Rahim Bayaran

Rahim Bayaran
bab 16 ~ Hadiah pertama dari Adam ~


__ADS_3

Adam sangat marah kepada Amanda saat dia tiba-tiba saja masuk ke kamar Adam Tampa mengetuk pintu terlebih dahulu.


"Apa yang kamu lakukan di kamar ini?"Adam berteriak kepada Amanda membuat Andini sangat kaget mendengar teriakan Adam di kamar itu lalu selesai memakai baju Andini langsung keluar dari kamar meninggalkan mereka berdua.


"Kurasa kamu sudah gila bisa-bisanya kamu masuk ke kamar ku Tampa ijin," ucap Adam merendahkan nada suaranya,


"Apa perlu aku harus permisi jika ingin masuk ke kamar suamiku? aku ini masih istri mu!"ucap Andini lalu memeluk Adam yang sedang berdiri dan ******* bibir Adam dengan sangat agresif, Amanda berusaha agar Adam tertarik kepadanya dengan memancing gairah Adam,lalu Amanda melepaskan pakaiannya sendiri dan semakin erat memeluk Adam.Tiba-tiba Adam tersadar lalu dia berusaha melepaskan pelukan Amanda dari tubuhnya tetapi Amanda memeluknya dengan sangat erat.


Amanda terus berusaha untuk membuat Adam bergairah kepadanya Adam yang merasa kasihan kepada Amanda karna dia jarang memberikan nafkah batin kepada Amanda ahirnya memberi kepuasan kepada Amanda dengan tangannya sendiri.Setelah Amanda merasa puas ahirnya dia tertidur lalu Adam turun ke lantai bawah mencari keberadaan Andini.


saat dia turun kebawah dia melihat Andini sedang menonton Drakor di televisi lalu Adam teringat ponsel yang dia belikan untuk Andini lalu dia naik ke atas dan mengambilnya kembali.


Saat Andini sedang asik menonton tiba-tiba Adam menutup mata Amanda dari belakang lalu menci***m Andini


"tangan siapa ini tolong lepasin,"ucap Andini sambil berusaha melepaskan tangan Adam.


"suprise...." ucap Adam dan memberikan ponsel itu kepada Andini


"Apaan ini tuan?tanya Andini lalu membuka kotak pembungkus ponsel itu dan Andini sangat kaget melihat ponsel keluaran terbaru

__ADS_1


"untuk siapa tuan?"tanya Andini


"untuk mu lah aku sudah menyiapkan nomor dan paketnya kamu bisa menonton lewat ponsel tidak perlu kamu keluar kalau mau nonton atau besok aku akan pasang televisi di kamar kita," ucap Adam


"Tidak perlu tuan,dan ini ponsel aku kembalikan saja ini terlalu mewah untukku aku tidak mengerti cara memakainya," ucap Andini lalu meletakkan ponsel itu di meja,


"Ambil saja aku akan mengajari mu cara memakainya,kamu jangan terlalu kampungan kamu itu sudah menjadi istri pengusaha,jadi kamu berhak untuk menikmati apa yang ku punya." ucap Adam lalu menarik tangan Andini dan memangku Andini di sopa itu sambil mengajarinya memakai ponsel baru itu.


Andini yang berada di pangkuan Adam merasa sangat geli dia yang tidak biasa di perlakukan seperti itu merasa sangat risih dia berusaha untuk keluar dari pangkuan Adam tetapi Adam mengapit kedua kaki Andini hingga dia tidak bisa keluar.


"udah tuan aku sudah bisa memakainya berikan pada ku ponsel itu,"ucap Andini agar Adam segera melepaskan dia tetapi bukannya dilepaskan malah Andini di gendong oleh Adam dan di bawa ke kamar tamu karna Amanda tertidur di kamar Adam.


Andini dan Adam tidur bersama malam ini di kamar tamu. Adam memeluk Andini tidur dengan erat tetapi dia tidak menyentuh Andini sama sekali malam ini karna Adam, ingin membuat Andini jatuh cinta dulu kepadanya dengan tulus Tampa adanya paksaan.


