Pernikahan Salsa

Pernikahan Salsa
Ucapan penyemangat. ( Kenzo)


__ADS_3

🥀🥀🥀🥀🥀


.


.


"Nenek, kakek, kami pergi dulu," pamit Kenzo dan Salsa mencium tangan pasangan paruh baya yang masih terlihat romantis meskipun umurnya sudah ditelan zaman.


"Iya, kalian berdua hati-hati." ucap si nenek pada keduanya. Bagi beliau baik Salsa ataupun Kenzo sama-sama cucu yang dia sayangi. Tidak ada perbedaan antara keduanya.


"Ken, meskipun sibuk bertanding. Jaga istrimu. Jangan sampai Salsa kenapa-napa gara-gara kelalaian mu menjaganya." kata Tuan Fathan. Saat ini pasangan paruh baya itu ikut berdiri karena Kenzo dan Salsa mau pergi.


Pasangan muda itu memang sengaja berangkat lebih awal, karena Kenzo akan ke rumah mertuanya untuk mengantar sang istri. Salsa akan berangkat serempak dengan Arsya. Sedangkan Kenzo akan berangkat sendiri seperti biasanya. Agar tidak ada yang mencurigai bahwa dia dan Salsa adalah suami istri.


"Kakek tenang saja, Ken pasti akan menjaga istri Kenzo," jawab pemuda itu sambil tangganya terangkat mengelus kepala Salsa. Sebagai mana orang tua mengelus kepala anaknya.


Setelah itu mereka berdua langsung berangkat. Tiba di dalam mobil Kenzo tidak perlu mengingati istri untuk memasang sabuk pengaman, karena Salsa melakukannya sendiri.


Perjalanan yang memakan waktu kurang lebih dua puluh menit. Mereka berdua tidak ada yang berbicara, yang terdengar hanya suara musik. Kenzo sengaja membunyikan musik agar tidak merasa bosan. Dia berdua, akan tetapi serasa sendiri.


"Sa!" pangil Kenzo setelah mobil mewahnya sudah tiba di pelataran rumah mewah mertuanya.


"Huem! Apa?" Salsa menoleh sambil memakai kembali tas ranselnya.


Tanpa aba-aba, Kenzo menarik Salsa dan memeluk sang istri, sehingga membuat gadis itu temanggu di tempat duduknya. Salsa memang hanya diam tidak membalas pelukan suaminya, karena dia belum tahu apa yang sudah terjadi.


"Ken, Ken! Lo kenapa sih?" tannya Salsa bingung. Namun, yang bersangkutan malah terlihat begitu tenang.


Cup!


Kenzo melepas pelukan mereka, lalu dia memberanikan diri untuk mencium kening istrinya.


"Bila Lo nggak bisa menjadi suporter saat gue bertanding karena ada teman-teman kita, maka berikan penyemangat buat suami Lo di sini," ucap Kenzo menatap Salsa dengan lekat.


Mata mereka kembali saling menatap, sampai sama-sama menjauhkan tubuhnya masing-masing, karena melihat Arsya sudah keluar dari dalam rumah. Putra sulung Rian itu sudah siap berangkat bertanding melawan adik iparnya sendiri.


"Ayo keluar," ajak Kenzo kembali mengacak kepala Salsa yang saat ini sudah memakai topi berwarna hitam. Sama seperti topi yang dipakai oleh kakaknya, karena topi tersebut dibelikan oleh opa mereka.


Salsa hanya menganguk karena lidahnya seakan kelu untuk berbicara sepatah kata saja. Sikaf mendadak Kenzo selalu mampu membuatnya seperti gadis bodoh. Suaminya itu tidak bisa ditebak. Perkataan dan tindakannya selalu berbeda.


Setelah turun dari mobil lebih dulu, Kenzo berjalan memutari mobil tersebut untuk membuka pintu buat istrinya.

__ADS_1


"Terima kasih!" ucap Salsa tersenyum kecil. Kedatangan Arsya membuat dia melupakan ucapan Kenzo yang meminta dukungan.


"Eum!" Kenzo berdehem mengiyakan. Lalu dia mengikuti Salsa berjalan mendekati mobil Arsya.


"Adek," sapa Arsya tersenyum kearah adiknya.


"Apa kita mau berangkat sekarang, Kak?" tannya Salsa sambil melirik jam mahal yang melingkar di pergelangan tangganya.


"Iya, setibanya di sana, kakak harus mengatur Tim lebih dulu sebelum pertandingan di mulai." jawab Arsya ikut melihat jam tangganya.


"Ken," untuk berkata seperti itu saja Arsya mengalahkan egonya. "Nggak mau masuk dulu?" basa-basi Arsya. Pemuda itu tidak mau karena persaingan atau gara-gara sikap dinginnya pada si adik ipar. Malah membuat Kenzo menyakiti Salsa. Mana mungkin Arsya membiarkan princes mereka terkena imbasnya.


"Nggak, terima kasih!" jawab Kenzo seperti orang salah tingkah, dia sampai mengaruk kepalanya yang tidak gatal. "Apa papa sama mama lagi nggak ada di rumah?" bergantian Kenzo yang bertanya, karena melihat mobil mewah mertuanya tidak ada di garasi.


"Iya, papa sama mama baru saja pergi menghadiri acara rekan bisnis papa." jawab Arsya sambil membuka pintu mobil untuk adiknya. "Gue mau duluan, kalau Lo belum makan malam, masuk aja. Tadi mama sudah menyiapi untuk kalian berdua." lanjut Arsya.


