Pernikahan Salsa

Pernikahan Salsa
Menyatakan Cinta. (Kenzo)


__ADS_3

πŸ₯€πŸ₯€πŸ₯€πŸ₯€πŸ₯€


.


.


"Salsa, Sa!" Kenzo mencekal pergelangan tangan Salsa, yang langsung di tepis kasar oleh Princess. Enak saja tangannya di sentuh oleh tangan yang tadi memeluk wanita lain. Itulah kira-kira yang ada di pikiran Salsa.


"Ngapain sih, pegang-pegang tangan gue," sentak Salsa yang lagi kesal pada kakaknya dan juga Kenzo. Seumur-umur baru kali ini Arsya mengecewakan sang adik. Biasanya dia selalu menomorsatukan Salsa. Namun, kali ini berbeda, ada nyawa yang harus ia tolong.


Salsa tidak marah karena kakaknya pergi menemani Farel. Tapi dia marah karena Arsya malah menitipkan dia pada Kenzo. Padahal sudah tahu Salsa ingin menghindari suaminya.


"Tunggu di sini, diluar hujan besar," ucap Kenzo masih mencekal tangan istrinya.


"Terserah gue dong mau kemana aja, pergi dari sini. Gue mau mencari Ara," usir Salsa dengan tatapan intimidasi.


"Huh! Sekali ini saja Sa, please! Gue mana mungkin ninggalin Elo sendirian, bisa-bisa gue dibunuh sama Arsya," kata Kenzo berusaha menahan emosinya agar tidak terpancing dengan perkataan Salsa. Meskipun dia bersalah, tapi bila tidak bisa sabar Kenzo takut tersulut emosi menghadapi istrinya.


"Ck, takut juga Lo, sama kaka gue," cibir Salsa sambil memperhatikan disekelilingnya mencari keberadaan Ara. Dia tidak tahu jika Ara sahabatnya sudah pulang duluan karena dia berangkat dengan sepupunya. Jadi begitu ada pengumuman jika pertandingan di hentikan sementara, dia langsung pulang dan sudah mengirim pesan. Hanya saja Salsa belum mengecek ponselnya.


"Bukan takut, tapi lebih tepatnya gue nggak mau dibilang tidak bisa jaga amanah," jawab Kenzo melihat kearah belakang mereka, karena para sahabatnya berjalan mendekati dia dan Salsa.


"Ken, Ken lepas!" sentak si princess menarik tangannya paksa. Dikarenakan Kenzo sedang melonggarkan cengkraman tangannya. Jadi Salsa berhasil.


"Hai princess," sapa Hengki seraya menyerahkan tas milik Kenzo. Namun, Salsa tidak menjawab dia hanya tersenyum kecil. Tentunya sahabat Kenzo mengerti jika si princess sedang bad mood.


"Ini," ucap Hengki lagi yang langsung diterima oleh Kenzo dan langsung memakai jaketnya.


"Thanks, kalian jika mau pulang, pulang aja duluan. Besok pagi kita datang ke rumah sakit buat melihat keadan Farel," kata Kenzo sebagai Ketua Tim. Jadi sudah seharusnya mereka menjenguk Farel, apalagi pemuda itu mengalami kecelakaan gara-gara bertabrakan dengan salah satu Tim nya.


"Iya, sama-sama," Hengki mengangguk. Lalu dia berkata. "Elo belum pulang sekarang? Terus apa Elo juga akan pulang bersama Princess?" tanya Hengki begitu penasaran. Dia yang lagi mengincar Salsa, kenapa pula Kenzo yang diberi amanah buat mengantar Salsa pulang. Jelas rasa iri menyeruak di hati pemuda itu.


"Eum... iya, tapi nanti. Nunggu hujannya agak reda," jawab Kenzo membenarkan. Tapi dia tidak menyebutkan bahwa istrinya takut sama hujan.


"Kan bawa mobil, kenapa malah---"


"Ken, ayo kita pulang sekarang!" sela Mia tiba-tiba datang menghampiri Kenzo. Dia begitu kesal melihat Salsa juga ada di sana, sebab Mia memang belum mengetahui penyebab gadis yang tidak dia sukai ada diantara teman-temannya.


"Sorry, Mia. Tunggu hujannya reda. Gue nggak mungkin bawa Salsa pulang sekarang," tolak Kenzo.


"Dia mau pulang numpang kita?" tanya Mia seakan-akan Kenzo adalah miliknya. Padahal di sini dialah yang menumpang, karena bila Salsa wajar saja pulang bersama Kenzo, tidak! Bukan wajar. Tapi memang seharusnya seperti itu, karena Kenzo adalah suaminya.


