans pendek.
Rambutnya sengaja hanya disisir mengungkapkan jari tangan. Namun, meskipun begitu tidak mengurangi ketampanannya.
Sambil memakai jam tangan pada tangannya. Kenzo berjalan kearah sofa tempat dia meletakan kunci mobil dan juga ponselnya.
"Sa... besok berangkat bareng gue aja." ucapannya melihat Salsa yang memasukan cas-san laptop kedalam tas ransel yang akan dia bawa ke rumah Kenzo.
__ADS_1
"Kenapa?" Salsa balik bertanya.
"Karena Lo tanggung jawab gue. Jadi sudah seharusnya gue yang antar jemput Lo." selama berada di dalam kamar mandi. Kenzo sudah memikirkan hal tersebut. Apalagi mengigat pesan Farel. Membuat Kenzo ingin menunjukan pada siapa saja, bahwa Salsa adalah istrinya.
"Tapi, Ken. Kita kan berbeda tempat dan jam pulangnya juga berbeda. Jadi biarin gue berangkat bareng Kak Arsya." jawab Salsa menolak secara halus.
Mana mungkin dia berangkat bersama Kenzo. Apa kata teman-temannya bila mengetahui hal tersebut.
"Sudah jangan menolak! Nanti gue yang jelasin ke papa." sela Kenzo, dia mengira kalau Salsa takut belum mendapatkan izin dari orang tuanya. "Ayo siapkan semua keperluan buat sekolah besok." kata pemuda itu tidak bisa dibantahkan lagi.
Walaupun di dalam hatinya Salsa merasa jengkel. Dia tetap diam dan menurut saja, dan mulai mengemasi peralatan sekolahnya. Setelah selesai mereka langsung turun menuju lantai bawah buat menemui kedua orang tua Salsa.
"Nak, apa kalian mau pergi sekarang?" tanya Rian yang sedang duduk di ruang keluarga seorang diri.
"Iya, Pa." jawab Kenzo dan Salsa secara bersamaan. Lalu Kenzo duduk tepat di sebelah mertua Laki-lakinya.
"Pa, mama kemana?" tanya Salsa ikut duduk di sofa singel.
"Mama lagi tidur, mungkin baru lima belas menit lalu kembali ke kamar." jawab Rian. Setelah itu dia menoleh kearah Kenzo "Ada apa?" Rian yang mengerti langsung bertanya pada menantunya.
"I--itu, Pa. Mulai besok, Kenzo ingin mengantar jemput Salsa." jawab Kenzo merasa tidak enak. Soalnya Salsa adalah Princes Erlangga, jelas tidak sembarangan Rian memberikan izin. Itulah yang Kenzo pikirkan.
Mendengar permintaan menantunya. Rian tersenyum kecil lebih dulu sebelum menjawabnya. "Silahkan! Salsa adalah istrimu. Tapi dengan satu syarat, jangan sampai putri Papa kenapa-napa." berhenti sesaat lalu kembali lagi berbicara.
"Kamu tahu sendiri, kan. Salsa begitu dijaga oleh kakaknya." papar Rian menoleh kearah putrinya yang hanya diam saja, karena mamanya juga lagi tidur.
"Kenzo berjanji akan menjaga Salsa sama seperti Kak Arsya, Pa." janji pemuda itu yang terpaksa menyebut kata kakak pada Arsya.
"Huem! Papa percaya pada, mu." jawab Rian sudah mencari tahu tentang menantunya. "Sekarang pergilah! Nanti kalian berdua malah terlambat," kata Rian melirik jam tangannya.
Dia sudah mengetahui kalau Kenzo dan putrinya akan mengantar besannya ke bandara.
"Oh iya, Kenzo hampir lupa!, Kalau begitu kami izin pergi dulu, Pa." Kenzo langsung berdiri dari duduknya. Diikuti juga oleh Salsa.
Setelah berpamitan dan memeluk cinta pertamanya. Salsa pun mengikuti Kenzo yang membawa tas laptop dan juga pakaian sekolahnya. Makanya dia membawa pakaian tersebut. Takut bila ibu mertuanya tidak menyiapkan pakaian untuk dia sekolah.
Tiba di halaman rumah. Kenzo langsung membukakan pintu mobil untuk sang istri. Baru setelah itu dia menyusul masuk.
"Sa, Lo kenapa diam aja?" tanya Kenzo sebelum menjalankan kendaraannya.
__ADS_1
*BESAMBUNG*...