
Setelah Andini keluar dari ruang ganti dia langsung menghampiri suaminya itu,
"Mas,apa ini cocok untukku?" ucap Andini dia merasa malu saat harus memamerkan kecantikannya kepada suaminya itu,dan Adam sangat kaget melihat penampilan istrinya itu.Ini pertama kalinya Adam melihat istrinya, berdandan begitu cantik.Bahkan baginya Andini tidak kalah dengan para model terkenal.
"Kamu benar-benar cantik sayang,aku takut disaat kita berangkat nanti mata para pria terus memandangi mu." Ucap Adam Andini hannya tersenyum malu mendengar ucapan suaminya itu.Dia merasa sangat senang saat suaminya itu menyukai penampilannya.
Lalu mereka berangkat menuju restoran yang sudah di reservasi oleh Robi terlebih dahulu dan dia juga menyuruh supir pribadinya untuk menjemput keluarganya Andini.Disaat mereka sampai di sebuah restoran yang sangat mewah mereka disambut oleh menejer restoran itu karna Adam sudah dikenal di restoran ini.Tapi kali ini menejer merasa asing dengan wanita yang di gandeng oleh Adam tapi sang menejer tidak berani menanyakan hal itu karna itu bukanlah urusannya.
Adam dan Andini berjalan bersama, Andini mengapit lengan Adam,beberapa pria merasa iri kepada Adam karna bisa menggandeng wanita yang begitu cantik dan seksi.Dari kejauhan nadia dan kedua orang tuanya sudah melihat Adam dan Andini mereka sangat kaget karna Adam membawa Andini untuk bertemu dengan mereka.
"Selamat malam,apa sudah lama menunggu?"tanya Adam sambil menarik kursi lalu menyuruh Andini duduk.Nadia dan ibunya yang melihat perobahan dari Andini sangat kaget, mereka tidak mengira hidup Andini bisa sebaik ini bahkan wajah dan kulit Andini semakin berkilau di mata mereka berdua.Wajah Nadia sangat merah padam menahan rasa sakit hati saat dia tau ternyata Andini hidup dengan layak sekarang ini.
Andini hannya menatap kedua orang tuanya dan adiknya,baginya mereka sama sekali tidak ada perobahan semenjak orang tuanya menjualnya dia sudah memutuskan hubungan di antara mereka apalagi Andini mengingat kejamnya orangtuanya dan adiknya itu kepadanya.
"Sayang,kamu kok diam aja kamu nga menyapa keluarga mu ini?"tanya Adam sebenarnya dia sangat tau kalau Andini sangat merasa sakit hati kepada kedua orang tuanya itu apa lagi adiknya yang sangat jahat kepadanya.
"Pa,ma apa kabar,?"tanya Andini acuh sebenarnya dia sangat tidak suka harus bertemu dengan keluarganya itu mereka hannya mengingatkan Andini tentang masa lalunya dimana Andini selalu di siksa bahkan Andini nyaris hampir di perkosa ayahnya dahulu beruntung waktu itu ibunya langsung pulang,dari situ Andini memilih mencari kerja diluar supaya Andini bisa membatasi pertemuannya dengan keluarganya itu.
"Kami kabar baik dini,kamu semakin cantik saja nak,beruntungnya kamu mendapat suami yang baik serta kaya." ucap ibunya seakan-akan dia merasa hubungan mereka baik-baik saja.
"Iya ma,Andini sangat beruntung mendapat suami seperti mas Adam yang memperlakukan aku sangat baik.Semua rasanya penderitaan ku selama ini tidak berarti di saat Tuhan mengirim pria yang begitu baik padaku." Ucap Andini seakan-akan menyindir perkataan ibunya.Nadia masih saja memandangi Andini dengan iri melihat penampilan Andini yang sangat modis tas branded dan sepatu branded di padu dengan gaun yang begitu mewah serta kalung dan anting berlian yang menempel di tubuh Andini menambah kecantikan Andini.hal ini membuat Nadia tidak terima kakaknya harus hidup bergelimang harta sementara dia untuk makan saja dia harus mengemis kepada Adam.
