Rahim Bayaran

Rahim Bayaran
bab 85 ~ Memberi pelajaran ~


__ADS_3

"Apa kamu bilang membuangnya,katakan kemana wanita sialan itu membuang istriku,aku tidak akan membiarkan dia hidup jika sesuatu terjadi kepada istriku." Adam mencengkram leher wanita itu dengan kasar dan membuangnya ke lantai.


"Hubungi suami mu cepat..." Fatimah langsung menghubungi suaminya yang lagi bekerja,kuli di pasar-pasar,dia benar-benar ketakutan melihat wajah Adam yang penuh amanah.


[Pa...cepat pulang seseorang ingin membunuhku.] Adam lalu menarik ponselnya dan dia menyimpan ponsel wanita itu ke dalam kantong jas nya,Adam takut wanita itu menyuruh Nadia melarikan diri.


"Robi,tunggu suaminya kembali lalu bawa mereka ke apertemen segera perintahkan orang-orang markas mencari keberadaan wanita biadap itu.


"Baik tuan." Adam duduk di kursi dia semakin gelisah saat Fatimah memberi tau Andini telah di buang oleh saudaranya itu.


Beberapa suruhan Adam,langsung bergerak mencari keberadaan Nadia,sementara Nadia telah bersembunyi di kontrakan kekasihnya,semenjak Riko menuduhnya,dia menjadi ketakutan,lalu pergi meninggalkan kontrakannya,dan dia memilih tinggal bersama pria yang sedang dia pacari.


Fatimah dan suaminya akhirnya di bawa ke apertemen nya Adam,mereka dijaga oleh beberapa pria di apertemen itu,mereka benar-benar disiksa.


"Katakan kemana anak kesayangan mu itu pergi?"


"Ka...ka..mi benar-benar tidak tau tuan!!!! ampuni kami tuan,kami tidak menerima uang yang diberikan Nadia,waktu itu,saat dia kembali ke rumah."Ucap Rahmat terbata-bata dia juga ketakutan melihat wajah Adam yang penuh amarah.


"Uang.....uang apa...?" tanya Adam dia semakin yakin seseorang pasti telah menyuruh Nadia untuk menyingkirkan istrinya.


"Amanda....apa dia otak di balik kehilangan istriku?" Suara hati Adam.


"Aku tidak tau tuan,tiba-tiba Nadia datang kerumah membawa berbagai barang branded tapi kami menolaknya,Karna dia bilang dia telah membuang Andini,aku juga memarahinya tuan." Ucap Rahmat kembali.


"Braaaakkkk.....Keluarga mu benar-benar tidak tau terima kasih,kalian benar-benar binatang,sekarang kalian terima setiap hukuman yang diberikan oleh anak buah ku sebelum Nadia di bawa ke apertemen ini.Adam lalu pergi meninggalkan apertemenya dan kembali ke mansion untuk menemui Amanda istrinya (Calon mantan istri)

__ADS_1


Tubuhnya terus gemetaran menahan amarah dihatinya.Dia tidak bisa membayangkan penderitaan istrinya diluar sana,


"Andini,aku berharap kamu baik-baik sayang,aku berdoa semoga Tuhan terus menjaga setiap langkahmu,dan bayi kita.Jaga anak kita sayang,aku akan memberikan hukuman yang setimpal kepada orang-orang yang sudah membuatmu sengsara.Tidak terasa setetes air benih menetes di wajah pria itu.Dia memang seorang pria tapi jika menyangkut istrinya dia benar-benar sangat rapuh.


Sesampainya di mansion amarahnya semakin memuncak saat melihat kedua orang tuanya dan Amanda sedang bersenda gurau di ruangan itu.


"Adam,kamu sudah pulang?sini lihat bayi mu sehat-sehat saja mama barusan membawa Amanda memeriksa kehamilannya,ternyata Amanda sangat pandai menjaganya,mama nga sabar menantinya lahir ke dunia ini." Rania menunjukkan Poto hasil USG nya yang diberikan rumah sakit kepada mereka.


Adam langsung berjalan menuju sopa,lalu meraih Poto hasil USG itu,lalu merobeknya dan membuangnya ke udara.


"Adam....apa yang kamu lakukan,keterlaluan kamu." Rania menjerit kepada Adam.


