Rahim Bayaran

Rahim Bayaran
bab 94 ~ Ular betina ~


__ADS_3

Kediaman Adam Smith,masih terlihat sepi sudah semingguan ini karna mungkin tuan Smith masih berada di rumah sakit,sedangkan Adam hannya kembali ke mansion itu jika dia menginginkan sesuatu.Sementara Amanda selalu berada di mansion karna wanita itu masih mencari-cari rencana busuk untuk menyingkirkan saingannya yaitu Andini.


Para pelayan sudah begitu lelah mengurusi wanita yang banyak maunya itu,mereka semakin lama,semakin tidak menyukai istri dari tuan muda mereka,karna sikapnya yang semakin arogan.


"Semakin lama sikap nyonya Amanda,semakin menyebalkan,aku semakin tidak menyukainya."


"Iya sangat betul,coba kalau nona Andini menjadi nyonya kita,mungkin dia akan baik kepada kita,karna aku dengar-dengar dia itu dulu orang miskin kayak kita,pasti dia itu akan bersikap baik pada kita." Para pelayan itu mengeluh dengan Amanda,hingga mereka tidak sadar kalau Amanda sudah berada di belakang mereka.


"Para babu,ngapain kalian membicarakan ku,lebih baik kalian kerja yang bagus agar kalian bisa makan dasar sampah."Ucap Amanda,para pelayan itu hannya mencibir dan meninggalkan Amanda di ruangan itu.


"Bahkan para babu saja,sudah tidak menghargai ku." Amanda lalu berjalan ke ruang tamu dan dia melihat Alex sedang memasuki ruangan itu,seketika emosi Amanda meluap melihat pria itu.


"Alex...plak..." Amanda menampar wajah Alex dengan kasar,hingga membuat pria itu,begitu kaget.


"Apa yang kamu lakukan."


"Aku hannya memberi pelajaran kepada pria bajingan sepertimu,berani-berani nya kamu ikut campur urusanku.Kamu sadar diri dulu kamu itu siapa,bahkan aku tidak akan Sudi menjadikanmu ayah dari anak ini."


"Aku hannya menjalankan tugasku,menjaga keluarga Smith,yang sudah memberikan kehidupan yang lebih layak selama ini kepadaku."


"Andini itu bukan bagian dari keluarga ini." Amanda menjerit hingga pelayan mengintip apa yang terjadi dengan Alex dan Amanda.

__ADS_1


"Nona Andini sudah termasuk bagian dari keluarga ini,jadi tugasku adalah menjaganya juga." Ucap Alex,dia masih bisa bersikap tenang menghadapi Amanda yang sudah begitu emosi.


Tampa mereka sadari Adam sudah berdiri di dibelakang mereka dan pria itu mendengar ucapan terakhir dari Alex membuatnya sedikit terharu dengan asisten kakeknya.


"Wah....wah...wah..Apa yang terjadi di tempat ini,sepertinya sesuatu rahasia akan secepatnya terbongkar,Amanda silahkan kamu mengalah sebelum nanti kamu menyesalinya,cepat kamu tanda tangani surat cerai ini,aku sudah begitu muak dengan mu,aku bahkan tidak bisa membiarkan mu tinggal lebih lama di tempat ini." Wajah Amanda begitu pucat saat melihat Adam sudah berdiri di depannya.


"Jangan pernah bermimpi,aku tidak akan membiarkan wanita itu mengantikan posisiku menjadi nyonya Adam Smith,itu tidak kan pernah terjadi." Ucap Amanda,lalu pergi meninggalkan kedua pria itu.Adam sudah lama kurang menyukai Alex,dia tidak mengerti kenapa dia merasa Alex ada hubungan lain dengan Amanda,hal itu yang membuat Adam menjauhinya dan tidak suka basa-basi dengan asisten itu.


****


Riko bersiul memasuki perusahaan itu,wajahnya terlihat cukup ceria pagi ini,saat memasuki perusahaan yang cukup megah yang ada di hadapannya,akhirnya dia bisa kembali bekerja di perusahaan yang cukup hebat.


