
Adam benar-benar tidak mengerti keadaan Andini yang sudah berusaha bertahan menahan rasa sakit yang dia alami.
"Sayang kamu kenapa?" Andini benar-benar emosi melihat sikap polos suaminya lalu dia mengambil bantal dan melempar bantal itu ke wajah Adam hingga pria itu benar-benar sadar.
"Bodoh.......Aku kesakitan,aku sudah mau lahiran sakiiiiittttt..." Andini berteriak dengan sangat kencang hingga membuat semua orang terbangun dari mimpinya,dan juga benar-benar kaget mendengar teriakan Andini.
"Tenang sayang....aku ada di sini,Adam memeluk Andini tetapi wanita itu langsung mendorong tubuh suaminya hingga terjungkal kebelakang.
"Tuan....Tuan tolong buka pintunya." Sarah dan Marni langsung siaga mereka sudah bisa menebak kalau Andini akan melahirkan malam ini.Adam lalu membuka pintu kamar
"Tuan,kita segera ke rumah sakit nona Andini pasti mau melahirkan ayo tuan cepat lihatlah nona Andini sudah pecah ketuban."Ucap Sarah,Adam lalu melihat celana yang di pakai oleh Andini sudah basah,Tampa berpikir panjang Adam lalu mengendong tubuh Andini dan langsung membawanya ke dalam mobil.
"Bibi,kalian ke rumah sakit bersama supir tolong bawa semua perlengkapan baby,aku akan membawa Andini lebih dulu ke rumah sakit." Ucap Adam,Tampa peduli penampilannya yang hannya memakai celana pendek dan kaos oblong Adam membawa Andini kerumah sakit.
"Bertahan lah sayang aku akan menyetir dengan kecepatan tinggi." Adam langsung menyetir dengan sangat tinggi,apalagi pada saat ini jalanan sangat sepi membuat Adam semakin bebas dalam berkendara.Sesampainya di rumah sakit,para perawat dan dokter langsung membawa Andini ke UGD,lalu memeriksa semuanya hingga akhirnya dokter memutuskan untuk melakukan operasi kepada Andini karna untuk normal dia tidak mampu karna pinggulnya yang terlalu kecil.
"Sayang,aku akan menemanimu,kamu harus tenang yakin lah jika kamu sudah melihat anak kita nanti semua rasa sakit yang kamu rasakan akan hilang begitu saja." Adam terus memberi semangat kepada Andini,Adam mengelus rambut Andini hingga wanita itu merasa tenang,lalu dia setuju untuk tindakan operasinya.
Sebelum Andini di bawa ke ruang operasi kedua orang tuanya dan juga Nadia dan pelayannya datang melihat Andini,Fatimah langsung memeluk tubuh Andini,Tampa sadar wanita itu menagis lalu dia memberikan semangat juga kepada Andini.
__ADS_1
"Sayang,mama terlebih dahulu memberikan selamat kepada mu,mama menunggu mu disini sayang,semangat dan berdoa ya." ucap Fatimah hal itu membuat Andini semakin bersemangat saat melihat semua keluarganya memberikan dukungan penuh kepadanya.
"Makasih ma,pa." Lalu perawat langsung mendorong kursi roda Andini dan membawanya ke ruangan operasi.Selama proses operasi Adam merasa sangat khawatir,dia benar tidak sabar menunggu Andini selesai di operasi tidak henti-hentinya dia memanjatkan doa di dalam hati untuk istrinya yang berjuang antara hidup dan mati.
Saking tegang nya Adam sampai lupa kalau dia tidak memakai celana yang sopan,dan dia juga hannya memakai kaos oblong saat udara berhembus menusuk pori-pori nya baru dia sadar akan penampilannya.
"Bibi,apa kalian membawa baju ganti untukku?"
"Bawa tuan,aku akan mengambilkan untuk tuan." ucap Sarah,lalu wanita itu meninggalkan ruangan itu dan mengambil pakaian Adam yang di tinggalkan di dalam mobil yang ada di parkiran sebagian barang-barang Andini dan bayi sudah di bawa ke ruang operasi.
