Rahim Bayaran

Rahim Bayaran
bab 77 ~ Desa terpencil ~


__ADS_3

Amanda memberikan sejumlah uang kepada Nadia untuk mengurusi Andini dan juga ART nya,dia tidak ingin terlibat lebih jauh dengan masalah itu.Lalu dia meninggalkan Nadia dan juga para preman suruhannya.


"Hahaha..selamat tinggal Kaka Andini, yang tercinta kamu akan hidup dengan damai mulai saat ini,ucapkan terima kasih kepada ku. Karna aku sudah mengantar mu ke tempat yang sangat nyaman bagi hidupmu." Nadia lalu memberikan uang yang sangat banyak kepada dua preman itu,untuk biaya mengurusi Andini.


"Uang yang aku berikan gunakan untuk biaya membuangnya jauh dari kota ini,jika dia muncul kembali maka aku tidak akan membiarkan kalian hidup dengan aman."


"Baik nona,terima kasih." Preman itu tampak sangat bahagia menerima uang dengan jumlah yang sangat banyak.


Setelah memberikan bagian kedua preman itu,Nadia pergi meninggalkan tempat itu dia mempercayakan tugas selanjutnya kepada dua pria itu.


"bos,kita buang kemana mereka berdua,lebih baik kita mengantar mereka kehutan yang jauh di pulau seberang agar mereka tidak bisa kembali ke kota ini,aku juga tidak mau menanggung resiko ke depannya,untuk menghabisinya aku tidak tega tuan,apalagi wanita yang muda ini,sedang keadaan hamil."


Ahirnya kedua pria itu memutuskan mengantar Andini dan juga Marni ke sebuah desa yang sangat terpencil butuh waktu dua hari dua malam untuk sampai ke desa itu,keduanya terus memberikan tambahan obat bius ke pada Andini dan juga Marni agar tetap di posisi pingsannya.


Setelah merasa aman kedua pria itu, meninggalkan Andini dan juga Marni di tengah perkebunan,lalu mereka segera pergi dari situ agar mereka tidak ditemukan oleh warga desa itu.


*****


Sudah dua hari ini Adam terlihat mencari-cari keberadaan Andini,laporan sudah di berikan kepada polisi,bahkan semua orang yang bekerja,di markasnya sudah berpencar mencarinya tapi sampai hari ini mereka semua tidak menemukan titik keberadaan Andini.


Adam terlihat begitu marah di mansion nya, semua barang-barang yang ada di dekatnya habis di lempar ke lantai,karna amarahnya yang tidak bisa dikendalikannya.


"Kakek,aku tidak akan memaafkan siapa pun yang berani coba-coba bermain dengan ku.Amanda menelan ludahnya yang begitu mencekam dilehernya.Dia sama sekali tidak berani mendekat ke arah Adam,atau hannya sekedar menenangkannya karna dia tidak ingin menjadi sasaran emosi pria itu.


Kedua orang tua Andini juga tampak hadir di mansion,karna Adam menyuruh orangnya untuk menjemputnya.Adam berharap mereka bisa memberi petunjuk tentang keberadaan Andini.


"Apa Andini memiliki keluarga kecuali kalian."


"Tidak tuan,kami sangat yakin Andini tidak akan berani pergi jauh,aku yakin dia pasti telah di curi orang " Fatimah menyuarakan keraguannya,

__ADS_1


"Brangggg....Diam kamu,atau mungkin itu adalah ulah mu." Alex melempar remote AC yang kebetulan berada di dekatnya.


"Ti...tidak tuan..Bu..kan aku,semenjak tuan mengambil toko yang tuan kasih, aku tidak pernah melihatnya lagi..maafkan aku tuan jika aku terlalu lancang."


"Kakek..apa yang harus kulakukan,aku takut terjadi sesuatu kepadanya,dia hamil anakku kakek,hiks...hiks.." lalu Adam terjatuh di lantai,hatinya serasa hancur saat dia tidak menemukan istrinya di saat dia pulang kerja.


Lalu kakek berjalan mendekati Adam,dia menepuk pundak Adam seakan memberikan dukungan kepada cucunya itu.


"Aku juga sudah menyuruh beberapa orang yang sangat kompeten untuk mencari keberadaan istri mu itu,hannya itu yang bisa kakek lakukan untukmu,semoga mereka bisa memberikan kabar baik kepada kita." Pria itu memeluk cucunya dengan erat.Ada rasa bersalah baginya,dulu dia terlalu antusias memaksakan kehendaknya untuk menikahkan Amanda dengan cucunya,ternyata hal itu hannya membuat sang cucu tidak bahagia.


