Rahim Bayaran

Rahim Bayaran
bab 76 ~ Marah sang nyonya besar~


__ADS_3

Amanda masih terisak di ruangan itu,dia terus berpura-pura di hadapan semua orang untuk mencari simpati dari ke dua mertuanya.


"Hiks....hiks...hiks.. pa...ma...jika Adam tidak bisa menerima bayi yang ada di dalam kandungan ku lebih baik ma bayi ini kita gugurkan saja,aku sudah menyerah ma dengan sipat Adam...Hiks.."


"Bayi apa yang harus ku pertanggung jawabkan, sampai kapan pun aku tidak akan mengakui bayi yang ada di kandungan mu itu,karna kenyataanya aku tau rahim siapa yang menerima bibit yang ku tanam."


"Adam...."


"Berhenti berteriak kepada ku pa...aku bukan pria bodoh yang bisa dengan gampang dibodohi wanita seperti dia."


"Terus kalau bukan milikmu,punya siapa lagi bukan kah Amanda itu istri mu,bahkan kalian tidur seranjang selama ini."Rania semakin berang,keributan tidak bisa di hindari dari keluarga itu.


"Pokoknya tidak ada bayi yang harus ku pertanggung jawabkan disini, kecuali bayi yang ada di kandungan andini titik." Adam langsung meninggalkan semua orang yang ada di ruangan itu,dia memilih pergi ke rumah Andini karna kedua orang tuanya sangat membuatnya frustasi.


"Alex...bawa aku ke kamar" Alex langsung memapah pria itu menuju kamar,dan membaringkannya ke atas ranjang,lalu Alex pergi meninggalkan pria itu di kamarnya sendirian.


Amanda masuk ke dalam kamarnya, dia langsung melempar semua barang-barang yang ada di kamarnya hingga hancur berantakan.


"Kenapa....kenapa harus wanita itu yang menang,dia ingin merebut posisi ku,bahkan kakek tua Bangka itu mendukungnya." Amanda terus memaki di kamar itu,dia menyesali kebodohannya yang terlalu menyepelekan Andini,selama ini.


"Sementara Alex di apartemennya hannya bisa menumpahkan semua emosinya lewat minuman beralkohol,dia benar-benar pria pengecut yang tidak bertanggung jawab,dia sejujurnya tidak tega membiarkan Amanda di permalukan oleh Adam,tetapi dia juga tidak mungkin mengakui itu semua, karna itu bisa membahayakan posisinya di perusahaan itu,yang sudah dia jaga selama ini.


Lalu dia mengambil minuman kembali dan terus meminumnya.


"Hahahaha ....hah,apa Amanda hamil anakku,ternyata aku sebentar lagi akan menjadi seorang ayah...hahaha..ini sangat lucu bisa-bisanya wanita itu menjadikanku tumbal untuk masa yang akan datang." Alex terus minum hingga dia benar-benar tidak tahan lagi lalu dia berlari ke kamar mandi dan memuntahkan seluruh isi perutnya.


Setelah dia membuang seluruh isi perutnya,dia kembali duduk di sopa,ingin rasanya dia jujur dengan semuanya, tapi dia ingat kembali kepada ibu dan adiknya yang sangat butuh bantuannya setiap bulan.Belum lagi adiknya yang sangat membutuhkan bantuannya untuk membiayainya di rumah sakit akibat penyakit berbahaya yang di deritanya.Dia membuang napas nya dengan kasar.Untuk jadi penghianat pun,dia benar-benar tidak menginginkannya.

__ADS_1


Malam semakin larut,hingga membuat Alex lelah dalam pikirannya, akhirnya dia tertidur di ruang tamu dengan semua botol minumannya.


*****


Seminggu setelah kejadian itu,Amanda belum terima dengan semua perlakuan Adam kepadanya,pada saat pergi ke sebuah cafe Amanda tidak sengaja bertemu dengan Nadia saudara Andini,


"Kenapa kamu belum melakukan apa yang ku perintahkan kepada mu dulu?"


"Aku tidak tau dia tinggal dimana sekarang,hidup kami sangat melarat,aku butuh biaya untuk mencari alamatnya."


"Sekarang juga aku membawa mu kerumahnya lakukan seperti apa yang ku perintahkan."


Nadia dan Amanda pergi meninggalkan cafe,mereka pergi menuju rumah Andini dan diperjalanan tampak dua orang pria memasuki mobil wanita itu.Rasa cemburu dan sakit hati telah membuat hati Amanda gelap,dia sudah tidak peduli dengan semuanya. Yang ada dipikirannya adalah menyingkirkan Andini dari kota ini agar dia bisa kembali bersama Adam suaminya.


