Rahim Bayaran

Rahim Bayaran
bab 18 ~ Rencana kotor ~


__ADS_3

Adam merasa kesal melihat semua keluarga Andini bergantian menemuinya.Dia merasa terganggu dengan keberadaan keluarga itu.


"Amanda,kamu tolong keluar dulu dari ruangan ini." ucap Adam kepada istrinya dia tidak ingin Amanda ribut karna ulah Diana, Tampa mengatakan apa pun Amanda keluar dari ruangan suaminya lalu duduk diluar sambil menunggu keluarga suaminya itu.


"Ada apa kamu ingin bertemu dengan ku dan ada apa dengan mantan pacar Andini," ucap Adam memancing saudara istri keduanya itu. Adam sangat tau kalau dulu keluarga ini selalu menyiksa istrinya bahkan dia juga tega merebut kekasih kaka nya itu.


"Riko mengatakan kepada ku kalau dia ingin menikah dengan Andini selama ini Riko sudah menghabiskan waktu untuk mencari keberadaan Andini tuan dan Riko juga mengatakan kalau Andini sedang mengandung anaknya Riko tuan karna Andini dan Riko sudah berulang kali tidur bersama di hotel."ucap Nadia,dia tidak berpikir kalau ucapannya sudah melebihi batas Adam yang mendengar ucapan Nadia yang begitu kotor sangat marah kepada Nadia.


"kamu perlu mencuci mulut mu yang kotor itu,kamu pikir aku tidak tau bagaimana kejamnya kalian kepada Andini,kalian menyiksanya selama ini bahkan, kamu yang tega mengambil kekasih Andini,sekarang kamu keluar atau aku melempar mu dari jendela itu kebawah sana dan satu lagi katakan kepada keluarga mu jangan pernah menunjukkan wajahnya di hadapanku lagi jika mereka ingin selamat." ucap Adam penuh penekanan bahkan ancaman Nadia tidak menyangka akan mendapat perlakuan buruk dari Adam.Tampa berpikir panjang Nadia langsung keluar dari ruangan Adam dan pada saat itu juga keluarga besarnya mengunjungi Adam dikantor nya ini.


"Siapa wanita itu?" tanya sang kakek saat dia telah duduk dikursi,


"Dia hannya saudara teman ku kakek dia datang mencari pekerjaan kepadaku," ucap Adam berbohong kepada kakeknya.


"Hmm,jadi bagaimana dengan perkembangan perusahaan kakek di tangan mu,apa ada kenaikan?" tanya sang kakek sebenarnya dia sangat yakin kepada Adam karna dia melihat sipat nya yang menurun kepada cucu kesayangannya itu.


"Lumayan kakek,aku juga berharap semoga perusahaan ini semakin jaya dan memperbanyak pembukaan cabang baru," ucap Adam penuh antusias dan hal ini yang membuat kakeknya sangat bangga kepadanya.

__ADS_1


"Dan kamu Amanda kapan kamu akan memberikan keturunan kepada kami,kamu kan tau kalau Adam adalah anak satu-satunya harusnya kamu bisa secepatnya memberikan kami keturunan."ucap kang kakek kepada Amanda hal itu membuat Amanda tersinggung karna ini terjadi akibat Adam yang tidak mau memiliki anak darinya.


"Kakek,maafkan Amanda karna belum bisa memberikan cicit kepada mu.Tapi kakek tolong pertanyakan juga kepada Adam, kakek tidak bisa hannya menekan ku karna aku juga sangat ingin memiliki keturunan dari adam,"ucap Amanda lalu menunduk karna dia takut kakek dari suaminya itu akan marah.


Sementara sang kakek hannya diam mendengar ucapan Amanda dia yakin kalau pernikahan Adam dan Amanda tidak berjalan sesuai keinginannya karna sang kakek juga menyadari kalau Adam tidak mencintai Amanda.Dulu dia memaksa Adam untuk menikahi Amanda karna dia memiliki hutang Budi kepada kakek Amanda yang sudah almarhum. tetapi sang kakek baru menyadari ternyata sampai hari ini Adam belum bisa jatuh cinta kepada Amanda.


