
Andini,terus memikirkan keinginannya untuk menghubungi suaminya Adam,tiba-tiba bibi Sarah menghampirinya dan memberikan ponsel yang sudah keluaran lama untuk Andini.Ponsel ini hannya bisa di gunakan untuk menghubungi atau menerima panggilan beruntung Andini hapal dengan nomor ponsel suaminya.
Lalu dia memasukkan nomor suaminya dan menekan panggilan dan terdengar suara berdering.
[Halo....halo...siapa disana bicaralah,] tiba-tiba saja air mata Andini menetes dia sangat bahagia mendengar suara suaminya yang sangat dia rindukan,tidak bisa di pungkiri Andini ingin berlari pulang dan menemui suaminya,tapi dia takut Nadia dan Amanda terus berbuat jahat kepadanya Dia akan berusaha menahan siksaan yang diberikan oleh Nadia atau Amanda,jika dia tidak hamil,tetapi sekarang dia harus menjaga bayi yang ada dikandungan nya.
Lalu dia segera mematikan ponselnya dan langsung menonaktifkan ponsel itu,dan memberinya kepada bibi.
"Kenapa kamu tidak memberitahu keberadaan mu kepada suami mu itu nak,apa kamu tidak merasa kasihan dengannya." tanya bibi Sarah yang sudah duduk di sampingnya sambil membawa bubur dan sup ayam buatannya.
"Bibi,aku takut,jika dia tau aku disini dia pasti sudah menjemput ku,ada nyawa yang harus ku jaga bibi,aku takut istri dan adikku kembali mencelakai ku,yang penting aku sudah mendengar suaranya,berarti dia keadaan sehat-sehat saja,aku sudah sangat bahagia bibi." Andini tersenyum hambar bibirnya bisa berbohong tetapi tidak dengan hatinya.
****
Riko tampak memasuki gedung mewah milik keluarga Smith,dia pergi menemui Adam langsung menuju ruangan itu diantar oleh asistennya Robi.
Tok...tok...tok
"Tuan, Riko ingin menemui anda,apa tuan punya waktu?" tanya Robi,dia masih merasa takut untuk berbicara lebih leluasa kepada Adam,karna sampai hari ini dia belum bisa memberikan sesuatu yang bisa membuat Adam kembali baik kepadanya seperti dulu.
"Suruh dia masuk." Adam sama sekali tidak menoleh ke arah Robi karna hatinya masih sangat kesal kepada asisten nya yang begitu lamban baginya.
"Silahkan duduk,ada apa ingin menemui ku?"
"Tuan maafkan jika aku terlalu lancang,tapi aku mau ingin tuan segera menyelidiki Nadia saudaranya Andini,aku rasa dialah wanita yang sudah menghajar Andini,dan menyebabkan Andini hilang "
__ADS_1
"Apaaa....kamu yakin? kurang ajar aku akan menghabisinya jika dia yang sudah membuat Andini hilang. Ayo antar aku ke rumahnya aku akan memberinya pelajaran."
"Tuan,aku belum bisa memastikan aku hannya melihat ciri-cirinya saja,dan aku Sangat yakin dialah wanita itu,tuan paksa saja dia mengakuinya."
"Cepat...antar aku kesana,aku tidak segan-segan menghabisinya jika dia memang yang melakukan penganiayaan terhadap istriku "
"Tuan,aku hannya bisa memberitahu alamatnya untukmu,tapi aku tidak ingin dia tau kalau aku yang membocorkannya kepada tuan"
"Baiklah tuliskan alamatnya dan juga nomor ponselmu,aku akan pergi bersama Robi." Adam langsung mengambil kertas yang diberikan oleh Riko,lalu dia segera meninggalkan perusahaanya,dan pergi bersama Robi menemui Nadia.
"Apa kamu tidak bisa menyetir lebih cepat lagi,aku tidak sabar ingin menemui wanita biadap itu." Lalu Robi langsung menyetir lebih cepat bahkan beberapa mobil,tampak memaki mereka karna sudah melakukan,sesuatu yang melanggar lalu lintas tetapi Adam sama sekali tidak peduli lagi.
