Pernikahan Salsa

Pernikahan Salsa
Tersedak makanan.


__ADS_3

🥀🥀🥀🥀🥀


.


.


"Ken... memangnya teman cewek, Lo yang mana, sih?" Eel kembali bertanya karena selama dua tahun mereka berteman. Kenzo sangat jarang bepergian apabila tidak bersama mereka.


"Teman lama gue. Nanti juga kalian akan tahu sendiri." jawab Kenzo terus berjalan menuju kantin tempat Mia menunggu dirinya.


Sedangkan Andra dan Yogi hanya diam sambil mengikuti Kenzo dari belakang. Begitu tiba di kantin, keempat pemuda itu langsung mengalihkan pandangan semua siswi kearah mereka. Tepatnya kearah Kenzo, karena dia memang pemuda yang begitu tampan di Universitas Bima Sakti.


"Ceweknya yang mana, Ken?" tanya Yogi ikut melihat keseliling mereka.


"Entahlah, gue juga belum tahu." jawab Kenzo melihat dari satu meja, ke meja lainya lagi. "Tapi tunggu sebentar, gue telepon dulu," lanjut Kenzo seraya mengeluarkan ponsel dari saku celananya.


Baru saja dia akan menghubungi Mia. Gadis itu telah mengirim pesan lebih dulu.


💌 Mia : "Ken, gue ada di belakang tempat kalian berdiri. Tapi meja paling unjung, dekat jendela." bunyi pesan yang dikirimkan oleh Mia.


Ternyata gadis cantik itu melihat kehadiran Kenzo dan ketiga sahabatnya. Lalu begitu para pemuda tersebut menoleh kearah belakang tempat mereka berdiri. Mia melambaikan tangannya ke atas.


"Oh, itu dia. Ayo kita ke sana." ajak Kenzo tersenyum kearah Mia yang juga tersenyum melihat kedatanganya.


"Mi, sorry ya, gue lupa nggak ngecek ponsel. Padahal kita sudah janjian mau ketemuan." ucap Kenzo menarik kursi lalu duduk di samping Mia.


"Iya nggak apa-apa. Lagian salah gue juga datangnya disaat Lo masih belajar." jawab Mia tersenyum manis yang langsung membuat ketiga sahabat Kenzo mengajaknya untuk berkenalan.


"Hai cantik kenalin, gue Yogi sahabat Kenzo." Yogi yang merupakan playboy cap minyak kayu putih. Mengulurkan tangannya lebih dulu.


"Hai juga, gue Mia sahabat Kenzo sejak kecil." jawab gadis itu ikut memperkenalkan dirinya.


"Wah, Lo serius? Pantesan kalian berdua sepertinya sangat serasi. Ternyata sahabatnya sejak kecil." sela Eel yang tidak sadar bila ucapannya itu telah membuat kepercayaan diri Mia semakin meningkat.


Dulunya Mia tidak memiliki perasaan suka sebagai pasangan. Akan tetapi setelah banyak orang terdekat mereka memuji, jika mereka berdua adalah pasangan yang serasi. Perasaan suka Mia dengan perlahan berubah menjadi cinta.


Plaaak!


"Aauh! Kenzo, Lo apa-apaan ih, main pukul-pukul segala." sungut Eel merasa perih pada pergelangan tangannya yang di pukul cukup kuat oleh Kenzo.

__ADS_1


"Lo, yang apa-apaan! Sembarangan kalau ngomong," Kenzo menatap tajam pada sahabatnya.


"Ih, orang gue asal ngomong juga. Makanya kalau punya teman baru itu, kenalin ke kita-kita. Terutama teman cewek." bela Eel karena merasa dia hanya bercanda.


Apa yang dia katakan cuma sebagai modus untuk berkenalan dengan Mia.


"Kan kita baru aja sampe, El!" seru Kenzo merasa kesal mendengar ucapan Eel.


"Sudah, sudah! Jangan pada lebay." ucap Andra yang sedari hanya diam. "Hai... Mia, kenalin. Nama gue Andra sahabat Kenzo juga." Andra ikut memperkenalkan dirinya.


"Gue Mia, senang berkenalan sama kalian semua. O'ya ayo silahkan duduk dan pesan minuman sama makanan untuk kalian, hari ini biar gue yang traktir kalian semua." imbuh Mia.


"Serius, Lo? Wah, ternyata tidak hanya cantik. Akan tetapi Lo gadis yang baik." Puji Eel semakin mengagumi Mia.


"Iya, gue serius. Anggap saja sebagai tanda persahabatan kita. Gue kan baru pindah ke sini dan belum memiliki teman. Jika kalian mau tidak keberatan, gue mau kita berteman. Sama seperti gue sama Kenzo." papar gadis itu karena dia memang membutuhkan teman baru.


"Boleh dong, boleh banget malahan! Oke mulai sekarang kita bersahabat, ya." sahut Yogi lebih dulu.


"Ken, Lo kok cuma diam aja, sih? Seperti nggak senang aja kita bersahabat sama Mia." goda Eel tidak ada kapok-kapok nya, karena hobinya memang membuat orang lain kesal.


