
Amanda sangat kaget, saat melihat Adam sudah berdiri di persis di pintu itu,dan melihat semua yang dia lakukan kepada Alex,Amanda langsung kalap dia tidak tau apa lagi yang harus dia lakukan lalu dia melihat sebuah gunting di atas nakas lalu
"Sleepppp..."
"Amanda......" Amanda langsung menusuk perut Alex dengan gunting hingga darah Alex bercucuran di lantai,Adam sangat kaget begitu juga dengan Alex.
" Adam...dia ingin memperkosaku, aku hannya menyelamatkan diriku,makanya aku menusuknya dengan gunting ini. Aku sangat takut hiks ..hiks ..hiks..Amanda masih berpura-pura di hadapan Adam,
"Plak...Wanita sialan aku sudah melihat dengan mata kepala ku sendiri, bahwa kamu yang menggodanya dari tadi tapi kamu menuduhnya,dasar perempuan hina kamu." Adam menampar wajah Amanda dengan sangat kasar,sementara Alex sudah tergeletak di lantai Adam lalu memanggil security
"Security,Dea cepat kemari,apa yang kalian lakukan di tempat ini hingga tidak melihat wanita ini berbuat semena-mena di tempat ini.
Para pelayan mulai naik ke atas dan berkumpul di ruangan itu,seorang security berusaha menggendong tubuh Alex,dan membawanya ke dalam mobil agar secepatnya di bawa ke rumah sakit.Adam tidak ingat lagi menghubungi mobil ambulan,karna dia begitu panik.Sementara Amanda di amankan oleh security menunggu polisi menjemputnya dari mansion itu.
Adam langsung menyetir dengan kecepatan tinggi,tidak lupa dia mengirim pesan kepada istrinya agar tidak menunggunya.
"Alex bertahanlah...Aku mohon,Adam melihat wajah Alex yang begitu pucat,dia tidak menyangka sedikit pun kalau Amanda akan tega melakukan hal sekejam itu.
"Ternyata selama ini aku sudah hidup dengan wanita iblis,kenapa tadi aku tidak merekamnya terlebih dahulu,wanita seperti Amanda harus benar-benar,di hadapi dengan keras." Setelah sampai di rumah sakit,para perawat langsung memberikan pertolongan pertama,Alex terlihat pingsan mungkin karna terlalu banyak mengeluarkan darah,para perawat itu sangat kesusahan mengeluarkan gunting yang masih lengket di perut Alex,hingga akhirnya gunting itu tercabut darahnya langsung keluar begitu banyak.
Alex masih tidak sadarkan diri,padahal dia sudah di pindahkan keruang perawatan,Adam melihat wajah Alex yang begitu pucat dan bibirnya membiru Adam sedikit,khawatir dengan keadaan pria itu,apalagi jelas-jelas dia tau pria itu adalah tulang punggung keluarganya,dan dia juga yang membiayai perawatan adiknya yang sedang sakit keras.
Adam lalu keluar dari ruangan Alex lalu menemui dokter yang menanganinya.
__ADS_1
"Dokter,bagaimana keadaan pasien yang bernama Alex?"
"Pria yang barusan kena tusuk ya,kita lihat saja satu jam lagi,dia kehabisan darah,mungkin dia terlambat di bawa ke tempat ini,kami akan mengecek persediaan darah dulu dirumah sakit,dia sangat banyak kekurangan darah."
"Lakukan yang terbaik dokter." Ucap Adam,lalu dia duduk di depan pintu ruangan Alex.
"Alex,apa yang terjadi dengan mu ,hingga kamu bisa berurusan dengan wanita jahat seperti Amanda." Suara hati Adam, dia tidak habis pikir seorang pria Kalam seperti Alex harus berurusan dengan Amanda wanita licik.
Tiba-tiba Adam teringat dengan kakeknya yang sedang di rawat di rumah sakit itu juga.Adam lalu bangkit dari tempat duduk nya dan pergi menemui pria itu di ruangan lain,tempat mereka benar-benar sangat berjauhan,Adam merasa begitu kelelahan karna harus berjalan sendirian.
