
Mengetahui suaminya tidak menemuinya karna alasan kakeknya, membuat Andini sangat bahagia ahirnya dia langsung keluar kamar dan menikmati makan malamnya.Andini sadar diri jadi wanita nomor dua tetapi entah kenapa rasa cemburu Andini sangat besar jika mengetahui suaminya itu kembali ke mansion nya.Sebenarnya dia tidak ingin dikatakan telah menguasai suaminya itu tapi apa mau dikata mulut dengan hatinya selalu bertentangan.
Sementara itu Adam kakek dan Amanda sedang duduk di ruang keluarga mereka menikmati anggur merah yang di bawakan oleh Alex tadi siang,walaupun pria tua itu curiga kepada Amanda dia masih berusaha menyembunyikan kecurigaannya,dia berusaha supaya Amanda tidak terlalu curiga kepadanya.
"Adam,bagaimana perkembangan perusahaan di bawah naungan mu?tanya sang kakek membuat Adam merasa terkejut karna dari tadi tangannya sibuk memandangi ponselnya hingga Amanda merasa kesal,karna dia sudah tau pasti dia sedang berusaha mengirim pesan kepada istri sirinya itu.
"Semuanya baik-baik saja kek,tenang saja cucu kesayangan mu ini pasti bisa di andalkan,yang terpenting itu kesehatan kakek dulu,jangan terlalu memikirkan yang tidak penting kakek,semoga kakek panjang umur supaya kakek bisa menjaga cicit kakek nantinya."ucap Adam,sang kakek memandang nya dengan tatapan menyelidiki,
"Apa kamu sedang hamil Amanda?tanya kakek hingga membuat Amanda terkejut dengan pertanyaan kakek yang sangat tiba-tiba itu.
"Tidak kakek,aku belum hamil mungkin belum rejeki kek," ucap Amanda dia merasa sangat terpojokkan dengan pertanyaan sang kakek.
"dasar Adam sialan kamu memojokkan ku, apa mungkin wanita sialan itu hamil tidak,itu tidak bisa terjadi."batin Amanda dia menatap wajah Adam,Amanda jelas-jelas melihat kebahagian di wajah suami nya itu.
"Kakek,maksudku,kamu harus sehat supaya bisa melihat suatu hari nanti cicit mu kalau Amanda sudah hamil." ucap Adam,dia tidak ingin kakeknya semakin meminta yang tidak-tidak kepadanya karna dia masih belum bisa jujur tentang Andini.sementara Amanda merasa aneh dengan ucapan Adam.
"Kakek,biarkan aku dan mas Adam pergi berbulan madu supaya aku bisa cepat hamil dan kakek segera memiliki cicit." ucap Amanda membuat Adam sangat kaget,
__ADS_1
"Kakek,aku tidak ada waktu, karna aku banyak kesibukan pekerjaan ku juga sangat banyak."Ucap Adam langsung menolak keinginan Amanda,Adam tidak ingin kakek menyetujuinya.
"Kalian selesaikan masalah kalian kakek sudah lelah mau istirahat."Ucap kakeknya Adam merasa bahagia karna kakeknya tidak menanggapi permintaan Amanda,Adam langsung mengantar kakeknya ke kamarnya dan membantunya naik ke ranjang dan memakaikan selimut kepada kakeknya itu.Kakeknya merasa sangat bangga karna cucu kesayangannya sangat peduli kepadanya.
Setelah kakeknya beristirahat,Adam langsung keluar dari kamar dan hendak naik ke kamarnya yang berada di lantai dua tetapi Amanda langsung memanggilnya,
"Adam,sampai kapan kamu akan membohongi kakek,tidak kah kamu kasihan kepadanya,kamu hannya memberikan harapan palsu kepadanya."Ucap Amanda mencari alasan tetapi Adam malah tidak peduli dan langsung pergi Tampa menjawab pertanyaan dari Amanda,membuat Amanda semakin kesal dan marah kepada Andini.
