
🥀🥀🥀🥀🥀
.
.
"Ken, ini... seperti jaket seorang cewek, punya siapa?" tannya Mia memegang jaket berwarna pink. Begitu memegang bahannya Mia yang hobinya shoping tentu saja tahu bahwa jaket tersebut berharga puluhan juta rupiah.
Sebelum bertanya Mia sempat bertanya-tannya pada dirinya sendiri. Sambil menebak-nebak, mungkinkah milik adik perempuan Kenzo. Tapi beberapa hari lalu Kenzo bercerita kalau orang tua dan adiknya sudah kembali ke Korea. Jika bukan milik adiknya, lalu punya siapa? itulah yang ada dipikiran wanita itu.
"Oh, itu... milik pacar gue, tadi gue ngantar dia pulang ke rumahnya, karena gue buru-buru jadi gak ingat sama jaket miliknya." jawab Kenzo tidak menutupi jika jaket tersebut milik Salsa, gadis yang menjadi istri, bukan pacar.
"A--a--apa? Pa--pacar, Lo pu--punya pacar?" tanya Mia dengan suara terbata-bata. Sungguh dia tidak percaya kalau sahabatnya itu sudah memiliki pacar.
"Iya, pacar!" jawab Kenzo menyugikan senyum. "Lo kenapa seperti habis melihat hantu? Emang gue jelek ya, makanya Lo seperti nggak percaya gitu kalau gue punya pacar," kata Kenzo sudah membelokan mobilnya ke kafe tempat mereka merayakan kemenangan malam ini.
Kebetulan sekali tempat tersebut tidak jauh dari Gedung olahraga tempat mereka bertanding.
"Bu--bukan, bukan! Justru karena Lo sangat tampan makanya gue kaget. Gadis mana yang udah berhasil membuat sahabat gue berani menembak ngajak pacaran." secara tidak langsung Mia memuji ketampanan sahabatnya.
"Huh! Kita pacaran nggak ada acara tembak menembak," Kenzo kembali tersenyum. Lalu dia membuka selt belt pada tubuhnya dan turun lebih dulu, karena para sahabat mereka pasti sudah menunggu di dalam. Sebab meskipun berangkat serempak, Kenzo membiarkan mobilnya di salip dari belakang.
"Ayo turun, cepat selesai acaranya. Maka kita akan cepat pulang." Kenzo membuka pintu mobil dan mengajak Mia turun. Sehingga membuat Mia tidak memiliki kesempatan bertanya lebih lanjut.
"Ken, Kenzo!" dengan berani Mia menyentuh tangan Kenzo yang sudah berjalan lebih dulu dari, dirinya.
"Huem, iya. Ada apa?" Kenzo berhenti di tempatnya berdiri.
"Si--siapa gadis yang menjadi kekasih, Lo? Lo nggak lagi berbohongkan?" daripada nanti tidak bisa tidur, Mia memaksakan untuk bertanya dengan jelas.
"Jika Lo nannya siapa gadisnya, sorry! Gue belum bisa memberi tahu sekarang." jawab Kenzo memasukan kedua tangan kedalam saku celananya. "Tentu aja gue serius, lagian kapan gue berbohong, sih." Kenzo menjawab sambil melanjutkan langkah kakinya.
Setibanya di dalam kafe yang cukup booming di kalangan anak muda seperti mereka langsung duduk diantara Eel dan Hengki. Sedangkan Mia duduk disamping Andra dan beberapa gadis yang ikut bersama mereka.
__ADS_1
Berhubung ini acara perayaan atas kemenangan Tim mereka, Mia tidak bertanya lagi. Wanita itu berniat, saat Kenzo mengantarnya pulang nanti. Barulah Mia bertanya pada sahabatnya itu. Namun, pengakuan Kenzo, membuat Mia kecewa dan sakit hati.
"Ayo pesan makan dan minuman kalian masing-masing. Hari ini sangat bersejarah di Tim kita, karena didetik-detik terakhir Kenzo berhasil mengalahkan si Arsya." ucap Hengki berseru dengan senang.
Lalu mereka semua mulai memesan kesukaan masing-masing. Makanan yang tersedia di sana hanya ada makan-makanan ringan. Makanya sangat cocok untuk anak-anak muda yang hobinya nongkrong dan lebih banyak bercerita daripada makan ataupun minum.
Setelah memesan minum dan makanan kesukaannya. Kenzo merogoh ponsel yang ada disaku celananya. Lalu langsung mencari kontak di via whatsapp yang ia beri nama inces cantikku..
