Pernikahan Salsa

Pernikahan Salsa
Belum di bobol.


__ADS_3

🥀🥀🥀🥀🥀


.


.


"Apa, suka sama Om, Om?" Salsa menarik kameja Kenzo yang berjalan mendekati ranjang tempat tidur yang sudah dihiasi kelopak bunga mawar merah.


"Ken, Ken, berhenti! Mau kemana, Lo?" ucapannya lagi, melarang Kenzo yang mendekati ranjang kesayangannya itu.


"Mau istrirahat lah, memangnya mau ngapain lagi." berhenti di tempatnya berdiri lalu pemuda itu menoleh kearah istrinya yang masih memegang ujung kameja yang.


"Kenapa? Ngapain narik-narik baju gue? Jangan bilang kalau Lo udah nggak sabar buat---"


Pemuda itu sengaja tidak melanjutkan ucapannya, karena ingin melihat reaksi Salsa.


"Nggak sabar buat apa? Awas kalau Lo berpikiran mesum, ya!" ancam Salsa sambil menyilangkan tangan di depan dadanya. Agap saja dia sedang melindungi salah satu aset berharganya. Namun, perkataan Salsa justru membuat Kenzo semakin ingin meledek istri kecilnya itu.


"Kenapa tanganya pake disilang pada dada segala. Lo tu yang berpikiran mesum! Gue ngomong apa, tapi pikirannya sudah kemana-mana. Emang tadi Lo mikirnya, nggak sabar buat apa, hah?" tanya Kenzo mendekatkan muka mereka. Sehingga membuat Salsa repleks menurunkan tangan dan memejamkan matanya karena jarak muka keduanya hanya tersisa beberapa senti.


Kenzo yang melihat sang istri memejamkan mata, hanya tersenyum. Lalu dia berjalan pelan kearah ranjang dan langsung duduk sambil melihat Salsa yang masih memejamkan matanya.


Gadis itu mengira kalau Kenzo masih berada dihadapannya. Sehingga dia tetap memejamkan mata seperti tadi. Lama menunggu tidak terjadi sesuatu. Salsa pun membuka matanya dengan pelan. Namun, begitu mata cantiknya terbuka, Kenzo sudah tidak ada. Suaminya itu sudah duduk di pinggir ranjang sambil menahan senyum.


"Brengsek! Gue dikerjain,"


umpat Salsa menatap seperti musuh.


"Nggak boleh ngumpat di dalam hati, nanti jadi dosa." ucap Kenzo langsung merebahkan tubuhnya. Tidak perduli tatapan sang istri, yang jelas dia ingin istrirahat karena lelah dari tadi malam tidak bisa tidur.


Sebab dia belum bisa percaya bisa menikahi gadis yang selalu di bicarakan oleh para sahabatnya dari semenjak mereka bertemu di pertandingan dua Minggu lalu. Sekarang Salsa sudah menjadi istri sahnya. Mau berbuat apa saja tentu tidak akan ada yang melarang. Termasuk mertuanya sendiri. Dia bebas ingin melakukan apapun pada gadis itu.

__ADS_1


"Lo benar-benar bikin gue emosi, ya!" mengepalkan tangannya kuat-kuat. Untuk meredam emosi melihat Kenzo yang malah terlihat santai.


"Daripada ngomongin gue didalam hati. Lebih baik Lo ganti baju, setelah itu ikut istrirahat. Ingat nanti sore kita mau kerumah kakek gue." kata pemuda itu sebelum memejamkan matanya karena sudah tidak tahan menahan kantuk.


"Tidur?" Salsa tidak percaya Kenzo sudah tidur dengan nyenyak. Padahal baru saja memejamkan matanya beberapa detik yang lalu.


"Ck, asal tidur aja. Untung gue baik yang masih takut sama dosa, kalau nggak mikirin itu, sudah gue dorong kebawah Lo. Enak banget baring diranjang gue." berbicara sambil berlalu masuk kedalam ruang ganti.


Salsa bukannya mau menuruti perintah si suami. Tapi memang ingin istrirahat karena dia juga mengantuk mau tidur walaupun hanya sejenak. Bukan hanya Kenzo yang tidak bisa tidur tadi malam. Namun, dia sendiri juga sama, bagaimana mungkin bisa menikah dengan rival sang Kakak kesayangan.


Setelah selesai menganti baju dengan pakaian rumahan. Salsa berjalan kearah lemari, lalu dia mengambil selimut dan bantal yang sering di gunakan oleh Arsya apabila sedang menemaninya tidur. Kakak nya itu selalu datang kesana apabila di luar sedang hujan besar, karena tahu adiknya pasti ketakutan.


