
Adam semakin merasa tubuhnya tidak bisa di kendalikan,lalu dia masuk ke dalam kamar mandi dan merendam seluruh tubuh.Dia ingin menghilangkan sedikit rasa panas yang dia rasakan.
"Ini pasti semua rencana mama." Adam terus merendam tubuhnya,bahkan dia bermain sendiri untuk memuaskan gairahnya yang sangat tinggi.
Setelah Adam selesai bermain solo,tetapi reaksi obat perangsang yang diberikan ibunya tetap tidak mengurangi gairahnya yang semakin meningkat.Ahirnya dia mengenakan baju,yang sudah di bawanya kedalam kamar mandi.
Lalu Adam keluar dari kamar mandi,dan kembali masuk ke kamarnya,dan dia melihat Amanda sudah tiduran di atas ranjang mereka.
"Apa yang kamu lakukan disini?"
"Ini kamar kita berdua, tidak ada larangan untukku tidur di ranjang ini."
Adam terus memandang Amanda,dia tiba-tiba membayangkan Andini yang sedang tiduran di atas ranjang itu.
Amanda memperhatikan gerak gerik Adam,dia sangat yakin kalau obat perangsang yang dia masukkan kedalam minuman adam sedang bekerja di dalam tubuh pria itu.Lalu Amanda memanfaatkan keadaan ini dan dia mendekati Adam.
"Adam,aku masih sah jadi istrimu,bahkan aku adalah istri yang di akui negara dan agama,tapi kamu sebagai suamiku,tidak pernah menunaikan kewajiban mu sebagai suami,malam ini berikan tanggung jawabmu sebagai suamiku."
Mendengar ucapan Amanda,Adam merasa dirinya di tantang oleh Amanda lalu dia bergerak menuju ranjang dan mulai menelusuri leher Amanda dengan bibirnya,sesekali memberikan gigitan kecil di leher itu.membuat Amanda meringis kesakitan dan kenikmatan.
Dengan kasar Adam membuka baju yang dikenakan oleh Amanda,entah karna bajunya yang susah dibuka atau karna gairah Adam sangat memuncak dia begitu kesulitan membuka baju yang dikenakan oleh Amanda.Dengan semangat yang tinggi Amanda membantu Adam untuk membuka baju yang dia kenakan.Dia tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan ini.
Tangan Adam Adam memegang pinggang Amanda dari belakang,tangan itu bergerak ke atas.Merengkuh d*d*a Amanda yang tampak mengencang.Adam merengkuh kedua buah itu dengan kasar,lalu mengigit nya dengan lembut.
Amanda mendesah,dia mulai tidak bisa mengontrol dirinya.Rangsangan yang diberikan oleh Adam membuat pikirannya melayang sampai ke langit ketujuh.Mendengar ******* Amanda semakin membuat Adam bersemangat,dia menciumi keseluruhan bagian belakang tubuh amanda membuat dia kegelian.
puas bermain-main dengan dada Amanda,tangan Adam yang satunya mulai bergerilya kebawah.menyentuh bagian kewanitaan amanda dengan sangat kasar.
__ADS_1
Amanda terkesiap ketika tangan Adam menyentuh bagian sensitifnya,tangan itu bermain-main disana membuat Amanda kembali mendesah merangsang tubuh Amanda untuk semakin menikmati permainannya.
Dan pada akhirnya tubuh Amanda bergetar sangat hebat,dia mencapai kenikmatannya pertamanya,berangsur-angsur tubuh Amanda menjadi lemas Adam menahan tubuh Amanda agar dia tetap bertahan,lalu Adam menarik tubuh Amanda ke pinggiran ranjang lalu memeluk tubuh itu dengan sangat erat.
Semakin lama Amanda semakin,mendesah hebat ,dia tidak menyangka Adam bisa melakukan hal seperti itu kepadanya,lalu Amanda,menarik tubuh Adam,dan membalas semua permainan Adam.