Amanda menatap sekeliling rumah Andini yang sepi,lalu Nadia memasuki rumah itu,dia begitu mengangumi rumah Andini,


"Ternyata wanita itu,bisa menikmati hidup nyaman selama ini." Nadia lalu menekan bel pintu.


"Mencari siapa nona ?"


"Mencari Kaka ku Andini apa dia di rumah?" Lalu Nadia menerobos masuk kedalam dan memperhatikan rumah yang ditempati Andini.


"Kaka,rumah mu sangat nyaman kamu enak tinggal di rumah mewah ini,sementara kami hidup dengan melarat " Ucap Nadia,sampai hari ini rasa bencinya kepada Andini,masih tidak berubah.


"Apa yang kamu lakukan di rumah ini,aku tidak menyambut mu,silahkan keluar."


"Dasar belagu kamu,kamu lupa hidupmu dulu seperti apa,sudah kaya,kamu melupakan keluarga mu,." Amarah Nadia kembali memuncak saat dia teringat dengan masa lalunya dengan Andini.

__ADS_1


Tiba-tiba kedua pria itu memasuki rumah,membuat Andini merasa takut dia yakin Nadia memiliki rencana yang tidak baik untuk ya.


"Pergi kalian,untuk apa kamu membawa pria ke rumah ini?"


"Apa kamu sudah takut,silahkan bereskan kedua wanita ini,Andini cukup sudah selama ini kamu menikmati suami nyonya Amanda sekarang kembali ke asal mu."


"Tidak...tolong lepaskan aku,jangan lakukan ini Nadia,aku sedang hamil,aku mohon,aku akan memberikan apa pun yang kamu mau asal kamu menyuruh kedua pria ini melepaskan aku "


Nadia tidak peduli dengan ucapan Andini,kedua pria itu menarik Andini dan juga Marni tetapi Andini terus melawan hingga dia merasa perutnya kram,


"Tolooooong.....lepasin aku...aku mohon Nadia lepaskan aku,kamu akan menyesal Nadia sudah melakukan ini padaku,hidupmu akan hancur."


"Plakkkk....aku tidak butuh kata-kata mu itu,cukup sudah kamu hidup enak selama ini,sekarang kamu nikmati lagi hidup susah Tampa suami kaya mu itu Hahahhaja.."


Marni juga terus melawan dia ingin pergi melarikan diri,dia ingin mengambil ponsel dan menghubungi Adam tetapi dia kembali di kejar dan di tampar dengan kasar hingga dia tidak sadarkan diri.Andini menagis melihat Marni yang terkapar akibat tamparan yang diberikan pria itu,Andini begitu kasihan kepada wanita yang sudah dianggapnya sebagai ibunya.


"Nadia.....lepaskan kami,dasar manusia tidak tau diri,kamu akan lebih menderita karna sudah menyakiti ku."


Nadia lalu menjambak rambut Andini dan mendekatkan wajahnya ke wajah Andini,


"Kamu,tidak akan pernah bertemu dengan suami mu itu lagi jadi,lebih baik kamu berdoa supaya kamu bisa hidup lebih lama sedikit.pak apa bapak tidak ingin mencium bibir manis wanita ini?" Nadia menarik rambut Andini dan mendekatkan wajah itu ke arah dua pria itu dengan sigap pria itu langsung ******* bibir Andini,tidak terima diperlakukan seperti itu Andini mengigit bibir pria itu hingga berdarah.


"plak... "Pria itu kesakitan akibat dari gigitan Andini dengan kasar pria itu menampar wajah andini.melihat Andini tidak mau diam lalu mereka memberikan bius kepada Andini hingga dia tidak sadarkan diri.


"Bagus...kerja kalian cukup membuatku puas,aku akan memberikan kalian mobil. Secepatnya bawa wanita ini jauh dari kota ini,dan pastikan dia tidak akan kembali lagi.


Amanda sengaja tidak menunjukan wajahnya kepada Andini karna dia tidak ingin Andini tau kalau ini semua adalah bagian dari rencananya.

__ADS_1


**bersambung**"


Terima kasih semua Kaka untuk suku hannya๐Ÿ™๐Ÿ™๐Ÿ™๐Ÿฅฒ๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ๐ŸŒบ


__ADS_2