"Nggak, gue juga mau berangkat sekarang." kata Kenzo ikut-ikutan melihat jam tangannya. Entahlah, sepertinya itu cara menghilangkan kecanggungan di antara mereka.


"Yasudah, kami pergi dulu," Arsya membuka pintu sebelahnya lagi. Baru saja tangganya ingin membuka pintu mobil. Kenzo menyerukan namanya.


"Sya... nitip istri gue," seru Kenzo masih berdiri di tempatnya berdiri.


Mendengar ucapan adik iparnya. Arsya menoleh kearah belakang dan tersenyum sambil berkata. "Tanpa Lo minta, gue akan menjaganya, karena dia adek gue,"


Entah apa yang dia lakukan, makanya mengikuti mobil Arsya dari belakang. Meskipun dari jarak yang cukup jauh.


Arsya yang mengetahui kalau Kenzo mengikuti mobilnya dari belakang hanya tersenyum kecil sambil mengobrol bersama adiknya. Dua puluh dua menit kemudian, mobil mewahnya sudah masuk ke gedung olahraga tempat pertandingan diselenggarakan. Lalu dia mengajak Salsa keluar dari mobil dan langsung menggandeng tangan adiknya masuk kedalam gedung tersebut.


"Nah, itu dia orang." seru Eel begitu melihat kedatangan Kenzo.


"Ken, kenapa Lo bisa datang bareng Arsya dan princes?" tanya Andra saat Kenzo sudah berkumpul dekat mereka. Sedari tadi para sahabat Kenzo sudah menunggu kedatangannya di parkiran.


"Mana gue tahu bakal bareng mereka," dusta Kenzo yang tidak mungkin bicara jujur. "Sudah ayo kita masuk untuk menyusun Tim kita," tidak menunggu jawab dari teman-temannya pemuda itu berjalan masuk lebih dulu.


Sedangkan para suporter dari kedua Tim sudah berkumpul dikursi penonton. Begitu melihat kedatangan Tim Kenzo dan Tim Arsya suara mereka semakin riuh. Teriakan demi teriakan mulai terdengar memenuhi gedung pertandingan tersebut.


Dikarenakan waktu pertandingan semakin dekat. Para pemain dari kedua Tim langsung berganti kostum dalam ruang khusus tempat para pemain.


"Kakak mau ganti baju dulu, adek diam disini jangan kemana-mana." ucap Arsya masih bersama Salsa belum menyusul temennya. "Nanti Ale sama Adit akan datang di antar oleh Om Andre jadi kamu ada temannya. "


"Iya, kakak pergi saja ganti kostumnya. Kan ada Ara juga," malam ini Ara sahabat Salsa memang ikut menonton karena sangat penasaran sama Tim Basket Universitas Bima Sakti. Tepatnya penasaran dengan Kapten Basketnya yang tampan.

__ADS_1


"Baiklah!' Ara tolong temani Salsa, ya." ucap Arsya sekalian pada Ara. Gadis itu menganguk meng-iyakan.


Sementara itu setelah kepergian Arsya, tepatnya di Tim Kenzo. Salsa memperhatikan gadis yang baru saja datang. Ada empat orang gadis, tapi Salsa hanya memperhatikan wanita yang dia temui beberapa hari lalu, yaitu di tempat mereka membeli eskrim.


"Ken... semangat ya, gue yakin malam ini kalian akan menang." ucap Mia pada sahabatnya. Saat ini Kenzo sedang duduk di kursi bersama teman-teman mereka yang lain. Kenzo belum menganti kostumnya.


"Pasti dong, malam ini Tim kita pasti menang." jawab Kenzo yakin, lalu dia dan Mia mengobrol, entah hal apa yang sedang mereka bicarakan sehingga Kenzo sampai tertawa.



Salsa yang melihat dari kejauhan hanya meyakinkan dirinya. Bahwa wanita yang selalu menghubungi Kenzo adalah kekasih suaminya itu.


"Benarkan dugaan gue, Mia itu pacarnya. Kalau buka pacar kenapa dia terlihat begitu bahagia saat berbicara sama wanita itu."


Gumam Salsa dengan hati tak menentu. Lalu untuk meredakan hatinya, Salsa turun berjalan mendekati Farel.


"Kak Farel semagat ya, kalian pasti menang." ucap Salsa memberi suport pada Tim kakanya. Kedatangan Salsa tentu saja langsung membuat Tim Arsya heboh. Sehingga membuat Kenzo melihat kearah mereka, termasuk Mia sendiri.


"Iya, Thanks ya princes," jawab Farel tersenyum tampan pada adik sahabatnya.



"Princes tenang aja, Kak Denis akan mengalahkan mereka." sambung Denis ikut menimpali.


"Bukan Kak Denis princes, tapi Kak Dito yang akan mengalahkan mereka." ujar Dito tidak mau kalah. Begitulah bila ada Salsa bersama mereka.


Kenzo yang melihat istrinya di kelilingi pria-pria tampan hanya bisa menatap lekat kearah sang istri sambil mengengam tangannya sendiri cukup kuat.


BERSAMBUNG...


.


.


.


Sambil menunggu bbg Kenzo update. Yuk baca novel sahabat Mak Autor juga.


Napen : Senja.


Judul : Anak Genius.

__ADS_1



__ADS_2