"Iya," Kenzo menjawab singkat. "Sa, Salsa!" seru Kenzo kaget melihat Salsa pergi berjalan keluar dari gedung. Bagaimana Kenzo tidak kaget, selain malam yang sudah larut. Di luar juga sedang hujan besar. Jantungnya seakan mau copot karena Salsa pergi melewati Mia dan sahabatnya begitu saja.


"Salsa, Sa!" Kenzo tidak memperdulikan para sahabatnya yang sibuk bertanya. Dia hanya berlari keluar mengejar Salsa.


"Sa, tunggu! Please jangan seperti ini," ucapnya agar sang istri mau berhenti. Namun, bukannya berhenti Salsa justru berjalan semakin cepat.


"Sebetulnya mereka ada hubungan apa, sih? Apa diantara kalian ada yang tahu?" tanya Andra menatap kepergian Kenzo yang mengikuti Salsa.


"Entahlah, gue juga nggak nyangka ternyata diam-diam Kenzo mengenal princess yang kita kagumi selama beberapa bulan ini." Yogi mengelengkan kepalanya.


"Pantas saja setiap kita membicarakan princess, Kenzo selalu menjadi Tim pendengar, seolah-olah dia tidak tertarik," Eel mengusap wajahnya kasar. Ternyata mereka kalah telak dari Kenzo.


"Mi, Elo beneran nggak tahu, nih? Soalnya kan Elo sama Kenzo sudah bersahabat dari dulu. Apakah Kenzo punya ikatan persaudaraan sama Arsya," kata Andra kembali memastikan. Rasanya sangat aneh, bila Mia yang dekat dengan Kenzo saja sampai tidak tahu.

__ADS_1


"Enggak! Gue gak tahu diantara mereka ada hubungan apa, apakah mereka ada ikatan saudara atau tidaknya. Tapi semenjak gue bersahabat sama Kenzo, dia tidak pernah bercerita tentang saudaranya." tutur Mia jujur, sebab ia sangat mengenal Kenzo.


"Mungkin nggak sih, mereka berdua pacaran?" ujar Hengki dengan penuh kekecewaan. Sebab untuk bersaing sama Kenzo, sangatlah tidak mungkin ia lakukan. Selain kalah tampan, Hengki juga tidak mungkin bersaing dengan sahabatnya sendiri.


"Tapi gue ragu mereka pacaran, soalnya saat Andra menyenggol Arsya, kalian ingat nggak, seperti apa Arsya membuat Kenzo mengeluarkan Andra dari lapangan? Jika benar mereka saling kenal, kenapa kentara banget bermusuhan ya?" papar Yogi ikut menerka-nerka.


"Kenapa kita malah ngerumpi nggak jelas di sini, sih. Mending kita susul mereka ke luar, gue penasaran?" imbuh Eel berjalan keluar dari gedung.


"Eh, iya Eel benar! Gue dapat menyentuh tangan princess saat berkenalan tadi aja jantung masih berdebar-debar sampai sekarang. Malah Kenzo bisa menyentuh tangan Salsa semaunya, gue pengen nangis ini," Hengki ikut berlari keluar dari gedung. Anggap saja saat ini mereka seperti emak-emak kaum rebahan yang kepo akan hubungan Kenzo dan Salsa.


"Ki, buset! Kenapa kalian main tinggal aja , woi! Gue kan juga penasaran, ogeb tuh anak," Yogi berteriak sambil berjalan cepat.


"Mia, Elo mau di sini, atau mau ikut keluar?" tanya Andra langsung ikut menyusul para sahabatnya.


Mia tidak menjawab, ia hanya berjalan dengan sumpah serapah pada si princess. Benar-benar membuat dia ingin menarik rambut Salsa. Seharusnya dia dan Kenzo sudah pulang. Namun, apa ini! Kenzo belum bisa pulang, gara-gara Salsa menumpang mobil mereka.


"Kenzo dan princess mana?" tanya Hengki saat mereka tiba di luar. "Eh itu mereka, sepertinya mereka lagi bertengkar deh, coba kalian lihat. Si princess mau pergi, tapi Kenzo menahannya," tunjuk Eel kearah Kenzo dan Salsa yang masih terus berdebat, karena Salsa ingin pulang bersama sahabatnya dari SMK Erlangga. Namun, Kenzo tetap tidak memberikan izin.


"Iya, ayo kita susul," ajak Yogi berjalan mendekati Kenzo dan Salsa. Namun, tidak terlalu dekat juga, karena tidak mungkin mereka terang-terangan ingin menguping pembicaraan dua orang insan yang lagi bertengkar.