"Sesampainya,di alamat yang diberikan oleh Riko,mereka langsung memarkirkan mobil mewahnya,beberapa mata para wanita yang menyewa tempat itu langsung menyapa dengan kagum kepada Adam,apalagi melihat penampilan Adam ya g sangat keren.Adam langsung keluar dan menggedor-gedor rumah Nadia,tetapi pintu itu sudah tertutup dengan rapat.
"Cari siapa ganteng,kita ke kontrakanku aja yuk,wanita pemilik kontrakan itu sudah pindah dua hari yang lalu." seketika tubuh Adam langsung lemas,mendengar ucapan wanita itu,dia langsung mendorong tubuh wanita itu,karna sudah mencoba untuk menggodanya.
"Aku tidak tau tuan,aku hannya melihat dia membawa semua barang-barangnya,aku tidak dekat dengannya,apalagi semenjak dia punya uang banyak selama hampir sebulan ini,dia terlihat sangat sombong." Ucap wanita itu dengan gemetaran.Lalu Adam melempar tubuh wanita itu ke tanah,dan dia segera memasuki mobilnya dan menyetir mobil sendiri, Robi benar-benar takut melihat wajah Adam yang sudah penuh amarah.
"Aku yakin dialah wanita yang ada di rekaman itu,aku tidak akan memaafkan mu lagi." Adam terus mengemudikan mobilnya hingga mereka akhirnya sampai di rumah orang tua Andini.
Adam langsung turun dari mobilnya dan berlari menuju pintu rumah Andini
"braakkkkkk, Adam langsung menendang pintu rumah orang tua Andini hingga pintu itu terlempar dari posisinya,Fatimah kelihatan sangat ketakutan saat dia melihat Adam sudah berdiri di depan pintunya.
"Dimana Nadia?"
__ADS_1
"Kami tidak tau tuan,sudah lama dia tidak pulang ke rumah ini."
"Braakkk....Dimana Nadia atau aku menghabisi nyawamudi rumah ini.?" Adam langsung menendang meja hingga terbalik membuat Fatimah semakin ketakutan apalagi suaminya juga tidak berada di rumahnya.
"Tuan ampun...aku benar-benar tidak tau" pekik Fatimah.Dia begitu gemetaran saat Adam menghancurkan meja yang ada di rumahnya.
"Hubungi dia sekarang suruh dia pulang ke rumah ini cepaaatt..." Fatimah langsung mengambil ponselnya lalu menghubungi Nadia anaknya.
["Halo ma ada apa?"]
[Sekarang kamu ada dimana, cepat pulang mama lagi tidak sehat.]
[Mama kan sudah mengusirku,jadi ngapain aku pulang,udah ya mah,aku lagi melayani tamu ku.]
Nadia langsung mematikan nomornya lalu,karna dia tidak ingin mamanya menghubunginya.
"Dasar wanita sialan dimana dia kira-kira aku tidak akan mengampuni wanita itu,kamu tau dia sudah membuat Andini hilang,dia yang sudah menganiaya Andini istriku,katakan kepadaku,kenapa kalian begitu kejam kepada Andini apa alasannya?"
Fatimah lalu menarik napasnya lalu melepaskannya ke udara,dia mengingat kejadian dua puluh tahun yang lalu dimana dia bekerja sebagai pembantu di rumah orang tua Andini.
"Tuan,Andini bukan lah anak kandungku,dulu aku hannya baby sitter nya Andini,ibunya dulu seorang wanita yang sangat sombong,dia selalu menghina ku setiap saat hingga akhirnya dia meninggal karna sebuah penyakit yang sangat mematikan,akhirnya ibunya menitip dia kepadaku dengan imbalan rumah yang sangat besar.Tetapi rumah itu kami jual,untuk membiayai hidup kami sekeluarga.
Aku sangat membenci Andini karna dia adalah wanita yang sangat cantik,dan dia selalu lebih hebat dari Nadia,aku mohon maaf tuan,sekarang aku menyesalinya,sebenarnya Nadia sudah membuang Andini tapi aku tidak tau kemana dia membuangnya.
"Jedaarrrt....bagaikan petir di siang hari Adam mendengar ucapan Fatimah,ingin sekali dia menghajar Fatimah,tapi dia tidak melakukannya karna dia sudah jujur kepadanya.
__ADS_1
**bersambung***
Terima kasih Kaka selamat membaca ya kaka semuanya jangan bosan kak menunggu karya ku.🌺🌺🌺🌺🌺🌺