
Andini lalu mendekati wanita yang sudah duduk di sopa ruang tamu,Dia seperti melihat dirinya kepada wanita itu.
"Sabar ya bu,ibu bisa tinggal dan bekerja disini." Ucap Andini,Dia merasa iba kepada wanita itu,di umurnya yang sudah menginjak hampir enam puluh tahun, harusnya dia bersama anak-anaknya untuk menikmati masa tuanya,bukan malah mencari pekerjaan apalagi sebagai pelayan.
"bibi...kamu bisa bekerja di rumah ini,tapi pekerjaan mu yang paling penting disini adalah menjaga dan merawat istriku yang sedang hamil,saat aku tidak berada di rumah ini.bibi harus melayaninya dengan baik,anggap dia sebagai anak bibi.Beri dia kenyamanan,mungkin besok pelayan untuk membersihkan serta memasak akan tiba di rumah ini.Jadi aku menitipkan istriku ini kepada bibi jaga dia semampu bibi." Ucap Adam,sementara Marni kelihatan merasa bahagia,karna ahirnya dia diberikan majikan yang begitu baik,dia merasa salut kepada Adam yang begitu perhatian kepada istrinya.
Sementara itu Amanda,dan mertuanya sudah sampai di depan rumah Andini,tapi mereka enggan masuk kedalam karna melihat mobil Adam terparkir disana.
"Ternyata wanita itu memberi pengaruh buruk untuk Adam,lihat lah hannya karna menemani wanita itu, Adam mengabaikan klien penting yang berasal dari Jepang,ini tidak bisa di biarkan secepatnya aku akan memberi peringatan kepada wanita itu." Ucap Rania,dia masih terlihat jengkel karna Adam sudah berani mengabaikan pekerjaannya.
"Jadi bagaiman ini ma,apa kita masuk aja atau kita biarkan saja untuk hari ini." Ucap Amanda,dia selalu mengikuti apa kata mertuanya,dia sangat tau bagaimana sipat mertuanya itu yang tidak bisa di lawan.
"Sudah lebih baik kita pulang,"Lalu Amanda memutar mobil dan mereka meninggalkan rumah Andini,Rania tidak ingin membuat Adam marah kepadanya.
"Amanda,apa kamu tidak bisa mencari akal supaya suamimu mau tidur dengan mu,lalu kamu bisa hamil,apa kamu se polos itu,jangan sampai wanita itu hamil terlebih dahulu dari pada kamu." Ucap Rania,Amanda tampak memikirkan apa yang di ucapkan mertuanya itu.
"Aku punya ide,biarkan aku yang mengerjakannya,kalau sampai wanita itu hamil,dan dia menuntut Adam menikahinya secara resmi,keluarga kita bisa tercoreng nama baiknya,semua orang tau kalau keluarga kita adalah keluarga yang baik, yang tidak pernah punya masalah apa pun,harusnya kamu bangga itu." Ucap Rania.Dia terlihat mulai tenang,dia mulai mempertimbangkan rencana yang akan dia buat untuk Amanda dan Adam.
*****
__ADS_1
Sore harinya Adam terlihat bersiap-siap kembali ke mansion nya,dia tidak ingin kakek dan keluarganya curiga kepadanya,apa lagi hari ini dia sudah tidak menghadiri rapat,dan juga tidak masuk kantor.
"Sayang,kamu disini jaga diri ya besok aku akan kesini lagi,jangan lupa makan dan minum susu yang teratur,hello my calon baby papa pergi dulu ya jaga mama,please jangan buat mama kerepotan ya." Ucap Adam sambil mengelus perut rata Andini dan menciuminya.
"Nga sabar aku menunggu kehadirannya ke dunia ini sayang." Ucap Adam,sementara itu Andini hannya diam,dia selalu merasa kesepian jika Adam pergi darinya,mungkin pengaruh kehamilannya,dia pengennya di samping suaminya terus.
Lalu mereka keluar dari kamar,dan melihat Marni pembantu barunya sedang bersih-bersih di ruang tamu.