Sementara itu Mia yang baru tiba di luar gedung termangu di tempatnya berdiri. Melihat betapa dekatnya Kenzo dan Salsa. Sangat kentara jika Kenzo sangat menyukai gadis yang menurut Mia biasa-biasa saja.


"Kenzo.... a--apa a--apakah gadis ini pacarnya? Bukan mungkin dia adalah istri Kenzo. Pantas saja Kenzo sangat cemburu melihat gadis itu bersama pemuda yang kecelakaan tadi."


Gumam Mia mengepalkan tangannya erat. Namun, karena tidak ada pilihan dia tetap berjalan dengan pelan dibekang Eel, Hengki, Andra dan Yogi. Kakinya begitu berat untuk melangkah maju, padahal tidak jauh hanya beberapa meter saja.


"Ken, lepas!" sentak Salsa sudah hampir menangis, dia lagi kecewa pada Arsya dan juga Kenzo. Jadi Salsa ingin sendirian saja. Namun, Kenzo tidak mengizinkan pergi.


"Biarin gue pulang sama anak-anak, Elo mau pulang sama pacar Elo, kan! Sana pergi, nggak usah ngurus gue, gue sudah besar dan bisa pulang sendiri," usir Salsa ketus.


"Salsa, dia bukan pacar gue," sela Kenzo tidak terima karena dia dan Mia memang tidak berpacaran.


"Terserah mau pacaran atau nggak nya, gue nggak mau pulang sama Elo, Ken! Elo ngerti nggak, sih!" Salsa yang sejak tadi menahan air mata agar tidak menangis. Akhirnya air mata tersebut keluar juga melewati pipinya yang memerah karena menahan amarahnya.


Untuk saat ini, tiba-tiba saja Salsa tidak takut pada hujan. Bila saja Kenzo tidak menahan pergelangan tangannya dari tadi, maka si princess sudah berlari dibawah hujan besar yang terus mengguyur kota B.


Mendengar ungkapan istrinya, Kenzo tersenyum kecil. Ternyata Salsa masih mencintainya. Berarti sikap jutek dan apa yang Salsa lakukan bersama Farel, hanya karena ingin balas dendam padanya. Itulah menurut tebakan Kenzo.


"Tapi gue nggak mungkin bisa membiarkan istri gue pulang sama orang lain, sementara gue ngantar Mia. Ini sudah malam, gue bisa gila kalau sampai terjadi sesuatu sama Elo, Sa." tutur Kenzo menyentuh kedua pundak Salsa. "Gue sayang sama Elo, gue... cinta sama Elo, Sa! Gue sudah jatuh cinta sama Salsabila Erlangga, gadis manja yang tidak pernah dinomor duakan oleh keluarganya." ungkap Kenzo yang akhirnya terpaksa harus mengungkapkan perasaannya di tempat terbuka dan tengah malam, yang di sertai hujan deras. Tidak ada romantis-romantisnya memang. Namun, dia juga tidak mau membuat Salsa semakin salah paham, yang akhirnya dia harus kehilangan Salsa untuk selama-lamanya.



"Ke--Ken!" lirih Salsa semakin menangis. Dia tidak menyangka Kenzo akan menembaknya di waktu seperti saat ini.


"Gue mohon! Jangan seperti ini," seru Kenzo berusaha menyakinkan Salsa, jika dia dan Mia tidak memiliki hubungan apa-apa. Makanya Kenzo memilih untuk mengungkapkan perasaannya malam ini.


Kenzo tahu yang membuat Salsa tidak mau pulang bersamanya pasti gara-gara ada Mia yang akan pulang bersamanya juga, karena sahabatnya itu berangkat bersama dia.


"Jangan marah, gue tahu kesalahan gue," Kenzo menyapu pelan air mata sang istri.


Cup!


"Gue cinta sama Elo, jadi tolong, percayalah. Mana mungkin gue berbohong tentang perasaan yang gue miliki," jujur Kenzo tersenyum kecil, setelah mencium lama kening Salsa.

__ADS_1


"Gue nggak percaya, Elo tukang bohong! Elo pem---"


Duuuaaar!


Duaaaaaar!


Suara petir yang menggelegar membuat Salsa tersadar jika dia berada di pinggir parkiran mobil, dan rasa takut pun langsung menyeruak tiba-tiba, karena jangankan suara petir. Pada hujan saja dia takut. Tadi rasa takut yang ia miliki hilang gara-gara amarah dan rasa kecewanya mengalahkan itu semua.


Kenzo yang sudah tahu, tentu langsung menarik Salsa kedalam pelukannya. Sambil ia tenangkan dengan kata-kata.