"Berusahalah untuk bisa mendapat kan cinta Adam ,bukan malah kamu mencari kebahagiaan diluar sana," ucap sang kakek membuat Amanda serta Adam terkejut mereka tidak mengerti apa arti dari ucapan kakeknya itu.


"Aku tidak mengerti arti ucapan kakek."ucap Amanda lalu sang kakek berdiri sambil memegangi tongkatnya


"Kenapa kakek harus tinggal bersama kami?"tanya Adam lalu sang kakek memandang ke arah Adam lalu menodongkan tongkatnya ke arah Adam


"kamu tidak suka kalau aku tinggal bersama mu?aku akan mengawasi mu bersama Amanda supaya kamu bisa secepatnya punya anak," ucap sang kakek Adam menggaruk kepalanya yang tidak gatal itu.gampang baginya untuk membeli sebuah apertemen buat Andini atau rumah mewah tapi dia tidak ingin berbagi waktu dengan Andini dia ingin setiap malam bisa tidur bersama Andini itulah sebabnya dia membawa Andini ke istananya.


Kakeknya sangat memaksa harus ikut bersamanya ke mansion nya ahirnya dengan sangat terpaksa Adam membawa kakeknya itu ke istananya.Meteka pulang di saat hari masih siang.pada saat Adam sampai di kediamannya dia di sambut para pelayan dan para penjaga mansion itu.Adam terus mencari-cari kemana Andini pergi kenapa dia tidak menyambut kedatangannya.


Lalu Adam mengantar sang kakek ke kamar tamu dan membiarkan kakeknya istrahat di kamar itu.lalu dia buru-buru masuk ke kamarnya untuk melihat keberadaan Andini tetapi dia tidak menemukannya.

__ADS_1


"Dea,dimana Andini kenapa dia tidak berada dikamar?"tanya Adam saat dia tidak menemukan Andini di dalam kamarnya


"Maafkan aku tuan tadi Andini permisi mau pulang menemui sahabatnya tadi saya sudah memaksa agar saya temani tapi dia tidak mau tuan."ucap pelayan itu membuat Adam murka kepada mereka


"kalian semua bodoh tidak berguna, kenapa kalian tidak menghubungiku saat dia keluar dari mansion ini?" Adam sangat marah kepada mereka dan Amanda sangat bahagia saat dia tau kalau Andini sudah pergi dari mansion nya itu.


"Baguslah pelakor itu sudah pergi mulai sekarang kita bisa memulai hidup baru lagi dan kita bisa memberikan keturunan kepada keluarga mu ini," ucap Amanda dengan enteng membuat Adam semakin kesal kepada mereka semua.


"Kalian semua sangat bodoh,sekarang kalian saya hukum, silahkan berdiri di luar sana Tampa berhenti sampai aku bisa membawa Andini kerumah ini,dasar tolol kalian semua."Adam sangat marah kepada mereka tetapi dia tidak mau mengeluarkan suara tinggi karna dia takut kakek akan curiga kepadanya.


Lalu Adam keluar dari mansion ini dan menghubungi asistennya Robi untuk meminta alamat kantor tempat Andini dulu menjadi OB.


Tidak berapa lama ahirnya Adam mendapat alamatnya Tampa berpikir panjang Adam langsung menaiki mobil sport nya lalu pergi dengan kecepatan yang sangat tinggi.


Sesampainya di lokasi kantor Andini bekerja dulu adam memarkirkan mobilnya di sebuah parkiran cafe yang berada di depan gedung kantor itu.beberapa pasang mata memandang ke arah Adam dengan sangat kagum lalu Adam duduk disebuah kursi dan memesan minuman dia ingin menunggu andini di cafe itu dia sangat yakin kalau Andini sedang berada di lokasi perusahaan ini.


👉bersambung👉

__ADS_1


__ADS_2