"semuanya jadi berantakan,ini semua karna ulah Andini wanita pelakor itu ,suatu hari aku akan buat perhitungan kepada mu." batin Amanda lalu dia langsung meminum banyak anggur hingga dia hampir mabuk.Lalu dia pergi meninggalkan mansion dengan diam-diam. kepergiannya hannya diketahui oleh penjaga keamanan,mereka juga merasa kaget melihat nyonya mereka keluar malam-malam.
Sesampainya di kediaman mertuanya Amanda langsung memanggil security dan menyuruh membuka pagar,para security juga merasa heran kepada nyonya muda mereka karna tidak biasanya berkunjung malam-malam apa lagi dia hannya sendiri Tampa tuan muda mereka.
Amanda mulai merasa pikirannya sudah tenang,lalu dia mengintip ke luar dan melihat suasana di luar sudah kembali tenang dan lampu sudah mulai padam menandakan para penghuni rumah itu sudah istirahat,lalu dia pergi ke ruang kerja sang kakek tetapi dia tidak menemukan adanya Alex di ruangan itu,Amanda merasa kecewa padahal dia datang ke istana mertuanya hannya ingin menemui Alex tetapi dia sangat kecewa saat Alex tidak berada di ruangan itu.
Alex hannya tersenyum sinis melihat tingkah Amanda,ternyata pada saat mobil Amanda memasuki rumah itu,Alex telah melihatnya dari atas karna kebetulan dia sedang memandang cahaya lampu dari jendela kaca yang ada di atas ruangan itu.
"Kamu,pikir aku sebodoh itu nyonya,rasanya aku mulai jijik memanggilmu nyonya gelar itu tidak pantas untuk mu wanita murahan." Alex berbicara sendiri dari kamar yang ada di jauh di depan mereka Alex memantau Amanda dari ruangan itu.
__ADS_1
Amanda merasa bosan di ruangan itu ahirnya dia keluar dan kembali ke kamarnya dan langsung mengistirahatkan diri,dia tidak ingin terlambat pulang ke mansion nya karna dia harus ia ikut mengantar sang kakek ke bandara.
Pagi harinya Adam telah bersiap-siap berangkat mengantar kakeknya ke bandara.Sebelum berangkat Adam segera menyuruh supir pribadinya menjemput Andini dan menyuruh supir untuk membawa Andini ke bandara Adam menyuruh supir agar selalu mengikuti mobil yang di bawanya dia ingin Andini juga ikut mengantar sang kakek walau hannya melihat dari kejauhan.
Ahirnya Adam, kakek,dan Amanda langsung berangkat ke bandara sementara supir yang di tugaskan Adam membawa Andini mengikutinya dari belakang.Andini sangat merasakan bahagia walaupun dia masih istri siri tetapi dia,diperlakukan sangat istimewa oleh suaminya.
Adam mengurus semua keberangkatan sang kakek dan dia juga mengantar kakek sampai ke tempat duduknya,Adam telah menyiapkan orang yang bertugas untuk mengantar sang kakek Samapi ke Sidney tetapi sang kakek sangat menolak karna baginya dia masih mampu melakukan segalanya.Adam tidak bisa berbuat apa saat kakeknya menolak,tetapi Adam sudah menyiapkan orang yang bisa menjemput kakeknya di bandara kingsford Smith di Sidney Australia.
Setelah kakeknya berangkat,Adam langsung menemui Andini dan supirnya,Dia sudah melihat Andini duduk di ruang tunggu dia tersenyum melihat penampilan istrinya yang sangat cantik itu.sementara Amanda mengikuti Adam dari belakang karna dia tidak tau kalau Andini juga berada di bandara ini.
Adam terlihat berlari kecil untuk menemui istrinya itu,lalu dia langsung memeluk istrinya dengan refleks membuat Andini sangat kaget.
"Mas,ini di tempat umum nga malu apa diliatin orang." ucap Andini dengan bibir manyun nya membuat Adam semakin gemas dia langsung menarik hidung istrinya itu.
"Untuk apa aku malu,kamu kan istriku." ucap Adam Tampa beban.Amanda langsung menghentikan langkahnya saat dia melihat ternyata Andini juga berada di bandara ini.
__ADS_1
visual Andini saat hendak berangkat ke bandara.
👉bersambung👉