"Lebih baik Lo diam, nggak usah ngomong daripada bikin gue kesal," kata Kenzo berdiri karena dia ingin memesan makanan untuk dirinya sendiri.


Tidak menjawab ataupun menoleh kearah para sahabatnya. Kenzo langsung saja memesan minuman dan makanan untuk semuanya karena sudah biasa mereka saling pesan seperti saat ini.


Tidak sampai sepuluh menit. Kenzo sudah kembali ke meja. Tapi pemuda itu hanya membawa satu gelas es-teh dan satu mangkuk bakso buat dirinya sendiri.


"Buset! Lo kebiasaan banget, punya kita nunggu ibu kantin yang bawain, sedangkan punya Lo, dibawa sendiri. Terus makannya paling duluan juga." cibir Eel yang meresahkan.


"Terserah gue dong! Kalau mau cepat, pesan sendiri jangan ngandelin ibu kantin. Mereka sibuk, bukan cuma melayani kita." menjawab santai dan mulai menikmati makanannya.


Kenzo adalah tipe pemuda yang tidak pemalas. Dia lebih suka ikut mengantri dari pada menunggu dimeja. Selama ini dia memang sangat jarang mengandalkan para teman-temannya.


"Aiissh! sudah diam aja daripada sakit hati sama omongan pedas si Ken, Ken." ucap Yogi pada sahabatnya Eel. Namun, perkataannya justru membuat Kenzo tersedak makanan.


Uhuuhk!


Uhuuhk!


"Kenzo, Lo kenapa? Ini minumlah air putih punya gue. Jangan minum air es," seru Mia memberikan air putih punya dirinya yang belum diminum.

__ADS_1


Uhuuhk!


"Berengsek! Yogi ngpain mangil gue Ken, Ken, sih. Jadinya gue tersedak makanan."


Rutuk pemuda itu didalam hati. Lalu setelah itu, dia menerim air putih yang diberikan oleh Mia.


"Eum! Thanks!" Kenzo berusaha menetralkan tenggorokannya yang masih terasa panas.


"Lo kenapa bisa tersedak makanan? Kayak cewek aja, sensitif banget." si Eel kembali mengolok Kenzo.


"Gue nggak apa-apa. Sudah cepat habiskan makanan kalian. Setelah itu kita cabut dari sini." titah Kenzo kebetulan sekali ibu kantin datang mengantar pesanan teman-temannya.


Mana mungkin Kenzo mengatakan jika dia tersedak gara-gara mendengar Yogi menyebutnya Ken, Ken. Nama tersebut adalah pangilan Salsa pada dirinya.


"Mia, Lo nggak pesan sesuatu lagi?" tanya Kenzo menoleh kearah Mia sahabatnya.


"Nggak, gue masih kenyang." tolak gadis itu karena sebelum kedatangan Kenzo dan kawan-kawannya. Dia sudah memesan lebih dulu.


"Ya sudah!" jawab Kenzo mengangguk kecil.


Sambil menunggu ke-tiga sahabatnya. Kenzo kembali lagi mengeluarkan ponselnya. Lalu setelah membuka sandi ponsel tersebut. Dia mengelus foto Salsa yang lagi tertidur sambil memeluk boneka.


Niat hati ingin mengirim pesan pada sang istri. Namun, sayangnya dia tidak memiliki nomor ponsel Salsa.


"Sial! Kenapa gue lupa minta nomor ponselnya."


Gumam Kenzo merasa kesal sendiri. Hanya mengigat nama Salsa saja sudah membuat dia ingin cepat-cepat pulang untuk bertemu dengan istri kecilnya.


"Sudah, ayo kita cabut. Kita langsung ke lapangan Basket, ya. Anak-anak yang lainya sudah menunggu kita disana." ajak Andra yang sudah mengatur semuanya, karena hari ini mereka akan membahas rencana yang ingin bermain curang agar bisa mengalahkan Arsya. Si Kapten Basket dari SMK Erlangga. Pemuda yang sekarang adalah kakak ipar Kenzo.


"Oke!" sahut Eel menyetujui.


"Gue mah ikut mana yang banyak suaranya aja. Soalnya gue nggak berani Men, sama keluarga Si Arsya. Nanti gara-gara gue ikut bermain curang. Perusahaan bokap gue jadi taruhannya." papar Yogi karena saat mencari tahu tentang Salsa. Dia baru mengetahui siapa sebenarnya Arsya.


Pemuda itu adalah cucu dari kedua konglomerat terkenal di kota B. Orang tua Yogi adalah perusahaan kecil yang numpang berteduh di perusahaan Erlangga group.


Jadi mana berani dia berbuat macam-macam. Sebab Yogi pernah mendengar papanya berbicara dengan orang yang bertamu ke rumah mereka. Bahwa Rian begitu melindungi keluarganya.


Dimana-mana pasukan khusus Erlangga dan Ridwan selalu mengawasi kedua calon pewaris tersebut. Yaitu Arsyaka Ardian Erlangga dan Salsabila Erlangga.

__ADS_1


BERSAMBUNG...


__ADS_2