"Bagaimana caraku memberitahukan semuanya kepada kakek,aku tau dia pasti sangat kecewa kepada Alex karna pria itu benar-benar asisten kesayangannya.
Sementara itu di mansion mobil polisi langsung memasuki gerbang mansion yang begitu luas itu.Amanda terus berusaha untuk kabur,tetapi tangan wanita itu terus di pegang bahkan kakinya diikat karena terus melawan.Dia memaki-maki habis para pelayan,dan security karna sudah berani berbuat demikian kepadanya.
"Kami dipecat,huh mimpi kali ya...dasar wanita nga tau terima kasih,pantas saja tuan Adam menikah lagi,itu karna kamu begitu sombong rasakan akibatnya,tidur di dalam penjara." Ucap salah seorang pelayan,yang begitu benci kepada Amanda,karna dia pernah di maki-maki Amanda.
Para polisi itu langsung membawa Amanda,wanita itu berusaha terus melawan,hingga kesabaran salah seorang polisi itu habis.
"Jangan bawa aku,pria itu berusaha memerkosa ku,jadi aku menusuknya,ini bukan kesalahanku.
"Kalau ibu melawan terus, jangan salahkan kami melepaskan timah panas ini ke kaki ibu,jadi mohon kerja samanya,untuk tidak melawan." Ucap polisi itu.Amanda langsung diam,dia begitu ketakutan mendengar ucapan polisi itu,dia takut jika polisi itu melukai kakinya.
Akhirnya Amanda dibawa ke kantor polisi,lalu dia dimasukkan ke dalam kamar tahanan.Wanita itu sangat berharap mertuanya secepatnya kembali dan menolongnya lagi dengan cara mengeluarkan dia dari penjara itu.Polisi menyita ponsel Amanda,wanita itu tidak diijinkan membawa barang apa pun kedalam ruangannya.
__ADS_1
***
Tok...tok..tok..
Adam mengetuk pintu kamar kakeknya,karna sudah lama berdiri di depan pintu kamar rumah sakit itu,dia tidak mendengar suara kakeknya akhirnya dia langsung memasuki kamar itu Tampa mengetuknya lagi.
"Kakek,apa kamu sedang tidur,ini Adam kakek." Pria itu pelan-pelan membuka matanya dan melihat cucu kesayangannya sudah berdiri di depannya.
"Apa yang ingin kamu lakukan di ruangan ku ini?"
"Apa kakek,sudah sehat,sepertinya kakek,sudah lebih membaik,wajah kakek tidak pucat seperti kemarin." Ucap Adam lalu dia membatu kakek nya untuk duduk di ranjang itu.
"Iya perasaan kakek memang sudah lebih baik,dimana kedua orang tuamu,sepertinya kakek tidak melihatnya beberapa hari ini,mereka tidak datang mengunjungimu?"
"Mereka berangkat ke Jepang kakek,mereka memantau perkembangan cabang perusahaan yang ada di Jepang,Adam tidak mau lagi kakek melakukan perjalanan jauh karna satu bulan setengah lagi Andini akan melahirkan,aku tidak ingin membiarkan dia melahirkan Tampa aku kek." Pria itu hannya menganggukkan kepalanya.
"Hmm...apa kamu sudah mencari rumah sakit terbaik untuk wanita itu?"
"Belum kakek,Andini tidak mau melahirkan secara sesar katanya dia ingin melahirkan secara normal,makanya aku tidak terlalu buru-buru kakek." Ucap Adam,sebenarnya dia datang menemui pria itu hannya ingin memberitahu keadaan asistennya tetapi dia sedikit takut memberitahunya,karna dia sangat takut kalau kakek menuduh Alex sebagai penghianat.
"Apa yang terjadi dengan mu,kenapa wajahmu tiba-tiba tegang begitu,apa terjadi sesuatu?" Adam benar-benar takut memberitahunya,kepada pria itu.
***bersambung***
__ADS_1