__ADS_1
"Jadi begini ibu mertua maksud dan tujuanku kemari mengajak kalian semua bertemu disini hannya ingin mengatakan kalau istriku Andini tidak setuju kalau aku harus memberikan kalian uang terus-menerus.Bukan kah hari itu saya sudah memberikan kalian banyak uang kenapa tidak dipergunakan untuk membuka usaha jadi saya tegaskan sekali lagi aku tidak ingin membantu kalian lagi."Ucap Adam, membuat wajah ibu Fatimah merah padam dia tidak menyangka kalau Adam harus membeberkan di depan Andini serta suaminya itu.Andini sangat heran di saat dia mengungkap kan kata-katanya itu ternyata keluarganya memanfaatkan Adam untuk kepentingan mereka.
"Mas,apa keluarga ku selalu meminta uang kepada mu?tanya Andini membuat kedua orang tuanya menunduk malu mereka sudah menjualnya kepada Adam tetapi mereka dengan enak malah memanfaatkan suaminya itu.
"Ayah dan ibu memang orang tua yang begitu kejam,kalian sudah menjual ku tapi kalian masih berani mendatangi suamiku untuk meminta uang,harusnya Bu walaupun aku bukan darah daging kalian,tidak perlu kalian sekejam itu memperlakukan ku," ucap Andini dia sudah begitu kecewa kepada keluarganya yang jahat itu.
"Andini..Kamu tidak perlu berlebihan walaupun kamu dijual kamu juga menikmatinya bahkan kamu bisa enak sekarang,jadi nga perlu kamu drama di depan kami."ucap Fatimah Tampa pikir panjang membuat Adam geram dengan ucapannya itu.
"Jaga omongan anda, kalau anda tidak ingin ku permalukan disini.Mulai hari ini,kalian semua tidak ada hubungannya dengan Andini aku satu-satunya keluarga sekaligus suaminya.Jadi berhenti untuk mendatangi kantorku jika kalian ingin hidup damai." ucap Adam lalu menarik tangan Andini dan mereka keluar meninggalkan restoran itu.
Andini dengan langkah cepat mengikuti Adam pada saat mereka keluar dari restoran seorang pria perut buncit menyapa mereka,
"Berhenti berbicara sembarangan kepadaku karna kita tidak sedekat itu selama ini," ucap Adam lalu pergi meninggalkan nya dan pria itu masih saja berbicara.
"Sugar baby mu sungguh mengairahkan." ucap pria itu dan pastinya Adam masih mendengar kata-kata dari pria itu.
Sesampainya di mobil Adam menjadi marah tak menentu kepada Andini,
Huff dasar pria hidung belang melihat wanita mulus dikit aja matanya langsung melek,mulai sekarang kamu tidak boleh memakai pakaian yang minim dan seksi nanti bisa-bisa semua pria tergoda olehmu." ucap Adam sambil mengemudikan mobilnya.Andini hannya tersenyum mendengar ucapan suaminya itu.
"Mas,bisa nga mas ngajarin aku bawa mobil?tanya Andini ragu-ragu dia takut suaminya marah kepadanya.
__ADS_1
"Kenapa tiba-tiba kamu ingin bawa mobil sayang kan ada supir?"tanya Adam
"Aku nga mau merepotkan supir mas,aku nga mau setiap mau pergi harus bersama supir dan kalau pakai taksi online aku juga lumayan takut karna kemarin pas aku sama Susi naik taksi online supirnya kayak memandangi kami terus." ucap Andini Adam langsung menghentikan mobilnya secara tiba-tiba karna dia kaget,
"Ckiiiiiitttt.....Jadi kemarin kamu menghubungiku karna kamu lagi di ganggu sama supir taksi online?"tanya Adam dengan suara yang tinggi
"Bukan di ganggu sayang,tapi diliatin terus aku jadinya risih." ucap Andini dia tidak ingin Adam berpikiran aneh kepadanya.
👉bersambung👉
Visual
Nama :Andini
Umur :21 tahun
Istri siri Adam tetapi istri yang paling di cintai nya.
untuk visual dari Adam di bab berikutnya.
__ADS_1