Adam sudah tidak tahan lagi,lalu dia membuka semua pakaiannya dan memasukkan miliknya ke dalam milik Amanda.Mereka terus memacu dan hingga gerakan mereka semakin cepat,dan Adam ingin mencapai kenikmatannya,di saat Adam ingin mengeluarkan benih-benih yang diharapkan oleh Amanda,Adam langsung berlari ke kamar mandi dan menyelesaikannya disana.
Amanda sangat kecewa dan marah kepada Adam,ingin rasanya dia menampar wajah Adam,tapi dia tidak berani melakukannya.
Setelah selesai mengakhiri permainannya Adam lalu kembali kedalam kamarnya.
"Jangan berharap lebih kepadaku,aku tidak pernah menginginkan keturunan darimu,kewajiban ku sebagai suami mu sudah ku tunaikan aku rasa kamu sangat menikmatinya malam ini.
"Dasar brengsek kamu,pria macam apa kamu itu,tiga tahun waktuku habis hannya untuk mengharapkan cinta dari mu."
Sampai larut malam Amanda merasa gelisah,dia takut mengecewakan mertuanya yang sudah berusaha keras untuknya.Karna pikiran Amanda terus gelisah ahirnya dia tertidur disaat sudah subuh.
Setelah sarapan pagi,semua keluarga berkumpul di meja makan.Rania tersenyum puas karna dia tidak melihat keberadaan Amada di meja itu,dia berpikir menantunya itu sangat kelelahan karna semalam habis bertempur dengan Adam.
"Adam,dimana istrimu?"
"Biarkan saja pa,mungkin dia kelelahan semalam,mereka lagi berjuang untuk memberikan papa,cicit." Rania tersenyum lebar hingga Adam merasa kupingnya sangat panas,dia sangat mengerti kalau,kejadian semalam adalah bagian dari rencana ibunya.
Adam lalu menyudahi sarapannya,dan segera pergi meninggalkan meja makan dengan wajah yang masam.
"Kenapa dengan anak itu apa yang salah." kakek bertanya,dia merasa heran dengan tingkah Adam pagi ini,tidak biasanya cucu kesayangan nya itu bersifat tidak sopan di hadapannya.
__ADS_1
"Biarkan saja papa,mungkin dia merasa kita terlalu menekannya dengan menuntut dia supaya memberi keturunan."
Kakek,tidak menangapi ucapan menantunya,lalu dia meninggalkan suami istri itu dan pergi ke ruang baca yang ada di mansion itu,Karna sudah lama dia tidak mengunjungi tempat favoritnya itu.
Amanda terlihat tidak bersemangat sama sekali,dia terus tiduran di kamarnya,dia mengakui,kalau semalam dia sangat menikmati permainannya dengan Adam tapi dia sangat tidak menyangka kalau Adam,akan mengakhiri permainannya di kamar mandi.
" Amanda,kenapa kamu masih tidak bangun,apa semalam Adam begitu menyiksa mu,hingga kamu tidak bangun sampai jam segini?" Mertuanya masuk kedalam kamarnya,membuat Amanda langsung bangun dan duduk di ranjang.
"Maafkan Amanda ma,kayaknya Amanda kurang enak badan."
"Hahahaha...kamu harus minum vitamin yang kuberikan kepada mu, supaya kamu secepatnya bisa hamil."
Amanda semakin merasa bersalah,dia tidak tau menjelaskan kepada mertuanya,dan dia takut mertuanya kecewa kepadanya karna tidak kunjung hamil.
*****
Hoeeeeekkk...hoeekkkkk..."
Andini memuntahkan semua makanan yang dia makan tadi pagi.Andini merasa seluruh tubuhnya sangat menderita karna dia mengalami morning sickness,tetapi Andini masih merasa beruntung, walaupun Adam tidak bisa terus berada disisinya, dia masih memiliki pembantu yang sangat perhatian untuknya.
"Ini bibi buatkan air jahe untuk mu,untuk mengurangi rasa mual di pagi hari."
"Makasih bibi." Andini langsung menghabiskan air jahe pemberian Marni,lalu dia kembali ke kamar dan merebahkan tubuhnya di atas ranjang.
Andini merasa sedikit kesepian karna pagi ini Adam tidak muncul di rumahnya seperti hari-hari sebelumnya.
👉bersambung👉
__ADS_1