
Adam dan Andini hanyut dalam pikiran masing-masing,terlalu sulit baginya untuk memberitahu kebenarannya kepada keluarga besarnya apalagi ibunya yang sangat mencintai Amanda.
Amanda terlihat sedang membuka-buka majalah fashion di kamarnya,hari ini dia enggan keluar dari mansion nya apalagi dia tau mertua dan kakeknya akan tiba hari ini di indonesia.tiba-tiba ponsel yang dia letakkan di atas nakas bergetar.
Drrrttt
Dia membuka pesan yang baru masuk ke ponselnya, dan tiba-tiba wajahnya terlihat sangat bahagia karna ternyata mengirimkan pesan untuknya.
💬 Kakek ingin, kita yang menjemput mereka ke bandara aku akan tiba sebentar lagi di mansion.
Tampa berpikir panjang Amanda, langsung melompat girang dan masuk ke kamar mandi untuk membersikan tubuhnya,dia tidak ingin Adam marah kepadanya karna sudah menunggunya lama.Setelah selesai berpakaian,Amanda memoles wajahnya dengan make up yang glamor.
Saat dia turun kebawah dia melihat Adam baru masuk ke dalam mansion itu,dan beberapa pelayan langsung menyapa Adam.
"Selamat sore tuan,apa tuan butuh sesuatu biarkan kami menyiapkannya tuan."Ucap salah satu pelayan itu.Adam sama sekali tidak peduli dengan sapaan mereka,karna dia merasa hatinya sangat resah, apalagi disaat kakeknya meminta dia untuk menjemput mereka bersama Amanda.
Sekilas Adam melihat penampilan Amanda yang sangat glamor,hal ini yang membuat Adam sangat tidak menyukainya,sifat yang angkuh dan sombong serta gaya yang glamor,yang begitu kampungan bagi Adam.Sangat berbeda dengan Andini yang natural sederhana tapi begitu menarik bagi Adam.
"Kami akan segera berangkat." Ucap Adam lalu pergi meninggalkan Amanda Tampa sepatah kata pun,Amanda langsung mengikutinya dari belakang,dan masuk kedalam mobilnya.
Sesampainya di bandara,mereka langsung menemukan orang tuanya yang sudah menunggu mereka lebih dari lima belas menit hingga sang kakek,marah kepada Adam.
"Dasar cucu durhaka,kamu membuatku menunggu lama disini apa kamu sudah bosan menjadi cucuku.?Ucap kakek,lalu Adam langsung memeluk sang kakek dengan penuh kasih sayang .
__ADS_1
"Maaf kek,tadi dijalankan sangat macet,aku tidak bisa menyetir dengan cepat.gimana kakek Uda sehat."Tanya Adam,lalu dia memeluk ayah dan ibunya.
"Sayang,kok kamu kurusan sih apa Amanda tidak mengurus mu dengan baik? katakan padaku aku akan menghajarnya."Ucap sang ibunya basa basi lalu memeluk Adam putra semata wayangnya.Setelah itu ibunya merangkul Amanda dan meraba perut Amada
"Sayang,apa disini sudah ada tanda-tanda penerus dari keluarga Smith." Tanya Rania ibu dari Adam.Amanda sangat kaget mendengar pertanyaan mertuanya hingga wajahnya berubah pucat pasi.
"Kakek,lebih baik kita sekarang pulang terlebih dahulu,lebih baik kita bahas itu nanti saja."Ucap Adam mengalihkan pertanyaan ibunya, dia merasa takut ayah dan kakeknya terpancing dengan pertanyaan sang bunda.Lalu dia segera mengandeng lengan kakek nya dan membawanya ke dalam mobilnya.
Adam langsung membawa keluarganya ke mansion,karna kakeknya meminta untuk tetap tinggal bersama Adam.Seketika perasaan Adam tidak nyaman karna permintaan sang kakek.Dia sangat khwatir meninggalkan Andini sendiri di rumahnya, apalagi sampai hari ini pembantu yang dikirim yayasan belum ada yang bisa memenuhi si syarat, bagi Adam karna dia semakin hati-hati mencari pelayan untuk Andini.
"Kakek,Adam naik ke atas dulu sebentar."Ucap Adam lalu meninggalkan keluarganya yang sedang duduk istrahat di ruang tamu mereka begitu lelah karna melakukan perjalanan jauh hari .Amanda juga langsung menyusul Adam ke kamar,karna dia curiga melihat tingkah Adam yang mencurigakan dari tadi.
Sesampainya Amanda di depan pintu,dia mendengar Amanda yang sedang berbicara lewat ponsel, dia sudah bisa pastikan kalau suaminya itu sedang berbicara dengan istri siri nya itu.
