Rahim Bayaran

Rahim Bayaran
bab 109 ~ Melahirkan prematur ~


__ADS_3

Amanda terus menyiksa bayi yang ada di kandungannya,Dia membayar seorang OB yang bertugas di dalam tahanan itu untuk membeli obat yang bisa membuat janin kepanasan di dalam rahimnya.Hingga pada sore harinya Amanda mengkonsumsi obat itu,tidak menunggu beberapa lama Amanda mengalami kontraksi berat.


"Tolong.....Perutku sangat sakit...Tolong aku..!!!" Amanda menjerit-jerit sambil duduk dan memegangi perutnya.Seorang penjaga tahanan langsung berlari dan membuka pintu Amanda,lalu dia membawa wanita itu keluar dari kamar.Darah mulai bercucuran di lantai,Amanda terus berteriak,dan keringat membasahi wajahnya.


Penjaga itu langsung membawa Amanda kerumah sakit,dan membawanya ke UGD.Para perawat dan dokter lalu memeriksa keadaan amanda,penjaga itu langsung menghubungi Adam.


Setelah mendengar kabar dari rumah sakit,Adam langsung menghubungi keluarganya dan juga Alex,pada saat itu Alex benar-benar khawatir.


Rania dan mertuanya,dan juga suaminya berangkat satu mobil ke rumah sakit yang dibawa oleh supir.


"Apa yang terjadi kepada Amanda bukankah harusnya dia melahirkan bulan depan?" Tanya pria tua itu,Rania terlihat marah tetapi dia tidak berani untuk berdebat dengan pria itu.


"Pa...ini semua karna Adam,bisa-bisanya dia membuat Amanda begitu menderita di tahanan sana."


"Tidak usah membuat suasana semakin rumit nanti kita akan mengetahui,anak siapa yang ada di kandungannya."


Rania semakin emosi mendengar ucapan pria itu,dia tidak menyangka kalau mertuanya benar-benar tidak menyukai Amanda lagi.


"Pa,berarti sekarang papa lebih mempercayai wanita yang sedang bersama Adam? papa keterlaluan." Ucap Rania.


Pria itu tidak peduli dengan ocehan wanita itu,dia merasa wajar Rania begitu marah saat Adam menduakan Amanda karna,kedua wanita itu masih memiliki ikatan keluarga walaupun sudah jauh,dan dulu wanita itulah yang paling setuju dengan pernikahan Adam dan Amanda.

__ADS_1


"Dimana menantuku,dia berada di ruangan mana?" Tanya Rania dengan suara sangat tinggi para perawat itu langsung berlari ke arah wanita itu,dan membawa mereka keruangan Amanda,Para dokter tidak langsung menangani Amanda karna mereka harus menunggu pihak keluarga agar wanita itu bisa di operasi.


Sesampainya Adam di rumah sakit dia langsung menemui keluarganya,bagaimana pun juga dia harus menunjukkan rasa simpatinya kepada wanita itu untuk yang terakhir kalinya.


"Dokter apa yang terjadi dengan wanita itu,kenapa dia melahirkan tidak pada waktunya?" Tanya Adam kepada dokter yang sedang berdiri di ruangan itu juga.


"Kita ke ruangan ku saja tuan Adam!!" Ucap dokter itu,lalu mereka lalu pergi menuju ruangan dokter itu.


"Silahkan duduk tuan,maaf sebelumnya bukan kah anda suami dari nyonya Amanda."


"Saya suaminya,tetapi bayi itu bukan bayiku,dan kami sedang dalam proses perceraian." Ucap Adam,dokter itu,tidak mau melanjutkan pembicaraannya lagi karna itu bukan bagian nya lagi.


"Saya hannya ingin memberitahu,nyonya Amanda mengkonsumsi obat keras,yang mengakibatkan dia melahirkan secara prematur." Ucap sang dokter.Adam tidak begitu kaget karna dia benar-benar tau sikap Amanda yang begitu keras dan egois.


