Pernikahan Salsa

Pernikahan Salsa
Ingin pacaran.


__ADS_3

🥀🥀🥀🥀🥀


.


.


Malam pun tiba. Jam sudah menunjukkan puluk tujuh. Setelah pulang dari perusahaan Tuan Fathan tadi siang. Kenzo dan Salsa hanya diam di rumah tidak kemana-mana. Rencananya mereka besok malam adalah waktu mereka tidur di rumah orang tua Salsa.


Semenjak mereka menikah. Kenzo memang belum ada tidur di rumah mertuanya. Maka dari itu besok sore setelah Kenzo pulang kerja. Dia akan membawa istrinya kembali ke sana.


"Sa... Gue pergi latihan dulu, ya. Bila cuacanya mendung. Gue akan langsung pulang, nggak seperti tadi malam," ucap Kenzo yang sudah bersiap-siap mau berangkat. Seharusnya dia berangkat sedari tadi, tapi Kenzo sengaja datang belakangan karena tidak mau melewatkan makan malam bersama keluarganya.


"Pergilah!" jawab Salsa yang tidak mengalihkan pandangan matanya dari ponsel.


"Eum... yaudah gue berangkat sekarang," Kenzo yang tidak peka akan sikap cuek Salsa pergi begitu saja. Padahal si princes Erlangga mendiamkan dirinya karena melihat pesan dari Mia. Dalam pesan tersebut mengatakan jika Mia sudah menunggu suaminya.


"Dasar Playboy! Ngomongnya mau pergi latihan. Padahal mau ketemuan sama pacarnya," maki Salsa sambil menghentakkan langkah kakinya menuju ranjang.


Tadi setelah selesai makan malam. Kenzo dipanggil Tuan Fathan untuk ke ruang kerjanya. Sedangkan Salsa kembali ke kamar mereka lebih dulu. Baru saja gadis itu melewati sofa. Ponsel Kenzo menyala karena ada yang menelepon.


Lalu Salsa berhenti dan duduk di sofa, untuk melihat siapa yang menelepon sang suami. Begitu dilihatnya, ternyata yang menelepon adalah kontak bernama Mia.


Sudah berulangkali Mia mencoba menghubungi Kenzo. Namun, tidak di angkat-angkat. Alhasil Mia mengirimkan pesan yang dapat Salsa baca walaupun tidak semuanya karena ponsel Kenzo memiliki pasword.


Tapi satu hal yang Salsa ketahui malam ini, yaitu Kenzo berbohong, tentang latihan Basket. Nyatanya suaminya itu akan menemui wanita bernama Mia.


"Bila mau ketemuan sama pacaranya, kenapa nggak jujur aja. Gue lebih baik dia berkata jujur dari pada di bohongin." sudah baring di atas ranjang, gadis cantik itu masih juga mengerutuk tidak jelas.


"Ah ngapain gue mikirin si Playboy cap kampak. Terserah dia deh mau ngpain juga." Salsa menyingkap selimut yang sudah dia gulung pada tubuhnya. Lalu ia berjalan menuju meja rias untuk menggambil ponselnya.

__ADS_1


"Gue penasaran, kata Kak Farel dia ada chat gue. Tapi kenapa nggak ada, ya?" gumam Salsa membawa hp tersebut kembali ke atas ranjang.


Hampir sepuluh menit dia memeriksa benda pipih tersebut. Akhirnya gadis itu menemukan nomor kontak Farel yang di blokir.


"Tuh kan! Gue sudah yakin jika si Playboy pelakunya. Kalau bukan dia siapa lagi." Salsa bersorak karena sudah berhasil memecahkan misteri pesan dari Farel.


Salsa langsung membuka kembali agar sahabat kakaknya bisa menghubunginya kembali. Entah kebetulan atau bagai mana, baru saja Salsa membuka blokiran tersebut. Farel sudah mengirim pesan padanya


💌 Farel : "Sa, ini Kak Farel," bunyi pesannya.


💌 Salsa : "Heum, iya Salsa sudah tahu, Kak."


💌 Farel : "Sudah dibuka blok nya?" Farel memang mengira kalau yang memblokir nomornya adalah si princes sendiri.


💌 Salsa : "Sudah, sorry ya, Kak. Salsa nggak tahu jika ini nomor Kak Farel," padahal pelaku sebenarnya adalah Kenzo. Berhubung itu ponsel Salsa. Jadi dia yang meminta maaf.