"Mas, nanti siang aku sama bibi Marni dan bibi Sarah akan ke mall untuk melihat-lihat perlengkapan baby ya." Ucap Andini,di sela-sela dia memilih baju yang akan dikenakan oleh suaminya ke kantor.


"Biarkan aku yang mengantar mu sayang,aku akan pulang cepat hari ini."


"Tidak usah,aku jadi tidak leluasa jika bersama mu,bagaimana nanti jika ada klien yang mengenalimu,kamu lupa ya mas,kalau kita masih merahasiakan hubungan ini kepada para klien mu?"Adam memandangi istrinya,dia menelusuri apa istrinya sedang menyindirnya atau memang wanita itu tulus dengan ucapannya.


"Udah mas,jangan menatapku seperti itu,aku tidak papa,aku akan menunggu hari,dimana kamu menikahi ku secara resmi,lagian kan nyonya Amanda juga sedang hamil,proses perceraian kalian pasti akan sulit dilakuakan.Lebih baik mas pergi kerja dan cari uang sebanyak mungkin."


Adam tersenyum dengan ucapan Andini lalu dia mencubit hidung Amanda."Sayang kamu begitu menggoda pagi ini,apa kita bisa melakukannya hari ini,semenjak kamu hamil kita sangat jarang Making love,padahal aku sangat menginginkannya "

__ADS_1


"Udah sayang,sabar apa kamu ingin terjadi sesuatu kepada anak kita kan." Adam hannya tersenyum menanggapi ucapan Andini lalu mereka keluar dari kamar dan menuju meja makan.


Siang harinya Andini mengajak bibinya Sarah dan juga Marni untuk pergi jalan-jalan ke mall,mereka belanja sepuasnya,Andini membeli beberapa baju hamil,karna dia merasa semua bajunya sudah tidak ada yang muat dibadannya.Tadinya dia ingin belanja semua pakaian baby,tetapi Sarah melarangnya karna itu pamali dilakukan jika belum genap usia kehamilan delapan bulan.Andini menuruti semua ucapan kedua orang tua itu,karna baginya mereka lebih berpengalaman.


"Bibi,aku rasa baju ini sangat cocok untuk kalian berdua,silahkan di ambil ya bi,nanti aku yang bayarin."Kedua wanita itu cukup bahagia karna sudah di perhatikan oleh Andini.


"Pelakor.....Kamu disini menghabiskan uang suamiku ya...keluar kamu dari sini,aku akan menghajarnya." tiba-tiba Amanda mendekati Andini yang sedang belanja dia begitu kaget mendengar suara Amanda.


"Auhhh....lepaskan tanganmu." Amanda menjambak rambut Andini,lalu menyeretnya dari toko itu dan membawanya ke tengah-tengah mall itu.


"Lepaskan itu nona, jangan sakiti anakku...lepaskan tanganmu dari rambutnya." Sarah terus berusaha melepaskan tangan Amanda dari rambut Andini hingga pertengkaran hebat terjadi.


Amanda menarik kepala Andini,lalu memukulnya ke tembok hingga hidung Andini mengeluarkan darah,dia merasa kepalanya begitu pusing.Orang-orang yang berada ditempat itu bukannya melerai tetapi malah merekam kejadian itu dan menguploadnya ke dunia Maya.


"Dasar perempuan gila kamu...Sarah menjambak rambut Amanda,dan hampir ingin memukul wajah wanita itu tapi belum sempat memukulnya Amanda sudah menendang perut wanita itu hingga dia tersungkur ke lantai.Sementara itu,Marni sibuk mengurusi Andini yang sedang duduk lemas di lantai.


"Tuan....Tuan sesuatu terjadi kepada nona Andini,tolong periksa ponsel anda dia sedang di aniaya Amanda di sebuah mall,perkelahian mereka sudah viral di dunia Maya." Riko menerobos,ruang rapat hingga para peserta rapat langsung membuka ponsel masing-masing dan melihat begitu kejamnya Amanda menghajar Andini.


Adam langsung pergi berlari meninggalkan ruangan itu,dia begitu panik,bahkan dia sangat ketakutan jika terjadi sesuatu kepada Andini.


****bersambung***"

__ADS_1


__ADS_2