Amanda mendengar setiap obrolannya Adam bersama Andini,Disaat Adam masuk ke kamar mandi, diam-diam Amanda mengambil nomor ponsel Andini dan menyimpannya di ponselnya.Setelah mendapat nomor ponsel Andini,Amanda segera meninggalkan kamar itu dan kembali bergabung bersama kakek dan mertuanya.
"Kakek,apa kamu butuh sesuatu aku akan mengambilkan untuk mu." Ucap Amanda,dia selalu mencari perhatian kepada kakeknya Adam supaya dia terus berada di posisi yang aman kedepannya.
"Aku tidak membutuhkan apa pun,selama aku berada di Sidney kakek keduamu rutin mendatangiku,dia juga menanyakan kabar tentang mu dan juga tentang suami mu,mereka sangat berharap kalian bisa secepatnya memiliki keturunan."Ucap sang kakek,Amanda merasa bersyukur,ahirnya kakeknya yang jarang dia temui bisa memberi manfaat untuknya.
"Kakek,lebih baik kakek yang berbicara kepada Adam." Ucap Amanda dia berlahan-lahan mendekati sang kakek dan memijat pundak sang kakek.
"Hentikan Amanda,sekarang kamu pergi ke atas panggil Adam kemari,kakek ingin bicara." Ucap kakeknya,lalu Amanda segera naik dan menemui Adam di lantai atas.
__ADS_1
Amanda langsung mendorong pintu,dan melihat Adam baru selesai mandi,Amanda melihat tubuh sixpack Adam,Amanda langsung menelan saliva nya.Dia hannya bisa memandangi tubuh itu,Tampa bisa menggapainya.
"Apa yang kamu lihat,bukan kah kamu sudah biasa melihat tubuh para lelaki,segera pergi dari sini aku ingin memakai pakaian ku."Ucap Adam,membuat Amanda tersadar dari lamunannya.
"Kakek,menyuruh kamu segera turun kebawah."Ucap Amanda singkat,dia masih membayangkan tubuh suaminya yang begitu menggoda imannya.
"Pergilah lebih dulu aku akan menyusul,kita tidak sedekat itu untuk berjalan bersama,ingat apa pun yang terjadi,aku akan tetap memilih Andini,karna dia adalah wanita terbaik bagiku." Ucap Adam,Amanda langsung terdiam dan pergi meninggalkan Adam dengan suasana hati yang mulai bergemuruh.
"Kamu sudah seperti wanita saja,kakek sudah sangat lama menunggu mu disini." Ucap kakeknya dengan wajah marah yang dia buat-buat, Adam langsung duduk di samping sang kakek dan mulai memijat kaki kakeknya.
"Adam,kapan kamu akan memberikan cucu kepada papa, Mama.kami sudah terlalu lama menunggu,ini ada mama bawa vitamin dari dokter spesialis kandungan untuk mu dan Amanda,ini sangat bagus untuk kalian konsumsi,kalian harus segera melakukan program hamil."Ucap Rania,Adam hannya diam,lalu mengambil vitamin pemberian ibunya.
"Terima kasih mah,aku akan meminum obatnya semoga secepatnya Adam bisa memberi kalian cucu." Ucap Adam,dia berpura-pura di depan keluarganya.Sementara itu kakek hannya diam.Dia belum bisa memberikan Adam ultimatum kejam karna dia belum bertemu dengan asistennya Alex.
Amanda menatap Adam dengan tatapan curiga,dia merasa aneh dengan jawaban Adam.disaat mereka berkumpul keluarga,diam-diam Amanda mengambil ponsel dan memotret kebersamaanya dengan keluarga besar suaminya.
Amanda pergi ke dapur untuk melihat,menu malam yang di siapkan para pelayan untuk makan malam mereka,karna Amanda tidak ingin mertua dan kakeknya merasa tidak nyaman selama berada di mansion nya.Saat dia sampai di dapur ternyata ibu mertuanya mengikutinya dari belakang
"Sayang,kok mama lihat kamu dan Adam semakin kurang harmonis apa terjadi sesuatu dengan rumah tangga kalian." Ucap sang mertua,lalu dia menarik tangan Amanda lalu mereka duduk di meja makan.
"Ma....hiks...hiks ..Aku ingin cerita ma tapi tolong ma jangan kasih tau kakek,aku tidak ingin cerai ma dari Adam,aku benar-benar mencintainya."Ucap Amanda pura-pura menangis di pelukan ibu mertuanya.Sang mertua semakin yakin kalau rumah tangga anaknya sedang tidak baik-baik saja.
👉bersambung👉
__ADS_1