💌 Farel : "Iya, nggak apa-apa. Lagi ngapain?" di sebrang sana Farel begitu merasa bahagia karena Salsa membalas pesannya. Tidak seperti kemarin, hanya membalas sibuk.


💌 Farel : "Oh, kirain lagi mikirin Kakak!"


💌 Salsa : "Eum... salah satunya, iya. Salsa lagi mikirin kakak."


💌 Farel : "wah, benarkah? Kakak serasa mau terbang nih." tanya Farel kegirangan. Walaupun dia tahu Salsa hanya bercanda. Tapi entah mengapa dia begitu senang membaca pesan dari gadis yang dia sukai.


💌 Salsa : "Benar Kak. Salsa lagi mikirin Kakak, karena binggung kenapa begitu blok nomornya dibuka. Kakak sudah langsung kirim chat?"


💌 Farel : "Ha... ha... itu karena kakak sudah menunggu dari tadi siang." Farel tertawa mengingat kekonyolan dirinya.


💌 Salsa : "Apa? Kakak serius? Aneh-aneh aja, " tidak hanya Farel yang tertawa. Tapi Salsa yang membalas persan tersebut juga ikut tertawa.

__ADS_1


Sampai matanya mengantuk. Salsa terus membalas pesan dari Farel. Untung saja ada sahabat kakaknya itu. Jika tidak, maka ia akan bosen tinggal sendirian. Bila di kediaman orang tuanya ada Arsya, Ale dan Adit yang sering menemaninya.


Tapi di rumah kakek Kenzo tidak ada siapa-siapa. Ada juga Tuan Fathan dan istrinya, jadi mana mungkin Salsa menganggu kedua pasangan baya itu.


Jam setengah sepuluh malam, Kenzo baru pulang. Malam ini dia kembali lagi mengantar Mia, karena gadis itu tidak mau diantar oleh Eel. Alhasil, Kenzo yang mengantar sampai ke rumahnya.


Ceklek!


Suara pintu yang di buka Kenzo dengan pelan, karena takut membangunkan Salsa. Dugaannya benar, karena dari setengah jam yang lalu Salsa memang sudah tidur.


"Nyenyak banget tidurnya," gumam Kenzo meletakan kunci mobil, dompet dan ponselnya diatas meja. Setelah itu dia masuk ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya.


Hanya sepuluh menit Kenzo sudah keluar mengunakan handuk yang dililitkan pada pinggang. Dia mengambil pakain ganti dan memakainya di sana, tidak dalam ruang ganti.


"Huh!" sebelum naik ke tempat tidur. Kenzo menghela nafas panjang. "Maaf ya, gue ninggalin Lo sendirian." ucapannya merasa bersalah. Kenzo merasa bersalah karena dia diluar sana bersenang-senang dengan teman-temannya. Sedangkan Salsa dia tinggalkan bersama kakek dan neneknya.


Andai pernikahan mereka tidak disembunyikan. Kenzo tidak akan binggung, karena dia bisa membawa Salsa pergi bersamanya.


"Besok malam kita akan nginap dirumah papa, biar Lo nggak bosan hidup bersama gue." ucap Kenzo sambil memperhatikan wajah polos sang istri. Tidak lama setelah itu, Kenzo pun tertidur di samping Salsa. Guling yang Salsa jadikan pembatasan antara mereka. Sudah ia singkirkan ke atas lantai.


*


*


Pagi pun tiba. Salsa sudah bangun dan mandi lebih dulu. Sedangkan Kenzo lagi berada di dalam kamar mandi. Dengan ragu-ragu Salsa membuka lemari pakaian Kenzo. Pagi ini dia ingin menjalankan tugasnya sebagai seorang istri. Seperti pesan mamanya.


Tadi malam, saat Salsa berbalas pesan dengan Farel. Ayla mamanya menelepon. Wanita paruh baya itu menanyakan perihal menantunya yang ingin bekerja mulai besok pagi. Ayla mengetahuinya dari Rian suaminya.


Ayla menjelaskan pada putrinya yang harus menjalankan tugasnya mulai pagi ini. Meskipun Salsa tidak menyukai suaminya. Tapi dia tetap harus melakukan tugas tersebut. Anggap saja untuk membalas niat baik Kenzo yang bekerja karena ingin menafkahinya.

__ADS_1


Walaupun Salsa tidak pernah menyuruh, karena dia masih memiliki orang tua. Apapun yang dia inginkan tinggal bilang saja.


BERSAMBUNG...


__ADS_2