Pernikahan Salsa

Pernikahan Salsa
Extra part. 1


__ADS_3

🥀🥀🥀🥀🥀🥀


.


.


"Sayang, kamu mau apa?" tanya Kenzo melihat istrinya berdiri dari ranjang. Saat ini pasangan tersebut lagi berada didalam kamar mereka, yaitu di rumah Rian.


Dari semenjak Salsa hamil mereka hanya pulang ke rumah kakek Fathan sesekali saja. Sebab kakek dan nenek Kenzo pun lebih tenang bila mereka tinggal di kediaman Rian. Bukannya apa-apa, Tuan Fathan dan istrinya sudah tua. Jadi takut tidak bisa mengawasi calon pewaris Erlangga berikutnya.


"Aku pengen buah, By," jawab si ibu hamil manja.


"Mau buah apa, huem? Diam di sini biar aku yang ambilkan," Kenzo berjalan mendekati istrinya dan langsung memeluk tubuh Salsa dari belakang.


Cup!


"Ayo duduk di sofa, katakan mau apa biar aku yang ambilkan," titahnya lagi karena di dalam kamar mereka sudah ada kulkas dan tersedia berbagai macam buah-buahan segan maupun makanan kesukaan Salsa dan Kenzo.


Siapa yang menyiapkan semuanya? Tentu saja Nyonya Ayla. Siapa lagi selain ibu muda itu. Dia tidak mau anak dan menantunya lelah turun naik tangga apabila ingin sesuatu. Seperti malam ini, jam sudah menunjukkan pukul setengah sembilan malam. Salsa yang tidak bisa tidur karena ingin menemani suaminya yang lagi bekerja malah ingin makan buah.


"Selesai saja pekerjaan mu, aku bisa mengambilnya sendiri," Salsa yang di dekap oleh pria yang dia cintai hanya balas memeluk lengan kokoh tersebut.

__ADS_1


Dengan gerakan pelan, Kenzo membalikkan tubuh sang istri agar melihat kearahnya.


Cup!


Memberikan kecupan pada bibir ranum yang setiap hari dia nikmati.


"Sayang, tidak ada yang lebih penting daripada dirimu dan calon anak kita, jadi ayo kembalilah ke sofa biar aku yang ambil. Katakan saja istri cantikku mau makanan atau buahan apa," ucap Kenzo menatap si princess penuh cinta.


"Ken..." hanya menyebutkan nama saja dan Salsa langsung memeluk sang suami. Kehadiran Kenzo dalam hidupnya benar-benar bisa mengantikan sosok Arsya si kakak kesayangan yang saat ini sudah menemukan cinta sejatinya.


Besok pagi katanya Arsya juga akan kembali karena libur. Selain itu semenjak adiknya hamil dia belum pernah bertemu, karena Salsa tidak bisa pergi menjenguk sang kakak dalam keadaan berbadan dua.


"Apa, sayang! Aku tidak ingin terjadi sesuatu padamu. Jadi ayo duduk di sofa biar aku yang ambilkan." Kenzo membalas pelukan istrinya sambil sesekali memberikan ciuman pada pucuk kepala sang istri.


Namun, memang seperti itulah suaminya selalu memperlakukan Salsa bak tuan putri. Sama seperti panggilan Salsa dari orang-orang yang menyanyangi nya. Yaitu Princess Erlangga. Sampai saat ini panggilan tersebut masih tetap digunakan.


"Aku mau buah naga sama mangga," ucap Salsa setelah dia di dudukkan di samping tempat duduk suaminya tadi.


"Oke, tunggu sebentar ya sayang," tidak mau membuang waktu Kenzo si pemuda paling tampan di universitas Bima Sakti itu membuka kulkas dan menyiapkan apa yang diinginkan oleh istrinya.


Hanya kurang lebih dari sepuluh menit. Dia sudah kembali ke arah sofa lalu duduk disamping sang istri.

__ADS_1


"Ini," mengarahkan garpu yang sudah dia tancapkan buah kearah mulut Salsa.


"Terima kasih, tapi biar aku makan sendiri saja, By. Kamu kerja saja, biar aku temani," ucap Salsa karena dia merasa kasihan bila Kenzo ia tinggal tidur.


"Nanti aku lanjutkan lagi, ayo sini," menarik lembut kepala Salsa agar bersandar pada dada bidangnya.


Princess yang tahu jika suaminya itu suka memaksa bila untuk memanjakannya hanya menurut saja.


"Sayang, besok katanya kakak datang bersama kekasihnya," ucap Kenzo yang tidak sengaja mendengar ketika Rian dan Ayla berbicara di ruang keluarga.


"Benarkah? Kenapa tidak ada yang memberitahu ku,"


"Mama sama papa juga baru tahu dari orang-orang papa yang bertugas menjaga Kak Arsya di sana," jelas Kenzo agar sang istri tidak salah paham.


"Baguslah! Aku penasaran sama wanita yang sudah membuat kakak tampan ku jatuh cinta," Salsa tersenyum bahagia. Rasanya dia sudah tidak sabar untuk bertemu sang kakak.


"Lalu apakah aku tidak tampan?"


Cup!


"Tentu saja suami ku juga tampan. Jika jelek mana mungkin aku mau sama om, om seperti mu," tergelak karena mengigat seperti apa diawal mereka bertemu di rumah utama. Saat itu Kenzo mencari toilet dan tidak sengaja bertemu Salsa.

__ADS_1


"Om, Om inilah yang sudah membuat perutmu besar seperti ini," Kenzo ikut tertawa karena dia sangat bangga bisa membuat princess mengandung anaknya.


...BERSAMBUNG......


__ADS_2