"Ugh, nyaman sekali. Lebih baik gue tidur disini dari pada harus satu ranjang sama si Ken, Ken." ucap Salsa setelah selesai membentang selimut, sebagai alas tidurnya. Mungkin karena mengantuk dan lelah juga, Salsa pun langsung tertidur dengan nyaman.


Tempat dia tidur sekarang, tidak jauh dari ranjang. Hanya berjarak kira-kira dua meter. Saking tidak mau harus berbagi ranjang. Princes Erlangga itu pun memilih untuk tidur di atas lantai. Keduanya sama-sama tidur dengan nyenyak. Tidak perduli apa yang terjadi setelah bangun nanti. Yang penting saat ini mereka istrirahat lebih dulu.


*


*


"Eum---- ini jam berapa?" tanya Kenzo sambil melihat jam mewah yang melingkar pada pergelangan tangannya.


"Hah, sudah Jam empat! Kenapa gue bisa tidur selama ini." bukanya bangun dari baringnya. Namun, pemuda itu memiringkan tubuhnya untuk mencari bantal guling karena dia ingin memeluk benda tersebut.


Begitu tubuhnya berbalik, matanya menangkap sosok sang istri yang tidur di lantai beralaskan karpet dan selimut tebal.


"Ternyata dia tidur juga," tersenyum kecil sambil menatap wajah cantik sang istri.


"Kenapa gue ngerasa seperti mimpi sih. Mendadak nikah sama cewek yang baru gue temui. Jangankan pacaran, kenalan juga belum." bergumam-gumam kecil sebelum dia memutuskan untuk bangun membersihkan tubuhnya, karena dia akan kembali kerumah Tuan Fathan kakeknya.


Begitu turun dari ranjang. Pemuda itu berjalan mendekati kover kecil tempat pakainya yang di bawa oleh asisten sang kakek, setelah acara pernikan mereka selesai tadi siang.

__ADS_1


Lalu diapun membawa pakaian gantinya masuk kedalam kamar mandi. Tidak membutuhkan waktu yang lama. Kenzo sudah selesai membersihkan tubuhnya. Dia keluar dalam keadaan lebih segar dari tadi.


Saat Kenzo masih mengeringkan rambutnya. Pintu kamar Salsa di ketuk dari luar. Lalu cepat-cepat pemuda itu berjalan kearah pintu untuk membukanya.


Cek ... lek ...


"Mama!" ucap Kenzo begitu pintu tersebut dibukanya.


"Agk, ma--maf, Mama mengangu. Mama kira kalian masih tidur." seru Ayla merasa malu sendiri karena melihat menantunya sudah mandi dan seperti--- Habis melakukan sesuatu. Meskipun ada rasa tidak percaya kalau anak gadisnya sudah di bobol oleh Kenzo.


Tidak, tidak, tidak mungkin terjadi secepat itu. Dia dan Rian saja baru melakukannya setelah pernikahan mereka berumur tujuh bulanan kurang lebih. Itupun, terjadi karena obat perangsang yang diberikan oleh Sanjaya.


Tidak sadar Ayla mengelengkan kepala berulang kali di hadapan menantunya. Untuk mengusir pikiran anehnya. Padahal meskipun Kenzo membobol Princes Erlangga. Itu sudah menjadi haknya karena mereka sudah menikah.


Kenzo yang mengerti kenapa ibu mertuanya mengelengkan kepala langsung membuka pintu kamar cukup lebar, seraya berkata. "Salsa masih tidur, Ma. Entah mengapa dia tidur lantai, Ken tadi sangat mengantuk. Jadinya tidur lebih dulu."


"A--a--apa masih tidur! Dia tidak akan bangun bila belum dibangunkan. Tidak apa-apa biarkan dia mau tidur dimana saja. Arsya juga tidur disana bila sedang menemani istrimu." untungnya Nyonya Erlangga itu bisa menguasai dirinya agar tidak nampak gugup setelah mengetahui kalau putrinya belum di siang pertama oleh si menantu.


"Baiklak karena kamu sudah mandi. Maka bangunkan saja istrimu. Dia tidak akan bagun meski sampai sore. Kalian harus kerumah kakek mu. Nanti malah terlambat." ucap Ayla karena sekarang dia sudah tidak bebas masuk ke kamar putrinya.


"Iya, Ma. Kalau begitu Ken akan membangun Salsa. Ini juga sudah sore, takutnya malah hujan. Sedari tadi, di luar cuacanya mendung terus." jawab Kenzo saat melihat ibu mertuanya sudah mau meninggalkan kamar mereka.


"Iya, bangunkan saja. Mama mau kembali turun." ucap Ayla pergi dari sana.


BERSAMBUNG ...


.


.


.

__ADS_1


Sambil menunggu pernikahan Salsa update. Yuk, pada mampir di novel sahabat Mak author.



__ADS_2