"Bibi,tidak perlu harus membersihkan semua,yang terpenting itu bibi harus menjaga istriku,nanti malam tolong buatkan susu dan makanan ya bi." Ucap Adam,lalu Adam mencium kening istrinya dan segera masuk ke mobilnya,dan meninggalkan Andini di rumahnya.
Saat Adam sampai di mansion nya,dia melihat ibunya duduk di sopa dengan Amanda,
"Kenapa kalau mama disini,dari mana saja kamu satu harian ini,dikantor kamu tidak ada,bahkan kamu tidak menghadiri rapat?" Ada lalu duduk di sopa itu,tidak sopan baginya jika meninggalkan ibunya yang sedang berbicara kepadanya.
"Aku ada urusan penting hari ini ma."
"Urusan apa yang lebih penting bagimu,apa ada yang lebih penting lagi dari pekerjaan dan istri mu ini.Satu lagi mama ingin asisten mu itu kamu ganti,aku tidak suka melihat orang yang bekerja tidak kompeten."Ucap Rania,Adam langsung menatap ibunya tidak suka.
"Ada hak apa mama Menganti asistenku,ma perusahaan itu milikku,aku yang mendirikan sendiri,aku tau kakek yang memberikan aku modal dan mengajariku,tapi aku juga punya hak,di perusahaan itu,mama jangan melakukan sesuka hati mama,aku tidak menyukainya.Ucap Adam,Rania semakin jengkel mendengar ucapan Adam,dia memang sangat tau kalau anaknya tipe orang yang sangat sulit di dibilangin.Adam langsung masuk ke kamar,lalu mengunci pintu dan langsung membersihkan diri.
__ADS_1
Malamnya,keluarga itu terlihat makan malam seperti biasanya di meja makan,semua makan dengan hening hannya terdengar suara Pring dengan sendok yang sedang beradu,hingga ahirnya semua selesai,Adam mengantar kakeknya seperti biasa ke kamarnya,lalu merebahkannya di ranjang dan memberikan selimut ke tubuh kakeknya.
"Selamat malam kakek,selamat tidur." Ucap Adam lalu dia bergegas kembali masuk ke kamarnya.Tapi pada saat dia berada di kamarnya dia melihat segelas air putih di atas meja,dia merasa heran karna tadi minuman itu tidak ada,tapi Adam tidak memperdulikannya,karna merasa haus ahirnya Adam meminum air itu sampai ludes.
setelah habis meminumnya Adam merebahkan tubuhnya di ranjang,lalu dia menghubungi Andini lewat video call,dia sangat bahagia melihat senyum Amanda di layar ponsel nya itu,
📞 Sayang,apa kamu sudah makan? terus kamu Uda minum susu juga,nga boleh telat makan sayang,apa kamu masih merasa mual,mulai besok kamar kita yang di bawah aja aku tidak mau kamu kenapa-napa karna harus naik turun tangga."
Adam terlihat begitu perhatian kepada istrinya,bahkan cenderung posesif dia terlalu mengkhawatirkan istrinya,membuat Andini merasa tidak nyaman.Tiba-tiba Adam merasa tubuhnya sangat panas,dan keringatnya bercucuran,dia merasa jantungnya memompa darah dengan cepat.
📞Sayang,udah dulu ya,aku mau tidur,karna besok aku akan kerja.
Adam langsung mengakhiri obrolannya dengan Andini,karna dia merasa tidak nyaman sama sekali.
Sementara Rania,dan Amanda di luar sudah menunggu reaksi dari obat perangsang yang di masukkan Rania ke minuman Adam,dia sangat ingin Amanda segera hamil dan memberikan mereka cucu,Rania tidak menginginkan rumah tangga anaknya hancur.
"Ma..bagaimana ini,aku belum pernah melakukan hal seperti ini kepada Adam,aku sangat takut ma Adam murka kepada ku "
"Tenang saja,biar mama yang mengurusnya,kamu terlalu bodoh makanya suami mu di ambil orang." Ucap Rania,dia sangat berharap malam ini Amanda dan Adam melakukan hubungan badan,dan setelah itu Amanda hamil anak Adam.
__ADS_1
👉bersambung👉