Adam lalu memakai pakaian yang lebih sopan,dia belum berani menghubungi kakeknya karna dia masih menunggu Andini selesai di operasi.Setelah menunggu hampir dua jam lebih dokter yang menangani Andini lalu keluar dari ruang operasi Adam sangat antusias saat melihat dokter itu sudah berdiri di depan pintu.
"Bagaimana keadaan istri dan anak saya dokter,apa mereka sehat-sehat saja?"
"Alhamdulilah...Terima kasih ya Allah akhirnya aku bisa menjadi seorang ayah,hidupku telah sempurna sekarang " Adam Tampa sadar langsung bersujud di lantai saking bahagianya.Setelah dia sadar dia bangkit lalu masuk ke ruangan operasi dan melihat Andini masih tidur dengan sangat pulas,mungkin akibat terlalu lelah dia ketiduran di ruangan itu.
"Dimana bayiku,aku ingin melihatnya?" Tanya Adam kepada para perawat yang ada di ruangan itu.
"Maaf tuan,bayinya sedang di bersihkan,sebentar lagi akan di bawa ke ruangan ini mohon tuan bersabar." Ucap salah satu perawat dengan sopan.
__ADS_1
Andini lalu dipindahkan ke ruangan pemulihan,dia sama sekali tidak sadar saat di bawa ke ruangan itu,Adam dengan sabar terus menunggu istrinya itu,dia tidak berani membangunkan istrinya,apalagi dia sangat tau tadi malam Andini benar-benar sangat kesakitan.
Setelah beberapa saat di ruangan itu seorang perawat membawa bayi dan menyerahkannya kepada Adam.
"Tuan ini bayi anda,dia sedang tidur,kemungkinan sang ibu belum ada asi,tolong tuan persiapkan susu untuk sang bayi,jadi disaat dia bangun nanti tuan bisa membuatkan susu untuknya." Ucap perawat itu dengan sangat sopan,Adam benar-benar terpukau dengan sikap keramahan para perawat di rumah sakit itu.
Adam langsung mengadzani bayi itu,dia benar-benar bangga karna akhirnya keinginan terbesar dalam hidupnya bisa terpenuhi.
Selesai mengadzani sang bayi Adam melihat Andini sudah bangun,lalu dia meletakkan bayi itu didampingi istrinya.Lalu dengan penuh haru dia memeluk istrinya dan mencium kening istrinya itu.
"Sayang terima kasih banyak,sudah menjadikan aku pria yang benar-benar sempurna,sekali lagi terima kasih aku tidak bisa membalas semua kebaikan mu ini kepadaku " Ucap Adam dia terus memeluk istrinya dengan sangat hati-hati.
"Mas,membalas apa sih,bukan kah kita sama-sama memiliki anak ini bukan kah kita suami istri,kita hannya perlu bersyukur kepada Tuhan karna dia yang telah menitipkan bayi mungil ini kepada kita " ucap Andini dengan suara serak khas baru bangun tidur.
"Sayang aku harus menghubungi kakek,aku akan memberitahu kepadanya kalau cicitnya telah lahir,aku yakin dia akan benar-benar bahagia." ucap Adam lalu meninggalkan Andini di ruangan itu dan menyuruh semua keluarga yang ingin menjenguk istrinya.
Saat Adam keluar dari ruangan itu Nadia dan kedua orang tuanya masuk bersamaan sebenarnya mereka dilarang sekali masuk,tetapi karna mereka tidak sabar ingin melihat bayi itu,mereka langsung masuk Tampa ijin.
"Sayang selamat ya,mama benar-benar bangga kepadamu,mana bayi nya mama mau gendong dulu." Ucap Fatimah lalu mengambil bayi dari pangkuan Andini."
__ADS_1
"Mama gantian dong,aku juga pengen menggendong keponakan aku ma." Ucap Nadia manja dia benar-benar berubah semenjak dia diselamatkan pria suruhan Adam.
****bersambung***