Pernikahan Salsa

Pernikahan Salsa
Tidak Salah Lihat.


__ADS_3

🥀🥀🥀🥀🥀


.


.


"Ken," pangil Salsa meletakan ponselnya. Sudah hampir dua jam dia bermain ponsel karena Kenzo hanya fokus bekerja di depan Laptop, tapi dia duduk di sofa bersama istrinya. Bila sudah ada Salsa, mana pernah Kenzo mau jauh dari sang istri.


"Eum, apa sayang?" entah sadar atau tidak Kenzo menyebut Salsa dengan panggilan sayang. "Apa? Mau pulang sekarang?" tanya Kenzo melihat kearah Salsa sambil meregangkan otot-ototnya yang terasa kaku.


"Nggak, cuma gue pengen baring," keluh Salsa merasa kelelahan hanya duduk, di tambah matanya mulai terasa mengantuk.


"Mau di sini atau di kamar tempat istirahat?" pemuda tersebut menggeser tubuhnya agar Salsa bisa berbaring dibelakang dia yang lagi bekerja.


"Mau di sini, gue takut sendirian,"


Mendengarnya Kenzo hanya tersenyum dengan tangan menarik pelan agar Salsa merebahkan kepala pada pahanya. Salsa yang sudah biasa dimanjakan oleh papa dan juga kakaknya tentu saja tidak akan menolak, karena sejujurnya dia memang ingin baring di atas paha Kenzo. Namun, karena malu ia hanya merengek saja.


"Jika mengantuk, tidur saja ya. Ini kerjaan mau dibawa pulang sudah tangung sedikit lagi." titah Kenzo mengelus sayang kepala istrinya. Setelah itu dia kembali lagi menghadap ke Laptop untuk melanjutkan pekerjaannya.


Salsa tidak menjawab, tapi hanya mengangguk kecil. Tidak sampai sepuluh menit ternyata dia sudah tidur dengan nyenyak. Si princess Erlangga bila sudah mengantuk memang seperti itu. Jangankan di atas paha Kenzo, di dalam mobil, atau di sofa saja dia bisa tidur dalam waktu lima menit.


"Lo tu sederhana banget tahu nggak, berbeda banget dari pacar-pacar gue yang sebelumnya." Kenzo menyuggik kan senyum di sudut bibir atasnya. "Thanks ya, sudah dibawain makan malam." lanjutnya lagi.


Lalu setelah itu Kenzo melanjutkan lagi pekerjaannya, karena waktu sudah jam delapan lewat tujuh belas menit, waktu dunia halu.


Setelah Salsa tidur, yang terdengar hanyalah suara keyboard yang Kenzo ketik. Namun, meskipun dia sibuk, sesekali tangannya masih ia sempatkan mengelus kepala sang istri. Kehadiran Salsa ternyata seperti obat penyemangat buat Kenzo.


Semua rasa lelahnya hilang begitu saja. Apalagi setelah beberapa lama menunggu, akhirnya malam ini dia mencicipi juga masakan istrinya.


Dua puluh menit kemudian Kenzo pun telah menyelesaikan semua pekerjaannya.


"Punya istri ternyata ada lelah, dan senangnya." ucap Kenzo yang sudah menutup Laptop. Sekarang tangannya lagi membelai kepala Salsa.


"Ck, bisa-bisa gue nggak akan kuat jauh dari si incess kalau begini caranya," pemuda itu kembali berbicara sebelum membangun kan Salsa. Meskipun tidak tega, tapi ia tidak memiliki pilihan lain, karena bagaimana mungkin ia bisa langsung mengendong Salsa dalam keadaan seperti saat ini.


"Sa, ayo bangun, kita pulang sekarang." panggilnya pelan.


"Eum... gue masih ngantuk, Ken!" jawab Salsa menggeliat, tapi dia tetap bangun dan membuka matanya. Hanya saja dia masih baring di atas pangkuan suaminya.

__ADS_1


Cup!


"Nanti, tiba di mobil baru tidur lagi. Sekarang gue nggak bisa berdiri dan langsung gendong begitu saja." dengan sengaja Kenzo menundukkan kepalanya karena ingin mengecup bibir sang istri.


"Aais! Lo kenapa nyosor terus, sih." seru Salsa mencoba untuk bangun. Lalu dengan sigap Kenzo mengangkat kepala Salsa, agar mempermudah istrinya duduk.


Namun, begitu sudah duduk. Tanpa aba-aba, Salsa yang merasa kepalanya pusing langsung memeluk Kenzo.


"Eh, Lo kenapa?" seru Kenzo merasa heran. Tidak biasanya Salsa memeluk lebih dulu. Selama mereka menikah, sepertinya baru kali ini.


"Pusing!" jawab Salsa tetap dengan posisi memeluk.