"Berapa kali ku katakan dia bukan anakku,bisa-bisanya kalian tertawa Tampa beban di mansion ini sementara istriku hilang sampai hari ini tidak bisa di temukan." Adam menatap mereka dengan sangat sinis,dia merasa sangat sakit hati kepada kedua orang tuanya,karna dia lebih percaya Amanda dari pada dia sebagai anak.


"Untuk apa mama menghabiskan waktu untuk mengantar dia ke rumah sakit sementara dia bukan anakku,sekali lagi ku katakan dia bukan anakku,kalian bisa nyaman di rumah ini sementara istriku diluar sana mungkin kelaparan dan kedinginan dan dia harus menjaga bayi yang ada di kandungannya,dia keturunanku." Ucap Adam dengan berapi-api.


"Jadi jika nanti anak yang dikandungan Amanda tidak sesuai hasil DNA nya dengan ku,mama harus bagaimana,apa mama bisa bertanggung jawab,pokoknya aku dan wanita ini akan segera bercerai."


Rania langsung terdiam mendengar ucapan Adam,dia memang sangat tau betul dengan kerasnya hati anaknya.


"Katakan kepada ku Amanda,kamu bekerja sama dengan Nadia saudara Andini,untuk menyingkirkan Andini,dari kota ini ke kota mana dia kalian antar hah....katakan padaku,aku tidak akan mengampuni mu jika nanti ucapan ku terbukti "


"Deg.....tiba-tiba jantung Amanda,bergetar hebat,dia memang mendukung Nadia dari belakang tapi rasa takut tetap ada,jika Nadia mengakuinya nanti.


"Jangan sembarangan bicara,apa kamu punya bukti,jika aku bekerja sama dengan wanita itu,aku saja tidak kenal dengannya." Amanda berusaha tenang,dia tidak ingin terpengaruh dengan ucapan Adam.

__ADS_1


"Lagian,sudah sepantasnya wanita pelakor itu enyah dari muka bumi ini,jika dia tidak muncul di rumah tangga kita,pernikahan kita tetap baik-baik saja."


"Plakkk,jaga bicara mu,aku tidak pernah mencintaimu,dan itu tidak akan pernah terjadi."


"Adam ...kamu semakin hari,semakin tidak punya perasaan,bisa-bisanya kamu memukul istrimu yang sedang hamil, lihat itu pa...anak mu,mama tidak mau anak mama satu-satunya menjadi orang yang tidak bisa di omongin."


[Tuan,kami sudah membawa wanita itu ke apertemen,silahkan tuan kemari.]Adam langsung bergegas pergi meninggalkan orang tuanya,dia tidak ingin menyia-nyiakan waktunya.


Adam,menyetir dengan kecepatan tinggi dia tidak peduli lagi dengan peraturan lalu lintas,bahkan beberapa polisi,mengejarnya karna sudah bertindak sesuka hati di jalanan,tetapi para polisi itu kehilangan jejak Adam karna dia memakai mobil sportnya pada saat itu.


"Dimana wanita itu....diamana..?" Adam langsung berteriak saat dia masuk ke apartemennya,dia langsung melihat wanita itu dengan pakaiannya yang sangat seksi.


"Kemana Andini kamu antar..jawab dengan jujur selagi aku bertanya baik-baik."


"Mana aku tau emang aku baby sitter nya,carilah istrimu." Seketika amarah Adam langsung memuncak pria itu langsung menarik rambut Nadia,dan menampar wajahnya beberapa kali hingga bibirnya berdarah.


"Katakan di mana Andini,atau aku akan membunuhmu."


"Aku sudah bilang aku tidak tau,kenapa kamu bertanya kepadaku tentang istrimu?"


"Plak....plak....plak...Kamu masih saja berpura-pura,cepat katakaaannnn...." Adam langsung menendang Nadia hingga dia tersungkur ke lantai dan mulutnya berlumuran darah."


"Sudah tuan....maafkan kami,ampuni kami tuan,jangan bunuh anakku tuan...aku mohon...hiks ..hiks..hiks." Fatimah tidak sanggup melihat Andini yang tergeletak pingsan di lantai itu akibat tendangan dari Adam.


"Robi...panggilan dokter,jangan biarkan wanita mati sebelum dia memberitahu Andini dimana."

__ADS_1


***bersambung****


Terima kasih Kaka Uda setia menunggu karya ini selamat membaca ya kak love you Kaka semuanya๐Ÿ™๐Ÿ™๐Ÿ™


__ADS_2