"Jangan takut, ada gue di sini," ucapnya mengelus punggung sang istri yang kini memeluk erat tubuh Kenzo. "Iya, gue salah sudah berbohong sama Elo, tapi semua itu karena gue nggak mau menyakiti perasaan istri gue, gue takut jika gadis yang gue cintai sakit hati. Namun, ternyata gue salah besar, tindakan gue justru semakin menyakiti Elo," sambung Kenzo yang tahu jika tadi Salsa ingin membahas perihal dia yang berbohong.


"Hu... hu... gue benci sama Elo, Ken. Pergi dari sini," Salsa semakin menangis sambil mengusir Kenzo agar pergi dari sana. Akan tetapi ucapan dan tindakannya tidaklah sama. Mulutnya mengusir Kenzo, tapi tubuhnya memeluk suaminya semakin erat.


"Iya, gue tahu jika Elo benci sama gue," jawab Kenzo tersenyum mendengar ucapan sang istri yang mengusir dirinya.


"Elo pria paling jahat, yang pernah gue kenal," rutuk Salsa terus mengeluarkan unek-unek yang ia tahan beberapa Minggu ini.


"Iya, gue memang jahat sudah membuat gadis yang gue cintai menangis dan sakit hati," apapun yang Salsa katakan, Kenzo hanya mengiyakan. Asalkan istrinya bisa merasa lebih baik, Kenzo tidak peduli cacian seperti apapun yang dikatakan Salsa untuk nya.


"Sudah belum nangisnya?" tanya Kenzo merenggangkan pelukannya dan menatap muka sembab sang istri.


"Kenapa?" Salsa balik bertanya. Agh... dasar princess! Dimana-mana yang namanya marah ya marah saja. Mana mau diajak berbicara.


"Kalau sudah, sekarang kita duduk dulu di kursi dulu? Nanti setelah hujannya reda. Baru kita pulang," kata Kenzo yang langsung di angguki oleh Salsa.


"Iya, tapi gue masih marah sama Elo," jawab Salsa yang membuat Kenzo begitu gemas pada istri kecilnya. Gadis yang selalu membuat dia tidak bisa fokus mengerjakan apapun.


"it's okay, for my wife what not," jawab Kenzo tersenyum seraya menarik lembut tangan Salsa menuju kursi kosong yang berada beberapa meter dari tempat mereka saat ini.


"Enggak usah gombal, gue nggak suka sama cowok Playboy," kata Salsa masih tetap jutek. Dia jika lagi marah, mana bisa akan diam setidaknya selama satu jam.


"Gue nggak gombal, tapi... hanya ingin membuktikan," tiba di kursi Kenzo menarik Salsa kedalam pelukannya. Sambil ia elus rambut panjang Salsa. Si princess yang takut, tentu saja akan diam dalam pelukan suaminya. Untung saja dia tidak minta dibacakan dongeng, karena biasanya bila Salsa kelewatan takut, tidak bisa tidur. Dia akan minta dibacakan cerita yang bisa membuat dia melupakan hujan dan suara petir.


Kenzo tidak mau ambil pusing pada para sahabat dan juga anak-anak SMK Erlangga yang terus memperhatikan mereka. Apapun konsuensinya Kenzo siap. Daripada dia harus melepas istrinya pulang sendirian.


Bahkan Kenzo sampai melupakan Mia yang menggigit bibirnya menahan tangis di belakang sahabatnya yang lain. Gara-gara melihat Kenzo bermesraan dengan Salsa.


"Buset, Kenzo pakai ilmu pelet apa? Enak banget dia bisa meluk princess." seru Eel yang menelan Saliva nya sendiri.


"Bukan, bukan hanya meluk, tapi Kenzo juga mencium kening princess gue," Hengki hampir menjatuhkan tubuhnya, bila saja tidak cepat-cepat di tahan oleh Yogi.


"Ki, Elo jangan pingsan di sini, nanti gue buang ke tengah hujan," kata Yogi yang tahu jika Hengki hanya berpura-pura.


"Pix gue sudah menduga sejak awal, jika Kenzo cemburu pada Farel yang mendekati princess," ujar Andra menepuk kedua tangannya.


*BERSAMBUNG*...


.


.


.


Hai...hai... Jangan lupa buat kasih Vote, bunga sama kopinya, yaπŸ₯°πŸ₯° Biar Mak Author semagat buat nulisnya. Dan kasih bintang lima nya juga.☺️ Bagi komentar yang tidak di balas, mohon maaf, karena terkadang Mak Author lupa.🀣🀭 Terima kasih πŸ™πŸ˜˜πŸ˜˜πŸ˜˜

__ADS_1


__ADS_2