💌 Kenzo : "Lagi apa?" Kenzo mengirim satu pesan.
💌 Kenzo : "Sorry!" bunyi pesan kedua. Ponsel Salsa online, tapi dia tidak membuka pesan dari suaminya.
💌 Kenzo : "Princes... Lo belum tidur, 'kan?" kembali mengirim pesan meskipun tidak mendapatkan balasan.
💌 Kenzo : "Kenapa nggak dibaca? Balas dong." 😥 Pemuda itu sengaja memberi emoji lelah di akhir kalimatnya.
💌 Kenzo : "Princes lagi marah pada gue, atau apa nih?" tidak perduli sudah puluhan pesan yang ia kirimkan. Kenzo terus mengirim pesan baru.
"Ken, Lo lagi chatan sama siapa? Asik banget kayaknya, sampai nggak dengar hengki ngomong apa," Eel menjadi kepo karena tidak biasanya Kenzo berbalas pesan dalam waktu cukup lama seperti saat ini. Sampai mengabaikan para Sahabatnya.
"Makan aja dulu, nanti kalau mau nannya. Gue lagi---"
Kenzo tidak melanjutkan lagi ucapanya. Pemuda itu terdiam sambil melihat kearah Mia. Lalu Kenzo berdehem.
"Ehum! Eum... nanti kita bahas. Gue lagi chatan sama adik gue," kata Kenzo mencari alasan. Lalu setelah itu dia kembali lagi melanjutkan mengirim pesan pada Salsa.
💌 Kenzo : "Sa, balas dong!" mulai gelisah dan mengingat istrinya yang menangis.
💌 Kenzo : "Ayo ngomong, gue ada salah apa? Biar gue bisa memperbaiki kesalahan gue," tannya Kenzo semakin bingung.
💌 Kenzo : "Princes nya Kenzo... balas dong! Ini gue belum bisa pulang karena teman- teman satu Tim ngajak merayakan kemenangan malam ini." tidak di tannya membuat Kenzo menjelaskan sendiri kenapa dia belum pulang.
💌 Kenzo : "Sayang... sayang, sayang, sayang!" Kenzo terus mengirim pesan yang hanya bertuliskan kata sayang.
__ADS_1
💌 Salsa : "Ken, Ken, stop! Lo mau membuat ponsel gue ngebleng gara-gara pesan yang tidak jelas." Salsa akhirnya membalas pesan Kenzo karena suaminya itu pantang menyerah.
💌 Kenzo : "Yang jelas itu cuma perasaan gue, ke Elo, Sa." balas Kenzo menyugikan senyum disudut bibir atasnya.
💌 Salsa : "Basi!" balas Salsa yang saat ini sudah kembali ke kamarnya sendiri. " Lo salah orang Ken, Ken. Gue nggak sama seperti pacar-pacar, Lo." balas Salsa melempar ponsel keatas ranjang. Lalu dia ikut merebahkan dirinya juga.
💌 Kenzo : "Pacar? Maksudnya pacar gue yang mana, nih?"
💌 Salsa : "Dasar Playboy! Sudah jangan ngirim pesan lagi, gue ngantuk mau tidur." tulis si princes. "Malam ini Lo pulang ke rumah kakek aja, jangan pulang kesini." setelah mengirim pesan yang terakhir, Salsa langsung meng-oflien ponselnya.
💌 Kenzo : "Eh, tunggu, tunggu! Gue mau pulang ke sana," cegah Kenzo berharap Salsa membaca pesan darinya. Namun, jangankan dibaca, ponsel istrinya saja sudah tidak aktif.
"Sial! Gara-gara acara merayakan kemenangan Tim, bisa-bisa malam ini gue tidur jauh dari istri."
Umpat Kenzo menahan kesal, karena dia harus terjebak bersama para sahabatnya.
" Ken, Lo baik-baik aja, 'kan? tanya Mia kembali bersuaranya.
"Agh, iya. Gue baik-baik aja'" Kenzo pun tersadar dari lamunannya. "Ayo cepat habisin, kita pulang." kata Kenzo menyeruput jus alpukat milik nya. Sedangkan para sahabat Kenzo hanya diam karena merasa aneh pada perubahan Kenzo.
*BERSAMBUNG*...
.
.
.
Sambil menunggu bbg Kenzo update, yuk baca novel sahabat Mak Author.
Terima kasih😘💕
__ADS_1