Setelah tiga dua jam,akhirnya Amanda melahirkan bayi perempuan yang sangat cantik.Karna dia lahir secara prematur dia harus dirawat secara intensif,Adam sebagai suaminya akhirnya mengadzani bayi mungil itu,dia tidak bisa mengelak karna mereka belum resmi bercerai.


"Sayang,apa yang terjadi denganmu,kenapa kamu melahirkan sebelum waktunya?" Tanya Rania,dia begitu prihatin melihat kondisi Amanda.


Rania dan semua keluarga merasa bahagia,saat mereka melihat bayi itu walaupun umurnya belum genap sembilan bulan setidaknya dia bisa lahir dengan sehat.


Setelah melihat bayi itu,sang kakek langsung keluar dari ruangan itu,dia semakin yakin jika bayi itu bukanlah anak adam karna bayi itu sama sekali tidak mirip dengan Adam,pria itu diam-diam menemui dokter dan menyuruhnya untuk melakukan tes DNA.Dia ingin memastikan kebenaran tentang bayi itu.Setelah menyuruh dokter dengan diam-diam pria itu langsung pulang bersama supirnya.

__ADS_1


Semua orang meninggalkan Amanda dirumah sakit kecuali Alex,dia merasa bertanggung jawab untuk bayi itu,dengan setia dia menunggu sang bayi ,dia sangat yakin kalau bayi itu adalah anaknya sendiri.


Setelah merasa puas memandangi bayi itu,Alex lalu pergi menemui Amanda di ruangannya,


"Bagaiman keadaanmu?" Amanda menatap ke arahnya dengan sinis,dia begitu membenci semua orang pada saat ini,dia merasa tidak ada satu orang pun yang bisa mengerti keadaanya.


"Keluar,bagaimana pun keadaanku,kamu tidak berhak mengetahui itu,sadarlah kamu hannya Anji***** penjaga pintu di keluarga Smith,jadi berhenti sok perhatian dihadapan ku,karna bagiku kamu hannya secuil sampah." Ucap Amanda,Alex benar-benar tersinggung dengan ucapan wanita itu,tetapi dia berusaha meredakan amarahnya,karna dia mengerti dengan keadaan Amanda saat ini.


"Jika kamu tidak menginginkan bayi itu,aku bisa menjaganya,dengan baik dan memberikan dia kasih sayang yang tulus,kamu tidak perlu lagi bersandiwara karna Adam sudah tau kalau bayi itu adalah darah daging ku.Tidak perlu memanipulasi apapun,karna Adam dan tuan besar sudah tidak percaya kepadamu." Ucap Alex membuat Amanda semakin emosi.


"Sejujurnya,aku benar-benar ingin membunuhmu,harusnya kemarin kamu langsung mati saja,hidupku hancur hannya karena pria sampah sepertimu."


"Jaga kesehatanmu,karna setelah ini kamu akan tetap masuk penjara." Ucap Alex,lalu dia pergi meninggalkan Amanda dan duduk di kursi yang ada di depan ruangan Amanda.


Alex benar-benar merasa kasihan dengan bayi itu,dia sangat menginginkan bayi itu,dan dia berharap Amanda memberikan bayi itu kepadanya,supaya dia bisa menjadi anak yang hebat suatu saat nanti.


*****


"Adam,kapan Amanda bisa kembali ke mansion,kamu harus secepatnya membawa dia ke mansion ini,karna dia lebih sehat jika berada di sini?" Tanya Rania,wanita itu selalu berharap Adam dan Amanda bisa kembali bersatu.Padahal dia tidak tau,kalau Adam sudah tau kalau bayi itu milik Alex.


"Aku tidak tau ma,tanya saja kepadanya,dan mama lupa kamu Amanda seorang narapidana,dia akan tetap menjalani hukumannya setelah dia merasa sehat,dan masalah bayi itu,bisa kita pertimbangkan nantinya siapa yang merawatnya." Ucap adam.

__ADS_1


Rania sangat kaget mendengar ucapan Adam,dia berpikir jika Amanda melahirkan maka Adam akan bisa kembali kepada Amanda,kenyataannya pria itu tetap memilih cerai.


***bersambung***


__ADS_2