Sementara itu di sebuah hotel mewah Riko dan Nadia sedang menikmati sesuatu yang sangat nikmat bagi mereka berdua.Hari ini Riko sepulang dari kantor merasa sangat frustrasi karna sampai hari ini dia belum menemukan Andini. Bahkan kabar Andini pun dia sama sekali tidak tau.Ahirnya dia menghubungi Nadia dan mengajaknya kehotel.


"Riko,kamu harus tau ternyata Andini sudah menikah dengan pria Yanga sangat kaya raya. Tetapi dia hannya istri kedua,"ucap Nadia membuyarkan konsentrasi di sela-sela permainan mereka,Riko langsung berhenti saat Nadia menyebut nama Andini.


"Maksud mu apa?" tanya Riko langsung duduk di ranjang lalu menghidupkan rokok dan langsung menyulutnya

__ADS_1


"kenapa kamu berhenti,"tanya Nadia saat dia belum mencapai kenikmatan yang dia harapkan dari Riko, apa Andini se penting itu bagimu? aku yang selalu kamu tiduri kenapa kamu masih mencintai perempuan munafik itu?"tanya Nadia penuh emosi kepada Riko lalu Nadia langsung memakai pakaiannya dan ingin pergi meninggalkan Riko di hotel itu.


"Maafkan aku sayang,aku tidak mengungkitnya lagi," ucap Riko lalu dia kembali membuka pakaian Nadia dan membuatnya polos seperti bayi baru lahir Nadia yang sudah tidak tahan langsung membuka pakaian Riko dan dia memainkan sesuatu milik Riko membuat Riko seperti terbang kelangit dia sangat menikmati saat miliknya dimasukkan Nadia kedalam mulutnya.mereka melakukannya sampai beberapa kali hingga Riko dan Nadia lemas kehabisan tenaga.


Setelah mereka selesai melakukannya Nadia kembali memberitahukan kepada Riko tentang Andini.


"besok aku dan mamaku akan pergi ke kantor suaminya Andini jika kak Riko ingin ikut silahkan kalau Kaka meragukan ucapan ku yang tadi apa yang kukatakan itu benar adanya Andini sudah menikah dengan pria kaya tetapi dia dijadikan istri kedua.Riko yang mendengar ucapan Nadia sangat kecewa Riko tidak menyangka ternyata Andini adalah perempuan matre.


"baik lah besok aku akan ikut bersama kalian," ucap Riko lalu mereka bersiap-siap untuk pulang kerumah karna Nadia takut ibunya mencarinya.


Keesokan harinya di pagi hari Andini dan Amanda duduk di meja untuk melaksanakan sarapan pagi.Amanda terbangun di pagi hari dan melihat Adam sudah tidak bersamanya.Amanda sangat kecewa karna Adam pergi meninggalkan nya dia sudah berusaha memperbaiki hubungannya dengan suaminya itu bahkan dia merendahkan dirinya di hadapan Adam tetapi yang dia terima tetap lah kekecewaan.


Saat Andini hendak duduk sarapan dia melihat Amanda sudah duduk dimeja.Dia enggan untuk bertemu Amanda lalu dia mengurungkan niatnya untuk sarapan bersama dia memilih untuk masuk ke kamarnya.Tetapi Adam yang melihat Andini hendak masuk kamar langsung menarik tangan Andini dan membawanya duduk sarapan bersama mereka.


Saat makan bersama di keluarga Adam sangat dilarang untuk mengeluarkan suara. Itu sudah tradisi dari kakek adam yang terdengar hannya dentingan sendok dengan piring.


"Andini,jika hari ini kamu tidak ada kegiatan kamu bisa ikut denganku kekantor supaya kamu tidak jenuh di mansion ini," ucap Adam membuat Amanda semakin cemburu.Perlakuan Adam kepadanya dan kepada Andini sangat jauh berbeda .Adam bisa sangat hangat kepada Andini sementara kepadanya untuk bicara pun Adam sangat enggan kepada nya.


"Adam,kamu harus adil kepada ku aku sudah mengijinkan dia tinggal di rumah ini setidaknya perlakukan kami dengan adil dong!"ucap Amanda.

__ADS_1


Amanda mengesampingkan egonya untuk saat ini dia berniat mendekati suaminya itu kembali supaya Adam memberikan harta Gono gini saat dia meminta cerai kepada suaminya itu.


👉bersambung👉


__ADS_2