Pria tua itu,tampak pergi meninggalkan mansion,dia di antar oleh supir pribadinya,memasuki gedung perusahaan miliknya,yang di kelola oleh anaknya,ayah dari Adam.


Beberapa kariawan menyapa dan menunduk saat melihat pria itu,mereka merasa heran dengan kunjungannya, karna dia sudah lama vakum dari perusahaan itu.


"Papa...apa yang papa lakukan di sini bukankah papa harusnya istrahat di mansion?"


"Pa...untuk apa aku mengurusi hal yang tidak perlu seperti itu,yang menjadi istrinya Amanda,dan semua orang mengetahui itu,terus untuk apa aku sibuk mengurusinya?"


"Diam...keluar dari ruangan ini....aku tidak ingin melihat mu disini."


Dengan sangat kesal pria itu meninggalkan ruangannya dia tidak berani membantah ucapan papanya.Dia begitu marah melihat ayahnya yang sangat dihormatinya mengusirnya secara tidak hormat hannya karna seorang wanita yang sangat dicintai anak nya.


Alex memasuki ruangan direktur dengan dada berdebar-debar dia sudah tau apa maksud dari tuannya menyuruhnya untuk menemuinya di ruangan direktur.


"Apa kamu sudah mendapat informasi dari orang-orang suruhan kita."


"Maaf tuan,katanya mereka kesulitan mencari keberadaan wanita itu."


"plakkk...pria itu memukul meja dengan keras,dia merasa tidak puas dengan jawaban yang diberikan oleh Alex kepadanya.

__ADS_1


"Kenapa akhir-akhir ini kinerja mu begitu buruk? apa pun yang ku perintahkan tidak ada yang bisa kamu lakukan dengan baik...apa bonus tahunan mu tidak membuatmu puas atau kamu meras gaji mu kurang?"


"Ma....maaf...kan aku tuan!!! ak....


"Sudah....lah,aku kecewa dengan mu,semakin hari kamu semakin membuatku kecewa,jika satu bulan ini kamu tidak bisa membawa wanita itu pulang maka kamu akan bersedia ditugaskan menjadi tim kebersihan dikantor ini,aku tidak butuh dengan orang-orang yang tidak berkompeten. Dan satu lagi cari tau pria mana yang sudah menghamili Amanda,karna aku yakin bayi yang ada di rahimnya bukan milik Adam."


"Deg......" Alex benar-benar terkejut dengan ucapan tuan Smith, dia tidak percaya dengan apa yang di ucapkan ya,bahkan tugas terakhirnya lebih membuatnya tidak bisa berpikir jernih.


"Apa kamu mendengar apa yang ku perintahkan tadi?"


"Ba....baik tuan "


"Keluar..."


Alex langsung keluar dari ruangan itu,dia menuju kursinya sesampainya di ruangannya, tubuhnya serasa mau ambruk lalu tiba-tiba hampir terjatuh sebelum mencapai kursinya,sehingga sekretaris yang ada disampingnya membantunya duduk di kursinya.


"Apa bapak baik-baik saja?" Alex menganggukkan kepalanya,lalu dia duduk di kursinya sambil duduk termenung.


"Apa yang harus kulakukan adikku masih sangat membutuhkan bantuan dana dari ku." Suara hati Alex,dia benar-benar tidak bisa pokus lagi dengan semua pekerjaannya.


Sementara itu jauh, di sebuah lahan perkebunan desa tampak Andini,sedang ingin membuka matanya,lalu dia menutup kembali matanya karna dia pikir dia masih tidur lalu tiba-tiba....


"Aku....kenapa aku bisa disini, dimana ini...apa yang terjadi." lalu dia langsung mengerjab-erjab matanya berharap apa yang di alaminya hannya mimpi Lalu dia membuka kembali matanya dan benar saja dia tidak bermimpi,dia berada di sebuah perkebunan yang sangat luas.


"Bibi....bibi...bangun dia memukul-mukul lengan Marni hingga wanita itu juga bangun dari pingsanya.


👉bersambung👉


Terima kasih Kaka yang baik hati yang masih Sudi menunggu karya recehku ini jangan bosan ya Kaka selalu mendukung ku.🌺🌺🌺

__ADS_1


__ADS_2