"Ya sudah! Peluk aja dulu, sampai pusingnya hilang." ujar Kenzo membiarkan. Namun, saat mereka masih berpelukan. Ponsel Kenzo yang baru ia hidupkan data selulernya. Ada panggilan telepon dari Mia.


Tttddd!


"Siapa? Kenapa tidak di angkat?" Salsa mulai melepas tangannya yang melingkar indah pada leher Kenzo.


"Mia, sudah biarkan saja." Kenzo menaruh kembali ponsel tersebut keatas meja yang ada dihadapan mereka.


"Tapi dia nggak mau menyerah, dan itu juga sepertinya mengirim pesan lagi." Salsa melirik ponsel yang layarnya menyala.


"Oya, mumpung besok libur, gue mau pergi sama mama ya?" ucap Salsa tiba-tiba.


"Mau kemana?" Kenzo langsung duduk seperti semula.


"Ke butik, gue nggak punya gaun untuk besok malam. Bukan nggak punya, tapi gue mau cari yang lebih panjang." jawab Salsa baru ingat, ingin pergi mengunakan gaun yang tidak terlalu ketat pada tubuhnya yang indah.


"Kita pergi sama-sama, biar gue yang anterin."


"Memangnya besok Lo nggak ke perusahaan?"


"Nggak, kan malam ini sudah lembur. Ayo kita pulang sekarang, kita bicarakan lagi saat tiba di mobil." Kenzo tersenyum dan mengulurkan tangan untuk membantu istrinya berdiri dari sofa.


"Iya," Salsa menerima uluran tangan tersebut. Lalu mereka berjalan keluar dari perusahaan sambil bergandengan.


"Masuk," Kenzo menyuruh Salsa masuk ke mobil yang sudah di siapkan lebih dulu, baru setelahnya ia menyusul masuk dan duduk di bangku kemudi.


"Mau beli sesuatu?" tanya Kenzo kembali lagi bertanya, karena dia belum tahu benar apa saja yang disukai Salsa.

__ADS_1


"Nggak, kita langsung pulang." jawab Salsa menjeda sesat, setelah itu dia kembali lagi berkata. "Oya, besok serius mau nemenin gue?"


"Seriuslah! Kan besok libur, makanya malam ini gue minta karyawan lembur." jelas Kenzo untuk kedua kalinya.


"Nggak latihan? Bukannya setiap libur Lo pergi latihan?"


"Besok malam kan mau ke acara Lala, jadi kita libur. Nggak ada latihan seperti biasanya."


"Em, baiklah! Besok Lo anterin gue, tapi pulang dari butik kita ke rumah mama ?" ucap Salsa karena sudah dari kemarin dia tidak bertemu dengan mamanya.


"Siap! Apa sih yang nggak, buat princess," goda Kenzo menggenggam tangan Salsa mengunakan tangan kirinya. Sedangkan tangan satunya lagi masih mengendarai mobil.


"Dasar gombal! Cowok play---"


Cup!


Salsa tidak sempat menyelesaikan ucapannya karena mulutnya sudah kembali di bungkam oleh Kenzo.


"Ken, Ken! Lo---"


Cup!


Kenzo sengaja mengecup bibir sang istri, agar Salsa berhenti mengatainya Playboi. Untung saja saat ini mobil mereka lagi berhenti karena kebetulan pas di lampu merah.


"Gue bukan Playboi! Memangnya Lo mau kalau gue jadi banyak pacar beneran," ucap Kenzo setengah mengeretak sang istri.


"Enak, aja!" jawab Salsa cepat. "Awas ya jika Lo berani!" ancam si princess mencebikkan bibinya.


"Kalau nggak mau, jangan ngomong gitu, karena kata-kata itu adalah seb---"


"Iya, iya! Nggak usah di terusin!" Salsa menuntup mulut Kenzo mengunakan tangannya. Perlakuan Salsa tentu membuat Kenzo tertawa bahagia, karena dia benar-benar sudah yakin. Bahwa Salsa juga mencintainya.


Tanpa mereka berdua sadari, jika disebelah mobil mereka berdua. Ada seseorang yang melihat kemesraan yang Kenzo lakukan pada Salsa.


"Ada hubungan apa diantara mereka berdua? Gue lagi nggak salah lihat, kan?"


Gumam orang yang tanpa sengaja malah melihat Kenzo dan Salsa berada di dalam mobil yang sama, karena sangat kebetulan Kenzo menurunkan kaca mobilnya gara-gara ada pengamen yang mendatangi mobilnya.


Beruntung sekali, dia tidak melihat disaat Kenzo mencium bibir istrinya. Jika tidak, maka berabe urusannya. Karena bila hanya satu mobil saja itu hal biasa bagi pasangan muda-mudi seperti Kenzo dan Salsa.

__ADS_1


*BERSAMBUNG*....


__ADS_2